Perbanyak Ternak Ikan Lele Untuk Menaikkan Kesejahteraan

Diposting pada

Tentang Ikan Lele

Peluang usaha kali ini yang kan kita bahas adalah budidaya Ikan lele, Ikan ini merupakan jenis ikan air tawar yang notabene disukai oleh banyak orang karena mudah dan tahan lama dalam usia hidupnya. Ikan lele memiliki bentuk tubuh pipih memanjang dengan kumis dan tanpa sisik.

Bagian kepalanya sangat keras dan jika sedang terancam maka lele akan mematil lawannya dengan sangat kuat. Patilan dari lele membuat beberapa orang mengeluarkan darah kendati tidak terlalu banyak. Kebanyakan hidup ikan lele di air tawar dengan sedikit lumpur di dalamnya.

Rasa daging ikan lele ini juga murni gurih dan tidak membuat eneg orang yang mengkonsumsinya. Di beberapa daerah ikan lele memiliki nama lain seperti ikan kalang, ikan maut, ikan sibakut, atau ikan cepi. Ukuran dari ikan lele sangat bervariasi mulai dari 30 cm hingga 150 cm.

Ikan lele juga bisa sebagai penghilang nyamuk ketika diternakan di area samping rumah sehingga sangat membantu pemilik rumah terjaga dari jentik nyamuk demam berdarah.

Budidaya Ikan lele

Baca Juga : Ternak Ikan Patin, Untuk Usaha Dan Konsumsi

Cara Pembibitan

Untuk Anda yang ingin memelihara ikan lele bisa memilih bibit dengan kualitas unggulan dan jenis yang menyesuaikan pasaran. Kebanyakan orang menyukai ikan lele dengan ukuran standar dan daging yang tebal seperti pada bibit ikan lele sangkuriang. Akan tetapi, beberapa pedagang ada yang menyukai lele lokal dengan ukuran tubuh tidak terlalu panjang dan besar namun cenderung mendapatkan banyak jumlah.

Ciri-ciri lele kualitas terbaik:

  • Gerakannya lincah
  • Cara memakannya juga gesit dan sigap
  • Tidak berpenyakitan kulit seperti warna putih di bagian tubuhnya
  • Tidak memiliki cacat bawaan
  • Arah renangnya berlawanan arus dengan kuat. Jika Anda ingin melihat lele berkualitas maka tempatkan di aliran yang tidak searah dan lihat seberapa kuat lele berenang melawan arusnya.

Untuk benih ikan lele khusus budidaya memakai ukuran 5-7 cm, nantinya dalam waktu sekitar 3 bulan lebih lele akan tumbuh dengan berat rata-rata sama. Lele yang telah siap panen memiliki jumlah sekitar 12 ekor per kilonya.

Baca Juga : Ikan Cupang Dan Cara Budidayanya

Teknis Budidaya

  1. Buat Kolam 

Kolam Ikan Lele

Untuk membuat kolam lele, Anda bisa memanfaatkan halaman samping rumah dengan ukuran yang menyesuaikan. Untuk tinggi kolam sebaiknya dibuat sekitar 100 cm – 120 cm agar terhindar dari tangan anak-anak. Jenis kolam yang dipakai bisa memakai terpal atau kolam cor-coran.

Namun, untuk daerah bersuhu hangat sebaiknya memakai kolam cor-coran dan menunggu sampai bau semen luntur agar tidak meracuni bibit lele.

  1. Isi Air 

Ketika kolam sudah siap, maka isilah dengan air tanpa kaporit, memakai air sumur lebih disarankan karena lele cenderung sehat ketika airnya alami. Dalam pengisian air ini, tinggi air untuk benih lele tidak lebih dari 40 cm agar lele bisa muncul ke permukaan dan mendapatkan cahaya matahari. Semakin besar lele maka volumenya bisa ditambahkan namun jangan sampai terlalu penuh karena lele bisa melompat keluar kolam.

  1. Pengisian Benih Lele

Mengisi kolam dengan benih lele tidak boleh sembarangan ya karena lele masih menyesuaikan dengan kondisi lingkungan yang baru. Benih lele yang masih di gentong dimasukkan ke dalam kolam dengan mencelupkan sebagian air yang lama dengan air yang baru. Jumlah benih lele yang bisa dimasukkan ke dalam kolam sekitar 200-400 ekor per meter.

Ukuran yang disarankan dalam budidaya lele ini adalah kolam dengan ukuran 3×4 meter bisa diisi dengan benih sebanyak 2400 ekor (minimal), untuk jumlah maksimal sebanyak 4800 ekor.

  1. Pemberian Pakan

Pakan lele yang diberikan harus rutin dan menyesuaikan dengan berat tubuhnya, ukuran pakan peletnya minimal mengandung 3-5% dari berat tubuhnya. Lele diwajibkan dengan pakan bernutrisi protein 30%, lemak 15% dan karbohidrat 20%, sisanya mengandung vitamin dan mineral.

Setiap pakan yang dijual memiliki kandungan dan harga yang berbeda. Semakin mahal maka kandungan protein dan lemaknya semakin tinggi, hal ini membuat pertumbuhan lele berkembang cepat.

Frekuensi pemberian pakan bisa mencapai 5 kali dalam sehari dalam selang waktu yang stabil ketika lele masih muda (benih lele). Jangan beri pakan lagi saat lele sudah menampakkan rasa kenyang karena gerakan benih akan melambat.

Pemberian pakan tambahan juga diperlukan demi menghemat biaya dari pakan pelet, pakan tambahan ini bisa dibuat dari ulat yang muncul dari ampas tahu, sisa kulit ayam yang dicacah halus dan dicampur dengan keong yang dibuang cangkangnya.

Resiko yang akan dihadapi saat lele kekurangan pakan adalah kanibal dengan sesamanya, lele ukuran agak besar akan memangsa lele yang berukuran kecil.

  1. Awasi Kebersihan

Jangan lupa untuk mengawasi kebersihan dari kolam, bersihkan kolam lele ketika bagian dasarnya sudah ada endapan dan berbau tidak semestinya. Pindahkan ikan lele ke kolam satunya kemudian kuras endapan tersebut dan isi kembali dengan air.

Baca Juga : Cara Budidaya Ikan Gabus Untuk Mendapatkan Hasil Panen Lebih Banyak

Penyakit Ikan Lele

  • Bintik Putih

Jika tubuh lele mengalami bintik putih maka lele sedang terserang jamur dikarenakan suhu air yang terlalu dingin, terlalu padat dalam satu kolam benih yang ditebar, dan air yang kurang bagus. Setidaknya lele bisa terhindar dari penyakit ini dengan lingkungan hidup 28 derajat lebih hangat.

  • Gatal

Penyebabnya adalah jamur tricodina yang membuat tubuhnya lecet dan seringkali menggosok-gosokkan tubuhnya ke dinding kolam. Kualitas air yang buruk karena tidak pernah diganti menjadi sumber utama kulit lele gatal.

  • Bakteri Aeromonas Hydropila

Lele dengan perut ukuran besar karena berisi cairan getah bening ini disebabkan bakteri hydropila. Penyebabnya adalah lele memakan sisa endapan yang ada di dasar kolam karena kekurangan pakan. Siripnya dan luka-luka di seluruh tubuhnya.

  • Cotton Wall

Penyakit ini berasal dari bakteri Flexibacter Columnaris yang menyerang insang dan luka di sekujur tubuh lele. Lele akan bergerak sangat lambat karena organ pernafasan terganggu, pengobatannya memakai vaksin khusus lele.

Proses Panen Dan Pasca Panen

Masa pertumbuhan dan perkembangan lele sekitar 3 bulan lamanya dengan jumlah per kilonya mencapai 12 ekor. Sebelum masa pengambilan, lele dianjurkan berpuasa selama 1 hari sebelumnya agar tidak membuang kotoran. Anda tentunya bisa melihat ukuran lele dan melakukan sortiran agar daya jualnya semakin bagus.

Untuk lele dengan ukuran besar bisa dijadikan 1 ember dan untuk lele ukuran lebih kecil bisa dipisahkan di ember lainnya. Terkadang lele dengan penyakit akan dijual secara murah agar menghindari kerugian lebih besar lagi. Lele yang berpenyakitan bisa berpotensi menularkan ke lele lainnya. Sebaiknya segera awasi lele dengan potensi penyakit yang diderita dan pisahkan.

Budidaya lele di waktu luang menjadi sebuah hobi yang menguntungkan karena setiap ekornya bernilai rupiah. Manfaatkan halaman rumah Anda yang kosong menjadi sebuah potensi usaha kelas kecil dahulu agar menambah pundi rupiah di saat terjepit

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *