Pertanian di Indonesia

Diposting pada
pertanian di indonesia
Sumber : Majalah Otten

Pertanian di Indonesia memang sudah menjadi sektor perekonomian masyarakat Indonesia sejak zaman kerajaan dahulu. Hal ini terdapat di relief yang ada di Candi Borobduru, dan masih berlangsung sampai dengan saat ini. Suatu negara sudah pasti harus bisa menyokong keperluan konsumsi rakyatnya sendiri, sehingga tidak harus bergantung dengan negara lain dalam hal pangan.

Sahabat tani perlu untuk berbangga diri menjadi generasi petani masa kini. Sahabat tani juga perlu untuk memahami tentang fakta yang ada seputar pertanian di tanah air ini, terutama untuk menghadapi era industri 4.0. Ada banyak tindakan yang bisa sahabat tani lakukan untuk mengembangkan pertanian saat ini. Pahami juga sebagian besar hasil pertanian di berbagai wilayah. Seluruh informasi tersebut bisa Anda simak berikut.

Hasil Pertanian di Berbagai Daerah Indonesia

Seluruh petani generasi lama pasti sudah memahami berbagai macam hasil pertanian yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia. Sekarang, giliran petani muda untuk bisa memahami apa saja hasil pertanian yang tersebar dan terkenal sampai ke mancanegara di berbagai wilayah Indonesia. Seluruh hasil pertanian tersebut bisa Anda lihat di bawah ini.

Hasil Pertanian Karet

perkebunan karetTumbuhan karet di Indonesia sudah lama dikenal sebagai salah satu hasil bumi devisa negara ini. Sebagian besar daerah yang menanam pohon karet ini berada di wilayah Asahan, Labuhan Batu, Sukabumi, Tanah Gayo, Gunung Kawi, dan juga Batang. Komoditi karet ini akan diekspor ke berbagai mancanegara, seperti Amerika Serikat dan Jepang.

Berdasarkan Badan Pusat Statistik (BPS) pada tahun 2016, jumlah karet Indonesia yang diekspor ke Amerika Serikat mencapai 586.000 ton dengan nilai US$ 729,2 miliar. Angka devisa negara yang tidak main-main besarnya bukan? Peringkat berikutnya ada Jepang yang mengimpor dari Indonesia sebanyak 413.000 ton dengan nilai US$ 538,2 miliar.

Peringkat ketiga baru diraih oleh Tiongkok yang melakukan impor karet dari Indonesia sampai dengan 293.000 ton dengan nilai US$ 387,3 miliar. Walaupun komoditi ini sempat menjadi lesu, tetapi reputasinya masih bisa bertahan sampai saat ini, dan ada banyak sekali perindustrian yang memanfaatkan komoditi karet sebagai bahan bakunya.

Baca Juga :

Hasil Pertanian Kelapa Sawit

Kelapa SawitHasil bumi berupa kelapa sawit pertama kali dikenalkan dengan masyarakat Indonesia pada saat penjajahan Belanda di tahun 1848. Komoditi ini bahkan masih populer sampai dengan saat ini, dan ada tiga daerah utama penghasil kelapa sawit di Indonesia yakni Asahan, Simalungun, Pulau Simelue, dan lain sebagainya. Bahan kelapa sawit ini bisa menjadi olahan makanan maupun non pangan.

Salah satu contoh kelapa sawit untuk kegunaan pangan adalah minyak goreng dan mentega. Sedangkan, kelapa sawit untuk keperluan non pangan adalah sabun, lilin, dan lem timah. Bahkan, kelapa sawit ini juga banyak dimanfaatkan menjadi bahan baku pembuat bioethanol dan berbagai sumber energi lainnya.

Hasil Pertanian Kopi

Kopi RobustaHasil pertanian di Indonesia yang juga laku lainnya adalah kopi. Tidak hanya populer di dalam negeri saja, kopi Indonesia juga banyak digemari oleh masyarakat mancanegara, terutama untuk kopi luwak. Hasil pertanian kopi ini sebagian besar ada di Bogor, Kediri, Malang, Priangan, Tapanuli, dan Aceh. Ada banyak sekali negara yang mengimpor hasil komoditi kopi asal Indonesia.

Negara pertama yang impor kopi dari Indonesia dengan jumlah terbanyak adalah Brazil. Setidaknya, negara tersebut mengimpor sekitar 2.592.000 ton per tahun. Beberapa kopi yang digemari oleh masyarakat Brazil adalah Robusta dan Arabika. Negara kedua yang hobi impor kopi asal Indonesia adalah Vietnam dengan nominal impor mencapai 1.650.000 ton per tahun.

Cara untuk Mengembangkan Pertanian di Indonesia

Ada dua cara yang bisa dilakukan untuk meningkatkan hasil pertanian di Indonesia, yakni intensifikasi pertanian dan ekstensifikasi pertanian. Kedua cara tersebut sangat diperlukan untuk bisa memajukan pertanian Indonesia dan masing-masing penjelasan detail dari perkembangan pertanian tersebut akan disebutkan berikut ini.

Intensifikasi Pertanian

Intensifikasi pertanan adalah salah satu cara sahabat tani untuk bisa meningkatkan hasil pertanian dengan mengolah lahan sebaik mungkin. Langkah-langkah guna meningkatkan hasil pertanian adalah mengolah tanah dengan benar, pengairan yang lancar, menggunakan bibit unggul, pemupukan teratur, pemberantasan hama, dan pengolahan setelah panen.

Ekstensifikasi Pertanian

Sedangkan, langkah ekstensifikasi pertanian lebih ditujukan untuk meningkatkan hasil pertanian, dengan  meluaskan lahan pertanian. Cara ini sudah pasti bisa dilakukan dengan membuka berbagai daerah rawa, semak belukar, dan lain sebagainya untuk memperluas lahan.

Memanfaatkan Mekanisasi Pertanian

Tidak bisa dipungkiri bahwa salah satu cara untuk memajukan pertanian di Indonesia harus memanfaatkan kecanggihan teknologi. Ada banyak sekali mesin-mesin pertanian buatan Indonesia sendiri untuk membantu para sahabat tani dalam meningkatkan hasil panen dan menggunakannya pada sawah yang luas.

Rehabilitasi Pertanian

Tanaman juga memiliki usia produktif, sehingga tanaman yang sudah tua dan tidak terlalu banyak menghasilkan panen perlu untuk diganti dengan tanaman yang baru. Pastikan untuk selalu update akan bibit unggul pertanian, karena saat ini perkembangan varietas unggul juga sangat cepat.

Majunya Sektor Pertanian Indonesia saat Terjadi Wabah Covid-19

Saat ini Indonesia memang telah dilanda akan pandemi yang luar biasa bahayanya yakni COVID-19. Penjualan produk vitamin di berbagai etalase toko sudah menjadi langka. Masyarakat harus tetap bisa menjaga daya tahan tubuh dengan mengonsumsi buah-buahan. Berbagai hasil panen buah menjadi cepat laku dan sudah pasti petani akan semakin diuntungkan dengan pola konsumsi buah ini.

Harga jual masa panen suatu buah yang biasanya hancur, saat ini bisa menjadi lebih terkontrol berkat meningkatkan permintaan pasar akan buah, terutama yang mengandung vitamin C dalam kadar tinggi. Para masyarakat sangat terbantu dengan adanya hasil karya dari para petani lokal, untuk bisa meningkatkan daya tahan tubuh terhadap pandemi ini.

Hal ini mengajarkan kepada sleuruh masyarakat Indonesia untuk terus menghargai hasil panen dari petani lokal, karena impor buah-buahan yang berasal dan menuju ke Tiongkok, sempat ditunda oleh Kementrian Pertanian.

Baca Juga :

Pertanian Indonesia Harus Mengarah Pada Industri 4.0

Tidak dapat dipungkiri bahwa semua bidang, termasuk pertanian, suatu saat akan memasuki era industri 4.0. Sebagian besar, pekerjaan akan bisa dilakukan dengan lebih cepat dan hemat tenaga manusia. Hal itu bertujuan untuk memenuhi permintaan pasar yang semakin meningkat, akibat pertumbuhan populasi manusia yang semakin tinggi.

Sahabat tani juga harus menghadapi tantangan untuk bisa terus belajar akan adanya perubahan yang terjadi dalam berbagai macam hal, baik lingkungan, sumber daya alam untuk pertanian, kelihaian dalam menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi pertanian, serta hal lainnya. Petani yang tidak update dengan hal tersebut, suatu saat akan tertinggal oleh petani lain yang lebih dahulu paham akan semua hal itu.

Sahabat tani dari generasi lama, perlu untuk mendorong generasi muda untuk bisa terus belajar mengenai pertanian berbasis digital. SDM petani harus terus ditingkatkan, sehingga Anda bisa menyebarkan informasi ini kepada petani generasi muda yang ada di domisili Anda. Hal ini guna meningkatkan pertanian di Indonesia untuk bisa berkompetisi dengan petani dari negara lain.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *