Burung Lovebird Berikut 5 Cara Mudah Budidayanya

Diposting pada

Cara Budidaya Burung Lovebird

Burung Lovebird – Apakah kamu pernah mendengar tentang burung lovebird? Bagi kamu yang gemar memelihara atau sekedar mendengarkan suara merdu kicauan burung, kamu pasti sudah tidak asing dengan nama lovebird. Namun, bagaimana dengan kamu yang kurang familiar dengan jenis-jenis burung? Tahukah kamu apa itu lovebird?

Burung lovebird atau yang kadang lebih dikenal dengan nama burung cinta ini merupakan salah satu jenis burung dengan kicauan merdu yang berasal dari Afrika. Meskipun terkenal akan kicauannya yang merdu, namun lovebird juga memiliki banyak keunggulan lain. Seperti halnya keindahan warna bulu serta keindahan fisik yang dimilikinya. Keunggulan-keunggulan inilah yang membuat lovebird cukup diminati oleh para pecinta burung.

Burung Lovebird

Banyaknya peminat dari lovebird, membuat orang banyak yang tertarik untuk membudidayakan jenis burung satu ini. Namun kira-kira bagaimana sih cara untuk membudidayakan lovebird? Apakah cara membudidayakan burung lovebird sangat sulit? Mari cari tahu jawabannya dengan menyimak beberapa uraian cara mudah untuk membudidayakan burung lovebird di bawah ini.

Baca Juga : Cara Ternak Ayam Kampung yang Efektif

Pilihlah Indukan Lovebird yang Baik

Ketika kamu ingin membudidayakan hewan maka langkah yang wajib kamu lakukan adalah memilih indukan yang baik. Hal ini tak terkecuali, bila kamu ingin membudidayakan lovebird. Kamu harus bisa memilih indukan jantan dan indukan betina yang unggul.

Namun dalam proses budidaya lovebird, khususnya bagi pemula umumnya akan kesulitan dalam membedakan jenis kelamin burung lovebird. Hal ini dikarenakan bila dilihat secara fisik baik burung lovebird jantan maupun lovebird betina memiliki bentuk yang sangat mirip. Sehingga sangat sulit untuk dibedakan.

Akan tetapi kamu tak perlu khawatir. Sebab kamu bisa belajar membedakan jenis kelamin lovebird melalui beberapa ciri-ciri yang bisa menjadi pedoman pembeda antara lovebird jantan dan lovebird betina. Ciri-ciri yang membedakan tersebut, seperti halnya ujung sayap pada lovebird jantan terlihat menyatu dan membentuk huruf v.

Sedangkan ujung sayap pada lovebird betina tidak menyatu dan seakan membentuk huruf u. Selain itu lovebird jantan juga memiliki bulu yang terlihat kontras dan cerah, sedikit berbeda dengan lovebird betina yang memiliki bulu dengan warna yang cenderung kusam.

Siapkan Kandang yang Sesuai Standar

Selain memilih dan mempersiapkan indukan yang baik, hal utama yang harus kamu lakukan dalam usaha membudidayakan lovebird adalah dengan menyiapkan kandang atau tempat tinggal lovebird. Kandang ini tentunya harus sesuai standar. Sebab kandang merupakan salah satu sarana dan prasarana paling penting dalam pembudidayaan lovebird.

Sebenarnya agar lebih mudah kamu dapat membeli kandang lovebird di pasaran. Namun bila kamu ingin menghemat budget kamu bisa membuat kandang ini secara manual dan mandiri. Sebab standar kandang dari lovebird tidaklah sulit. Kamu bisa membuat kandang dengan bentuk apapun, asalkan kamu tidak lupa menyiapkan glodok.

Memang apa sih glodok itu? Glodok merupakan salah satu kandang yang sangat penting dalam pembudidayaan lovebird. Hal ini dikarenakan glodok adalah kandang yang sudah dimodifikasi menyerupai habitat asli lovebird. Sehingga bukan hal aneh bila di pasaran harga glodok relatif mahal.

Glodok ini memiliki peranan yang sangat penting. Sebab seperti halnya yang mungkin sudah kamu ketahui, pembudidayaan lovebird sebaiknya dilakukan secara alami. Mengingat lovebird memiliki sifat alami dalam membuat sarangnya secara mandiri di lubang-lubang pohon.

Baca Juga : Ternak Ayam Petelur Rumahan

Siapkan Proses Perjodohan dan Perkembangbiakan Lovebird

Setelah indukan dan kandang selesai diurus, cara selanjutnya yang harus kamu lakukan adalah menyiapkan proses perjodohan serta perkembangbiakan dari lovebird. Proses perjodohan sangat penting dilakukan sebelum perkembangbiakan dilakukan. Sebab bila tidak dilakukan proses perjodohan dikhawatirkan saat proses perkembangbiakan tidak berjalan dengan lancar. Hal ini dikarenakan ada beberapa lovebird yang tidak mau berjodoh oleh beberapa faktor tertentu.

Cara melakukan perjodohan juga cenderung sederhana. Kamu hanya perlu mendekatkan calon indukan jantan dan indukan betina. Selain itu kamu juga bisa menjemur kedua indukan secara bersamaan untuk mempercepat proses penjodohan tersebut.

Setelah proses perjodohan berhasil, barulah burung lovebird bisa masuk ke dalam tahap selanjutnya, yaitu proses perkembangbiakan. Dalam proses ini kamu bisa memasukkan glodok ke dalam sarang khusus proses perkembangbiakan dan memasukkan kedua indukan yang telah dijodohkan sebelumnya.

Selain itu, kamu juga harus memasukkan ranting pohon, pasir halus dan serpihan kayu yang bisa dimanfaatkan oleh lovebird untuk membuat sarangnya.

Setelah proses pembuahan berlangsung maka lovebird normal akan menghasilkan empat sampai lima telur. Sedangkan bila lovebird menghasilkan telur di bawah 4 maka disebut dalam kondisi tidak normal. Akan tetapi, jangan khawatir. Kondisi ini terkadang bukan sesuatu yang tidak wajar. Khususnya bagi lovebird yang baru pertama kali menjalani proses pembuahan dan perkembangbiakan.

Perhatikan Proses Pengeraman Telur

telur burung lovebirdProses pengeraman telur lovebird, umumnya berlangsung selama 22 sampai 25 hari. Sehingga ketika memasuki hari ke 26 dan telur belum menetas maka kamu wajib untuk mengecek keadaan telur tersebut. Bisa jadi, telur tersebut merupakan telur gagal yang tidak akan pernah bisa menetas. Bila ada telur jenis ini, segera singkirkan. Hal ini bertujuan agar indukan bisa kembali bertelur.

Selain itu, selama proses pengeraman kamu juga harus aktif dalam memperhatikan kebersihan kandang. Hal ini bertujuan supaya indukan betina fokus dalam proses pengeraman. Sehingga proses ini bisa berjalan lancar dan optimal.

Jangan Lupa Mengatur Nutrisi Makanan Untuk Indukan dan Anakan Lovebird

Tak hanya proses pemilihan induk sampai pengeraman saja, untuk memelihara dan membudidayakan lovebird kamu pun harus aktif dalam memberikan nutrisi harian yang cukup kepada lovebird. Baik itu indukan lovebird maupun anakan lovebird. Selain itu, kebersihan tempat makan lovebird juga harus dijaga dengan baik.

Sebaiknya rutin bersihkan tempat makan lovebird dan ganti minuman lovebird setiap hari. Hal ini ditujukan supaya lovebird tidak mudah terserang penyakit.

Umumnya lovebird akan diberi makan millet, baik millet putih maupun millet merah. Namun, sebenarnya makanan kesukaan lovebird adalah biji bunga matahari. Kendati demikian bila kamu ingin memberikan biji bunga matahari sebagai makanan love bird, sebaiknya batasi pemberian makanan tersebut. Berikan sekitar tujuh sampai sepulih biji saja.

Hal ini dikarenakan biji bunga matahari mengandung banyak lemak yang bisa membuat lovebird mengalami kelebihan berat badan dan membuatnya tak cukup menarik lagi.

Akan tetapi, untuk lovebird yang sedang merawat anak-anaknya sebaiknya diberikan tambahan makanan. Hal ini bertujuan agar nutrisi yang didapatkan indukan dan anakan lovebird terpenuhi dengan optimal. Oleh karenanya kamu bisa menambahkan jagung dan kangkung sebagai makanan lovebird.

Bahkan kamu juga bisa mempertimbangkan untuk pemberian vitamin khusus yang bisa dicampurkan ke dalam minuman lovebird.

Itulah beberapa cara mudah yang bisa kamu aplikasikan untuk merawat lovebird. Mungkin terdengar sedikit ribet. Namun percayalah bahwa budidaya lovebird tidak sesulit itu. Bahkan asal kamu tetap hati-hati, pembudidayaan ini tidak memerlukan perhatian khusus. Bagaimana? Apakah kamu tertarik untuk mencoba membudidayakan burung lovebird, salah satu jenis burung dengan kicauan yang sangat merdu?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *