Cara Membuat Pupuk Organik Cair Mudah

Diposting pada

Bagi sahabat tani yang ingin mendapatkan hasil pertanian dengan kualitas terbaik, selain media tanam dan bibit juga diperlukan pupuk yang tepat. Penggunaan pupuk organik sangat dianjurkan, karena tidak memberi efek samping berbahaya bagi tanaman. Untungnya, cara membuat pupuk organik cair dan jenis lainnya sangat mudah, sehingga banyak yang terus menggunakannya dari dulu hingga saat ini.

Pupuk organik secara garis besar dibagi menjadi dua, yaitu cair dan padat. Jenis padat digunakan sebagai pupuk utama tumbuh kembang tanaman. Sedangkan pupuk cair memiliki fungsi menunjang pertumbuhan, karena diberikan saat dibutuhkan saja, sehingga tidak serutin menggunakan pupuk organik padat. Tapi tetap saja keberadaanya dibutuhkan untuk menyempurnakan produksi tanaman.

Cara Membuat Pupuk Organik Cair
Sumber : id.pinterest.com

Cara Membuat Pupuk Organik Cair

Untuk membuat pupuk organik cair tidak memerlukan bahan yang sulit, cukup berbagai sampah organik yang ada di sekitar sahabat tani. Prosesnya juga terbilang mudah dan bisa dilakukan oleh siapa saja, termasuk para pemula. Begini caranya:

Persiapan Bahan

  • Batang pisang yang sudah berbuah dan sudah mulai layu.
  • Limbah rumah tangga seperti buah busuk, nasi basi, sisa parutan kelapa, dan sayuran yang sudah basi.
  • Mikroba pengurai yang disebut decomposer, bisa jenis Efektif Mikroorganisme 4 (EM4) atau SOT.
  • Sabut kelapa.
  • Bubuk kayu hasil penggergajian.
  • Kotoran ternak seperti sapi, kambing dan ayam.

Persiapan Alat

  • Pisau untuk memotong, usahakan terbuat dari plastik, agar tidak terkontaminasi dengan proses pembuatan pupuk.
  • Ember plastik dengan bagian sisi samping dilubangi untuk, tempat memasukkan selang.
  • Selang plastic.
  • Botol jenis jerigen plastik, yang biasa digunakan untuk mengisi minyak tanah dengan tutup ekstra kuat.
  • Pengaduk dari berbahan kayu.

Pencucian

Sebelum cara membuat pupuk organik cair tersebut sahabat tani olah, Anda harus mencuci semua bahan dengan air bersih. Apalagi yang memiliki kotoran dari besi dan karat, sebab karat dapat mengurangi kualitas pupuk yang dihasilkan, terutama dalam proses fermentasi bahan pupuk.

Pencampuran

Lakukan pemotongan semua bahan menjadi ukuran kecil, karena semakin kecil ukuran bahan pembuatannya, maka akan membuat proses fermentasi menjadi lebih baik. Setelah dipotong dan dicincang, campur semua bahan hingga benar-benar rata.

Proses Pembuatan Pupuk Organik Cair

  • Buat campuran larutan bioaktivator, dengan menuangkannya ke dalam air dalam jumlah yang sesuai, lalu tambah gula pasir, aduk rata dan diamkan selama 20 menit.
  • Campur kotoran ternak dan bahan campuran lainnya dalam wadah plastik, hingga rata.
  • Tambahkan bioaktivator, aduk rata.
  • Masukkan terasi secukupnya.
  • Tambahkan air bekas mencuci beras, rendaman dari ikan dan bahan cair lain, dan aduk kembali hingga benar-benar tercampur sempurna.
  • Masukkan air, dan pastikan perbandingannya 35 untuk bagian cairan dan 65 untuk bagian bahan padat.
  • Tutup ember dan pastikan selang sudah terhubung dari dalam ember ke botol plastik yang sudah diisi air.
  • Diamkan 10 hari untuk melihat proses fermentasi berhasil atau tidak. Caranya adalah dengan mencium aroma bahan, apakah sudah sama dengan aroma tape singkong.
  • Saring cairan dari endapannya, dan pupuk sudah bisa digunakan untuk berbagai kebutuhan.
  • Gunakan dengan perbandingan 5 liter air untuk 20 ml pupuk.

Karakteristik Pupuk Organik Cair

Jika dibandingkan dengan pupuk jenis lain, pupuk organik cair mempunyai karakter yang cukup berbeda, sehingga mudah diidentifikasi saat akan digunakan pada tanaman. Pertama adalah mudah dicerna tanaman karena berbentuk cair, apalagi jika diberikan dengan cara penyemprotan di area daun dan batang.

Kedua mudah terbawa erosi karena bersifat cair, terutama pada musim penghujan. Ketiga adalah memiliki sifat merangsang tumbuh tanaman, terutama pada bagian buah dan biji. Keempat adalah dosis pemberian harus tepat sesuai jenis tanaman, umur dan kebutuhannya, jika berlebih akan membuat tanaman cepat mati atau mudah terserang penyakit.

Kelima yaitu kaya akan bahan mikro yang dibutuhkan tanaman, sebab fungsi pupuk jenis ini adalah untuk pupuk tambahan, bukan pupuk utama. Hal ini bisa dipastikan saat menerapkan cara membuat pupuk organik cair, yakni bahan yang dipakai harus kaya akan unsur mikro tersebut.

Kelebihan Pupuk Organik Cair

Mengapa orang banyak menggunakan pupuk organik cair daripada pupuk cair kimia? Karena banyak kelebihan yang dimilikinya yaitu:

Kualitas Tanaman Maksimal

Tanaman yang mendapatkan nutrisi dari pupuk organik cair akan mempunyai kualitas yang lebih baik, mulai dari rasa yang lebih enak dan segar, waktu penyimpanan yang jauh lebih lama ketimbang tanaman yang menggunakan pupuk kimia pada saat proses tumbuh kembangnya.

Produktivitas Tanah Meningkat

Dengan penggunaan pupuk organik cair, tanah akan terbantu untuk memiliki kualitas lebih baik, sebab otomatis unsur hara yang diberikan pada tanaman juga diserap oleh tanah. Akibatnya, kegemburan tanah lebih baik, kandungan unsur penting tanah juga lebih banyak dan bisa dipakai berulang kali, sesuai kebutuhan petani.

Ramah Lingkungan

Pembuatan pupuk ini menggunakan sampah yang sudah jadi limbah, otomatis mampu menekan jumlah limbah. Ampas pembuatan pupuk ini juga masih bisa digunakan untuk pupuk kompos, sehingga tidak ada yang menjadi sampah dan merusak lingkungan.

Hemat Biaya

Karena menggunakan bahan alami yang sudah ada, dan prosesnya juga tidak membutuhkan alat mahal, maka dari itu jenis pupuk organik cair banyak dipakai petani. Mereka jadi bisa mengalihkan dana untuk hal lain yang lebih dibutuhkan.

Penting untuk Fotosintesis

Pemberian pupuk pada bagian daun tanaman akan membantu proses fotosintesis yang lebih baik, sebab kandungan hara dan gizinya penting bagi daun. Tapi memang jumlah pupuk yang diberikan tak boleh sembarangan, yakni harus tepat dosis dan tepat waktu pemberian.

Pelapukan Mineral Maksimal

Mineral yang ada pada media tanah dan di dalam tubuh tanaman sangat penting dalam proses tumbuh kembang tanaman. Maka dari itu, ketika diberikan pupuk organik cair, akan membuat proses pelapukan mineral menjadi lebih maksimal.

Kekurangan Pupuk Organik Cair

Dibalik banyaknya kelebihan dari penggunaan pupuk organik cair yang dibuat dengan cara membuat pupuk organik cair terbaik, ternyata ada juga kekurangannya, yaitu:

Bau Tidak Sedap

Bau itu ditimbulkan dari campuran berbagai limbah alami, kebanyakan bau pupuk ini tidak sedap, sehingga membuat orang harus berpikir dua kali untuk memberikannya pada tanaman. Atau mereka harus menggunakan masker khusus, agar bau tersebut tidak terlalu menyengat.

Tidak Tahan Lama

Jika dibandingkan dengan pupuk organik padat, tingkat ketahanan pupuk jenis ini lebih rendah, bahkan kebanyakan kurang dari satu tahun. Hal ini disebabkan proses fermentasi dan bentuknya yang berupa cairan.

Mudah Terkontaminasi

Jika sahabat tani tidak menyimpannya dalam tempat kedap udara, maka akan berpotensi membuat pupuk terkontaminasi.

Jumlah Mikroorganisme sedikit

Sedikitnya, jumlah mikroorganisme penting di dalam pupuk ini menjadi masalah yang masih jadi pekerjaan rumah para ahli. Sebab hal itu sangat berdampak pada manfaat yang dirasakan tanaman. Unsur hara menjadi lebih sedikit dibandingkan pemberian pupuk lain.

Ternyata cara membuat pupuk organik cair sangat mudah, dan bisa sahabat tani lakukan sendiri di rumah. Anda tinggal menyiapkan semua bahan dan alat untuk mendapatkan pupuk yang berkualitas. Tapi penyimpanannya harus tepat, agar bisa dipakai untuk jangka waktu yang lebih lama. Selamat bercocok tanam dan merasakan efek positif penggunaan pupuk organik cair ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *