Mengenal Lebih tentang Biji Wijen, Cara Menanam dan Manfaatnya

Diposting pada

Wijen adalah sesuatu yang tidak asing lagi di masyarakat Indonesia. Biasanya digunakan sebagai bahan pencampur makanan, seperti onde-onde atau yang lainnya. Tak jarang juga biji wijen dimanfaatkan sebagai bahan pembuat minyak nabati. Mengandung antioksidan yang mampu menangkal datangnya penyakit. Untuk lebih jelasnya, simak penjelasan di bawah ini.

Biji Wijen
Sumber: pinterest.com

Apa Itu Tanaman Wijen?

Tahukah sahabat tani bahwa negara dengan tingkat konsumsi wijen paling tinggi adalah Eropa, Korea dan Jepang. Mereka sengaja mendatangkan langsung dari negara berkembang seperti Indonesia, India dan Bangladesh. Termasuk jenis tanaman tropis dengan nama latin Sesamun Indicum L yang mampu hidup walaupun di tempat yang kering.

Beberapa daerah di Indonesia menanamnya ketika musim penghujan dan musim kemarau. Bisa ditemukan di sawah sebagai tanaman rotasi sebelum ditanami padi kembali. Bentuk batang wijen adalah segi empat dan tumbuh tegak. Dengan berbulu halus dan sedikit kasar, mengandung air dan mudah patah apabila terkena angin.

Jenisnya ada yang bercabang namun ada juga yang tidak. Dengan daun yang panjang dan ada pula yang lebar. Tumbuh berselang seling dan buah wijen bisa ditemukan di ketika daunnya. Untuk tingginya sendiri bisa mencapai 1,50 meter loh.

Sedangkan untuk bunganya, berbentuk seperti terompet berwarna putih yang terletak di sela-sela daun. Kemudian buahnya berbentuk polong dengan ujung yang runcing dan ada ruang di dalamnya. Disebut dengan rongga buah, tempat biji menempel.

Jumlah rongganya sendiri pun juga bervariasi. Ada yang berlokul 4 ada  juga yang 8. Seperti kedelai dan kacang hijau. Kekurangannya, wijen ini sangat rentan sekali pecah apalagi jika sudah mengering. Biji akan jatuh dan menyebar sendirinya ketika buah sudah pecah.

Oleh karena itu, para pembudidaya tidak boleh terlambat memanen. Harus sesegera mungkin apabila daunnya sudah mulai rontok dan menguning. Cara memanennya bisa dilakukan dengan cara memotong batang dan dikumpulkan menjadi satu. Dikeringkan pada terpal plastik dan biji akan keluar dengan sendirinya. Bisa juga dengan cara menggilingnya.

Bagaimana Cara Budidaya Wijen?

Nah jika Sahabat tani tertarik untuk melakukan budidaya tumbuhan wijen ini maka bisa mengikuti langkah-langkah berikut. Tapi pastikan melakukannya dengan benar, ya.

  1. Pembenihan

Sahabat tani perlu tahu bahwa wijen ini tumbuh dengan cara generatif, yaitu dengan biji. Agar memperoleh hasil yang maksimal, maka harus teliti dalam memilih biji, pastikan yang berkualitas dan dari varietas yang unggul. Umumnya, harus memenuhi beberapa syarat di bawah ini.

  • Tidak cacat, utuh dan tidak luka.
  • Tidak keriput
  • Berasal dari indukan yang sehat, tidak terserang hama atau penyakit
  • Benih berasal dari area tanam yang seragam dan berumur sekitar 75-150 hari.
  1. Pengolahan Tanah Kering

Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya bahwa tanaman ini bisa tumbuh di lahan yang kering. Namun baik atau tidaknya tergantung intensif lahan kering, penentuan masa tanam dan pengolahan tanah.

  • Pengolahan tanah

Sebelumnya tanah harus diberokal sekitar 30 hari. Tahapannya adalah dengan membajaknya terlebih dahulu menggunakan traktor. Tujuannya agar lapisan tanah bagian bawah terangkat ke permukaan. Dibajak dengan kedalaman 30-60 cm. Biarkan selama tujuh hari dan terkena matahari.

Setelah itu gemburkan secara tipis-tipis menggunakan cangkul. Diamkan lagi selama satu minggu dan yang terakhir adalah dibajak kembali sekaligus dilakukan pemupukan dasar.

  • Pengapuran Tanah

Ini dilakukan apabila Ph tanah kurang dari 5,5. Dikerjakan dua minggu sebelum masa tanam. Jangan secara langsung, karena umumnya tanaman tidak akan bertahan lama.

  1. Penanaman

Tanam biji wijen dengan jarak 10-25 cm x 30-75 cm. Tanam dengan tugal sedalam 2-4 cm dan diisi 5 biji pada setiap lubangnya. Bisa juga disebar, tapi kebutuhan benih akan semakin membengkak, bahkan mencapai  4 kali lipatnya. Agar lebih mudah campur biji dengan pasir halus atau abu.

  1. Pemupukan dan Pemeliharaan

Untuk dosis pemupukannya yaitu 100 kg urea untuk satu hektar. Dengan takaran 1/3 diberikan bersamaan waktu menanam dan sisanya di umur 4-5 minggu. Bisa dilakukan dengan cara ditugal pada kedalaman 5 cm dan berjarak 5 cm dari lubang tanam benih.

Pemeliharaan dilakukan dengan melakukan penyulaman setelah 6 hari dari masa tanam. Umumnya dilakukan dengan 15-20 HST  sehingga hanya tersisa 2 tanaman saja per lubang tanam. Pastikan agar tanah tidak tergenang, membuat drainase yang bagus adalah pilihan yang tepat.

  1. Pemanenan

Dilakukan apabila 2/3 dari polongnya sudah berwarna kekuningan. Mulai dari yang letaknya di bawah, apabila terlambat maka akan pecah dan apabila jatuh sudah tidak dapat diambil lagi. Oleh karena itu, sebaiknya lakukan dengan sabit bergerigi.

Pegang batang pelan-pelan dan potong dengan jarak 10-15 cm dari buah. Lakukan penjemuran dan tunggu hingga pecah.

Apa Saja Manfaat Biji Wijen?

Manfaat wijen sangat banyak sekali. Khususnya untuk kesehatan. Langsung saja simak beberapa poin di bawah ini.

  1. Mampu Melancarkan Pencernaan

Sahabat tani cukup mengonsumsi 30 gram biji wijen yang tidak dikupas. Mengandung banyak sekali serat sehingga kesehatan pencernaan akan terjaga. Dan mengurangi resiko kanker,  obesitas, diabetes tipe 2.

  1. Menurunkan Kadar Kolesterol

Selanjutnya adalah menurunkan kadar kolesterol, beberapa penelitian sudah membuktikan hal ini. Siapapun yang mengonsumsi secara teratur maka kolesterol dan trigliserida akan menurun. Keduanya inilah yang memicu datangnya penyakit jantung.

Lemak jenuh, tak jenuh sahabat tani dan jenuh tunggal yang ada di dalamnya terbukti mampu menurunkan kadar kolesterol dan penyakit jantung. 38 orang yang memakan setiap hari 5 sendok gram wijen selama 2 bulan. Maka 10% kolesterol dan 8% trigliserida akan menurun.

  1. Sumber Protein Nabati

Protein adalah sesuatu yang sangat dibutuhkan oleh tubuh. Hal ini karena dapat membantu peningkatan hormon dan pembentukan otot. Sangat kaya akan sistein dan metionin, asam amino yang umumnya terletak pada kacang-kacangan.

  1. Mampu Menurunkan Tekanan Darah

Darah tinggi mampu memicu datangnya penyakit jantung dan stroke. Salah satu cara untuk mengatasinya adalah konsumsi wijen ini. Karena mengandung banyak magnesium sehingga darah akan turun dengan cepat. Juga membantu mencegah plak menumpuk pada bagian arteri.

Sebuah penelitian mengatakan bahwa jika seseorang mengonsumsi wijen bubuk sebanyak 2,5 gram selama satu bulan. maka tekanan darah sistolik akan menurun sebesar 6%.

  1. Kaya Akan Antioksidan

Kandungan lignan di dalamnya mampu membantu tubuh dalam melawan stress oksidatif. Sehingga sel-sel tidak rusak dan penyakit kronis tidak mudah datang. Selain itu juga mengandung vitamin E yang sangat bermanfaat bagi kesehatan organ dalam.

Setelah sahabat tani mengetahui pengertian, cara budidaya dan apa saja manfaat dari biji wijen. Selanjutnya Sahabat tani boleh mencobanya di rumah masing-masing. Sekaligus memanfaatkan waktu luang agar mendapatkan tambahan keuntungan. Pastikan mengelolanya dengan baik ya, agar tumbuh dan berkembang sesuai dengan keinginan. Daripada konsumsi makanan yang tidak sehat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *