Ternak Ayam Petelur Rumahan, Bisnis Kecil Yang Menguntungkan

Ternak Ayam Petelur Rumahan, Bisnis Kecil Yang Menguntungkan

Ternak ayam petelur menjadi bisnis rumahan yang cukup menjanjikan. Tidak hanya mendapatkan untung dari telur yang dihasilkan, daging ayam petelur juga bisa dijual ketika produktivitasnya sudah menurun. Tetapi, bisnis ini bisa dibilang tidak mudah juga. Selain harus cermat pemilihan jenis ayam petelur, lokasi kandang dan modelnya, DOC bibit anakan ayam serta cara perawatan harus diperhatikan. Nah, untuk Anda yang tertarik, berikut ini cara ternak ayam petelur rumahan.

Ternak Ayam Petelur

Memulai bisnis ayam petelur rumahan

  1. Kenali jenis ayam petelur

Sebelum mulai bisnis ayam petelur, pastikan Anda tahu mana jenis ayam petelur yang akan dipilih nantinya. Setidaknya ada dua jenis ayam petelur, yakni ayam petelur putih dan ayam petelur coklat. Untuk ayam petelur putih bisa menghasilkan hingga 260 telur per tahunnya. Hanya saja, ayam jenis ini rentan akan cuaca panas dan mudah stress pada lingkungan yang gaduh.

Sedangkan, ayam petelur coklat yang biasa digunakan adalah ayam pedaging. Jadi, tidak hanya telurnya yang bisa dimanfaatkan, tetapi juga dagingnya. Sayangnya, kemampuan bertelurnya tidak sebaik ayam petelur putih.

  1. Tentukan lokasi kandang

Lokasi kandang sangat penting. Bahkan menentukan lokasi kandang ayam petelur bukan perkara yang mudah. Pastikan bahkan tempat kandang jauh dari keramaian. Hal ini agar ayam tidak stress karena lingkungan yang bising. Pasalnya, kalau ayam stress, produksi telur juga akan menurun. Selain itu, cari tempat yang memang memiliki akses mudah dalam pemasaran sehingga proses penjualan telurnya tidak perlu susah payah.

  1. Modal kandang

Sudah mendapatkan lokasi kandang yang sesuai, sekarang tentukan model kandang ayam petelur. Ada dua jenis kandang yang bisa Anda gunakan, yakni kandang koloni yang artinya mencampurkan semua ayam dalam satu kandang dan kandang individu. Untuk kandang koloni memang lebih murah, tetapi sulit mendeteksi mana ayam yang sakit sehingga bisa menyebar ke ayam lainnya. Sedangkan untuk kandang individu, proses pengambilan telur dan pengenalan penyakit lebih mudah. Hanya saja, biayanya yang mahal.

Namun untuk bisnis ternak ayam rumah, bisa mencoba tanpa kandang dengan teknik umbaran. Artinya, Anda membiarkan bebas ayam berkeliaran. Mungkin hanya membutuhkan kandang kecil untuk tempat ayam pulang dan berteduh. Namun butuh lahan yang luas untuk metode ini. Selain itu, bisa menggabungkan dua cara dengan teknik semi umbaran. Artinya, setengah lahan untuk kandang sebagai tempat ayam bertelur.

  1. Pemilihan bibit ayam petelur (DOC)

Langkah terakhir adalah pemilihan bibit ayam petelur atau DOC. DOC harus didapatkan dari induk ayam unggulan. Jadi hasilnya bisa sesuai harapan. Hindari memilih DOC dari indukan dengan muka pucat kemerahan karena rentan akan penyakit. Pastikan juga  DOC lincah dan memiliki bulu proporsional. Hal ini menjadi tanda bahwa DOC ayam siap jadi bibit ayam petelur berkualitas nantinya.

Baca Juga : Cara Ternak Ayam Kampung yang Efektif dan Efisien

Mengapa harus bisnis ternak ayam petelur? 

Dibandingkan ternak ayam potong, bisnis ayam petelur lebih menjanjikan. Hal ini tentu bukan alasan mengapa banyak yang memilih ternak ayam petelur. Ada beberapa alasan mengapa bisnis ini bisa cukup menguntungkan, seperti berikut ini.

  1. Harga yang fluktuatif

Untuk bisa mendapatkan untung dari ayam petelur, Anda harus tahu kapan harga telur naik atau turun. Ada yang bilang kalau harga telur yang fluktuatif bisa membuat peternak rugi. Padahal, walaupun harga fluktuatif, harga telur ayam tetap akan stabil dalam waktu yang singkat. Bisa dikatakan harga telur ayam lebih banyak stabil dibandingkan menurun.

  1. Masa panen lebih cepat

Jika ingin modal bisa balik dengan cepat, maka bisnis ayam petelur jawabannya. Ras ayam petelur memang cepat panen sehingga modal bisa didapatkan dengan cepat. Beda dengan ternak ayam kampung yang panennya dirasa lebih lama.

  1. Produksi tinggi

Ayam petelur memiliki produksi yang cukup tinggi. Kalau ternak dilakukan dengan baik, maka telur yang dihasilkan juga lebih berkualitas dan banyak. Hal paling penting adalah menjaga asupan nutrisi ayam, mulai dari starter, grower hingga periode layer sehingga telur yang dihasilkan berkualitas.

  1. Daya serap makanan tinggi

Agar ayam bisa tumbuh dan berkembang dengan maksimal, tentu ayam harus bisa menyerap nutrisi dari makanan yang diberikan. Nah, ayam petelur memiliki kelebihan ini. Kebanyakan ransum yang diberikan akan mudah diserap dengan baik untuk memproduksi telur berkualitas.

  1. Periode lebih lama

Keuntungan lainnya dari ternak ayam petelur adalah periode lebih lama. Alhasil telur yang dihasilkan juga lebih banyak. Lagipula, untuk jenis ayam petelur coklat bisa diambil dagingnya saat sudah tidak produksi. Jadinya, biaya operasional tidak membengkak dan Anda bisa untung double.

  1. Peluang tinggi

Keuntungan lainnya menekuni bisnis ini adalah peluang yang besar. Pasalnya, memang telur menjadi prospek yang terus banyak peminatnya. Contohnya saja, bisnis kue dan roti yang butuh telur sebagai bahan utamanya. Jadi selama pebisnis kue dan roti bermunculan maka tingginya permintaan telur tetap terjadi. Belum lagi, rumah makan juga membutuhkan telur sebagai bahan utama. Pastinya, salah satu dari menu makanan ada yang menggunakan telur.

Baca Juga : Ayam Hias: Jenis, Harga, dan Kandanganya

Resiko bisnis ayam petelur di Indonesia 

Namanya juga bisnis tentu akan ada resiko yang harus ditanggung. Beberapa hambatan dan resiko akan bisnis ternak ayam petelur berikut ini harus benar – benar diperhatikan.

  1. Pengelolaan Limbah Tidak Baik

Perlu diketahui saat ternak ayam jenis petelur harus bisa mengelola limbah dengan baik. Limbah yang tidak dikelola dengan baik bisa menimbulkan masalah. Salah satunya kalau kandang berada dekat dengan pemukiman warga sehingga bisa bentrok dengan warga karena bau dan juga memicu penyakit. Untuk pengelolaan limbah perlu dilakukan di tempat yang jauh.

  1. Cuaca Ekstrem

Indonesia yang dikenal sebagai negara tropis, memiliki musim yang mungkin lebih ekstrim di waktu tertentu. Saat musim kemarau mungkin bisa mengalami kerugian karena krisis pangan, terlebih jagung yang menjadi makanan utama ayam petelur. Sehingga peternak harus mengeluarkan biaya lebih. Selain itu, saat musim hujan, ayam akan rentan penyakit, terlebih kalau kebersihan kandang tidak dijaga dengan baik.

  1. Persaingan Ketat

Kalau Anda memutuskan untuk beternak ayam petelur harus siap akan persaingan yang ketat. Pasalnya, sudah banyak peternak yang menggeluti bisnis ini. Namun selama Anda yakin bahwa telur yang dihasilkan berkualitas, jangan takut untuk bersaing.

  1. Resiko Tinggi

Resiko untuk menjalankan bisnis ternak ayam jenis petelur ini juga tinggi. Dimana resiko utamanya adalah telur yang dihasilkan tidak berkualitas. Pastinya, hal ini cukup merugikan karena konsumen jadi enggan untuk membeli dari Anda. Selain itu, ayam yang sering mati juga bisa membuat Anda rugi cukup besar.

  1. Tidak Rajin

Selain masa teknis ada juga masalah non teknis yang berasal dari dalam diri. Kurang niat, malas dan tidak ulet menjadi hambatan menjalankan bisnis ternak ayam petelur ini. Sama halnya dengan bisnis lain pada umumnya, dibutuhkan semangat yang menggebu untuk menjalankan bisnis yang satu ini.

Baca Juga : Cara Ternak Ayam yang Harus Anda Ketahui

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *