Tahapan Budidaya Ikan Gurame Dari Awal Hingga Pasca Panen

Diposting pada

Tahapan Budidaya Ikan Gurame Dari Awal Hingga Pasca Panen

Ikan gurame merupakan salah satu jenis ikan air tawar yang banyak dibudidayakan. Persebaran ikan yang satu ini banyak dijumpai di kawasan Asia Tenggara. Termasuk Indonesia.

Budidaya ikan yang satu ini bisa jadi bisnis yang sangat menguntungkan. Hal ini tidak lepas dari banyaknya permintaan pasar yang harus dipenuhi serta harga jual yang cukup tinggi. Bahkan, jika dibandingkan dengan jenis ikan tawar lainnya, harga jual ikan ini penjualannya relatif lebih stabil.

Budidaya Ikan Gurame

Budidaya Ikan Gurame

Untuk memulai budidaya ikan gurame, ada beberapa hal yang harus disiapkan. Persiapan pertama yakni memilih lokasi budidaya. Beberapa faktor yang mempengaruhi pemilihan lokasi di antaranya adalah kondisi tanah, suhu air, hingga tingkat kesuburan tanah.

Jenis ikan ini dapat tumbuh secara optimal di daerah dengan ketinggian 20 – 500 m di atas permukaan laut. Sedangkan dari jenis tanah, tanah yang paling cocok untuk budidaya adalah tanah liat yang gembur. Ketika memilih lokasi untuk budidaya ikan ini, pilihlah lokasi yang mendapatkan cukup paparan sinar matahari.

Persiapan atau tahapan yang kedua untuk budidayanya adalah pembuatan kolam. Ada tiga tipe kolam yang bisa Anda gunakan untuk budidaya. Yaitu kolam tanah, kolam terpal, dan kolam tembok. Masing-masing kolam memiliki kekurangan dan kelebihan.

Baca Juga : Ternak Ikan Lele Untuk Menaikkan Kesejahteraan

Setelah kolam ikan siap untuk budidaya, saatnya Anda memasukkan bibit yang telah di siapkan. Ketika membeli bibit, jenis-jenis ikan gurame merupakan hal umum yang harus Anda ketahui. Adapun jenis-jenis ikan gurame antara lain adalah:

  1. Gurame Bastar

Ikan jenis ini mempunyai tingkat pertumbuhan dan sisik yang lebih tebal dibanding dengan jenis ikan lainnya. Pada bagian kepala, ikan gurame bastar berwarna putih dan abu-abu kehitaman.

  1. Gurame Paris

Ciri khas gurame jenis ini adalah mempunyai warna dasar merah cerah. Namun, juga terdapat warna putih pada bagian tubuhnya. Bobot ikan gurame jenis ini dapat mencapai 1,5 kilogram.

  1. Gurame Soang

Ikan Gurame SoangGurame soang bisa mencapai bobot seberat 8 kg dengan panjang sekitar 65 cm. Ciri-ciri dari ikan jenis ini adalah ekornya yang berwarna kemerahan. Warna kemerahan pada ekor gurame soang bisa terlihat ketika usianya kurang 1 tahun. Selain itu, gurame jenis ini juga bertubuh pipih memanjang.

  1. Gurame Batu

Gurame batu mempunyai pertumbuhan yang lambat dan ukuran yang kecil. Gurame batu mempunyai warna hitam dengan sisik bertekstur kasar.

  1. Gurame Porselen

Bobot ikan gurame jenis ini dapat mencapai 2 kg. Sementara tingkat pertumbuhan gurame porselen terbilang cukup cepat. Ciri-ciri gurame jenis ini ialah adanya warna putih dan merah pada bawah tubuhnya.

  1. Gurame Bluesafir

Jenis gurame bluesafir mempunyai panjang hingga 35 cm dan bobot 4 kg. Dari segi warna, ikan budidaya jenis  bluesafir mempunyai warna hitam kemerahan.

  1. Gurame Kapas

Gurame kapas dapat tumbuh hingga 1,5 kg. Sisik jenis gurame kapas bertekstur keras dan lebar dengan warna putih keperakan yang menyerupai kapas.

Pakan Ikan Gurame

Perawatan ikan gurame tergolong mudah untuk dilakukan. Begitu pula pakan yang harus diberikan selama budidaya. Biasanya pakan pelet dipilih sebagai pakan utama ikan gurame. Meskipun begitu, dibutuhkan pakan tambahan yang terdiri dari daun pepaya atau daun sente.

Untuk pakan tambahan Anda bisa memberikannya sekali dalam sehari. Dengan catatan, pakan tambahan sebesar 10% dari keseluruhan bobot ikan gurame. Sementara untuk pakan buatan, bisa Anda berikan sebanyak 2 – 3 kali dalam sehari.

Masa Pemeliharaan Ikan Gurame

Ada banyak aspek yang mempengaruhi masa pemeliharaan ikan gurame hingga siap panen. Mulai dari ukuran benih, pemberian pakan dan nutrisi yang tepat, hingga kesehatan yang terjaga. Untuk benih ikan dengan ukuran 125 gram per ekornya, masa pemeliharaan atau pembesaran membutuhkan waktu kurang lebih selama 4 bulan.

Akan tetapi, untuk benih ikan dengan ukuran lebih kecil, waktu pemeliharaan bisa mencapai satu tahun hingga siap panen. Kendati demikian, jenis ikan ini turut mempengaruhi lama pendeknya masa pemeliharaan. Seperti jenis gurame soang yang sudah bisa dipanen setelah sembilan bulan pemeliharaan. Bobot yang dihasilkan sekitar 500 gram per ekor.

Baca Juga : Cara Budidaya Ikan Mas Dan Pasca Panen

Penyakit Pada Ikan Gurame

Tantangan bagi Anda yang membudidayakan gurame adalah kemunculan parasit yang mampu menyebabkan penyakit. Kemunculan parasit pada kolam budidaya gurame dipengaruhi oleh banyak hal. Seperti tingkat kepadatan ikan, makanan, sampai kualitas air kolam yang kurang baik.

Penyakit yang kerap kali menyerang ikan gurame di antaranya adalah jamur, penyakit bintik putih, kutu ikan, cacar, dan lain sebagainya.

  1. Penyakit Jamur

Penyakit jamur pada gurame umumnya menyerang induk, benih, dan juga telur ikan. Biasanya penyakit jamur diakibatkan adanya penyakit lain yang lebih dulu menginfeksi ikan gurame. Penyakit jamur pada gurame disebabkan oleh jamur Saprolegnia. 

Tubuh gurame yang terserang penyakit jamur akan ditumbuhi benang halus seperti kapas yang berwarna putih atau putih kecokelatan.

  1. Penyakit Bintik Putih

Penyakit ini disebabkan protozoa bernama “Ichthyopthirius mulufilis foquel” yang berukuran sangat kecil. Protozoa ini menyerang gurame pada bawah selaput lendir ikan.

  1. Penyakit Kutu Ikan

Kutu ikan disebabkan oleh parasit Argulus Indikusyang dengan sumber penularannya melalui udang renik. Penularan kutu ikan adalah melalui air dan kontak langsung dengan ikan yang terserang penyakit ini.

  1. Penyakit Dactylogyrus dan Gryodactylus

Penyakit ini diakibatkan oleh kualitas air kolam yang kurang baik dan tingkat kepadatan kolam yang tinggi. Penyakit dactylogyrus menyerang pada bagian insang ikan. Sementara penyakit gryodactylus sering dijumpai pada bagian sirip ikan.

  1. Mata Belo

Gurame yang terserang penyakit mata elo ditandai dengan kondisi ikan yang kurang aktif, berkurangnya nafsu makan, dan ikan yang sering berada di permukaan air. Kondisi ini disusul dengan bola mata ikan gurame yang mengalami pembengkakan yang dapat berakhir dengan kebutaan dan mati. Penyakit mata belo pada ikan budidaya ini disebabkan oleh cacing.

Baca Juga : Cara Budidaya Ikan Gabus Untuk Mendapatkan Hasil Panen Lebih Banyak

Teknik Panen dan Pasca Panen Ikan Gurame

Seperti yang telah disinggung di atas, bahwa masa panen ikan budidaya ini berbeda-beda tergantung jenis dan ukuran ikan yang dibutuhkan. Pada masa panen, surutkanlah air kolam sedikit demi sedikit. Jika sudah, Anda harus memperhatikan baik-baik cara penangkapan gurame supaya ikan tidak terluka.

Jika Anda menggunakan jaring untuk menangkap ikan gurame, gunakanlah jaring berbahan halus. Jaring halus tidak akan merusak sirip ikan gurame. Setelah panen selesai, tahapan berikutnya adalah penanganan pasca panen supaya ikan berada dalam kondisi hidup dan sehat ketika sampai di tangan konsumen.

Dalam tahap pengangkutan, Anda bisa menggunakan air bersuhu rendah. Yaitu sekitar 20 derajat celcius. Waktu terbaik pengangkutan ikan gurame adalah pagi atau sore hari. Selain itu, perhatikan  jumlah ikan dalam setiap alat pengangkutan. Pastikan bahwa jumlah ikan tidak terlalu padat.

Demikianlah langkah budidaya ikan gurame dari tahap awal hingga pasca panen yang bisa Anda jadikan referensi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *