Sawi Hijau Berikut 12 Panduan Lengkap Cara Menanamnya

Diposting pada

Salah satu sayuran yang banyak dikonsumsi oleh masyarakat Indonesia adalah sawi hijau. Hal ini dikarenakan jenis sayuran ini sangat mudah didapatkan serta memiliki banyak manfaat bagi kesehatan. Selain itu, harganya juga relatif sangat murah, sehingga banyak sekali orang-orang yang gemar mengonsumsi sayur hijau yang satu ini.

Selain memiliki banyak kandungan gizi yang baik bagi kesehatan tubuh, serta harga yang murah meriah, Sayur hijau ini banyak digemari karena cara pengolahan serta penyimpanannya juga mudah. Oleh karena itu, budidaya sayuan ini bisa menjadi salah satu bisnis yang menjanjikan. Oleh karena itu, berikut dibawah ini adalah 12 panduan lengkap tata cara menanam sawi hijau dirumah yang mudah dan praktis.

Peluang Usaha sawi Hijau

12 Panduan Lengkap Cara Menanam Sawi Hijau di Rumah

  1. Pembenihan 

Langkah pertama yang harus dilakukan ketika ingin melakukan budidaya sawi hijau adalah pembenihan. Proses ini merupakan proses penentu berhasil atau tidaknya menanam sawi hijau. Karena bukan rahasia lagi jika benihnya bagus maka tanaman yang dihasilkan pun akan memiliki kualitas yang bagus. Berikut dibawah ini adalah cara memilih benih sawi hijau yang bagus:

  • Belilah benih sawi hijau berkualitas di toko bibit yang terbaik dan terpercaya.
  • Pastikan benih dan terbungkus oleh aluminium foil dan benih dalam kondisi bagus dan tidak rusak.
  • Benih sawi yang bagus memiliki ciri bentuk bulat kecil memiliki warna coklat kehitaman agak keras dan memiliki permukaan yang mengkilap dan licin.
  • Untuk lahan satu hektar kalian akan membutuhkan sekitar 750 gram benih sawi, jika ditanam dirumah benih sawi sebanyak 2 sendok saja sudah cukup.
  • Jika benih sawi yang akan kalian tanam berasal dari tanaman sawi kalian sendiri, maka pilihlah bibit yang umurnya paling tidak 70 hari.
  • Pisahkan tanaman sawi yang akan digunakan untuk bibit dari tanaman sawi lainnya.

Baca Juga : 5 Langkah Mudah Budidaya Timun

  1. Pembibitan/ Penyemaian 

Langkah selanjutnya dalam melakukan penanaman sawi hijau adalah proses pembibitan atau penyemaian. Hal ini dilakukan untuk mendapatkan tunas sawi hijau yang bagus dan berkualitas. Langkah yang harus dilakukan adalah:

  • Rendam benih sawi selama 6-12 jam.
  • Buanglah benih yang mengapung selama proses perendaman.
  • Keringkan benih menggunakan tisu.
  • Sediakan media tanam, bisa berupa pot kecil ataupun polibag.
  • Gunakan tanah humus yang dicampur dengan pupuk organik dengan perbandingan 1:3.
  • Tabur benih yang telah dikeringkan pada media tanam.
  • Siram setiap sehari 2 kali secara rutin hingga daun sawi muncul.
  • Letakkan ditempat yang sejuk dan jauhkan dari sinar matahari secara langsung.
  1. Pengolahan Lahan 

Setelah benih sawi hijau bertunas dengan baik, maka biarkan selama 10 hari. Dalam masa ini kalian bisa menyiapkan lahan yang akan digunakan untuk proses pemindahan. Berikut adalah cara  pengolahan lahan yang baik dan benar:

  • Lakukan penggemburan tanah dengan cara mencangkul. Hal ini dilakukan untuk memperbaiki struktur tanah, menjaga kesuburan tanah, serta menjaga sirkulasi udara.
  • Cangkullah tanah sedalam 20-40 cm. Untuk memperbaiki kondisi tanah sekaligus menjaga kandungan baik dalam tanah tambahkan pupuk organik kedalam tanah yang telah dicangkul.
  • Pilihlah lahan terbuka tanpa adanya pohon besar yang menutupi lahan agar tanaman sawi bisa mendapatkan sinar matahari secara langsung.

Perlu diingat juga untuk lahan yang memiliki tingkat PH rendah (asam), maka perlu dilakukan pengapuran terlebih dahulu. Pengapuran harus dilakukan sekitar 2-4 minggu sebelum masa tanam. Jenis kapur yang sebaiknya digunakan adalah kapur kalsit atau dolmit.

Baca Juga : Peluang Usaha Budidaya Seledri

  1. Penanaman 

Proses selanjutnya adalah penanaman. Pilihlah bibit sawi hijau dengan kondisi yang bagus yaitu bibit sawi yang sehat mulai dari akar hingga daun mudanya. Selain sehat, pilihlah bibit sawi yang daunnya berwarna hijau dan lengkap. Berikut adalah cara menanam sawi yang baik:

  • Tanam bibit sawi dengan jarak 25-30 cm antar tanaman pada lahan yang telah diseidakan
  • Lubang untuk menanam sawi memiliki kedalaman sekitar 6-10 cm.
  • Kemudian timbun bibit sawi menggunakan pupuk kompos sampai menutupi sebagian dari batangnya.
  1. Perawatan 

Proses perawatan sawi hijau bukanlah hal yang mudah. Oleh karena itu, dibawah ini adalah beberapa cara merawat sawi hijau hingga siap panen yang dapat kalian lakukan:

  • Pastikan kondisi sawi hijau tetap sejuk meskipun sedang memasuki musim kemarau.
  • Jangan biarkan tanaman sawi hijau kalian terkena sinar matahari langsung selama lebih dari 8 jam setiap harinya.
  • Jika musim hujan kalian tidak perlu menyiram sawi sebanyak 2 kali sehari. Lakukan penyiraman seperlunya saja.
  • Perhatikan curah hujan dan lakukan penyesuaian terhadap kelembaban tanah.
  1. Penyiraman

Proses penyiraman pada penanaman sawi hijau bukanlah hal yang sangat sulit untuk dilakukan. Agar tanaman sawi hijau tumbuh dengan subur dan memiliki kualitas yang bagus kalian hanya perlu melakukan penyiraman ringan agar kondisi tanah tetap lembab merata. Berikut dibawah ini adalah  cara melakukan penyiraman:

  • Ketika menanam sawi hijau alangkah lebih baik jika memperhatikan musim terlebih dahulu.
  • Untuk meningkatkan zat hara yang bagus pada tanah, siramlah tanaman sawi dengan air yang sudah dicampur pupuk organik atau dengan air cucian beras, kemudian siram sawi 2 kali sehari secara rutin yaitu pada pagi dan sore hari.
  1. Penjarangan

Langkah selanjutnya yang harus dilakukan ketika menanam sawi hijau adalah dengan melakukan penjarangan. Hal ini dilakukan untuk mempermudah proses panen kedepannya. Selain itu, penjarangan dilakukan agar masing-masing sawi dapat tumbuh subur dengan tingkat kesuburan yang sama. Proses ini dilakukan dengan cara mencabut sawi yang tumbuh terlalu dekat dengan sawi lainnya. Penjarangan dilakukan ketika sawi sudah berumur 14-18 hari setelah masa tanam.

  1. Penyulaman 

Penyulaman termasuk salah satu proses yang penting ketika menanam sawi. Berikut adalah cara melakukan penyulaman yang baik:

  • Jika ada tanaman sawi yang rusak atau terkena penyakit maka segera cabutlah.
  • Ambil tanaman sawi yang rusak tersebut dengan hati-hati.
  • Lakukan peyulaman sebanyak 2-4 kali selama masa tanam.
  1. Penyiangan 

Ketika melakukan penyulaman maka sebaiknya kalian juga melakukan penyiangan. Hal ini bertujuan untuk memaksimalkan nutrisi yang diperoleh oleh tanaman sawi. Caranya adalah dengan mencabut  rumput liar atau gulma yang terdapat di sekitar lahan sawi hijau kalian. Buang gulma tersebut jauh-jauh. Lakukan proses penyiangan sekitar 2-4 kali selama masa tanam.

Baca Juga : 7 Langkah Cara Menanam Kencur

  1. Pemupukan 

Proses pemupukan merupakan salah satu proses yang sangat penting ketika masa pemeliharaan sawi hijau. Agar mendapatkan hasil yang maksimal maka pemupukan harus dilakukan secara rutin. Caranya adalah dengan memberi pupuk kandang atau bisa juga pupuk urea, setelah sawi hijau memasuki 3 minggu masa tanam. Ketika melakukan pemupukan dengan urea, maka larutkan 1 sendok urea pada 25 liter air. Setelah itu siram tanaman sawi dengan campuran air dan pupuk urea sebanyak 2 kali sehari yaitu pagi dan sore.

  1. Hama

Hama  menjadi salah satu faktor yang harus diperhatikan ketika menanam sawi. Banyak sekali hama yang dapat menyerang sawi hijau seperti hama yang menyebabkan akar busuk, daun kuning, serta hama lain misalnya kutu, kumbang, dan juga ulat. Untuk menanggulanginya, kalian bisa melakukan penyulaman atau kalian juga bisa melakukan penyemprotan dengan pestisida sekitar 2 minggu sebelum masa panen tiba.

  1. Panen 

Langkah terakhir dalam proses menanam sawi hijau adalah panen. Proses ini dapat dilakukan ketika sawi sudah berumur 50-80 hari setelah penanaman benih. Ada beberapa cara dalam memanen sawi yaitu dengan memotong pangkal batangnya, mencabut sawi sampai akarnya, atau bisa juga dengan memotong daunnya saja.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *