Memulai Budidaya Jangkrik yang Menghasilkan

Diposting pada

Pasti sudah banyak yang mengetahui bahwa budidaya jangkrik merupakan salah satu usaha yang menggiurkan akhir-akhir ini. Hal ini dikarenakan maraknya kontes burung kicau yang membutuhkan jangkrik sebagai salah satu pakannya. Selain sebagai pakan burung, hewan yang mengerik ini juga bisa dijadikan sebagai pakan reptil maupun ikan.

Hewan yang merupakan keluarga Gryllidae ini merupakan hewan herbivora atau pemakan tumbuh-tumbuhan. Di dunia terdapat ribuan spesies jangkrik, namun untuk jenis yang dapat dibudidayakan adalah jenis Gryllus mitratus dan Gryllus testaclus. Nama ilmiah jangkrik secara keseluruhan sendiri adalah Gryllus Sp.

Budidaya Jangkrik
Sumber : id.pinterest.com

Persiapan Kandang untuk Budidaya Jangkrik

Pengadaan tempat pembudidayaan jangkrik tidaklah membutuhkan biaya yang besar, sebab Sahabat Tani bisa menggunakan bahan berupa triplek, kayu dan juga kasa. Nantinya rumah jangkrik harus dibuat seperti peti, yaitu kotak persegi panjang. Sedangkan tulang kotak tersebut bisa dibuat dari kayu reng.

Untuk ukuran rumah jangkrik yang disarankan adalah 100 x 60 x 30-40 cm. Guna menyatukan setiap sudut peti serta sambungan yang diperlukan, gunakan lem. Pengeleman ini bertujuan agar jangkrik yang baru menetas, yang berukuran sangat kecil,  tidak kabur melalui celah yang ada. Guna membuka tutup permukaan kotak, Anda bisa menempatkan engsel.

Aliran udara di dalam kotak haruslah diperhatikan, maka dari itu harus dibuat ventilasi pada sisi muka dan belakang. Ukuran lubang saluran udara ini adalah 50 x 7 cm dengan posisi lobang 10 cm dari atas. Nantinya lubang saluran udara ini harus ditutup dengan kawat kasa berukuran halus.

Untuk memudahkan Anda mengangkat atau memindahkan kotak, pasang holder untuk pegangan. Anda juga bisa membuat celah kecil pada sisi pinggir. Agar jangkrik kecil tidak bisa merayap ke permukaan, maka sisi dalam harus diisolasi dengan plastik yaitu sekitar 10 cm dari atas.

Jangkrik adalah santapan yang lezat untuk semut. Untuk menghindari hal ini, pasang kaki pada tiap sudut bawah berukuran 10 cm. Setelahnya letakkan peti yang sudah diberi kaki tersebut ke dalam mangkuk atau wadah yang sudah berisi air.

Jangkrik sangat sensitif terhadap cahaya dan suara. Maka dari itu, Sahabat Tani harus meletakkan kotak rumah jangkrik di dalam ruangan yang gelap dengan udara yang cukup serta jauh dari kebisingan.

Rumah jangkrik juga harus senantiasa dipantau kelembabannya, terutama bila musim kemarau tiba. Guna menjaga agar tetap lembab, Anda bisa melakukan penyemprotan berkala. Atau bisa juga dilakukan penutupan rumah jangkrik dengan menggunakan karung goni basah.

Persiapan Bibit

Jika Anda adalah pemula, maka Anda bisa membeli bibit jangkrik di pasaran. Hal ini guna mengurangi kesulitan dalam proses persiapan bibit, karena proses beternak bibit jangkrik tidaklah mudah. Tetapi pastikan bahwa calon indukan tersebut merupakan jangkrik alam. Atau kalau Anda tidak bisa memperoleh sepasang, usahakan indukan jantannya yang merupakan tangkapan alam.

Ciri-ciri calon indukan jangkrik yaitu seperti di bawah ini.

  1. Semua anggota tubuh lengkap serta mengkilap. Antena atau sungut jangkrik juga masih panjang. Jangkrik terlihat gesit sehingga bisa melompat jauh. Perhatikan seksama indukan yang akan dipilih. Apabila di bagian mulut dan atau dubur jangkrik mengeluarkan cairan ketika dipegang, maka jangkrik tersebut tidak cocok sebagai indukan.
  2. Untuk indukan jantan, dengarkan derikannya. Apabila keras, maka jangkrik jantan tersebut cocok untuk indukan. Selain itu perhatikan sayap serta punggungnya. Jangkrik jantan yang baik adalah yang pung dan sayapnya memiliki gelombang yang kasar.
  3. Sedangkan untuk melihat kualitas calon induk betina, perhatikan bagian ekornya. Di sana terletak ovipositor. Calon indukan betina yang bagus memiliki ovipositor yang besar.

Cara Budidaya Jangkrik

  1. Mengawinkan Jangkrik

Guna mengawinkan jangkrik, sediakan tempat khusus yang didesain semirip mungkin dengan habitat aslinya yang ada di alam. Cara mengakalinya adalah dengan mengolesi dinding kandang dengan tanah liat serta semen putih. Kemudian tempelkan dedaunan kering di dindingnya serta lantainya. Anda bisa menggunakan daun jati, pisang maupun serutan kayu.

Pengawinan jangkrik tidak bisa asal-asalan. Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, ada ribuan spesies jangkrik, maka pastikan jangkrik yang akan dikawinkan merupakan satu spesies. Rasio antara indukan betina dan jantan di dalam kandang haruslah 10 : 2.

Siapkan juga tempat bertelur dengan menempatkan bak pasir di dalam kandang perkawinan. Ciri ketika jantan dan betina akan kawin adalah jangkrik jantan yang akan berderik dengan kontinyu dengan keras.

Dalam masa ini, pastikan pasokan makanan tersedia dan cukup. Sebab, jangkrik bisa menjadi hewan kanibal ketika makanan yang tersedia tidak mencukupi. Anda bisa memberi pakan sayur mayur berupa daun pepaya, sawi maupun sayur berwarna hijau yang lain. Pastikan pemberian makan cukup untuk satu hari, sehingga tidak ada sisa agar tidak menjadi busuk.

  1. Menetaskan Telur

Setelah masa perkawinan, betina akan bertelur dan telur tersebut menetas dalam waktu 7 – 10 hari. Sebelum menetas, segera pisahkan telur dari induknya. Maksimal pemisahan telur adalah 5 hari setelah betina bertelur. Lebih dari hitungan hari tersebut, telur akan menetas dan berisiko akan dimakan oleh induknya sendiri apabila tidak dipisah.

Telur yang sudah dibuahi akan berubah warna dari yang semula bening menjadi keruh. Pindahkan telur dari kandang perkawinan ke dalam kandang pembesaran anakan. Baik dalam masa perkawinan maupun penetasan telur dan pembesaran anakan, kandang harus selalu dijaga kelembabannya. Lakukan penyemprotan berkala namun jangan sampai kandang terlalu basah.

  1. Pemberian Pakan

Anak jangkrik yang memiliki umur 1 – 10 hari harus diberi voor atau pakan ayam. Anda bisa membuat pakan ini dari campuran kedelai, beras merah dan jagung kering. Hauskan campuran tersebut sebelum diberikan kepada anakan jangkrik.

Lakukan pemberian pakan ini dalam waktu 10 hari sejak menetas. Jika sudah lebih besar, Anda bisa memberi pakan berupa sayur hijau dan jagung muda. Anda juga bisa memberikan umbi-umbian dan mentimun sebagai alternatif makanan.

  1. Pemeliharaan Kandang

Agar terbebas dari hama dan penyakit di budidaya jangkrik ini, maka Sahabat Tani harus selalu menjaga kebersihan kandang, serta menjaga agar ruangan tempat kandang berada tetap lembab dan gelap. Periksa kandang setiap hari. Jika ada makanan yang tersisa, segera buang agar tidak menjadi busuk dan mengundang penyakit.

Pastikan juga cairan yang ada di dalam wadah tempat kaki-kaki kandang berada tetap tersedia. Hal ini agar hama seperti semut dan serangga kecil lainnya tidak merayap masuk ke dalam kandang.

Pemanenan

Ada pilihan pemanenan ketika Anda melakukan budidaya jangkrik. Anda bisa memilih untuk memanen jangkrik ketika masih berupa telur atau ketika sudah dewasa. Harga dari telur jangkrik lebih mahal daripada jangkrik dewasa. Namun, Anda harus memiliki penadah, yang biasanya adalah para peternak pembesaran jangkrik.

Telur jangkrik bisa dipanen ketika belum menetas, yaitu berumur 1-10 hari setelah ditelurkan. Sedangkan jangkrik dewasa bisa dipanen dalam waktu kurang lebih satu bulan. Budidaya jangkrik bisa dikatakan sebagai budidaya yang minim resiko. Selain itu keuntungan yang bisa didapat dari budidaya serangga berwarna kecoklatan ini juga tinggi jika dibandingkan dengan modal awalnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *