Serba Serbi Tentang Ginseng Jawa dan Cara Menanamnya

Diposting pada

Siapa sih yang tidak tahu tentang ginseng? Ginseng adalah tanaman yang memiliki banyak sekali khasiat. Ada berbagai macam jenis ginseng seperti ginseng asia, ginseng amerika, dan yang akan dibahas kali ini adalah ginseng jawa.

Tanaman ini banyak dibudidayakan juga loh oleh sahabat tani lainnya. Hal ini dikarenakan permintaan pasar terhadap ginseng yang cukup tinggi. Anda juga bisa menanamnya untuk keperluan pribadi. Hal yang pasti dari menanam dan membudidayakan tanaman satu ini yaitu sangat banyak manfaatnya.

ginseng jawa
Sumber : Tokopedia

Mengenal Sekilas tentang Ginseng Jawa

Tanaman ini memiliki nama atau istilah lain, salah satunya adalah kolesom jawa. Jenis ginseng ini merupakan tanaman yang berasal dari genus talinium dan memiliki nama latin yakni Talinum paniculatum. Meskipun bernama belakang Jawa, ternyata tanaman ini bukan berasal dari Jawa melainkan dari Amerika bagian tropis.

Meskipun begitu, kolesom jawa ini bisa tumbuh dengan baik di Indonesia. Hal tersebut karena iklim di Indonesia memiliki karakteristik yang sama di daratan Amerika bagian tropis tersebut. Bagian yang dimanfaatkan dari tanaman yang satu ini adalah bagian umbi akarnya.

Tanaman ginseng yang satu ini juga memiliki bunga, sehingga selain dimanfaatkan untuk berbagai masalah kesehatan juga dibuat untuk hiasan. Inilah yang menjadikan banyak orang ingin membudidayakan tanaman yang satu ini.

Syarat Tumbuh dari Tanaman Kolesom Jawa

Setiap tanaman memiliki sifat dan karakteristik tersendiri, utamanya tentang di mana ia dapat hidup dan bertumbuh. Begitu juga dengan ginseng jawa. Ada beberapa syarat yang harus dipenuhi oleh ginseng atau kolesom jawa ini agar bisa tumbuh baik, antara lain adalah:

  1. Lahan berada di ketinggian antara 0 hingga 1.600 meter di atas permukaan laut.
  2. Tempat tinggalnya memiliki curah hujan yang berada pada kisaran antara 1000 hingga 2500 mm. Curah hujan tersebut dihitung dalam periode setiap tahun.
  3. Memiliki suhu yang berkisar antara 20 hingga 33 derajat celcius
  4. Memiliki kelembapan udara antara 70 hingga 90%
  5. Berada pada lahan yang subur yang kaya akan organik
  6. Memiliki tingkat keasaman tanah sebesar 5,5 hingga 7,2
  7. Memiliki sistem pengairan yang baik

Hal yang perlu Anda catat, Anda tidak perlu menanamnya pada lahan yang luas, kok. Anda bahkan bisa menanamnya pada pot Anda dan juga pada polybag. Sangat simpel dan mudah, bukan?

Baca juga :

ginseng jawa
Sumber : jejaktani

Langkah-langkah Menanam Ginseng Jawa

Setelah mengetahui syarat di atas, langkah berikutnya adalah melakukan penanaman. Kali ini yang akan dibahas adalah mengenai penanaman ginseng jawa menggunakan media pot. Cara menanamnya sangat mudah dan gampang dipahami, yakni:

Langkah Pertama: Mempersiapkan Benih

Langkah pertama adalah menyiapkan benih atau bibit yang akan menjadi cikal bakal tanaman ginseng. Ada dua cara yang bisa Anda lakukan yakni dengan metode stek batang atau menggunakan bijinya. Tetapi jika Anda ingin hasil yang lebih berkualitas, Anda bisa menanamnya menggunakan biji. Meskipun penanamannya cukup lama, tetapi sepadan dengan hasilnya.

Anda juga bisa menggunakan metode stek batang yang artinya Anda harus membeli bibit terlebih dahulu. Metode ini lebih cepat dibandingkan dengan metode menggunakan biji. Ada beberapa poin penting yang harus Anda pahami ketika memilih bibit tanaman ginseng satu ini, antara lain:

  • Bibit dari tanaman ini haruslah tanaman yang sudah matang dan juga terlihat sehat.
  • Sebelum melakukan penanaman, simpan bibit selama tiga hari pada tempat yang lembab.
  • Langkah berikutnya Anda bisa memotong bagian pangkal.
  • Potonglah pangkal batang tersebut dengan bentuk miring.

Langkah kedua: Penyiapan media tanam

Media tanam adalah media yang nantinya akan sahabat tani gunakan untuk menanam dan menjadi tempat bertumbuhnya ginseng. Ada beberapa alat dan bahan yang harus sahabat tani penuhi, yakni:

  • Tanah gembur yang kaya akan zat hara dan juga sehat.
  • Pot atau polybag, pilihlah yang bawahnya berlubang.
  • Sendok aduk (cetok).
  • Pupuk kandang.
  • Arang sekam.

Bahan-bahan di atas adalah bahan yang diperlukan selain bibit tanaman tentunya. Untungnya alat dan bahan tersebut adalah alat yang mudah ditemukan disekitar Anda.

Langkah Ketiga: Menanam

Setelah Anda melalui kedua tahapan di atas, berikutnya adalah proses eksekusi atau proses penanaman. Baik Anda menggunakan biji ataupun stek batang, semuanya ada tahapan penanaman yang mudah dilakukan yakni sebagai berikut:

  • Jika Anda menanam menggunakan biji, langkah yang harus Anda tempuh antara lain adalah sebagai berikut:
    • Anda dapat mencampurkan ketiga bahan yang telah Anda siapkan yakni tanah, pupuk kandang, dan juga arang sekam dengan perbandingan semuanya 1:1:1
    • Selanjutnya campurkan dan aduk hingga merata semua bahan tersebut dengan sendok aduk (cetok) yang Anda miliki
    • Setelah semuanya tercampur rata, masukkan campuran ketiga bahan tadi ke media pot atau polybag yang telah Anda sediakan.
    • Selanjutnya masukan biji ginseng yang telah Anda sediakan. Setiap satu pot atau polybag hanya untuk satu biji ginseng.
    • Beri air secukupnya
  • Jika Anda menanam menggunakan metode stek batang, langkah-langkah yang harus Anda lalui antara lain adalah sebagai berikut:
    • Sama seperti tahap pertama, campurkan arang sekam, pupuk kandang, dan juga tanah dengan perbandingan 1:1:1 atau sama semuanya.
    • Kemudian, masukan campuran ketiga bahan tadi pada polybag atau pot dengan ukuran yang sedang atau ketinggiannya mencapai 15 cm.
    • Jangan lupa berikan lubang pada media tanam untuk sirkulasi air
    • Selanjutnya, Anda bisa menancapkan batang tersebut yang telah disediakan
    • Langkah berikutnya, tutup bagian atasnya dengan tanah yang telah dicampur dengan pupuk
    • Berikan air

Langkah keempat: Pemeliharaan ginseng

Anda dapat menyiram ginseng dengan intensitas dua hingga tiga kali dalam sehari. Anda bisa menyesuaikan dengan usia ginseng jawa Anda. Jika tanaman sudah berusia 3 setengah bulan, maka Anda bisa mengurangi intensitas penyiraman.

Selain itu yang tidak kalah penting, Anda harus rajin memberi pupuk untuk memberikan nutrisi pada ginseng. Anda bisa memupuknya setidaknya satu hingga dua bulan sekali.

Baca juga :

Langkah kelima: Pemanenan

Anda bisa memanen hasil tanaman ginseng Anda ketika tanaman tersebut telah berusia empat hingga lima bulan. Meskipun rentang waktunya sudah ada, Anda harus tetap memperhatikan ciri dari ginseng yang sudah siap untuk dipanen, cirinya adalah:

  • Daun yang dimiliki tanaman ini tiba tiba berubah warna menjadi kuning
  • Banyak daun yang mulai rontok
  • Warna batang yang dimiliki tanaman ginseng berwarna merah
  • Tanaman ini mengeluarkan bunga
  • Selain bunga, ada pula biji yang keluar
  • Jika dilihat dari ukurannya, maka Anda menyadari bahwa ukurannya cukup besar yakni lebih dari 1 cm.

Anda bisa memanennya saat pagi atau sore dengan hati-hati. Ternyata ginseng jawa ini memiliki banyak manfaat serta cara menanamnya yang sangat mudah. Jika sudah begini, sahabat tani tidak perlu ragu lagi untuk memiliki tanaman yang satu ini di rumah atau di pekarangan Anda.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *