Pupuk Daun, Cara Menggunakan dan Dampaknya

Pemakaian pupuk dalam dunia pertanian memang bisa membuat pekerjaan menjadi lebih mudah. Penggunaan pupuk ditujukan agar tanaman bisa menjadi lebih sehat dan bisa tahan dari serangan hama dan penyakit. Namun, pemakaian pupuk yang tidak tepat serta berlebihan bisa berdampak buruk pada tanaman, termasuk salah dalam menggunakan pupuk daun.

Kesalahan bisa disebabkan karena ketidaktahuan mengenai fungsi pupuk itu sendiri, dan bisa juga disebabkan oleh penggunaan dosis yang tidak tepat. Untuk menghindari kesalahan dalam pemakaian pupuk pada daun tanaman, maka sahabat tani harus mengerti cara penggunaannya yang benar.

Pupuk Daun 2
Sumber : 8villages

Kesalahan dalam Memahami Fungsi Pupuk pada Daun

Beberapa kesalahan yang banyak dilakukan oleh para petani dalam mengaplikasikan pupuk untuk daun antara lain:

  1. Tidak Tahu Fungsi Pupuk yang Benar

Perlu diketahui terlebih dahulu bahwa pupuk daun merupakan pupuk yang digunakan untuk membantu menambahkan unsur hara pada tanaman, selain unsur hara yang diperoleh dari penyerapan akar tanaman. Pupuk ini bisa terbuat dari bahan organik maupun bahan non organik atau bahan kimia.

Namun, banyak orang yang salah paham bahwa pupuk ini digunakan untuk menumbuhkan daun, padahal faktanya bukan demikian. Pupuk ini biasa disemprotkan pada daun tanaman, khususnya pada bagian mulut daun atau stomata.

  1. Pemakaian Dosis yang Berlebihan

Selain memahami fungsi penyemprotan pupuk pada daun, kesalahan lain yang banyak dilakukan adalah tidak mengetahui cara yang tepat untuk mengaplikasikan pupuk. Akibatnya, pemakaian dosis pun tidak ditakar dengan baik.

Kesalahan dosis bisa disebabkan karena kelebihan takaran pupuk saat mencampurnya dengan air. Selain itu, kelebihan dosis pupuk pada daun juga bisa disebabkan karena penyemprotan yang terlalu sering dalam jangka waktu tertentu.

  1. Tidak Tahu Waktu Penyemprotan yang Tepat

Ketidaktahuan mengenai kapan waktu yang tepat untuk menyemprot daun juga bisa mengakibatkan masalah pada tanaman, khususnya daun. Kesalahan yang paling sering dilakukan adalah melakukan penyemprotan pada siang hari, saat matahari masih terik. Penyemprotan tersebut dapat menyebabkan pupuk mengalami penguapan dalam jumlah banyak, padahal belum sepenuhnya terserap ke daun.

Baca Juga :

Akibat Salah Mengaplikasikan Pupuk Daun

Kesalahan yang tidak diketahui oleh para petani, mengenai fungsi dan pemakaian pupuk pada daun yang benar akan berakibat fatal pada tanaman. Akibatnya, daun tanaman akan mengalami banyak masalah, seperti:

  1. Daun pada tanaman akan menunjukkan gejala seperti terbakar akibat dari kelebihan dosis atau bekas pupuk yang menempel pada daun, hal itu juga akibat penguapan yang berlebihan pada saat menyemprot di cuaca terik.
  2. Matinya tunas muda karena penyemprotan di waktu yang tidak tepat.
  3. Gugurnya bunga karena penyemprotan dilakukan sebelum bunga menjadi bakal buah.
Pupuk Daun
Sumber : Tribun

Memilih Pupuk Daun untuk Daun yang Tepat

Mungkin sahabat tani di rumah merupakan petani yang baru terjun di dunia tani, dan belum mengetahui berbagai macam pupuk yang tepat untuk diberikan pada daun. Untuk itu, pengetahuan mengenai apa dan bagaimana pupuk yang tepat perlu diketahui.

Banyak sekali pupuk untuk daun yang dijual di toko pertanian dengan berbagai merek yang ditawarkan. Masing-masing merek menawarkan produknya yang diklaim sebagai produk pupuk untuk daun terbaik. Hal ini tentunya membingungkan para pembeli, terlebih untuk sahabat tani yang belum berpengalaman.

Untuk mengatasi hal tersebut, sahabat tani harus memerhatikan beberapa hal di bawah ini.

  1. Pupuk yang digunakan merupakan pupuk yang hanya bisa digunakan untuk satu jenis tanaman saja.
  2. Perhatikan wujud pupuk, pilih bentuk cair, kristal halus, atau bubuk tepung.
  3. Untuk lebih amannya, pilih bahan pupuk organik.
  4. Kandungan unsur hara serta kadarnya (Mg, Mn, Fe, B, Zn, dan lain-lain).
  5. Belajarlah dari pengalaman saat membeli pupuk bermerek tertentu.

Cara Menggunakan Pupuk Daun yang Tepat

Untuk memberikan penyemprotan pada daun, sahabat tani harus mengetahui terlebih dahulu dosis dan waktu yang tepat untuk menyemprot. Selain itu, Anda juga harus mengetahui dengan benar alat yang berkaitan dengan penyemprotan. Berikut ini merupakan beberapa cara menyemprot pupuk pada daun yang baik dan benar.

  1. Pilih pupuk untuk daun dengan jenis yang sesuai, dengan tanaman yang akan diberikan semprotan.
  2. Baca dengan seksama dan pahami aturan pemakaian, serta keterangan lain yang tercantum pada kemasan pupuk yang dibeli.
  3. Perhatikan konsentrasi larutan yang tertera, agar tidak terjadi kelebihan dosis pada pupuk yang nantinya akan Anda larutkan dengan air.
  4. Hindari melakukan penyemprotan pada daun secara berlebihan, serta gunakan frekuensi pemakaian yang dianjurkan dan tertera pada aturan penggunaan.
  5. Bagian stomata pada daun umumnya menghadap ke bagian bawah daun, untuk itu semprot bagian bawah daun agar dapat terserap secara efektif.
  6. Semprot daun pada pagi hari atau sore hari, saat matahari tidak sedang terik untuk menghindari penguapan berlebihan.
  7. Menyemprot pada saat mendung dan akan turun hujan juga harus dihindari, agar pupuk tidak tercuci habis oleh air hujan.
  8. Hindari menggunakan semprot bekas herbisida atau alat semprot yang biasa digunakan untuk menyemprot herbisida, karena sulit dibersihkan dan larutannya sangat kuat.
  9. Untuk membuat penyemprotan lebih efektif, gunakan nozzle kabut agar saat dilakukan penyemprotan pupuk tidak terbuang dengan percuma.
  10. Hindari melakukan penyemprotan pada daun bersamaan dengan penggunaan pestisida yang memiliki kandungan zat pekat, karena bisa menyebabkan pupuk tidak dapat terserap oleh daun karena menempel.
  11. Jangan melakukan penyemprotan saat tunas baru tumbuh, karena bisa menyebabkan tunas patah.
  12. Jangan melakukan penyemprotan saat bunga terlihat akan mekar, karena dapat menyebabkan produksi buah menurun dan bunga mengalami kerontokan.

Baca Juga :

Penyemprotan dilakukan pada pagi hari antara pukul 06.00–09.00 saat matahari belum terik, atau sore hari antara pukul 15.00 – 16.00. Keduanya dapat meningkatkan peluang terserapnya pupuk lebih besar karena pada waktu-waktu tersebut stomata pada daun sedang terbuka dengan sempurna.

Untuk jangka waktu penyemprotan, sahabat tani bisa melakukan penyemprotan dalam jangka waktu setiap 7 atau 10 hari sekali, hingga munculnya tunas baru. Tunas baru sangat sensitif dengan pupuk, untuk itu hentikan penyemprotan sementara saat tunas baru muncul.

Penyemprotan dilakukan kembali setelah tunas sudah cukup kuat menggunakan pupuk dengan kadar P dan K yang lebih tinggi. Penyemprotan dilakukan dalam jangka waktu 10 hari sekali, hingga bunga mulai mekar. Saat bunga mulai terlihat mekar, hentikan penyemprotan untuk menghindari kerontokan pada bunga.

Selain tunas baru dan bunga yang tidak boleh disemprot, tanaman yang baru dipindahkan ke media yang baru atau lapangan juga tidak diperkenankan untuk disemprot. Penyemprotan pada tanaman ini bisa dilakukan saat tanaman sudah mulai terlihat segar dan terlihat mengalami pertumbuhan yang baru.

Tanda-tanda tanaman sudah mulai terlihat segar yaitu bisa Anda lihat pada pucuk daun yang akan terlihat berwarna hijau muda, pada saat itu tunas-tunas baru mulai tumbuh.

Menyemprotkan pupuk daun memang membutuhkan kehati-hatian dan pengetahuan mengenai penyemprotan yang baik dan benar. Untuk itu, jangan pernah malas untuk menambah pengetahuan mengenai penggunaan pupuk.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *