Pupuk Kompos dari Sampah Rumah Tangga

Diposting pada

Jumlah sampah di Indonesia semakin menumpuk setiap waktunya. Hal ini dapat menimbulkan banyak masalah, selain masalah lingkungan bisa juga berdampak pada masalah yang lainnya seperti masalah kesehatan. Ada banyak cara pemanfaatan sampah yang bisa dilakukan, salah satunya adalah membuat sampah menjadi pupuk kompos.

Pupuk organik kompos merupakan jenis pupuk yang diolah dari bahan organik, seperti dedaunan dan bagian tumbuhan yang lainnya. Dengan pengolahan sampah organik menjadi pupuk yang bermanfaat bagi tanaman, kita telah turut serta membantu mengurangi jumlah sampah. Namun, pengurangan tersebut baru bisa dilakukan untuk menangani jumlah sampah organik saja.

Pupuk Kompos1 Manfaat Pengolahan Sampah Organik Menjadi Pupuk

Adanya pengolahan sampah, meski hanya sampah organik tentu dapat membantu mengurangi masalah yang ada di masyarakat. Banyak sekali manfaat yang akan didapatkan dari adanya pengolahan sampah organik menjadi pupuk ini, antara lain:

  1. Mengurangi jumlah sampah yang menumpuk di lingkungan.
  2. Mengurangi biaya yang diperlukan untuk mengangkut sampah menuju ke lokasi pembuangan akhir sampah. Selain itu juga mengurangi penularan penyakit.
  3. Menghemat pengeluaran biaya untuk membeli pupuk.
  4. Membantu menyediakan pupuk yang bersifat ramah lingkungan dan berharga jual murah.
  5. Membantu mencegah pengurangan lahan yang diperlukan, sebagai tempat untuk menampung sampah (TPA).
  6. Mencegah terjadinya wabah penyakit atau penyakit menular yang disebabkan oleh serangga dan hewan pengerat.
  7. Membantu mencegah gangguan dan bencana akibat penumpukan sampah, seperti selokan macet, banjir, pencemaran tanah, tanah longsor, serta bau yang mengganggu disebabkan oleh sampah yang membusuk.

Manfaat Pupuk Kompos untuk Tanaman

Selain manfaat yang akan didapatkan dari pengolahan sampah menjadi pupuk, pupuk yang dihasilkan pun ternyata memiliki banyak manfaat untuk tanaman, antara lain:

  1. Membantu memulihkan tanah yang rusak dengan memperbaiki struktur dan karakteristik tanah.
  2. Membuat tanah menjadi lebih subur dan gambut.
  3. Mengaktifkan mikroorganisme yang ada di dalam tanah.
  4. Meningkatkan daya serap yang dimiliki oleh tanah.
  5. Membantu menyediakan hormon dan vitamin yang diperlukan oleh tanaman.
  6. Meningkatkan kualitas pada hasil pertanian, seperti rasa dan nilai gizi hasil panen.
  7. Membantu mencegah tanaman dari gangguan penyakit dan hama yang menyerang.
  8. Meningkatkan jumlah panen pada tanaman.
  9. Meningkatkan kandungan unsur hara di dalam tanah yang diperlukan oleh tanaman.
  10. Tanah yang diberi pupuk organik akan lebih tahan terhadap kerusakan struktur tanah, dibandingkan dengan penggunaan pupuk kimia.

Berkaitan dengan kerusakan struktur tanah, sebaiknya jika sahabat tani ingin menggunakan pupuk anorganik atau pupuk kimia perlu diselingi dengan penggunaan pupuk organik. Penggunaan pupuk kimia yang tidak terkontrol selain dapat menjadikan tanah lebih keras, juga mengurangi kesuburan pada tanah.

Mikroorganisme yang ada di dalam tanah tidak bisa bekerja dengan maksimal, jika bahan kimia terlalu banyak masuk ke dalam struktur tanah pertanian.

Sampah yang Bisa Digunakan untuk Membuat Pupuk Organik

Meskipun terbuat dari sampah rumah tangga, ternyata tidak semua bahan atau sampah rumah tangga bisa digunakan untuk membuat pupuk. Beberapa sampah rumah tangga yang bisa digunakan, antara lain:

Sampah Coklat

Pupuk Kompos Sampah Coklat
Sumber : Toko Mesin

Pupuk kompos coklat merupakan pupuk yang dibuat dari bahan organik dengan kadar air rendah, dan biasanya berwarna coklat dan mengering. Bahan-bahan sampah coklat mengandung kadar karbon (C) yang cukup tinggi dan sangat bagus jika digunakan untuk pupuk tanaman agar berbuah lebih cepat. Hal yang masuk ke dalam kategori sampah coklat adalah:

  1. Tisu bekas atau kertas yang sudah tidak terpakai lagi.
  2. Bumbu-bumbu dapur yang sudah habis masa pakainya atau kedaluwarsa.
  3. Potongan-potongan kayu dan ranting.
  4. Bulu-bulu hewan yang sudah rontok.
  5. Rambut yang sudah rontok.
  6. Debu yang terdapat pada lemari es.
  7. Sekam padi.
  8. Bekas serbuk gergaji atau serutan kayu.
  9. Kulit jagung kering.
  10. Jerami padi kering.

Sampah Hijau

Sampah HIjau
Sumber : Kabar Tani

Pupuk kompos hijau merupakan pupuk yang berasal dari bahan-bahan dengan kadar air yang lumayan banyak. Pupuk dari bahan hijau banyak mengandung nitrogen (N) yang sangat bagus bagi batang dan daun tanaman yang sedang dalam masa pertumbuhan.

  1. Sisa-sisa makanan, mulai dari sayuran, buah-buahan, hingga daging hewan sisa.
  2. Dedaunan dan rumput-rumput yang masih segar.
  3. Bubuk teh dan kopi.
  4. Kulit telur.
  5. Kotoran yang dihasilkan oleh hewan peliharaan.

Selain sampah-sampah yang telah disebutkan di atas, kebanyakan sampah-samapah sangat sulit untuk bisa didaur ulang menjadi pupuk organik.

Cara Membuat Pupuk dari Sampah Organik

Kelebihan dari penggunaan pupuk kompos adalah bisa dibuat sendiri dan lebih hemat biaya. Biasanya, pembuatan pupuk dari sampah organik ini dilakukan dengan cara pembusukan oleh mikroorganisme pengurai. Namun, pembusukan dengan cara tersebut dinilai memiliki kelemahan, terutama dalam penguraiannya yang memakan waktu cukup lama.

Secara alami, proses pengomposan dapat sahabat tani jumpai pada pembusukan dedaunan dan tumbuhan di hutan. Proses ini memakan waktu bertahun-tahun untuk bisa membusuk dan menjadi kompos yang baik untuk tanah.

Untungnya, kini sudah tersedia teknologi yang membantu dalam pengomposan agar waktu penguraian bisa berjalan lebih cepat. Beberapa teknik yang digunakan untuk membuat pupuk organik dari sampah rumah tangga pun semakin berkembang, guna untuk bisa mempercepat proses pengomposan.

Setelah mengetahui bahan apa saja yang bisa dibuat menjadi pupuk Kompos, maka langkah berikutnya adalah membuatnya. Sahabat tani di rumah bisa membuat pupuk organik sendiri dengan alat dan bahan yang mudah ditemukan.

Untuk membuat pupuk dari bahan sampah rumah tangga, terlebih dahulu siapkan alat dan bahan berupa:

  1. Siapkan tong atau ember berukuran besar dengan penutupnya.
  2. Sarung tangan.
  3. Sampah rumah tangga yang ingin diolah.
  4. Tanah.
  5. Air.
  6. Kotoran kambing.
  7. Larutan gula pasir 100 ml.
  8. Larutan EM4 10 ml.

Setelah semua alat dan bahan disiapkan, selanjutnya ikuti langkah-langkah berikut:

  1. Pastikan antara sampah organik (sayuran, buah-buahan, dedaunan yang telah busuk, dsb.) telah dipisahkan dari sampah anorganik (plastik, kaleng, kardus tebal, dsb.).
  2. Potong kecil-kecil sampah organik agar mempercepat proses pembusukan.
  3. Campurkan potongan sampah dengan kotoran kambing dengan perbandingan komposisi 3:1.
  4. Masukkan larutan gula pasir dan larutan EM4 ke dalam bahan sampah organik yang telah diberi campuran kotoran kambing sebelumnya.
  5. Aduk campuran tersebut hingga bahan kompos menjadi lembab dan basah, bisa juga ditambahi dengan percikan air bila diperlukan.
  6. Masukkan bahan kompos ke dalam wadah yang sudah disiapkan.
  7. Diamkan bahan kompos agar bisa difermentasi hingga pupuk siap digunakan.

Proses fermentasi bahan Pupuk kompos hingga siap digunakan. Kegiatan ini memakan waktu antara 2–3 bulan. Untuk mempercepat prosesnya, Anda bisa membolak-balik bahan kompos setiap 2 minggu sekali, serta percikkan air untuk menjaga bahan kompos agar tetap basah dan lembab.

Pembuatan kompos sebaiknya dilakukan secara berkala, untuk mendapatkan hasil yang maksimal. Dengan begitu, pemanfaatan sisa-sisa bahan rumah tangga berupa sampah organik tidak perlu dibuang dan bisa dimanfaatkan secara berkelanjutan dan siap pakai.

Pemanfaatan limbah rumah tangga menjadi pupuk kompos sangat bagus, karena alam ikut merasakan manfaatnya di samping manusia itu sendiri. Memanfaatkan sampah berarti Anda ikut menyelamatkan dunia dari bencana.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *