Pupuk Organik Cair, Solusi Nutrisi Tanaman agar Hasilnya Maksimal

Diposting pada

Siapa bilang tanaman berkualitas hanya dihasilkan dari pemilihan bibit dan proses penanaman yang benar. Pemberian pupuk yang tepat juga jadi alasannya, seperti menggunakan pupuk organik cair dengan dosis tepat. Karena pupuk tersebut sangat baik dipakai untuk tumbuh kembang tanaman, mudah dibuat, dan harganya sangat terjangkau.

Penggunaan pupuk jenis ini memang semakin digalakkan oleh pemerintah, terutama dalam upaya menjaga kelestarian lingkungan. Apalagi saat ini sudah banyak dampak yang dirasakan petani akibat penggunaan pupuk kimia berlebihan. Kondisi tanah jadi tidak baik untuk dijadikan media tanam tumbuhan berulang kali akibat unsur haranya yang sudah banyak hilang.

Pupuk Organik Cair
Pupuk Organik Cair

Bahan Terbaik Pembuatan Pupuk Organik Cair

Banyak bahan yang bisa digunakan untuk membuat pupuk organik jenis cair, beberapa di antaranya diklaim sebagai yang terbaik. Apa sajakah itu?

  • Limbah Organik Pertanian

Beberapa jenis limbah dari pertanian yang bisa dipakai adalah pelepah pisang, daun, dan ranting kering atau sudah membusuk. Bahan lainnya seperti jerami, buah, bunga sisa panen yang tidak terpakai, hingga akar tanaman yang sudah mati.

  • Limbah Organik Peternakan

Di bidang peternakan, limbah yang bisa dipakai adalah kotoran ternak seperti sapi, kerbau, kambing, domba, ayam, bebek, hingga kelinci. Begitu juga dengan urin hewan tersebut yang bisa menjadi salah satu bahan hebat untuk menciptakan pupuk organik cair berkualitas.

  • Limbah Organik Perikanan

Bisa berupa tulang dan sirip ikan yang tidak terpakai, bagian dalam tubuh ikan yang merupakan sampah, hingga media budidayanya yang berupa tanah berlumpur dan air. Bisa juga kulit keong yang tersisa di pinggir kolam ikan.

  • Limbah Organik Rumah Tangga

Nasi basi, sayur dan buah busuk, serta kulit buah-buahan merupakan sejumlah limbah rumah tangga yang bisa dipakai sebagai bahan pembuatan pupuk. Jangan lupa air rendaman beras, air bekas membersihkan ikan atau daging juga bisa dimanfaatkan. Hal tersebut karena mampu memaksimalkan proses terbentuknya pupuk dengan kandungan nutrisi hebat untuk tanaman.

Cara Buat Pupuk Organik Cair dari Berbagai Bahan

Setelah mengetahui beberapa bahan utama terbaik untuk membuat pupuk organik jenis cair, maka selanjutnya Anda bisa mulai mempersiapkan bahan untuk memproduksi pupuk sendiri. Berikut ini ada beberapa alternatif proses pembuatan yang bisa jadi referensi Sahabat Tani:

  1. Urin dan Kotoran Kambing

Alat dan Bahan:

  • Drum kapasitas 100 liter
  • Penutup drum
  • Kain
  • 10 liter urin kambing
  • 250 gr terasi
  • 10 kg kotoran kambing
  • 500 ml EM4
  • Penyedap rasa secukupnya
  • 500 ml larutan gula
  • 50 liter air bersih

Cara Buat:

  • Campurkan urin, larutan gula, terasi, EM4, penyedap rasa dan air, aduk rata hingga semua bahan menyatu sempurna.
  • Masukkan kotoran kambing dalam kain dan ikat erat, lalu masukkan ke dalam drum berisi campuran tadi, tutup drum serapat mungkin.
  • Aduk sekali sehari selama 12 hari, jangan lupa menutup kembali drum usai pengadukan.
  • Hari ke-14 pupuk sudah bisa disaring dan digunakan. Air saringan merupakan pupuk organik cair dan ampasnya dapat dijadikan pupuk organik jenis padat.

 

  1. Sisa Sayuran dan Buah

Alat dan bahan:

  • Drum
  • Ember
  • Karung
  • ½ karung sampah buah-buahan dipotong menjadi ukuran kecil
  • ½ karung sampah sayuran dicincang halus
  • 500 ml EM4
  • 1 liter air kelapa
  • 1 liter larutan gula
  • 10 liter air bersih
  • 1 liter air cucian beras (usahanan cucian beras pertama)

Cara Buat:

  • Masukkan sampah buah dan sayur dalam karung, ikat, lalu
  • Campur EM4, air kelapa, larutan gula, air dan air cucian beras dalam drum, aduk rata.
  • Masukkan karung ke dalam drum, beri pemberat agar tidak mengapung.
  • Diamkan maksimal 10 hari
  • Angkat karung, saring air dan pupuk yang bisa digunakan untuk ampas pupuk dan bisa juga dipakai sebagai pupuk organik padat.

 

  1. Sabut Kelapa

Alat dan Bahan:

  • Drum kapasitas 100 liter
  • 100 liter Air sumur bersih
  • 5 kg sabut kelapa

Cara Buat:

  • Potong kecil sabut kelapa, tata di dalam drum, isi air.
  • Tutup drum serapat mungkin, simpan di area yang sejuk dan teduh hingga 15 hari.
  • Saring air, pakai sebagai pupuk.

 

  1. Urin Kelinci

Alat dan Bahan:

  • Drum atau jerigen kapasitas 15 liter
  • 10 liter EM4
  • 10 liter urine kelinci
  • 100 gr terasi
  • 100 ml tetesan tebu atau diganti dengan 1 ons gula merah cair

Cara Buat:

  • Isi drum atau jerigen dengan urine kelinci, tambahkan EM4 dan larutan gula merah aduk rata
  • Masukkan terasi yang sudah dihaluskan, aduk kembali, dan tutup jerigen hingga rapat.
  • Diamkan larutan di lokasi yang tidak kena matahari langsung selama maksimal delapan hari
  • Buka tutup jerigen setiap hari selama beberapa menit, untuk membuang gas hasil fermentasi, kemudian tutup kembali
  • Pastikan larutan tak berbau urin saat hari ke delapan, hal itu menandakan pupuk sudah siap untuk digunakan.
  • Saring dan gunakan cairan sebagai pupuk organik cair sesuai dosis yang dibutuhkan tanaman yang Anda budidayakan.

 

  1. Keong Sawah dan Air Cucian Beras

Alat dan Bahan:

  • Ember dengan penutup
  • 100 ml EM4
  • 5 liter air cucian beras pertama
  • 5 liter air kelapa
  • ½ kg keong sawah, haluskan

Cara Buat:

  • Campur semua bahan ke dalam ember, aduk rata
  • Tutup ember serapat mungkin, diamkan di tempat dengan suhu sejuk selama 14 hari.
  • Saring dan gunakan air saringan sebagai pupuk organik jenis cair.

 

Efek Pemberian Pupuk Organik Cair Pada Tanaman

Percaya atau tidak efek positif akan banyak dirasakan ketika menggunakan pupuk organik cair sebagai nutrisi tambahan bagi tanaman budidaya. Diantaranya adalah:

  1. Kualitas Tanah Meningkat

Kualitas tanah yang menggunakan pupuk organik jenis cair dipastikan akan meningkat, terutama dalam hal ketersediaan unsur hara di dalamnya. Sebab ketika pupuk disemprot pada area tanaman, otomatis akan masuk ke dalam tanah, dan komponen pupuk akan membantu memperbaiki kualitas tanah.

 

  1. Buah dan Bunga Tumbuh Lebih Berkualitas

Unsur hara penting bagi pertumbuhan buah dan bunga yang ada dalam pupuk cair. Pupuk cair akan membantu terbentuknya buah dan bunga yang lebih berkualitas, baik dari segi ukuran, ketahanan, maupun rasa.

 

  1. Daun Menjadi Lebih hijau dan subur

Penggunaan pupuk jenis ini juga akan membantu meningkatnya jumlah klorofil yang membuat warna daun jauh lebih hijau, segar, dan rasanya juga lebih enak. Ini akan dirasakan terutama pada tanaman sayuran.

 

  1. Tanah Bisa Dipakai Berulang Kali

Karena kandungan hara dan mikroorganismenya yang lengkap, tanah menjadi lebih gembur dan bisa digunakan sebagai media tanam untuk beberapa kali. Hal itu pastinya tak akan kehilangan fungsinya sebagai media untuk menutrisi tanaman.

Ketika Anda sudah mengetahui begitu pentingnya fungsi pupuk organik cair dan kemudahan dapat membuatnya sendiri, tentu tak ada alasan untuk tak berpaling pada pupuk alami ini. Karena dijamin Anda akan merasakan manfaat luar biasa, terutama pada hasil budidaya saat masa panen nanti. Tidak percaya? Buktikan saja sendiri!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *