Teknik Pengembangan Tanaman Stek Batang dan Cara Implementasinya

Diposting pada

Pada pelajaran biologi di bangku sekolah, pastinya sahabat tani sudah pernah mempelajari apa yang dimaksud dengan stek batang. Metode stek yang satu ini bisa dikatakan merupakan metode tanam yang paling sederhana dan mudah dilakukan. Metode stek pada batang ini dilakukan untuk mempercepat dan memperbanyak pertumbuhan tanaman tertentu dengan media utama batang.

stek batang
Sumber : Dekoruma

Dengan mengaplikasikan metode stek pada batang ini, maka hasil tumbuhan yang didapat akan sama dengan tanaman induk yang ditempeli stek tersebut, baik itu dilihat dari segi batangnya, buahnya, sifat tanamannya, kelebatannya dan sebagainya. Tanaman yang bisa dikembangkan dengan metode stek adalah jenis-jenis tanaman yang memiliki sel, dengan sifat dapat membelah diri menjadi sel baru lagi.

Tahapan Implementasi Pengembangan Tanaman Menggunakan Metode Stek Batang

tahap stek batang
Sumber : 8villages

Metode stek batang dilakukan dengan cara memotong batang dari tanaman yang sudah tua, kemudian ditanam pada bagian batang yang lebih muda. Seperti yang telah dijelaskan di atas, metode stek pada batang merupakan metode perkembangan tanaman yang terbilang sangat mudah dan sederhana untuk dilakukan.

Jika sahabat tani penasaran dengan implementasi stek yang satu ini, maka berikut di bawah ini ada beberapa tahapan cara mengaplikasikan metode stek pada batang yang baik dan benar:

Siapkan Bahan

Bahan-bahan yang dibutuhkan untuk mengimplementasikan metode stek pada batang ini di antaranya adalah plastik, tali, pisau atau gunting tanaman yang tajam, batang yang akan distek.

Potong Batang

Setelah menyiapkan bahan-bahan dan peralatannya, maka tahapan selanjutnya adalah memotong bagian batang yang akan distek menggunakan pisau atau gunting tanaman yang tajam.

Kupas Area Tempel

Pada batang tanaman yang akan dijadikan sebagai target stek, bisa Anda kupas terlebih dahulu pada bagian ujungnya, cukup sedikit saja untuk mengupasnya. Teknik pengupasan atau pemotongan ujung batang stek bisa Anda lakukan secara menyerong. Usahakan jangan sampai batang menjadi memar atau rusak. Hal ini akan menyebabkan tanaman menjadi mudah mati, karena penyakit tanaman.

Tanam Batang

Setelah batang dikupas, maka sahabat tani bisa mulai menempel batang yang akan ditanam atau distek pada bagian batang target, dengan menambah tanah yang telah disiapkan sebelumnya dengan cara yang sama, layaknya Anda menanam tanaman seperti biasa. Anda juga bisa menambahkan media bahan tanam seperti pupuk.

Selanjutnya, rekatkan batang dan tanah yang telah menempel dengan menggunakan pembungkus plastik yang transparan. Hal ini dilakukan agar sinar matahari dapat ditangkap dengan baik oleh tanaman. Langkah akhir, ikatlah hasil stek dan siram serta rawat secara rutin, sesuai dengan anjuran perawatan jenis tanaman tersebut. Cukup mudah bukan?

Kelebihan Pengembangan Tanaman dengan Metode Stek Batang

Setiap metode pengembangan tanaman yang digunakan pasti memiliki kekurangan dan juga kelebihan. Tidak terkecuali tanaman dengan metode pengembangan stek pada batang. Lantas, tahukah sabahat tani apa saja kelebihan metode stek yang satu ini? Berikut di bawah ini beberapa kelebihan implementasi metode pengembangan tanaman dengan stek batang:

Sifat Sama Persis

Batang yang telah distek dan menempel pada bagian induknya, tentu seiring berjalannya waktu akan tumbuh menjadi tanaman anak yang sama dengan induknya. Sejauh ini, hasil stek yang biasa diperoleh pasti memiliki sifat yang sama persis dengan induk tanamannya. Entah itu dari sisi buahnya, daunnya, warnanya, bijinya, dan komponen lainnya.

Fleksibel pada Tanah Dangkal

Tanaman yang dikembangkan dengan metode stek, umumnya akan memiliki bentuk akar tunggang. Kondisi akar tunggang inilah yang menyebabkan tanaman stek mudah dan fleksibel ditanam, pada permukaan tanah yang kondisinya dangkal.

Sangat Mendukung Stek Buah

Di antara jenis tanaman yang sangat didukung dengan metode pengembangan stek ini, tak lain adalah tanaman buah. Tanaman buah akan sangat mudah dan praktis, jika Anda kembangkan dengan mengandalkan metode stek pada batang ini.

Metode Paling Praktis

Dibandingkan dengan metode pengembangan tanaman lain seperti cangkok dan okulasi, metode stek ini menjadi metode yang paling praktis, terutama stek pada batang. Bahan dan peralatannya tidak perlu didapatkan dengan harga mahal, cara atau tahapannya terbilang sangat mudah.

Hasil yang didapatkan dengan metode ini bisa dalam jangka waktu yang singkat atau cepat. Sehingga, metode ini menjadi metode yang sangat disarankan untuk sahabat tani yang masih pemula dalam hal pengembangan tanaman.

Kekurangan Metode Pengembang Tanaman dengan Stek Batang

Seperti yang telah dijelaskan di awal bahwa setiap metode pengembangan tanaman pasti memiliki kekurangan dan kelebihannya sendiri-sendiri, dengan kadarnya masing-masing. Metode stek pada batang juga tidak hanya memiliki kelebihan. Metode yang terbilang cukup praktis ini, ternyata juga memiliki kekurangan. Apa sajakah kekurangan pada metode stek batang?

Memiliki Harga Jual Melebihi Biji Tanaman Induk

Hasil tanaman stek pada pasaran biasanya dijual dengan harga yang lebih mahal, dibandingkan harga biji induk tanaman tersebut. Tidak heran, jika lebih banyak orang yang memilih membeli biji tanaman dibandingkan dengan membeli hasil stek tanaman.

Harus Punya Induk

Kunci yang paling dasar dari sebuah metode stek pada batang adalah adanya pohon induk. Hal ini mengingat metode stek dilakukan dengan menempelkan target stek pada bagian batang tanaman induk tersebut.

Sedikitnya Hasil Tanaman Anak

Meskipun terbilang mudah, praktis dan cepat mendapat hasil, namun metode stek ini memiliki kekurangan pada kuantitas anak pinak tanaman yang telah distek. Sehingga, untuk menghasilkan anak pinak tanaman yang lebih banyak, dibutuhkan proses yang lebih banyak pula.

Akar Lemah

Akar pada tanaman dengan metode stek pada batang ini memiliki kondisi yang lemah. Dengan kondisi akar lemah seperti inilah, tanaman hasil stek akan mudah roboh dan rusak, bahkan jika tertiup angin kencang.

Tidak Tahan Panas

Tidak hanya akarnya yang lemah, kondisi fisik tanaman hasil stek pada batang, biasanya lebih lemah. Tanaman hasil metode stek secara umum tidak memiliki ketahan terhadap musim kemarau. Metode stek pada batang secara umum, memiliki beberapa jenis berdasarkan sifat batangnya. Beberapa jenisnya tersebut adalah seperti:

  1. Stek hardwood (stek pada batang yang bersifat keras).
  2. Stek semi hardwood (batang tanamannya bersifat sedikit keras).
  3. Stek softwood (stek dengan batang yang sifatnya lunak).
  4. Stek herbaceous (stek untuk jenis tanaman herbal dan juga jenis rempah-rempah).

Setiap jenis stek pada batang yang telah disebutkan di atas, pada dasarnya sama saja. Hanya sifat kayu atau batangnya yang membedakan. Hal ini tidak seberapa berpengaruh terhadap tahapan-tahapan dalam mengaplikasikan metode stek itu sendiri.

Bagi sahabat tani yang baru saja memulai usaha taninya, kemudian ingin mengembangkan tanaman yang Anda punya secara cepat dan praktis, maka sahabat tani bisa mencoba cara atau metode stek batang ini terlebih dahulu. Sebelum mencoba beberapa metode pengembangan tanaman lainnya seperti cangkok, okulasi, dan lain sebagainya.

Meskipun terbilang praktis dan mudah untuk dicoba bagi para pemula, namun sahabat tani harus siap siaga dengan segala kekurangan dari metode pengembangan tanaman yang satu ini. Selamat mencoba, semoga bermanfaat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *