Mengenai Pupuk KCL untuk Tanaman yang Harus Anda Ketahui

Di pasaran terdapat berbagai macam jenis pupuk yang disesuaikan dengan penggunaannya. Berbagai merk pupuk juga sudah banyak tersedia, termasuk merk-merk pupuk KCL. Pupuk tersebut merupakan salah satu jenis pupuk anorganik yang memiliki konsentrasi kalium klorida yang cukup tinggi, yakni sebesar 60%.

Pupuk ini banyak dipakai para petani yang ingin membuat tanahnya menjadi subur, khususnya pada tanah yang memiliki kandungan unsur klorida yang rendah. Pupuk ini bisa digunakan pada tanah langsung maupun dijadikan sebagai campuran dengan senyawa lain, seperti fosfor maupun senyawa nitrogen.

Pupuk KCL
Sumber : sites.google.com

Ciri dan Macam Pupuk Jenis KCL

Ciri-ciri pupuk jenis KCL yang bisa dilihat, antara lain;

  • Berbentuk kristal
  • Warnanya merah atau putih
  • Higroskopis
  • Mudah diserap tanaman
  • Mudah larut di dalam air

Dalam keadaan murni, kandungan kalium dan klor pada senyawa kimia Kalium klorida (KCl) tidak menimbulkan bau. Senyawa tersebut juga memiliki vitreous kristal putih atau memiliki warna.

Pupuk ini memiliki dua jenis yang beredar di pasaran Indonesia, yakni:

  • KCl 80
Pupuk KCL 80
Sumber : Shopee

KCl 80 memiliki kadar kalium sebanyak 52% – 60% dan berwarna merah. KCl jenis ini memiliki kandungan zat hara sebanyak 60% serta memiliki kandungan zat pembawa sebanyak 40%, artinya terdapat 60 kg zat hara dan 40 kg zat pembawa dalam setiap 100 kg KCl.

Baca Juga :

  • KCl 90
Pupuk Kcl P90
Sumber : Shopee

KCl 90 memiliki kadar kalium sebanyak 90% dengan warna putih dan sangat sulit untuk ditemukan.  Kandungan kalium yang tinggi pada KCl 90 sangat bagus untuk menumbuhkan tanaman dengan subur dan tegak. Namun karena sulit dijumpai di pasaran, sahabat tani juga bisa menggunakan KCl 80 sebagai gantinya yang mudah ditemukan.

Manfaat Pupuk KCL untuk Tanaman

Kandungan kalium klorida yang tinggi membuat pupuk ini memiliki manfaat yang banyak pada tanaman, antara lain:

Meningkatkan Produksi Panen

Kandungan klorida pada pupuk ini mampu melindungi tanaman dari berbagai penyakit yang menyerang dengan meningkatkan daya tahan atau resistensinya. Tanaman yang sehat, produksi tanaman hasil panen pun akan meningkat.

Sebagai contoh, seiring dengan tingkat pertumbuhan kelapa sawit yang cukup tinggi, menyebabkan unsur hara yang dibutuhkan kelapa sawit menjadi semakin banyak. Dengan memberikan pupuk yang mengandung kalium, seperti KCL ini akan memengaruhi manfaat tanah serta jenis tanah. Akibatnya, ukuran tandan dan jumlah tandan pun turut mengalami kenaikan.

Meningkatkan Kualitas Hasil Panen

Selain meningkatkan produksi panen, hasil panen dari tanaman yang diberi pupuk yang kaya akan klorida ini juga berkualitas. Kandungan unsur hara yang terdapat pada kalium pupuk ini mampu menjadikan ukuran buah menjadi lebih besar, lebih berat, serta rasa yang lebih manis.

Hal ini disebabkan kalium dapat membantu memaksimalkan proses transportasi glukosa yang ada di dalam tanah. Dengan naiknya kualitas hasil panen yang dihasilkan, maka manfaat dari hasil panen tersebut seperti buah dan sayur yang dipanen dapat lebih optimal.

Menguatkan Batang Tanaman

Tanaman memerlukan batang yang kuat agar bisa bertahan hidup dan tidak mudah patah sebelum maupun sesudah berbuah. Untuk menguatkan batang tanaman agar tidak mudah ambruk dan juga rapuh, sahabat tani di rumah bisa memanfaatkan kandungan kalium klorida yang ada pada pupuk KCL.

Tanaman Lebih Tahan dari Serangan Penyakit dan Stress

Sering kali tanaman mati begitu saja sebelum menghasilkan buah dan dapat menyebabkan kerugian serta gagal panen jika jumlah kematian tanaman terlalu banyak. Tanaman yang mati tersebut paling banyak disebabkan karena mengalami kekeringan dan stress.

Pupuk jenis KCL dapat Anda manfaatkan untuk mengatasi masalah tanaman mudah mengalami stress dan rentan terserang penyakit. Unsur hara pada kalium mampu mengatur kinerja mulut daun atau stomata, membantu proses pembuatan makanan melalui fotosintesis, membantu proses penguapan air dari permukaan tanah (transpirasi), serta mencegah tanaman kehilangan kadar air.

Kandungan pada pupuk tersebut juga mampu melindungi tanaman dari serangan penyakit serta gangguan hama. Caranya dengan mencukupi unsur yang dibutuhkan tanaman, sehingga kerugian akibat gagal panen bisa dihindari.

Transportasi Asimilat dan Kerja Enzim

Kalium yang terdapat pada pupuk jenis KCL dapat membantu tanaman dalam melakukan proses translokasi asimilat sebagai hasil dari proses fotosintesis pada tanaman. Kalium juga dapat membantu meningkatkan kerja enzim ke seluruh bagian tanaman agar lebih maksimal. Tanaman akan tumbuh jauh lebih baik sebagaimana mestinya dengan pengoptimalan manfaat fotosintesis.

Mengurangi Risiko Kerusakan

Pupuk KCL sangat bagus jika diberikan pada tanaman saat mulai memasuki masa berbunga. Aktivitas pembentukan biji atau buah bisa dimaksimalkan dengan pemberian pupuk yang mengandung kalium tinggi. Dengan begitu, risiko kerusakan hasil panen pada proses pasca panen seperti pengangkutan ataupun penyimpanan, dapat dihindari.

Selain manfaat yang telah disebutkan di atas, pupuk ini juga memiliki manfaat lain di luar bidang pertanian. Salah satunya bisa digunakan dalam produksi kalium hidroksida pada pengolahan air dan produksi biodiesel.

Baca Juga :

Aplikasi Pupuk KCL pada Tanaman yang Benar

Fase generatif dan fase vegetatif merupakan dua fase yang dialami oleh tumbuhan. Proses munculnya bunga dan menghasilkan buah merupakan salah satu proses yang terjadi pada fase generatif. Pada fase ini, tumbuhan sangat membutuhkan unsur kalium lebih banyak dibandingkan saat fase vegetatif.

Pupuk jenis KCL akan sangat tepat diberikan pada tanaman saat fase generatif ini muncul. Pupuk tersebut bisa diberikan dengan cara ditaburkan atau dikocor, baik sebagai pupuk dasar maupun pupuk susulan. Selain itu, pupuk kalium ini juga bisa digunakan dengan cara mencampurnya dengan pupuk bersenyawa nitrogen dan fosfor yang dikenal dengan NPK.

Agar lebih maksimal dan berjalan dengan aturan yang benar, berikan pupuk sesuai dosis yang dianjurkan serta perhatikan juga waktu pemupukan yang sesuai dengan rekomendasi. Lahan pertanian atau sawah yang memiliki kadar kalium rendah sangat dianjurkan menggunakan pupuk ini dengan dosis sebanyak 100 kg/ha untuk tanaman padi.

Sedangkan untuk pemupukan pada tanaman yang ditanam pada lahan yang memiliki kadar kalium sedang hingga tinggi, sangat dianjurkan untuk memberikan pupuk dengan dosis sebanyak 50 kg/ha. Pemberian pupuk dilakukan dua kali, yakni pada usia 21 HST dan usia 42 HST.

Pupuk KCL ini tidak bisa digunakan untuk sembarang jenis tumbuhan. Kandungan klor pada pupuk ini bisa jadi tidak dibutuhkan oleh beberapa tumbuhan. Beberapa tumbuhan yang bisa menggunakan pupuk ini antara lain jagung, kacang-kacangan, lada, karet, tebu, kedelai, padi, kelapa sawit, dan cengkeh.

Beberapa tanaman yang tidak bisa menggunakan pupuk ini antara lain adalah tanaman hias, kentang, wortel, tembakau, dan daun bawang. Hal tersebut karena lebih sensitif terhadap kandungan klorida yang terdapat pada pupuk kalium klorida tersebut.

Manfaat dari pupuk KCL bisa Anda dapatkan dengan mengetahui tanaman apa saja yang cocok dengan pupuk tersebut. Menggunakan dosis sesuai anjuran juga akan membuat sahabat tani mendapatkan manfaat yang besar.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *