Yuk Belajar Cara Menanam Hidroponik

Cara menanam hidroponik menjadi salah satu metode bercocok tanam yang kini semakin banyak digemari masyarakat urban di perkotaan. Pasalnya, lahan yang sempit di kota membuat bercocok tanam hampir menjadi sesuatu yang sangat mustahil. Namun, dengan metode hidroponik kini semua orang bisa bercocok tanam bahkan di lahan rumah yang sempit sekalipun.

Bercocok tanam menggunakan hidroponik hanya membutuhkan bahan bekas saja yang ada di sekitar Anda seperti botol plastik. Selain itu, sahabat tani juga tidak membutuhkan tanah karena media tanam yang digunakan adalah air. Meski begitu, tetap ada banyak hal yang harus sahabat tani pertimbangkan dan perhatikan seperti intensitas cahaya, nutrisi yang diberikan, hingga suhu lingkungan.

Metode Sumbu (Wick) untuk Menanam Hidroponik

Cara menanam hidroponik Metode Sumbu (Wick)
Sumber : Kabartani

Metode wick atau sumbu adalah salah satu dari dua cara menanam hidroponik yang paling cocok diterapkan oleh para pemula. Selain metode wick atau sumbu, cara kedua yang paling mudah diterapkan adalah sistem apung, Kedua cara ini memiliki kelebihan berupa penerapan yang sederhana dengan peralatan yang tidak rumit.

Inti dari sistem sumbu atau wick pada hidroponik adalah membawa larutan nutrisi dari media tanam ke akar tanaman menggunakan teknik kapilaritas sumbu. Alat yang dibutuhkan untuk mengembangkan teknik sumbu sangat sederhana seperti berikut.

Sumbu

Sumbu yang digunakan untuk hidroponik bisa diambil dari kain flannel, sumbu kompor minyak hingga kain nylon

Botol Plastik Bekas

Botol plastik bekas harus dipotong menjadi dua bagian. Jika Anda tidak punya, sahabat tani bisa menggantinya dengan dua buah gelas bekas dari bahan plastik.

Larutan Nutrisi

Sahabat tani bisa membuat sendiri larutan nutrisi ataupun membeli pupuk langsung di toko pertanian. Untuk larutan nutrisi dari toko pertanian ataupun toko hidroponik, beli jenis pupuk AB mix yang ditawarkan dalam bentuk bubuk dan bisa dicampurkan dengan bahan lainnya.

Namun, jika Anda ingin membuat sendiri larutan nutrisinya maka gunakan campuran pupuk NPK sebanyak 1000 gram, pupuk urea sebanyak 1000 gram dan pupuk KCL sebanyak 1000 gram. Terakhir tambahkan pula pupuk daun dengan merk gandasil sebanyak 50 gram. Terakhir campurkan air sebanyak 20 liter untuk melarutkan pupuk.

Sebaiknya pilih air sumur maupun air sungai. Air dari PDAM bisa digunakan namun harus sahabat tani endapkan terlebih dulu selama tujuh sampai sepuluh hari.

Media untuk Bercocok Tanam

Ada berbagai macam bahan yang bisa dimanfaatkan sebagai media untuk bertanam secara hidroponik. Sahabat tani bisa menggunakan media seperti spons, rockwool, vermiculite, pasir, serbuk kayu, kerikil, ataupun arang sekam. Anda juga bisa menggunakan sabut kelapa yang tidak terpakai.

Benih Tanaman

Terakhir siapkan benih tanaman yang ingin sahabat tani kembangkan di rumah. Benih tanaman yang biasanya dipilih orang untuk dibudidayakan adalah selada, cabai, kentang, kangkung, timun, kol, dan tomat.

Apabila seluruh bahan telah tersedia, sahabat tani tinggal mengikuti langkah pembuatan seperti berikut.

  1. Pada bagian dasar dari gelas plastik dibuat lubang atau bisa juga menggunakan bagian tutup botol yang dilubangi. Pada lubang tersebut kemudian dipasang sumbu.
  2. Siapkan botol plastik kedua yang sudah dibelah dan posisikan di bawah botol plastik yang dipasang sumbu sebelumnya.
  3. Pada botol plastik yang tidak dipasang sumbu kemudian diisi larutan nutrisi.
  4. Botol plastik yang telah dipasang sumbu diletakkan di atas botol plastik dengan larutan nutrisi. Pada botol plastik bersumbu ini dimasukkan media tanam dan juga benih. Sistem hidroponik sumbu sahabat tani telah selesai.

Simak Juga :

Metode Apung (Floating System) untuk Menanam Hidroponik

Cara menanam hidroponik Metode Apung (Floating System)
Sumber : Kabartani

Metode apung merupakan cara menanam hidroponik mudah untuk pemula selain metode sumbu sebelumnya. Cara ini biasanya hanya memanfaatkan styrofoam bekas yang sudah tidak digunakan. Kelebihan metode apung adalah besar media yang dapat ditentukan sesuai dengan keinginan.

Tidak seperti metode sumbu yang bergantung pada besar gelas plastik, maka ukuran media untuk metode apung ini dapat ditentukan sesuai keinginan. Alat yang dibutuhkan untuk mengembangkan teknik apung sangat sederhana seperti berikut.

Styrofoam

Persiapkan styrofoam bekas ataupun baru dengan ukuran yang menyesuaikan dengan kebutuhan serta keinginan Anda.

Botol Plastik Bekas

Persiapkan pula botol plastik bekas dengan jumlah yang dapat disesuaikan dengan keinginan sahabat tani dalam menanam. Anda sesuaikan saja ukuran botol plastik dengan ukuran styrofoam yang disiapkan.

Larutan Nutrisi

Ada dua jenis larutan nutrisi yang bisa digunakan oleh Sahabat Tani. Secara umum larutan nutrisi ini sama dengan larutan yang dibutuhkan untuk sistem sumbu sebelumnya. Anda bisa memilih larutan nutrisi dari toko pertanian ataupun toko hidroponik yang langsung jadi. Untuk jenis pupuk ini pilih jenis AB mix yang ditawarkan dalam bentuk bubuk dan bisa dicampurkan dengan bahan lainnya.

Namun, apabila Anda tertarik untuk bereksperimen membuat sendiri larutan nutrisi maka siapkan pupuk NPK sebanyak 1000 gram, pupuk urea 1000 gram dan pupuk KCL 1000 gram. Selanjutnya tambahkan pupuk daun bermerk gandasil sebanyak 50 gram. Untuk melarutkan pupuk, campurkan semua bahan dengan air sebanyak 20 liter.

Air yang digunakan sebaiknya air sumur maupun air sungai. Air dari PDAM bisa digunakan namun harus Sahabat Tani endapkan terlebih dulu selama tujuh sampai sepuluh hari.

Media untuk Bercocok Tanam

Ada berbagai macam bahan yang bisa dimanfaatkan sebagai media untuk bertanam secara hidroponik. Untuk sistem apung, Sahabat Tani bisa menggunakan media seperti spons ataupun rockwool.

Benih Tanaman

Benih tanaman yang bisa dipilih sangat beragam. Sahabat Tani bisa memilih benih sayur ataupun buah – buahan seperti cabai, , kangkung, timun dan tomat.

Langkah pembuatan sistem apung hidroponik cukup mudah sebagai berikut.

  1. Bibit tanaman harus disemai terlebih dulu di dalam media berupa arang sekam sampai muncul dua daun muda
  2. Styrofoam berbagai ukuran disiapkan dan buat lubang pada styrofoam tersebut. Ukuran lubang sebesar gelas plastik. Beri jarak sebesar 3 hingga 5 cm antara lubang.
  3. Pada bagian dasar dari botol plastik dibuat lubang.
  4. Di dalam botol plastik bekas tersebut kemudian dipasang spons ataupun rockwool. Bagian tengah spons atau rockwool ini dibuat celah. Tinggi media tanam ini di dalam botol plastik adalah sekitar 2/3 bagiannya
  5. Letakkan gelas plastik bekas yang telah dipasangi spons atau rockwool ini ke dalam lubang styrofoam. Pastikan dasar dari botol plastik bekas ini menyentuh larutan nutrisi di bawahnya
  6. Siapkan bak nutrisi di bagian bawahnya kemudian ditutup dengan papan styrofoam,
  7. Pindahkan bibit tanaman dari arang sekam tadi ke dalam celah spons ataupun rockwool yang sudah disiapkan sebelumnya.

Baca Juga : Cara Menanam Bawang Putih di Pot Rumah

Cara menanam hidroponik lainnya yang tergolong mudah untuk pemula namun membutuhkan ketelatenan tinggi adalah aeroponik. Metode ini membutuhkan ketelatenan pemilik untuk melakukan penyemprotan secara berkala pada akar tanaman yang digantung. Penyemprotan dilakukan menggunakan sprayer.

Meski membutuhkan konsistensi tinggi, namun metode ini memiliki beragam keunggulan seperti asupan karbondioksida dan oksigen secara penuh. Sebenarnya, apapun metode hidroponik yang dipilih, kesemuanya akan menghemat penggunaan lahan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *