Cara Mudah Membuat Pupuk Cair

Diposting pada

Pupuk organik cair merupakan jenis pupuk yang berupa cairan yang pembuatannya berasal dari bahan-bahan organik dengan menggunakan proses pengomposan. Ada dua macam pupuk cair yang cara pembuatannya bisa dengan pengomposan, yaitu pupuk organik cair yang dibuat dari larutan pupuk organik dan pupuk organik yang difermentasikan dalam kondisi anaerob.

Karakteristik pada pupuk berbentuk cair ini tidak jauh berbeda dengan pupuk padat, yang membedakan hanya bentuknya saja. Pupuk berbentuk cair yang berasal dari pupuk yang dilarutkan ini hasilnya kurang stabil dan biasanya pupuk akan mengendap. Sehingga pupuk jenis ini tak bisa disimpan dalam waktu lama. Jika pupuk sudah jadi, harus langsung digunakan pada tanaman.

Pupuk Cair
Sumber : twitter.com

Sifat serta Karakteristik Pupuk Cair

Pupuk organik cair sayangnya juga tidak bisa digunakan sebagai bahan pupuk utama saat Anda memulai bercocok tanam. Sehingga jika Anda menggunakan pupuk untuk bahan utama, sebaiknya menggunakan pupuk padat saja. Hal ini karena pupuk ini lebih lama tersimpan di dalam suatu media tanam, dalam waktu yang lebih lama.

Pupuk berbentuk cair dengan kandungan nutrisi di dalamnya biasanya lebih mudah terbawa oleh erosi. Namun keuntungan lainnya pada pupuk berbentuk cair ini adalah, mudah dicerna dengan baik oleh tanaman. Bila diterapkan atau diaplikasikan pada bagian daun, batang dan juga bunga maka jenis pupuk cair ini dianggap lebih efektif dan efisien

Fungsi dari pupuk organik cair ini adalah untuk merangsang pertumbuhan tanaman. Khususnya ketika tanaman yang sahabat tani tanam baru akan bertunas, atau ketika tumbuhan baru masuk ke tahap vegetatif menuju ke tahap generatif. Fungsinya yaitu untuk merangsang pertumbuhan di bagian biji dan buahnya.

Pemberian pupuk berbentuk cair yang melalui bagian daun, harus dilakukan dengan sangat hati-hati. Jangan sampai jumlahnya berlebihan hingga membuat tanaman overdosis. Karena jika jumlahnya berlebihan maka hal itu bisa menimbulkan hama/penyakit pada tanaman. Oleh sebab itu takaran pemberian pupuknya harus dengan tepat supaya tidak salah.

Sebaiknya gunakan pupuk organik cair dengan unsur hara mikro. Cara membuat pupuk dengan unsur hara mikro adalah dengan memilih bahan baku pembuatan pupuk dengan cara tepat.

Cara Membuat Pupuk Organik Cair

Menyiapkan Bahan-bahannya Terlebih Dulu

  1. Sekarung kotoran ayam
  2. ½ karung dedak
  3. 30 Kg jenis hijauan seperti gedebok pisang, jerami dan daun leguminosa
  4. Gula merah sekitar 100 gr
  5. EM4 50 ml
  6. Air secukupnya

Menyiapkan Bahan Lainnya

Bahan lainnya yang harus sahabat tani siapkan yaitu sebagai berikut.

  1. Tong plastik kedap udara yang ukurannya sekitar 100 lt yang akan digunakan sebagai media pembuatan pupuk.
  2. Selang aerotor transparan yang panjangnya sekitar 1 m.
  3. Botol plastik bekas ukuran 1 lt.

Potong dan Rajang Bahan Organik

Proses selanjutnya adalah memotong dan merajang bahan-bahan organik yang nantinya akan dijadikan bahan baku. Kemudian masukkan ke dalam tong serta tambahkan air dengan perbandingan 2:1 lalu aduk sampai semua bagiannya merata.

Melarutkan Bahan Campuran

Larutkan beberapa bahan yang telah disiapkan tadi seperti gula merah, EM4 dan air sebanyak 5 lt aduk lagi sampai merata. Tambahkan larutan yang telah dicampur tadi ke dalam tong yang sudah diisi dengan bahan baku.

Menutup Tong Rapat-rapat

Masukkan selang melalui tutup tong yang tadi sudah ditutup rapat serta dilubangi sedikit. Rekatkan bagian tempat selang masuk sampai tak ada celah udara apapun lagi. Biarkan bagian ujung selang yang lain masuk ke dalam botol yang tadi sudah dicampur dengan air.

Pastikan Tingkat Kerapatan

Pastikan kembali apakah tutupnya sudah benar-benar rapat, karena reaksinya akan terjadi dengan cara anaerob. Untuk membuat suhu adonan stabil dengan cara membuang gas, hingga tak ada udara yang masuk ke dalam tong bisa diakali dengan penggunaan selang.

Pisahkan Cairan dengan Ampasnya

Langkah selanjutnya adalah memisahkan cairan dengan ampas, caranya yaitu dengan menyaringnya. Sahabat Tani bisa menggunakan saringan kain dan ampasnya bisa dibuat untuk bahan baku pembuatan pupuk padat.

Memasukkan Cairan pada Penyaringan Botol

Setelah itu, Anda bisa memasukkan cairan yang sudah melewati proses penyaringan dengan menggunakan botol berbahan plastik atau kaca. Lalu tutup rapat-rapat. Pupuk organik cair ini pun siap digunakan, bahkan bisa digunakan selama 6 bulan jika kemasan rapi dan tertutup rapat.

Penggunaan Pupuk Cair

Pupuk organik berbahan cair ini bisa diterapkan pada apa saja, misalnya pada bagian batang, daun atau bunga tanaman. Encerkan pupuk dengan menggunakan air lalu semprotkan pada tanaman Anda. Perlu diingat, tingkat kepekatan pupuk tidak boleh lebih dari 2% banyaknya. Biasanya proses pengenceran ini dilakukan sampai 10 kali.

Pupuk organik cair ini bisa disemprotkan pada tanaman yang baru mulai bertunas, fungsinya yaitu untuk merangsang pertumbuhan tanaman tersebut. Ketika tanaman sedang berada di fase vegetatif ke generatif, Anda bisa menyemprotkan pupuk berbahan cair secara langsung. Fungsinya baik untuk pertumbuhan umbi, batang dan daun tanaman.

Waktu penyemprotan sebaiknya dilakukan dalam jarak satu minggu saat musim kemarau, dan tiga hari sekali saat musim hujan tiba. Dosisnya harus disesuaikan dengan jenis tanaman yang Anda miliki, yang akan disemprot.

Sahabat tani juga bisa menggunakan pupuk cair yang kandungan nitrogennya banyak, jika ingin membuat pertumbuhan daun lebih baik lagi. Buat pupuk yang menggunakan bahan baku yang jumlah kandungan nitrogennya cukup banyak, misalnya pada jerami, kotoran ayam atau pada jenis-jenis hijauan.

Namun jika Anda ingin menggunakan pupuk berbahan cair untuk membuat pertumbuhan buahnya lebih baik, maka gunakan bahan baku yang jumlah kandungan kalium dan fosfornya cukup banyak. Misalnya yang terdapat pada kotoran kambing, sapi, sekam padi dan juga dedak.

Pupuk Cair dari Nasi Basi yang Sedang Populer

Metode pembuatan pupuk berbahan cair bisa dengan apa saja. Anda bisa menggunakan nasi yang sudah basi, bahkan banyak juga pupuk berbahan cair yang bahan bakunya dibuat dari nasi basi dan harga di pasarannya cukup tinggi.

Pupuk berbahan cair yang bahan bakunya nasi basi ini, bisa langsung diaplikasikan pada tanaman di kebun/pekarangan sahabat tani. Setelah sebelumnya dicampur dengan air dahulu. Gunakan perbandingan sekitar 1:5 yaitu 1 lt untuk nasi basi dan 5 lt untuk air bersih.

Setelah itu Anda bisa langsung menyiramkannya pada tanaman, bisa juga dengan mencampurkan pupuk tersebut dengan sampah organik yang telah diolah/diubah menjadi pupuk kompos. Belakangan ini, penggunaan bahan nasi basi dalam pembuatan pupuk ini memang sedang menjadi tren. Khususnya di kalangan pegiat agrikultur.

Oleh sebab itu, sahabat tani juga bisa menggunakan bahan baku nasi basi tersebut untuk memperoleh hasil dengan pertumbuhan yang baik pada tanaman andalan Anda. Selain itu, bahan pembuatan pupuk pada nasi basi ini juga memiliki banyak khasiat yang baik bagi tanaman. Tak heran bila pupuk cair dari nasi basi banyak diminati.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *