Pemeliharaan Sistem Tanaman Hidroponik

Bagi sahabat tani yang pernah belajar pelajaran biologi bidang tanaman, maka kemungkinan besar Anda tidak asing lagi dengan yang namanya tanaman hidroponik.

Tentunya, sahabat tani juga sudah mengenal sistem hidroponik dalam dunia tanaman. Hidroponik sendiri memiliki kata dasar hidro dan juga ponos yang bermakna dari hidro adalah air.

Sedangkan, kata ponos sendiri memiliki makna daya atau energi. Sesuai dengan namanya yang berasal dari kata hidro, maka tumbuhan hidroponik, artinya tumbuhan yang ditanam dengan sistem utama air atau menggunakan air sebagai pengganti tanah. Pada sistem hidroponik ini, penekanan target penanamannya adalah pada nutrisi.

Ragam Sistem Hidroponik yang Digunakan secara Umum

Selama ini, tanah yang dijadikan sebagai sistem penanaman, sebenarnya hanya berfungsi sebagai penyangga dengan daya serap air yang tinggi. Dari persepsi inilah, maka muncul sebuah sistem penanaman yang mengandalkan air, secara langsung sebagai sumber nutrisi tanpa adanya tanah sebagai penyerap.

Sistem penanaman dengan hidroponik, tidak hanya dilakukan dengan satu cara saja. Ada beberapa macam cara teknik penanaman hidroponik yang bisa Anda aplikasikan. Apa sajakah beberapa teknik tersebut? Di bawah ini bisa sahabat tani simak dengan baik.

Sistem Sumbu

Sistem sumbu ini juga sering dikenal dengan wick system. Teknik yang satu ini bisa dibilang merupakan teknik hidroponik yang paling mudah dan sederhana dilakukan. Bagi sahabat tani yang masih pemula, Anda bisa mencoba teknik yang satu ini. Pada teknik sumbu ini, penghubung antara media tanam dengan larutan nutrisi dilakukan dengan menggunakan sumbu.

Sumbu yang dipakai biasanya adalah kain flanel.  Pada sistem penanaman hidroponik yang satu ini, jenis tanaman yang bisa ditanam adalah tanaman yang ringan dan tidak membutuhkan kadar air yang banyak sekali.

Sistem Kultur Air

Sistem kultur air ini juga dikenal dengan nama sistem rakit apung. Selain itu juga, dikenal dengan nama water culture system. Mengapa dinamakan sistem rakit apung? Alasannya adalah karena sistem ini mengandalkan sebuah steroform sebagai penyangga tanaman, agar tanaman tetap mengapung.

Sistem ini digunakan untuk tanaman yang memang membutuhkan kadar limpahan air yang banyak. Selain digenangi air, tanaman dengan sistem ini juga digenangi dengan larutan nutrisi dan suplai oksigen untuk tanaman Anda.

Untuk tata cara suplai oksigen, sistem ini mengandalkan sebuah pompa air yang nantinya akan menghasilkan gelembung dalam larutan nutrisi, kemudian disalurkan ke bagian akar. Contoh tanaman yang bisa ditanam dengan sistem hidroponik yang satu ini adalah seperti bayam dan juga kangkung.

Nutrient Film System

Sistem ini dinamakan film system karena metodenya yang berputar dan mengalir layaknya ilustrasi pemutaran film. Sistem ini bekerja dengan metode pembagian aliran nutrisi pada tanaman yang bersikulasi seacara terus menerus. Hal ini dilakukan dengan memanfaatkan pompa, untuk mengalirkan air secara terus-menerus.

Pada bagian akar paling bawah akan mendapatkan aliran nutrisi untuk tanaman. Sedangkan, pada bagian akar yang tidak terjangkau dengan aliran nutrisi dan air, bermanfaat untuk mendapatkan kadar oksigen, guna pertumbuhan tanaman tersebut.

Sistem Pasang Surut

Dinamakan sistem pasang surut, karena metode yang dihasilkan layaknya air laut yang menggenangi dalam waktu tertentu dan akan surut juga pada waktu tertentu. Sistem ini juga biasa dikenal dengan ebb and flow system. Pada sistem ini memanfaatkan pompa yang diatur timernya.

Pada beberapa waktu tertentu, pompa akan mengalirkan dan menggenangi tanaman dengan air dan larutan nutrisi yang ada di dalamnya. Pada waktu tertentu, aliran air dan nutrisi yang menggenangi tadi, akan kembali pada bak atau tempat persediaan aliran air dan larutan nutrisi. Hal ini dilakukan, agar tanaman mendapatkan aliran air dan nutrisi yang sesuai dengan kebutuhan.

Sistem Tetes

Sistem yang satu ini terbilang cukup efektif. Dalam bahasa inggris, sistem ini dikenal dengan drip system. Aliran air dan nutrisi pada sistem ini disalurkan pada tanaman, dengan cara meneteskannya melalui saluran selang yang sudah terhubung dengan bak atau tandon air beserta nutrisinya.

Drip system ini menggunakan arus listrik untuk melakukan pengaturan timer penetesan air dan nutrisi pada tanaman. Sistem ini terbilang cukup efektif, karena tanaman akan tetap mendapatkan air dan nutrisinya, meskipun tidak tergenang air. Tanaman juga akan tetap terjaga agar tidak kekeringan.

Sistem Eeroponik

Macam sistem yang satu ini terbilang merupakan sistem yang cukup canggih. Sistem aeroponik mengandalkan sebuah selang untuk membuat butir kabut halus, yang nantinya dapat menghasilkan oksigen. Selang ini biasa juga dinamakan dengan nozzle. Nantinya, tanaman akan dapat menyerap nutrisinya yang bentuk nutrisinya hampir menyerupai kabut.

Sistem Bioponik

Sistem ini terbilang merupakan sistem gabungan antara sistem pertanian organik dengan sistem penanaman hidroponik. Nutrisi yang didapatkan atau dialirkan dengan sistem ini adalah berasal dari bahan-bahan organik.

Adanya sistem ini bertujuan untuk memberikan solusi dari tiap kekurangan sistem hidroponik. Selain itu, dengan sistem ini juga ada beberapa poin metode penanaman yang unggul dan bisa diambil keuntungannya.

Keuntungan Penanaman dengan Sistem Hidroponik

Sistem hidroponik memang menjadi salah satu teknik penanaman yang tidak secara umum digunakan oleh banyak orang. Walaupun tidak sedikit juga orang yang menggunakan sistem penanaman yang satu ini. Apalagi, jenis tanaman yang bisa ditanam dengan metode hidroponik ini terbatas. Artinya, tidak semua jenis tanaman bisa ditanam dengan sistem penanaman hidroponik.

Lantas tahukah sahabat tani apa saja keuntungan dari penanaman menggunakan sistem hidroponik?

Fleksibel dengan Musim dan Tempat

Sistem penanaman hidroponik, secara umum memang menjadi teknik bercocok tanam yang sangat fleksibel dan tidak bergantung pada musim maupun kondisi tempat penanaman tersebut. Artinya, sistem penanaman ini bisa dirawat secara khusus kapanpun Anda mau dan dengan kondisi yang terkontrol dengan baik.

Menjadi Solusi Orang Tanpa Lahan

Sahabat tani, jika Anda termasuk dari salah satu orang yang tidak memiliki lahan untuk bercocok tanam, maka teknik hidroponik ini sangat tepat untuk Anda aplikasikan. Hal ini mengingat teknik hidroponik yang hanya mengandalkan sistem buatan dengan aliran nutrisi utamanya dari air.

Hemat Pupuk

Dalam pengelolaan tanaman hidroponik, penggunaan pupuk memang didasarkan sesuai dengan kadar kebutuhan tanaman itu sendiri. Hal ini tentu berbeda dengan penggunaan kadar pupuk pada metode tanam organik biasa.

Aman dari Hama Tanah

Setiap tanaman yang ditanam dengan menggunakan lahan tanah, pasti memiliki risiko terserang hama yang berasal dari dalam tanah itu sendiri. Dengan menggunakan teknik hidroponik ini, tentunya risiko tersebut tidak akan dialami oleh tanaman yang Anda kelola.

Hemat Biaya

Untuk mempersiapkan pengelolaan tanaman hidroponik, memang relatif tidak membutuhkan biaya yang mahal. Hal ini mengingat kebutuhan tanaman hidroponik tidak serumit dan sebanyak kebutuhan tanaman yang ditanam pada lahan tanah.

Hal itu menjadikan cara mengelola tanaman hidroponik akan membuat Anda menjadi lebih hemat pengeluaran. Hanya saja, pengelolaan hidroponik membutuhkan tenaga dan waktu yang sedikit lebih ekstra.

Beberapa jenis dan keuntungan pengelolaan tanaman hidroponik di atas, bisa menjadi referensi bagi sahabat tani yang ingin lebih mengenal sistem hidroponik. Anda juga bisa mulai mengaplikasikan teknik penanaman yang satu ini. Dimulai dari teknik yang paling sederhana, hingga ke teknik yang lebih canggih dari kelas hidroponik.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *