Panduan Dalam Melakukan Budidaya Cacing Sutra

Diposting pada

Bagi para peternak ikan, mendengar cacing sutra menjadi hal yang lumrah dan bukan sesuatu yang asing. Membudidayakannya bukan hal yang sulit. Apabila sahabat tani melakukan budidaya cacing sutra, keuntungan yang banyak akan didapatkan. Cacing sutra juga mempunyai nama lain cacing rambut. Tubuh cacing sutra sangat lembut dan lunak.

Mempunyai tubuh berbentuk lembut dan lunak, seperti pada sutra ataupun rambut. Memiliki ukuran yang sangat kecil daripada ukuran cacing pada umumnya. Hal itulah yang membuatnya disebut dengan cacing sutra juga cacing rambut. Cara hidupnya secara berkoloni atau berkelompok.

Budidaya Cacing Sutra
Sumber : id.pinterest.com

Pembibitan pada Budidaya Cacing Sutra

Bibit pada cacing sutra mudah untuk Anda dapatkan. Dapat dibeli pada pasar hewan atau toko-toko yang menjual ikan hias. Apabila mempunyai sebidang sawah atau ladang sahabat tani juga dapat mendapatkannya dengan cara mencari di lumpur. Tetapi jika Anda mempunyai pilihan untuk mendapatkan bibit dengan mengambil langsung pada cacing sutra, pilihlah bibit yang berkualitas.

Langkah-langkah untuk memperoleh bibit untuk budidaya cacing sutra secara langsung yaitu sebagai berikut.

  1. Memperhatikan kualitas serta ketahanan yang lama pada cacing sutra yang hendak dijadikan bibit. Kualitas tersebut dapat dilihat dengan ciri-ciri gumpalan pada cacing sutra menyerupai sebuah gumpalan rambut dan gerakannya sangat cepat.
  1. Memisahkan gumpalan dengan gumpalan cacing sutra yang lainnya, lalu dipindahkan ke dalam wadah yang sudah diisi menggunakan air bersih secukupnya. Tujuan pemindahan tersebut yaitu untuk melakukan karantina supaya bibit cacing terhindar dari logam atau berbagai macam bakteri yang terkandung di dalam.
  1. Disarankan untuk melakukan karantina kurang lebih selama 2 sampai 3 hari. Usahakan untuk selalu mengaliri air bersih pada wadah cacing sutra dengan menggunakan volume kecil selama proses karantina.
  1. Pastikan juga bahwa air yang digunakan untuk mengaliri mempunyai tingkat kadar O2 (oksigen) yang cukup.
  1. Jika kadar oksigen di dalam air kurang, pasanglah sebuah alat generator. Tujuannya adalah agar kandungan oksigen di dalam air bertambah.

Media yang Dipakai untuk Budidaya

 Terdapat dua jenis media yang digunakan untuk budidaya, yaitu air biasa dan lumpur. Direkomendasikan memilih lumpur dalam kondisi yang baik. Kondisi ini, tidak adanya kandungan logam di dalam lumpur. Sahabat tani dapat menjumpainya di daerah sekitar sawah. Ketika memilih lumpur, aliran airnya harus baik. Jika memilih air, maka cara yang tepat yaitu sebagai berikut.

  1. Anda tidak perlu mencari lumpur, karena media yang digunakan adalah media tanpa lumpur.
  1. Lebih hemat dibandingkan dengan lumpur. Langkah yang pertama adalah menyediakan sebuah nampan yang cukup besar dan bersih.
  1. Menyiapkan air yang bersih. Kebersihan air merupakan komponen yang sangat penting untuk diperhatikan.
  1. Mengusahakan air untuk selalu mengalir. Untuk memudahkan sahabat tani melakukan budidaya cacing sutra, pakailah nampan plastik yang telah disusun menyerupai sebuah sistem rak yang penyusunannya mudah, sehingga lebih rapi.
  1. Memakai aliran air yang bersih. Hal itu dapat dilakukan dengan rak nampan yang berada paling atas ditaruh sebuah saluran air.

 Memindahkan Bibit

 Cara memindahkan bibit cacing sutra yang baik dan benar supaya bibit tersebut tidak mati selama proses pemindahan yaitu sebagai berikut.

  1. Perlu berhati-hati ketika proses pemindahan, hal itu untuk menghindari cacing sutra yang mudah mengalami stres.
  1. Menggunakan jaring ikan kecil atau sendok pada saat memindahkan.
  1. Tidak direkomendasikan melakukan pemindahan menggunakan tangan. Suhu tangan dapat berpengaruh terhadap kegagalan pada saat melakukan budidaya.
  1. Pemindahan dilakukan dengan cepat dan jangan sampai mengulur-ulur waktu, hal itu supaya bibit untuk budidaya cacing sutra tidak cepat mati dan stres.

 Perawatan pada Cacing Sutra

Perawatan cacing sutra akan berpengaruh dalam hal penentuan hasil budidaya. Agar kualitas cacing sutra yang dimiliki dalam budidaya memiliki kualitas yang baik, maka perawatannya harus dilakukan secara benar dan tepat. Di bawah ini adalah langkah-langkah yang sederhana, sahabat tani dapat mengaplikasikannya dalam budidaya cacing sutra.

  1. Selalu memperhatikan debit air yang mengaliri media yang digunakan.
  1. Sebaiknya debit yang yang mengalir kira-kira 5 cm hingga 7 cm. Usahakanlah supaya debitnya tidak kurang ataupun berlebihan, hal itu agar cacing sutra dapat berkembang biak dan hidup dengan baik.
  1. Apabila debit airnya baik, maka oksigen yang terkandung di dalam air akan terjaga. Usahakan juga air tidak tercemar oleh berbagai bahan kimia supaya kualitas yang dihasilkan ketika panen baik.

Pemberian Makanan

Makanan yang diberikan pada budidaya cacing sutra akan berbeda dengan hewan peliharaan lainnya. Makanan yang diberikan membutuhkan komponen atau bahan khusus. Agar nutrisi yang diberikan untuk cacing sutra baik, Anda disarankan untuk harus menyediakan berbagai bahan organik. lebih baik lagi juga bahan organik tersebut sudah dilakukan fermentasi.

Makanan yang bisa diberikan untuk cacing sutra adalah sebagai berikut.

  1. Pemilihan bahan organik yang difermentasi sebaiknya mempunyai tekstur yang mudah hancur dan lembek. Tujuannya adalah agar meningkatnya nutrisi yang terkandung di dalam bahan organik.
  1. Ampas tahu dapat dijadikan pilihan makanan untuk budidaya cacing sutra. Makanan yang sudah difermentasi dapat diberikan ketika sudah berusia 10-12 hari setelah dilakukan pemindahan.
  1. Fermentasi kotoran ayam juga dapat diberikan. Makanan tambahan lainnya dapat berupa sawi yang telah dihancurkan serta sudah difermentasi.

Pemanenan Budidaya Cacing Sutra

 Ketika memanen hasil budidaya, dibutuhkan sedikit perlakukan yang khusus supaya cacing sutra tidak mudah mati dan mempunyai kualitas yang baik. Cacing sutra biasanya dijadikan sebagai bahan pangan pada ternak. Memanen cacing sutra pada dasarnya yaitu mengurangi koloninya. Mengambil bagian atasnya, maka bagian bawah koloni yang diambil akan melakukan perkembangbiakan lagi.

Di dalam satu wadah nampan yang digunakan untuk media budidaya cacing sutra, bisa menghasilkan cacing sutra kira-kira sekitar 100-150 ml. Cara tepat yang dilakukan ketika memanen adalah sebagai berikut.

  1. Usia yang tepat untuk dapat dilakukan pemanenan adalah ketik sudah 70-75 hari sesudah dilakukan pemindahan.
  1. Menyediakan sebuah kainnya dengan warna gelap, usahakanlah agar kain bisa menutupi tiap-tiap nampan sebagai media untuk budidaya.
  1. Usahakanlah agar nampan dalam kondisi yang benar-benar telah tertutup. Jika sahabat tani tidak mempunyai kain, dapat dilakukan cara lain yaitu menaruhnya di tempat yang sangat gelap.
  1. Media yang tertutup dibiarkan kurang lebih selama 5 sampai 6 jam. Kemudian setelah penutup dibuka, Anda harus tetap memperhatikannya.
  1. Mengumpulkan cacing sutra dengan menggunakan sebuah sendok, dapat juga memakai jaring ikan. Lalu pindahkanlah cacing sutra.

Budidaya cacing sutra Anda dapat dilakukan dengan sukses apabila sudah mengikuti langkah-langkah di atas. Perlu diingat bahwa keadaan, aliran air, nutrisi yang diberikan, dan hal lainnya penting untuk diperhatikan. Jangan sekali-sekali mencoba memindahkan bibit atau hasil panen dengan menggunakan tangan kosong, jika tidak maka cacing dapat mengalami stres bahkan mati.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *