Proses Budidaya Jagung yang Mendatangkan Keuntungan

Diposting pada

Salah satu metode dalam budidaya jagung adalah metode tanpa olah tanah atau yang biasa disingkat dengan TOT. Metode ini cukup sederhana, karena tidak memerlukan pengolahan tanah terlebih dahulu. Hal yang perlu dipersiapkan adalah membuat lobang guna pembenaman benih. Metode ini juga kerap dilakukan di negara maju.

Perbedaannya, jika di wilayah kita, alat yang digunakan adalah tugal, yaitu alat guna membuat lubang di tanah. Sedangkan di negara maju, alat yang biasa digunakan disebut dengan planter. Walaupun metode TOT ini populer, tapi sayangnya tidak dapat diaplikasikan untuk semua jenis tanah. Hanya lahan yang subur dan gembur saja yang siap untuk digunakan dengan cara TOT.

Budidaya Jagung
Sumber : id.pinterest.com

Kelebihan Metode TOT Untuk Budidaya Jagung            

Waktu Lebih Singkat

Penggunaan metode TOT lebih mempersingkat waktu. Hal ini disebabkan sahabat tani tidak perlu mempersiapkan lahan terlebih dahulu. Hanya memerlukan tanah gembur yang subur dan penanaman jagung sudah bisa dilakukan.

Lebih Murah

Selain kemudahan dalam mempersiapkan lahan, metode TOT juga mengurangi tenaga yang dikeluarkan untuk persiapan tersebut. Artinya, Anda tidak perlu mengeluarkan anggaran persiapan, baik untuk peralatan, sarana maupun tenaga kerjanya.

Alami

Tanah yang kerap digemburkan bisa mengalami pengikisan zat hara dan kerusakan tekstur. Dengan metode TOT, maka Anda bisa menghindari kemungkinan tersebut.

Kekurangan Metode TOT

Kekurangannya adalah munculnya gangguan. Karena tidak diolah, maka ada kemungkinan terdapat tumbuhan liar atau gulma yang bisa tumbuh sewaktu-waktu. Hal ini tentu akan mengganggu pertumbuhan jagung. Selain itu, kemungkinan adanya sisa hama di dalam tanah juga bisa menjadi tantangan dalam metode ini.

Persiapan Lahan

Mempersiapkan Mulsa Jerami

Sawah yang akan digunakan untuk menanam jagung harus dibersihkan dari sisa panen padi sebelumnya. Setelahnya, cacah jerami sisa tersebut dan tebarkan di atas permukaan lahan secara merata. Nantinya, tebaran jerami ini akan berfungsi sebagai mulsa untuk menutupi tanah.

Penyiapan Drainase

Tahap selanjutnya adalah mempersiapkan drainase untuk pembuangan kelebihan air. Anda bisa membentuk drainase secara lurus dan jarak tiap ruas adalah 2m.

Pembersihan Gulma

Untuk mengatasi gulma yang muncul di permukaan lahan, sahabat tani bisa menggunakan herbisida. Dosis serta penggunaan tergantung dari kebutuhan di setiap lahan. Selain itu, herbisida sistemik bisa diterapkan jika gulma sangat mengganggu karena jumlahnya banyak.

Dengan penerapan herbisida sistemik, maka Anda bisa memberantas gulma, bahkan sampai ke akarnya. Lakukan lagi penyemprotan apabila masih terdapat gulma dalam waktu 3 minggu setelah penyemprotan pertama. Setelah penyemprotan kedua, maka Anda harus menunggu lagi 1 minggu sebelum bisa menggunakan lahan tersebut.

Pemupukan dan Pengapuran

Sahabat tani bisa menggunakan pupuk organik, seperti pupuk kandang maupun kompos, jika tanah yang akan digunakan kurang subur. Pemberian pupuk disesuaikan dengan garis lubang di tanah dan ditaburkan secara larik.

Takaran pupuk yang diperlukan adalah 1,5-2 ton untuk tiap hektarnya. Apabila diperlukan, Anda juga bisa menambahkan kapur dengan takaran 300-400 kg tiap hektarnya. Cara pemberian kapur ini sama seperti pemberian pupuk organik.

Tahapan Penanaman

Penyiapan Benih

Guna meningkatkan keberhasilan panen, Anda harus memilih benih unggul. Anda bisa menggunakan benih pabrikan, maupun benih yang Anda siapkan sendiri. Apabila menggunakan benih pabrikan, maka cara penyiapan benih sudah tertera dalam kemasan benih.

Sedangkan untuk benih yang disiapkan sendiri, maka Anda harus merendamnya sebelum digunakan dengan insektisida. Hal ini dimaksudkan agar benih tersebut lebih tahan terhadap serangan hama yang akan mengganggu.

Pengaturan Jarak Tanam

Jarak yang ideal untuk budidaya jagung adalah 20 cm dalam satu baris. Untuk jarang antar baris, Anda harus mengaturnya hingga 70-75 cm. Jadi, untuk bedengan dengan lebar 2m, Anda bisa membuat 3 baris tanaman untuk tiap bedeng.

Penanaman

Satu minggu setelah proses pemupukan dan pengapuran, Anda sudah bisa mulai menanam benih. Caranya adalah dengan membuat lubang dengan tugal, maupun planter dengan kedalaman masing-masing berkisar antara 3-5 cm. Dalam tiap lubang, masukkan dua benih jagung. Selanjutnya, Anda bisa menutup lubang tersebut dengan tanah, namun jangan dimampatkan.

Jangan lupa pula untuk menyiapkan tempat penyemaian. Tempat penyemaian benih ini berfungsi untuk menutup tempat kosong karena benih yang gagal tumbuh. Nantinya, benih yang gagal tumbuh akan diganti dengan benih sulaman hasil penyemaian, sehingga bisa berumur sama dengan tanaman sehat yang ditanam di lahan.

Setelah satu minggu penanaman, Anda bisa memeriksa pertumbuhan tanaman jagung Anda. Pada saat inilah Anda bisa melakukan penyulaman benih, apabila terdapat benih jagung yang gagal tumbuh di lahan.

Pemberian Pupuk Tambahan

Apabila diperlukan, maka dalam satu masa tanam jagung, Anda bisa menambahkan pupuk sebanyak 2-3 kali. Penambahan tersebut tergantung dari kondisi kesuburan tanah serta varian benih yang dipakai. Pemupukan untuk jagung biasa, umumnya lebih sedikit dibandingkan dengan jagung hibrida.

Jenis pupuk yang ideal untuk budidaya jagung adalah yang memiliki unsur N, P dan K yang memadai. Ketiga unsur tersebut bisa didapatkan dari Urea, SP-36 dan KCL. Atau Anda bisa menggunakan pupuk NPK.

Pengairan

Apabila Anda menggunakan lahan berupa sawah untuk budidaya jagung, maka sistem pengairan yang paling sesuai adalah dengan cara penggenangan. Namun, bagian yang tergenang hanyalah bagian drainase yang berupa parit saja.

Cara pengairan dengan penggenangan ini adalah dengan mengalirkan air ke saluran pembuangan yang sudah dibuat. Kemudian, tunggu hingga air meresap di tanah bedeng. Jika tanah terlihat basah, maka Anda bisa mengeluarkan air tersebut kembali dari saluran pembuangan.

Pengairan merupakan tahap penting dalam penanaman jagung. Sebab, kelima proses pertumbuhan jagung membutuhkan pengairan. Kelima tahap tersebut adalah tahap pertumbuhan awal, tahap pertumbuhan vegetatif, pembungaan, pengisian biji serta fase pematangan.

Panen dan Pasca Panen

Kapasitas panen tanaman jagung tergantung dari bibit yang dipakai. Ciri dari dari jagung yang telah siap panen dapat dilihat dari tekstur daun klobot yang mulai kering, serta memiliki warna kekuningan. Sahabat tani harus memanen jagung dalam masa yang ideal yaitu saat masa fisiologisnya, sehingga kualitas jagung akan tinggi.

Pengeringan adalah tahapan selanjutnya, setelah panen selesai. Guna mendapatkan jagung yang kering, Anda bisa menjemur padi beserta daun klobotnya. Cara lainnya adalah dengan mengupas klobot kemudian hanya menjemur jagungnya saja. Anda bisa menggunakan lantai maupun terpal sebagai alas penjemuran.

Pengeringan pasca panen bertujuan untuk memperpanjang umur jagung. Sebab, jagung yang masih sangat basah bisa memicu munculnya jamur, yang mengakibatkan kerusakan pada jagung hasil panen. Bahkan, kerugian yang bisa ditanggung akibat munculnya cendawan ini bisa mencapai 50% lebih.

Jika panen terjadi pada saat musim penghujan, maka pengeringan menjadi kendala yang berarti. Anda bisa mengakalinya dengan menggunakan mesin pengering, ataupun mengolah jagung menjadi panganan yang tahan lama.

Jagung merupakan salah satu makanan pokok bagi masyarakat Indonesia. Maka dari itulah budidaya jagung menjadi salah satu kegiatan bertanam andalan bagi sebagian besar petani. Selain mendatangkan keuntungan, budidaya tanaman jagung bisa membantu mengisi waktu hingga masa tanam padi kembali.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *