Ternak Ikan Patin, Untuk Usaha Dan Konsumsi

Diposting pada

Sekilas Ikan Patin

Peluang usaha Budidaya Ikan patin Jenis Ikan ini dikenal dengan nama latin pangasius sp ini ternyata sudah mulai digemari oleh masyarakat jawa dan sekitarnya. Ikan air laut ini ternyata bertubuh pipih langsing namun berdaging cukup tebal, mulutnya ada di bawah, bagian punggungnya terdapat sirip, bagian bawahnya juga bersirip kecil, dan ekornya pendek.

Warna dari ikan ini adalah perak dan sedikit putih. Ikan jenis ini biasanya hidup di sungai atau danau dengan rasa gurih dan sedikit asin ketika digoreng. Tak heran jika penduduk luar jawa sangat menggemari ikan ini sebagai ikan Andalan yang wajib ada di meja makan.

Ikan patin mampu bertahan di kondisi air yang kurang bagus seperti banyak lumpur atau sedikit kotor namun akan berkembang dengan sangat pesat dan berdaging jika diternakkan di air yang kualitasnya baik. Keunikan dari ikan ini adalah mampu bersembunyi di area yang terselubung karena mereka cenderung ingin mendapatkan ketenangan.

Ikan Patin

Cara Budidaya

  1. Buat Kolam 

Jika Anda ingin budidaya ikan patin sebaiknya membuat kolam dengan ukuran yang agak besar. Mungkin 3 x 4 meter atau 4 x 5 meter. Kolam yang dibuat bisa memakai terpal atau kolam cor semen. Masing-masing bahan memiliki kelebihan dan kekurangan. Untuk kolam terpal lebih hemat biaya dan mudah dalam pemasangannya sedangkan kolam cor semen membutuhkan banyak tenaga dan biaya serta perawatan yang lebih ekstra namun bisa awet untuk budidaya ikan apapun.

  1. Isi Air

Pengisian air untuk budidaya sebaiknya menyesuaikan dengan habitat ikan patin, jika ikan ini menyukai air jenis sungai maka Anda bisa memakai air sumur atau mengambil air sungai. Suhu air yang cocok untuk menebar benih ikan adalah sekitar 27 – 30 derajat atau lebih hangat dari suhu pegunungan. Kadar oksigen di air sebaiknya agak tinggi dengan cara menambahkan tanaman di sekitar kolam.

  1. Isi Benih Ikan Patin

Benih Ikan PatinSetelah air siap maka benih ikan sudah bisa dimasukkan ke dalam kolam secara perlahan dan menunggu saat suhu teduh. Suhu teduh ini bertujuan agar benih tidak mengalami stress karena perpindahan lingkungan. Jumlah benih ikan yang disebar bisa menyesuaikan dengan kebutuhan kolam, misalnya Anda memiliki kolam berukuran 3×4 meter maka benih yang disebar sekitar 2000 benih.

Dari sebaran benih tersebut ada baiknya pagi atau sore hari memakai gentong atau ember yang telah dicelupkan dahulu ke dalam kolam. Perlahan-lahan air yang masuk ke gentong akan bercampur dan benih mulai menyesuaikan.

Baca Juga : Ikan Cupang Dan Cara Budidayanya

Pemberian Pakan

Ikan patin termasuk dalam ikan sensitif karena menyukai dasar perairan yang ada, maka saat pemberian pakan juga harus melihat posisi ikan. Pelet atau pakan ikan harus mengandung protein tinggi sebesar 35% dari berat tubuhnya. Ukuran pakan buatan untuk patin juga wajib Anda buat dan berikan karena ikan ini termasuk dalam ikan omnivora atau pemakan segalanya.

Pakan tambahan bisa dibuat dari biji kacang,cacing, udang rebon, ikan kecil dan keong yang diramu menjadi satu. Pakan ini mungkin mirip seperti dedak pada ayam yang nantiya disebar di kolam demi menambah bobot tubuh ikan patin.

Usahakan ukuran pakan tidak melebihi ukuran mulut ikan karena jika terlalu padat dan besar ikan tidak bisa menelan dan hanya menjadi endapan kotor saja di kolam. Di toko pakan ikan, sudah terdapat vitamin khusus ikan patin agar daya tahan tubuhnya meningkat dan nafsu makannya tinggi. Tidak heran harga ikan patin di pasaran cukup bersaing dari ikan lele karena kandungannya yang baik untuk tubuh manusia.

Pemeliharaan Ikan

Ikan ini berkembang agak lama dari ikan lainnya, dia bisa dipanen saat usianya mencapai 6 bulan dengan bobot sekitar 500 gram. Ukuran dewasa tersebut tergantung dari perawatan dan pakan yang diberikan. Ikan patin dengan berat mencapai 1 kg bisa diternakkan dalam waktu 12 bulan dan memang dagingnya bisa sangat menguntungkan penjual.

Pemeliharaan ikan jenis ini dimulai dari kolam yang selalu terjaga kondisinya seperti endapan yang dibersihkan secara rutin, namun perlu hati-hati karena ikan ini sering bersembunyi di area gelap. Produksi ikan patin juga terkadang bisa kawin secara alamiah maka perlu diamati dalam pemindahan ke kolam sebelah saat membersihkan.

Apabila bau air sudah mulai tidak wajar dan warnanya keruh maka ganti dengan air yang baru walaupun ikan patin bisa bertahan dengan kondisi air yang agak buruk sekalipun. Patin dengan bobot besar dan masa tumbuh lebih singkat akan meringkas biaya operasional dan menaikkan kualitas budidaya.

Baca Juga : Cara Budidaya Ikan Gabus Untuk Mendapatkan Hasil Panen Lebih Banyak

Penyakit

  1. Bintik Putih

Hampir semua ikan mengalami sakit bintik putih yang diakibatkan oleh jamur, bintik yang muncul akan membuat ikan menjadi kesakitan dan mengurangi kualitas jualnya. Ikan cenderung kurus karena menahan rasa sakit di kulitnya ini. Pengobatannya memakai metil biru 1% yang dilarutkan ke dalam air untuk dimasukkan ke dalam kolam pengobatan. Ingat ya saat pengobatan pisahkan ikan dengan sakit bintik putih dengan ikan sehat.

  1. Luka Tubuh 

Luka di tubuh ikan disebabkan oleh jamur saprolegnia yang menempel pada permukaan kulitnya. Cirinya adalah muncul benang halus yang menempel pada kulit berwarna putih. Andaikan ikan patin Anda mengalami hal ini segera berikan larutan malachyt green oxalate 2-3 tetes di dalam air bersih selama setengah jam. Cukup berikan obat ini sehari sekali saja selama 3 hari ke depan. Penyebabnya adalah air yang kotor sekali dan banyak sampah.

  1. Kesulitan Bernafas

Penyakit ini terkadang menjadi hal yang tidak disadari oleh pemilik budidaya. Nafas ikan yang terengap-engap ini disebabkan oleh keracunan makanan atau adanya larutan kimia seperti sabun deterjen yang terbawa. Perhatikan saat aliran limbah air cucian rumah tangga bercampur dengan air kolam maka ikan menjadi sesak. Sisa makanan yang ada dari wastafel menjadi lahan empuk untuk diberikan ke ikan patin padahal ini membuat racun berat.

Baca Juga : Tahapan Budidaya Ikan Gurame Dari Awal Hingga Pasca Panen

Panen Ikan Patin 

Masa panen ikan patin dewasa bisa diambil saat usia 6 bulan paling cepat, usia ini ikan patin sudah memiliki berat sekitar 500 gram. Dalam proses sortiran ikan patin dipilih ukuran dan berat yang stabil tanpa penyakit memiliki nilai jual yang cukup baik sekali.

Sedangkan, jika ikan patin berbobot sama namun ukurannya tidak stabil panjangnya maka termasuk dalam ikan yang rijek. Mengambil ikan patin sebaiknya memakai jaring yang lunak agar tidak melukai kulit ikan. Harga per kilo ikan patin area jawa sekitar Rp. 30 ribu – Rp. 35 ribu.

Manfaat ikan patin sangat banyak, seperti memaksimalkan pertumbuhan otak anak, membantu dalam pembentukan otot, mampu mencegah penyakit jantung koroner, mencegah penyakit pengeroposan tulang atau osteoporisis dan mencegah penyakit kardiovaskular.

Semoga bermanfaat ketika Anda coba!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *