Tips Mudah Membuat Tanaman Hidroponik Sederhana

Diposting pada

Berbicara mengenai tanaman hidroponik memang terdengar cukup menarik karena hal ini seolah menjadi jawaban bagi kekhawatiran masyarakat akan banyaknya tanaman yang kebanyakan sekarang ini menggunakan pestisida.

Pentingnya Memilih Sayuran yang Tepat Untuk Dikonsumsi

Memiliki tubuh yang sehat merupakan dambaan semua orang. Karena dengan tubuh yang sehat maka bisa terhindar dari berbagai macam penyakit sehingga mampu melakukan aktifitas dan rutinitas tanpa adanya halangan apapun.

Tanaman Hidroponik

Untuk mewujudkan tubuh yang sehat bisa dilakukan dengan banyak cara, salah satunya adalah dengan mengkonsumsi sayuran. Mengapa harus sayuran? Sayuran adalah makanan yang dikonsumsi setiap hari dan siapa sangka bahwa sayuran ini memiliki banyak manfaat bagi tubuh, seperti :

  • Memenuhi kebutuhan serat.
  • Melancarkan sistem pencernaan.
  • Melancarkan buang air besar.
  • Menjaga daya tahan tubuh.
  • Mengandung nutrisi lengkap seperti vitamin dan mineral dan masih banyak lagi.

Dengan banyaknya manfaat sayuran diatas rasanya tak heran jika masyarakat menjadikan sayuran ini sebagai salah satu menu wajib dalam kehidupan sehari – hari. Hanya saja muncul kekhawatiran dimana sekarang ini banyak sekali sayur dan buah yang tumbuh dengan cara yang tidak alami alias melalui proses penyemprotan pestisida. Hal ini tentunya akan menjadi dilema tersendiri bagi masyarakat.

Untuk mengatasi hal ini, maka hadirkan sistem hidroponik yang bisa memberikan manfaat yang luar biasa. Menurut penelitian, tanaman yang dibudidayakan melalui sistem hidroponik ini akan menghasilkan sayuran atau buah yang lebih sehat dan higienis. Dan bisa dipastikan bahwa cara hidroponik ini adalah menghasilkan tanaman hidroponik yang bebas pestisida.

Baca Juga : Cara Menanam Pare yang Mudah Hanya di Dalam Pot

Cara Menanam Sistem Hidroponik

Mendengar penjelasan diatas pastinya masyarakat semakin tergerak untuk membudidayakan tanaman hidroponik ini. Lalu apa saja yang harus dilakukan agar bisa menghasilkan tanaman yang bebas pestisida melalui hidroponik ini?

Sebenarnya tanaman hidroponik ini memang sudah ada sejak jaman dulu. Bahkan sejak jaman Yunani pun sudah menerapkan cara ini dimana menanam tanaman tanpa menggunakan tanah sebagai media tanamnya. Sehingga hasil tanaman yang ditanam akan lebih bersih, higienis serta bebas pestisida.

Selain itu, cara hidroponik ini tergolong fleksibel karena bisa diterapkan dimanapun dan bisa dilakukan oleh siapapun. Bagi masyarakat yang hanya memiliki lahan sempit sekalipun juga bisa menerapkan cara hidroponik ini. Untuk menerapkan cara ini juga sangatlah mudah dan terjangkau sehingga sangat memudahkan masyarakat yang memang ingin menanam tanaman seperti sayuran dan buah yang alami.

Kelebihan Menanam Tanaman Hidroponik

Dari uraian diatas maka bisa disimpulkan bahwa tanaman hidroponik ini memang menawarkan beragam kelebihan serta manfaat bagi manusia pada khususnya. Secara detail, kelebihan dari tanaman hidroponik ini adalah sebagai berikut :

  • Hasil Tanaman Lebih Sehat

Alasan pertama mengapa masyarakat harus memulai menanam tanaman hidroponik adalah karena tanaman yang dihasilkan secara hidroponik ini akan lebih sehat. Mengapa begitu? Hal ini karena umumnya dilakukan pada area green house atau rumah kaca. Selain itu juga tidak menggunakan pestisida sehingga tanaman bebas hama secara alami serta bebas dari yang namanya pestisida.

  • Bisa Diterapkan Pada Lahan Sempit

Bisa memiliki lahan hijau tentu sangat menyenangkan karena bisa menanam berbagai macam tanaman untuk penghijauan area rumah. Sekaligus bisa juga ditanami sayuran agar bahan sayur untuk asupan setiap hari lebih alami.

Namun sayangnya tidak semua orang memiliki lahan yang luas, terlebih di perkotaan dimana lahan rumah kebanyakan sangat sempit. Dengan adanya sistem hidroponik ini, maka area sempit bukan lagi menjadi kendala untuk bercocok tanam. Bahkan di area 1 meter pun bisa menerapkan tanaman hidroponik ini.

Tanaman hidroponik tak harus menggunakan media tanah secara langsung sehingga bagi masyarakat yang tinggal diperkotaan bisa menanam tanaman secara hidroponik ini secara bersusun di sudut area didalam rumah, teras atau balkon. Dengan kata lain, sistem hidroponik adalah solusi bercocok tanam yang tepat bagi masyarakat yang ingin menghemat lahan atau malah kekurangan lahan luas.

  • Tidak Membutuhkan Banyak Air

Ternyata tanaman hidroponik juga mampu menghemat air karena air yang dibutuhkan untuk proses tumbuh tanaman tersebut dipergunakan secara tepat dan tidak sepenuhnya terserap oleh tanah.

  • Bisa Sering Panen

Jika anda bercocok tanam secara konvensional, maka biasanya jangka waktu untuk bisa melakukan panen kurang lebih adalah 60 hari atau 2 bulan. Namun jika cocok tanam ini dilakukan secara hidroponik maka anda hanya membutuhkan waktu panen sekitar 45 hari saha. Ini artinya dengan membudidayakan tanaman hidroponik ada bisa mempersingkat waktu panen sehingga bisa panen lebih banyak daripada biasanya.

  • Pengerjaan Lebih Sederhana

Tak perlu khawatir akan memakan biaya selangit karena untuk bisa melakukan sistem hidroponik ini anda bisa menghemat biaya. Hal ini karena beberapa peralatan yang dibutuhkan bisa memanfaatkan barang – barang bekas serta bahan – bahan yang ada disekitar. Proses pengerjaan tanaman hidroponik inipun terbilang sederhana sehingga siapapun bisa mencobanya dengan mudah.

Baca Juga : 5 Langkah Mudah Budidaya Timun

Jenis Tanaman yang Bisa Dilakukan Secara Hidroponik

Mengetahui berbagai informasi diatas tentunya masyarakat penasaran kira – kira jenis tanaman apa saja yang bisa ditanam secara hidroponik. Berikut ini adalah beberapa diantaranya :

Sayuran

sistem tanaman hidroponikSayur adalah asupan penting dalam kehidupan. Sehingga sangat disarankan agar setiap hari mengkonsumsi sayuran ini. Agar asupan sayur lebih sehat dan higienis  maka bisa memilih teknik hidroponik. Beberapa sayuran yang bisa ditanam secara hidroponik antara lain :

  • Brokoli
  • Bayam
  • Kangkung
  • Sawi hijau
  • Selada hijau
  • Paprika
  • Pare
  • Wortel
  • Tomat
  • Terong

Kacang – kacangan

  • Kacang panjang
  • Kacang polong
  • Buncis

Dedaunan

Biasanya dalam pembuatan masakan atau minuman terdapat beberapa tambahan bahan berupa dedaunan. Dan ternyata ada beberapa jenis dedaunan yang bisa ditanam secara hidroponik, yaitu :

  • Daun kemangi
  • Daun mint

Bumbu

Selain sayuran, beberapa bumbu dapur juga bisa ditanam secara hidroponik seperti :

  • Bawang merah
  • Bawang putih
  • Cabe

Buah

  • Strawberry
  • Blueberry
  • Melon
  • Semangka
  • Anggur

Baca Juga : Peluang Usaha Budidaya Seledri

Cara Sederhana Membuat Tanaman Hidroponik

Bagi anda yang tertarik untuk membuat tanaman hidroponik di rumah, maka bisa memanfaatkan beberapa bahan yang ada disekitar kita seperti baskom, botol kaca, gelas plastik bahkan dengan botol bekas minuman plastik.

Botol plastik bekas minuman mungkin biasanya hanya menjadi sampah saja. Namun agar lebih bermanfaat  botol plastik bekas ini bisa dijadikan sebagai pot atau tempat untuk menanam tanaman hidroponik. Berikut ini adalah beberapa bahan yang diperlukan serta bagaimana cara membuatnya.

Bahan :

  • Botol plastik berukuran 1.5liter
  • Cutter, gunting atau pisau
  • Air
  • Bibit
  • Tanah atau kompos

Cara membuat :

  • Potong botol menjadi dua bagian (potong pada bagian tengah).
  • Botol bagian atas dibuat lubang kecil – kecil yang berfungsi untuk keluarnya air.
  • Balik botol bagian atas kemudian masukkan kedalam potongan botol bagian bawah tadi.
  • Masukkan campuran tanah dan kompos.
  • Tanam bibit.
  • Sirami sampai basah.

Dengan cara sederhana diatas maka anda bisa memulai membuat tanaman hidroponik dengan cara yang mudah dan biaya yang murah anda bisa membuat tanaman atau sayuran yang lebih sehat di rumah sendiri.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Pemeliharaan Sistem Tanaman Hidroponik

Diposting pada

Bagi sahabat tani yang pernah belajar pelajaran biologi bidang tanaman, maka kemungkinan besar Anda tidak asing lagi dengan yang namanya tanaman hidroponik. Tentunya, sahabat tani juga sudah mengenal sistem hidroponik dalam dunia tanaman. Hidroponik sendiri memiliki kata dasar hidro dan juga ponos yang bermakna dari hidro adalah air.

Sedangkan, kata ponos sendiri memiliki makna daya atau energi. Sesuai dengan namanya yang berasal dari kata hidro, maka tumbuhan hidroponik, artinya tumbuhan yang ditanam dengan sistem utama air atau menggunakan air sebagai pengganti tanah. Pada sistem hidroponik ini, penekanan target penanamannya adalah pada nutrisi.

Tanaman Hidroponik
Tanaman Hidroponik

Ragam Sistem Hidroponik yang Digunakan secara Umum

Selama ini, tanah yang dijadikan sebagai sistem penanaman, sebenarnya hanya berfungsi sebagai penyangga dengan daya serap air yang tinggi. Dari persepsi inilah, maka muncul sebuah sistem penanaman yang mengandalkan air, secara langsung sebagai sumber nutrisi tanpa adanya tanah sebagai penyerap.

Sistem penanaman dengan hidroponik, tidak hanya dilakukan dengan satu cara saja. Ada beberapa macam cara teknik penanaman hidroponik yang bisa Anda aplikasikan. Apa sajakah beberapa teknik tersebut? Di bawah ini bisa sahabat tani simak dengan baik.

Sistem Sumbu

Sistem sumbu ini juga sering dikenal dengan wick system. Teknik yang satu ini bisa dibilang merupakan teknik hidroponik yang paling mudah dan sederhana dilakukan. Bagi sahabat tani yang masih pemula, Anda bisa mencoba teknik yang satu ini. Pada teknik sumbu ini, penghubung antara media tanam dengan larutan nutrisi dilakukan dengan menggunakan sumbu.

Sumbu yang dipakai biasanya adalah kain flanel.  Pada sistem penanaman hidroponik yang satu ini, jenis tanaman yang bisa ditanam adalah tanaman yang ringan dan tidak membutuhkan kadar air yang banyak sekali.

Sistem Kultur Air

Sistem kultur air ini juga dikenal dengan nama sistem rakit apung. Selain itu juga, dikenal dengan nama water culture system. Mengapa dinamakan sistem rakit apung? Alasannya adalah karena sistem ini mengandalkan sebuah steroform sebagai penyangga tanaman, agar tanaman tetap mengapung.

Sistem ini digunakan untuk tanaman yang memang membutuhkan kadar limpahan air yang banyak. Selain digenangi air, tanaman dengan sistem ini juga digenangi dengan larutan nutrisi dan suplai oksigen untuk tanaman Anda.

Untuk tata cara suplai oksigen, sistem ini mengandalkan sebuah pompa air yang nantinya akan menghasilkan gelembung dalam larutan nutrisi, kemudian disalurkan ke bagian akar. Contoh tanaman yang bisa ditanam dengan sistem hidroponik yang satu ini adalah seperti bayam dan juga kangkung.

Nutrient Film System

Sistem ini dinamakan film system karena metodenya yang berputar dan mengalir layaknya ilustrasi pemutaran film. Sistem ini bekerja dengan metode pembagian aliran nutrisi pada tanaman yang bersikulasi seacara terus menerus. Hal ini dilakukan dengan memanfaatkan pompa, untuk mengalirkan air secara terus-menerus.

Pada bagian akar paling bawah akan mendapatkan aliran nutrisi untuk tanaman. Sedangkan, pada bagian akar yang tidak terjangkau dengan aliran nutrisi dan air, bermanfaat untuk mendapatkan kadar oksigen, guna pertumbuhan tanaman tersebut.

Sistem Pasang Surut

Dinamakan sistem pasang surut, karena metode yang dihasilkan layaknya air laut yang menggenangi dalam waktu tertentu dan akan surut juga pada waktu tertentu. Sistem ini juga biasa dikenal dengan ebb and flow system. Pada sistem ini memanfaatkan pompa yang diatur timernya.

Pada beberapa waktu tertentu, pompa akan mengalirkan dan menggenangi tanaman dengan air dan larutan nutrisi yang ada di dalamnya. Pada waktu tertentu, aliran air dan nutrisi yang menggenangi tadi, akan kembali pada bak atau tempat persediaan aliran air dan larutan nutrisi. Hal ini dilakukan, agar tanaman mendapatkan aliran air dan nutrisi yang sesuai dengan kebutuhan.

Sistem Tetes

Sistem yang satu ini terbilang cukup efektif. Dalam bahasa inggris, sistem ini dikenal dengan drip system. Aliran air dan nutrisi pada sistem ini disalurkan pada tanaman, dengan cara meneteskannya melalui saluran selang yang sudah terhubung dengan bak atau tandon air beserta nutrisinya.

Drip system ini menggunakan arus listrik untuk melakukan pengaturan timer penetesan air dan nutrisi pada tanaman. Sistem ini terbilang cukup efektif, karena tanaman akan tetap mendapatkan air dan nutrisinya, meskipun tidak tergenang air. Tanaman juga akan tetap terjaga agar tidak kekeringan.

Sistem Eeroponik

Macam sistem yang satu ini terbilang merupakan sistem yang cukup canggih. Sistem aeroponik mengandalkan sebuah selang untuk membuat butir kabut halus, yang nantinya dapat menghasilkan oksigen. Selang ini biasa juga dinamakan dengan nozzle. Nantinya, tanaman akan dapat menyerap nutrisinya yang bentuk nutrisinya hampir menyerupai kabut.

Sistem Bioponik

Sistem ini terbilang merupakan sistem gabungan antara sistem pertanian organik dengan sistem penanaman hidroponik. Nutrisi yang didapatkan atau dialirkan dengan sistem ini adalah berasal dari bahan-bahan organik.

Adanya sistem ini bertujuan untuk memberikan solusi dari tiap kekurangan sistem hidroponik. Selain itu, dengan sistem ini juga ada beberapa poin metode penanaman yang unggul dan bisa diambil keuntungannya.

Keuntungan Penanaman dengan Sistem Hidroponik

Sistem hidroponik memang menjadi salah satu teknik penanaman yang tidak secara umum digunakan oleh banyak orang. Walaupun tidak sedikit juga orang yang menggunakan sistem penanaman yang satu ini. Apalagi, jenis tanaman yang bisa ditanam dengan metode hidroponik ini terbatas. Artinya, tidak semua jenis tanaman bisa ditanam dengan sistem penanaman hidroponik.

Lantas tahukah sahabat tani apa saja keuntungan dari penanaman menggunakan sistem hidroponik?

Fleksibel dengan Musim dan Tempat

Sistem penanaman hidroponik, secara umum memang menjadi teknik bercocok tanam yang sangat fleksibel dan tidak bergantung pada musim maupun kondisi tempat penanaman tersebut. Artinya, sistem penanaman ini bisa dirawat secara khusus kapanpun Anda mau dan dengan kondisi yang terkontrol dengan baik.

Menjadi Solusi Orang Tanpa Lahan

Sahabat tani, jika Anda termasuk dari salah satu orang yang tidak memiliki lahan untuk bercocok tanam, maka teknik hidroponik ini sangat tepat untuk Anda aplikasikan. Hal ini mengingat teknik hidroponik yang hanya mengandalkan sistem buatan dengan aliran nutrisi utamanya dari air.

Hemat Pupuk

Dalam pengelolaan tanaman hidroponik, penggunaan pupuk memang didasarkan sesuai dengan kadar kebutuhan tanaman itu sendiri. Hal ini tentu berbeda dengan penggunaan kadar pupuk pada metode tanam organik biasa.

Aman dari Hama Tanah

Setiap tanaman yang ditanam dengan menggunakan lahan tanah, pasti memiliki risiko terserang hama yang berasal dari dalam tanah itu sendiri. Dengan menggunakan teknik hidroponik ini, tentunya risiko tersebut tidak akan dialami oleh tanaman yang Anda kelola.

Hemat Biaya

Untuk mempersiapkan pengelolaan tanaman hidroponik, memang relatif tidak membutuhkan biaya yang mahal. Hal ini mengingat kebutuhan tanaman hidroponik tidak serumit dan sebanyak kebutuhan tanaman yang ditanam pada lahan tanah.

Hal itu menjadikan cara mengelola tanaman hidroponik akan membuat Anda menjadi lebih hemat pengeluaran. Hanya saja, pengelolaan hidroponik membutuhkan tenaga dan waktu yang sedikit lebih ekstra.

Beberapa jenis dan keuntungan pengelolaan tanaman hidroponik di atas, bisa menjadi referensi bagi sahabat tani yang ingin lebih mengenal sistem hidroponik. Anda juga bisa mulai mengaplikasikan teknik penanaman yang satu ini. Dimulai dari teknik yang paling sederhana, hingga ke teknik yang lebih canggih dari kelas hidroponik.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *