Simak Begini 4 Tahap Cara Budidaya Jamur Tiram

Diposting pada

Cara Budidaya Jamur Tiram

Tahukah kalian jika negara dengan iklim tropis seperti Indonesia ini sangat cocok untuk budidaya jamur tiram? Modal untuk melakukan budidaya jamur tiram pun relatif murah dan bisa dilakukan secara bertahap.  Akan tetapi, hal yang paling menantang dari budidaya jamur tiram adalah membuat baglog yaitu sebuah media tanam yang sudah diinokulaikan dengan bibit jamur tiram.

Jamur tiram ini memiliki nama latin pleurotus ostreatus, jamur ini termasuk dalam kelompok tumbuhan Basidiomycota. Jamur ini disebut dengan jamur tiram karena bentuknya yang mirip dengan tiram. Pada alam liar jamur tiram ini tumbuh pada batang kayu, oleh karena itu jamur ini juga disebut dengan jamur kayu.

Peluang Usaha Budidaya Jamur Tiram

Pada dasarnya terdapat dua kegiatan utama dalam budidaya jamur tiram. Tahap pertama adalah pembuatan media tanam dan penginokulasian bibit jamur pada media tanam tersebut. Kemudian media tanam tersebut akan ditumbuhi miselium dengan warna putih yang terlihat seperti kapas.

Tahap kedua adalah menumbuhkan miselium tersebut agar menjadi badan buah. Untuk bagi para pemula kegiatan budidaya jamur tiram ini biasanya dimulai dengan menumbuhkan baglog menjadi badan buah. Untuk baglog ini biasanya bisa dibeli pada pihak lain.

Setelah itu, jika usaha budidaya jamur tiram ini sukses dan volumenya pun semakin banyak, para pembudidaya lantas bisa membuat baglog sendiri. Berikut dibawah ini adalah tata cara memulai usaha budidaya jamur tiram.

Baca Juga : Apa itu Cocopeat? Manfaat dan Kegunaannya

Berikut 4 Tahap Budidaya Jamur Tiram

Siapkan Kumbung 

Langkah pertama yang harus dilakukan ketika memulai usaha budidaya jamur tiram adalah dengan mempersiapkan kumbung. Kumbung atau bisa juga disebut dengan rumah jamur merupakan tempat untuk merawat baglog sekaligus tempat untuk menumbuhkan jamur. Kumbung ini berisi rak-rak yang digunakan untuk meletakkan baglog.

Kumbung ini harus dibangun sedemikian rupa agar mempunyai kemampuan untuk menjaga suhu dan kelembapan. Karena suhu dan kelembapan yang tepat sangat berpengaruh bagi pertumbuhan jamur. Oleh karena itu, kumbung ini biasanya dibuat dari kayu ataupun bambu.

Untuk dindingnya bisa menggunakan gedek dari bambu ataupun papan. Untuk atapnya bisa menggunakan genting atau sirap. Untuk bagian lantai nya jangan diplaster, agar bisa menyerap air yang digunakan untuk menyiram jamur.

Rak-rak yang terdapat di dalam kumbung memiliki kisi-kisi yang disusun secara bertingkat. Biasanya terbuat dari bambu atau kayu yang berfungsi untuk menyusun baglog. Rak-rak tersebut ditempatkan berjajar. Antara rak yang satu dengan yang lainnya dipisahkan oleh lorong-lorong yang digunakan untuk perawatan.

Untuk ketinggian ruang antar rak kira-kira sekitar 40 cm. Rak-rak ini bisa dibuat 2 hingga 3 tingkat. Untuk ukurannya rak-rak ini memiliki lebar sekitar 40 cm dan panjang sekitar 1 m. Setiap ruas rak kira-kira bisa menampung sebanyak kurang lebih 80 baglog.

Kalian bisa menyesuaikan jumlah rak dengan jumlah baglog yang akan kalian budidayakan. Perlu diingat bahwa, sebelum kalian memasukkan baglog dalam kumbung, ada beberapa persiapan yang harus kalian lakukan, yaitu:

  • Bersihkan kumbung sekaligus rak-raknya terlebih dahulu, agar terbebas dari kotoran.
  • Lakukan penyemprotan dan pengapuran dengan fungisida pada area dalam kumbung. Biarkan selama 2 hari sebelum kalian memasukkan baglog dalam kumbung.
  • Setelah bersih dan tidak tercium lagi aroma obat, kalian bisa memasukkan baglog dalam kumbung. Baglog ini yang dimasukkan ke dalam kumbung ini adalah yang sudah siap ditumbuhkan dengan ciri-ciri semua permukaannya tertutupi oleh serabut putih.

Menyiapkan Baglog

Langkah selanjutnya yang perlu dilakukan ketika memulai usaha budidaya jamur tiram adalah dengan mempersiapkan baglog. Baglog adalah media tanam yang digunakan untuk menumbuhkan jamur tiram. Biasanya terbuat dari serbuk gergaji, hal ini dikarenakan jamur tiram termasuk dalam golongan jamur kayu.

Baglog juga dibungkus dengan plastik yang berbentuk silinder, kemudian salah satu ujungnya diberi lubang. Dari lubang ini lah nantinya jamur-jamur tiram akan tumbuh keluar. Untuk budidaya jamur tiram dengan skala yang sudah besar, para pembudidaya biasa membuat baglog sendiri.

Namun, bagi para pemula atau para pembudidaya dengan modal yang tidak terlalu besar, mereka biasanya membeli baglog dari pihak lain. Sekarang ini, harga 1 baglog jamur tiram dengan berat sekitar 1kg dijual dengan harga Rp. 2000 hingga Rp. 2.500.

Baca Juga : 8 Cara Menanam Anggur di Halaman Rumah

Merawat Baglog 

Agar jamur tiram dapat tumbuh dengan subur dan baik maka baglognya pun perlu dirawat dengan baik. Pada dasarnya ada 2 cara yang bisa dilakukan ketika menyusun baglog. Yang pertama baglog dapat disusun secara vertikal dimana lubang baglog akan berada diatas. Dan yang kedua baglog akan disusun secara horizontal dimana lubang baglog akan menghadap ke samping. Kelebihan baglog yang disusun secara vertikal adalah lebih hemat ruang.

Sedangkan kelebihan baglog yang disusun secara horizontal adalah baglog akan lebih aman terhadap siraman air, dan ketika panen tiba, pemanenannya juga lebih mudah. Sedangkan kekurangannya adalah penyusunan secara horizontal lebih banyak membutuhkan ruang. Untuk cara merawat baglog sendiri ada beberapa hal yang harus dilakukan, diantaranya adalah:

  • Sebelum menyusun baglog, kalian harus terlebih dahulu membuka cincin dan kertas yang digunakan untuk menutup baglog. Setelah itu biarkan saja selama 5 hari. Jika lantai kumbung terbuat dari tanah, bisa dilakukan penyiraman untuk menambah kelembaban.
  • Potonglah ujung baglog untuk menambah ruang agar pertumbuhan bisa lebih maksimal. Jangan lakukan penyiraman terlebih dahulu selama 3 hari. Lakukanlah penyiraman pada lantainya saja.
  • Lakukan penyiraman menggunakan sprayer. Lakukan penyiraman sebanyak 2 hingga 3 kali dalam sehari. Penyiraman juga tergantung dari kondisi kumbung. Usahakan suhu kumbung stabil antara 16 hingga 24°C.

Panen Budidaya Jamur Tiram 

Langkah terakhir dalam budidaya jamur tiram adalah panen. Biasanya jika permukaan baglog yang digunakan telah tertutup sempurna dengan miselium, pada umumnya sekitar 1 atau 2 minggu setelah pembukaan tutup baglog, maka jamur tiram akan tumbuh dan bisa dipanen. Baglog jamur ini bisa dipanen 5 hingga 8 kali.

Hal ini dapat terjadi jika baglog dirawat dengan baik. Untuk baglog dengan berat sekitar 1kg maka dapat menghasilkan sekitar 0.7-0.8 kg jamur tiram. Kemudian, baglog-baglog tersebut dibuang atau bisa juga dijadikan sebagai bahan kompos.

Panen budidaya jamur tiram bisa dilakukan pada jamur yang telah membesar dan mekar. Hal ini biasanya ditandai dengan ujung-ujung jamur yang telah terlihat meruncing. Akan tetapi tudung jamur belum pecah dan warna jamurnya pun masih putih dan bersih. Jangan sampai masa panen ini lewat, karena jikalau telat setengah hari saja maka penampakan jamur akan berubah.

Warnanya tidak lagi putih bersih namun kuning kecoklatan dan tudungnya pun sudah mulai pecah. Jika hal ini terjadi maka jamur tiram akan lebih mudah layu dan tidak tahan lama. Jarak panen pertama dengan panen berikutnya sekitar 2 hingga 3 minggu.

Begitulah kira-kira tata cara budidaya jamur tiram yang bisa kalian lakukan dirumah. Bagaimana menurut kalian? Tidak terlalu sulit bukan. Kalian hanya perlu mempersiapkan kumbung, baglog, dan melakukan perawatan terhadap baglog-baglog tersebut hingga akhirnya jamur tiram siap untuk dipanen dan dijual.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *