Simak Panduan Praktis Budidaya Belut

Diposting pada

Belut termasuk ke dalam kelompok ikan. Belut mempunyai hal yang berbeda dibandingkan jenis ikan pada umumnya, yaitu dapat hidup di dalam air dengan kandungan air yang sedikit. Hal itu disebabkan karena terdapat dua sistem pada pernapasannya. Sehingga membuat belut dapat bertahan di dalam kondisi yang minim airnya. Budidaya belut terbagi menjadi 2 cara.

Dua cara tersebut di antaranya pembesaran dan pembibitan. Pembesaran memiliki tujuan dapat menghasilkan ukuran belut-belut yang siap untuk dikonsumsi. Pembibitan dilakukan untuk memperoleh peranakannya. Panduan untuk budidaya mulai dari memilih bibit sampai proses panen akan diuraikan di bawah ini.

Budidaya belut
Sumber : arenahewan

Memilih Bibit pada Belut

Bibit yang digunakan untuk budidaya belut, dapat diperoleh dari hasil budidaya atau tangkapan. Dua cara tersebut, masing-masing mempunyai kelebihan dan kekurangannya. Bibit yang diperoleh dari hasil tangkapan mempunyai kekurangan, contohnya belut kemungkinan mempunyai trauma karena cara penangkapan dan ukurannya tidak tidak sama rata. Mempunyai keunggulan rasa lebih gurih.

Rasanya yang lebih gurih akan berpengaruh kepada harga jual yang menjadi lebih baik. Sedangkan pada belut hasil dari budidaya memiliki harga jual yang lebih murah daripada belut hasil tangkapan. Namun keunggulan yang diperoleh yaitu ukuran-ukuran pada belut menjadi seragam, dapat tersedia dengan jumlah yang banyak, serta terjaminnya kontinuitas.

Baca Juga :

Selain hal itu, daya tahan tubuh pada belut yang dihasilkan dari budidaya akan relatif sama. Alasannya adalah biasanya asal induknya juga seragam. Belut yang berasal dari hasil budidaya, didapatkan dari pemisahan belut betina dan belut jantan yang dilakukan secara alami. Bibit belut yang baik untuk dijadikan sebagai budidaya akan memiliki hal-hal berikut ini.

  1. Keseragaman dalam hal ukurannya. Ukuran yang sama dapat meminimalkan terjadinya kanibalisme (saling memangsa).
  2. Mempunyai gerakan yang lincah dan aktif, tidak lemas atau loyo.
  3. Tiada ada luka atau cacat secara fisik.
  4. Terbebas dari berbagai macam penyakit.

Segmen pembesaran pada budidaya belut pada umumnya memakai bibit yang berukuran panjang kurang lebih sekitar 10-12 cm. Ukurannya yang besar butuh waktu untuk dipelihara selama 3-4 bulan, sampai belut siap untuk dikonsumsi. Pasar ekspor menginginkan belut dengan ukuran yang lebih besar daripada pasar lokal. Oleh karena itu, waktu yang dibutuhkan untuk budidaya adalah 6 bulan.

Mempersiapkan Kolam

kolam budidaya belut
Sumber : Jatayu

Budidaya dapat dilakukan pada kolam semi permanen maupun kolam permanen. Kolam semi permanen contohnya adalah drum, terpal, kontainer plastik, tong, serta jaring. Biasanya kolam permanen yang sering dipakai adalah sawah, kolam tembok, dan kolam sawah. Sahabat tani disarankan untuk menggunakan kolam tembok karena kekuatannya relatif lebih kuat.

Kolam tembok disarankan juga karena umurnya dapat bertahan kokoh hingga kurang lebih selama 5 tahun. Kolam dapat dibentuk ke dalam berbagai macam, juga dapat disesuaikan dengan kebutuhan dan keadaan. Anda dapat membuat kolam dengan tinggi 1 meter hingga 1,25 meter. Pipa agak besar dijadikan sebagai lubang untuk pengeluaran.

Lubang tersebut berfungsi untuk memberi kemudahan pada penggantian media tumbuhnya. Kolam yang masih baru, seharusnya dipastikan kering dengan membiarkannya dalam waktu beberapa minggu sebelum dipakai. Selanjutnya rendamlah pelepah pisah, daun pisang, atau sabut kelapa di dalam air. Lakukan hal itu minimal sebanyak tiga kali hingga tidak tercium bau semen lagi.

Media untuk Tumbuh pada Budidaya Belut

Belum sering ditemukan pada keadaan perairan yang berlumpur di alam bebas. Tempat yang dipakai belut sebagai perlindungan adalah di lumpur. Lumpur juga dapat dipilih untuk media tumbuh. Sesuatu   yang dapat dipakai sebagai bahan membuat lumpur atau pun media tumbuh yaitu lumpur sawah, jerami dan sekam padi, dedak, pelepah pisang, mikroba dekomposer, dan tanaman air.

Komposisi yang dipakai di dalam material organik untuk media tumbuh budidaya tidak ada ukuran dan patokan secara khusus. Sahabat tani dapat meracik media tumbuh sendiri dengan menggunakan bahan-bahan yang sangat mudah untuk didapatkan. Atau dapat juga menggunakan bahan organik seperti di atas. campurkan semua bahan yang Anda dapatkan menjadi satu.

Pengaturan Air dan Penebaran Bibit

Pengaturan sirkulasi air sebaiknya dilakukan dengan saksama. Jangan seperti air sawah yang terlalu deras, hal yang penting adalah membuat terjadinya sirkulasi air. Kedalaman air juga perlu untuk diatur, hal itu akan mempengaruhi postur pada tubuh belut. Belut dapat bergerak terlalu banyak ke permukaan untuk pengambilan oksigen. Hal itu dapat mengakibatkan tubuh belut menjadi lebih kurus.

Kepadatan tinggi dapat diterapkan untuk budidaya belut. Bibit belut mempunyai kepadatan tebar dengan panjang 10 cm hingga 12 cm, kisarannya adalah 50 ekor sampai 100 ekor setiap meter perseginya. Agar belut tidak mengalami stres, penebaran bibit dapat dilakukan pada sore atau pagi hari. Bibit yang diperoleh dari hasil tangkapan sebaiknya dilakukan karantina selama 1 sampai 2 hari.

Ketika melakukan proses karantina, air bersih mengalir dipakai untuk tempat meletakkan bibit. Sebaiknya makanan yang diberikan adalah telur yang dikocok selama proses karantina tersebut. Setelah proses karantina selesai, maka bibit hasil tangkapan dapat langsung dipindahkan ke dalam kolam yang telah disiapkan dengan memperhatikan hal-hal penting seperti di atas.

Pakan untuk Budidaya Belut

Belut termasuk ke dalam hewan yang rakus dalam hal makanan. Jika Anda terlambat untuk memberikan makanan, hal tersebut bisa mengakibatkan kefatalan. Utamanya untuk belut yang baru saja dilakukan penebaran ke dalam kolam. Berat populasi pada belut menjadi akan menjadi penyesuai takaran pakan yang hendak diberikan. Pada umumnya, sebanyak 5% hingga 20%.

Kebutuhan pakan pada belut untuk harian dengan bobot populasi per 10 kg yaitu sebagai berikut.

  1. 0,5 kg berikan kepada belut yang berusia 0 hingga 1 bulan.
  2. 1 kg untuk belut yang berumur 2 bulan hingga 3 bulan.
  3. 2 kg untuk belut yang berumur 3 bulan hingga 4 bulan.

Pakan untuk budidaya dapat berupa pakan mati ataupun yang hidup. Belut yang masih berusia kecil dapat diberikan pakan cacing, zooplankton, kecebong, kutu air, larva serangga, atau larva ikan. Sedangkan jika belut sudah berusia dewasa, dapat diberikan pakan berupa keong, katak, ikan, serangga, belatung, bekicot. Pakan diberikan sebanyak 3 hari sekali.

Baca Juga :

Panen Budidaya Belut

 Umumnya, pada pasaran lokal dilakukan panen setelah usia 3 bulan hingga 4 bulan, sedangkan untuk pasar ekspor adalah 3 bulan hingga 6 bulan. Dapat juga lebih dari itu, dihitung sejak penebaran bibit. Panen dapat dilakukan dengan dua cara, yaitu sebagian dan total. Panen sebagian adalah mengambil semua belut berukuran besar, serta menyisakan yang ukurannya kecil untuk dipelihara.

Jika sahabat tani memilih panen total, maka panen dilakukan kepada belut yang dipelihara intensif. Belut yang dihasilkan ukurannya lebih seragam karena melakukan metode dan pemberiannya pakannya secara cermat. Mengikuti langkah-langkah di atas dapat membantu Anda untuk melakukan budidaya, jangan sampai melakukan kesalahan dalam hal keterlambatan memberikan pakan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *