Teknik Membuat Arang Sekam yang Mudah dan Praktis

Diposting pada

Sekam adalah kulit paling luar dari bulir padi yang dianggap tidak bermanfaat, sehingga lebih sering dibuang sebagai limbah. Namun, sebenarnya sekam memiliki banyak manfaat, khususnya untuk sektor pertanian. Hanya saja, sebelum digunakan sekam harus dibakar terlebih dahulu hingga menjadi arang sekam. Berikut ini ada dua teknik membuat arang sekam yang bisa dengan mudah dipraktikkan.

Teknik yang Digunakan untuk Proses Pembuatan Arang Sekam

  1. Menggunakan Alat Pembakaran yang Bentuknya Seperti Cerobong

Membuat Arang Sekam

Teknik pertama pembuatan arang sekam adalah dengan menggunakan alat pembakaran yang bentuknya seperti cerobong. Teknik pembuatan arang sekam ini sangat tepat, jika sahabat tani ingin membuat arang sekam dalam jumlah banyak. Alat pembakaran yang berbentuk seperti cerobong itu bisa Anda buat sendiri, dengan cara seperti berikut:

  1. Langkah pertama yang perlu dilakukan adalah menyiapkan tong silinder atau bisa juga dengan menggunakan drum yang terbuat dari bahan besi, aluminium, seng atau logam lainnya yang tahap api. Pastikan bahwa ukuran dari tong silinder/drum tersebut sekitar 20 liter.
  2. Lalu buang salah satu bagian alasnya.
  3. Kemudian, pada salah satu bagian alas tong silinder/drum yang tidak dibuang itu, sahabat tani perlu membuat lubang yang diameternya sekitar 10 cm, tepat pada titik pusat dari diameter tong silinder/drum.
  4. Selanjutnya, sahabat tani perlu membuat banyak lubang pada dinding tong silinder/drum dengan menggunakan paku. Masing-masing lubang tersebut sebaiknya berukuran sekitar 0,5 cm dan jarak antar lubang pada dinding tong silinder/drum tersebut antara 2-3 cm. Fungsi lubang-lubang pada dinding tong silinder/drum itu, untuk membuang panas yang berasal dari bahan bakar ke tumpukan sekam padi yang dibakar tanpa membuat sekam terbakar secara langsung.
  5. Setelah itu, buat pipa yang terbuat dari seng dengan panjang 1 cm dan diameter 10 cm, dan masukkan pipa seng ke dalam lubang dari alas tong silinder/drum. Jika sudah seperti itu, maka pipa seng akan berfungsi seperti cerobong asap.
  6. Lalu, sahabat tani perlu merekatkan pipa agar dapat berdiri tegak di atas tong silinder/drum tersebut dengan menggunakan las. Namun, Anda juga bisa meletakkan pipa yang berfungsi seperti cerobong asap itu pada lubang tong silinder/drum, kemudian ganjal dengan menggunakan paku lalu ikat dengan kawat besi, agar pipa dapat berdiri tegak dan tidak masuk ke dasar tong silinder/drum tersebut.

Setelah alat pembakaran sudah selesai dibuat, kini waktunya Anda untuk mulai membuat arang sekam melalui proses pembakaran. Langkah-langkah pembakaran sekam agar bisa menjadi arang sekam itu bisa Anda lihat di bawah ini:

  1. Langkah pertama yang perlu Anda lakukan sebelum mulai proses pembakaran sekam padi adalah mencari lokasi pembakaran yang tepat, setidaknya jauh dari perumahan maupun jalan yang dilalui banyak kendaraan. Hal tersebut disebabkan karena proses pembakaran akan menimbulkan asap tebal
  2. Selain itu, pilih lokasi pembakaran yang tempatnya beralas lantai keras dan tahan panas, bila perlu sebelum proses pembakaran sahabat tani bisa memberikan alas bagian bawah dengan plat seng. Cara ini juga agar proses pengambilan arang sekam lebih mudah untuk dilakukan.
  3. Selanjutnya, sahabat tani perlu membuat api unggun yang ukurannya sesuai dengan alat pembakaran, yakni berupa tong silinder/drum yang sebelumnya Anda buat.
  4. Untuk bahan bakarnya, sahabat tani bisa menggunakan kayu bakar, daun kering atau bisa juga dengan kertas koran. Setelah itu, api dinyalakan kemudian tutup api menggunakan tong silinder/drum yang sudah dilengkapi dengan pipa seng tadi.
  5. Kemudian, Anda perlu menimbun ruang pembakaran tersebut dengan sekam padi dalam jumlah besar hingga mencapai tinggi sekitar 1 meter.
  6. Tunggu selama 20-30 menit atau hingga puncak dari timbunan sekam padi tersebut berubah warna menjadi kehitaman, aduk sekam padi hingga semuanya melalui proses pembakaran dan bisa menghitam secara sempurna.
  7. Setelah itu, siram air secara merata, agar proses pembakaran terhenti, sebab jika tidak segera dihentikan saat sekam sudah menghitam sempurna, maka sekam padi yang dibakar itu akan cepat berubah jadi abu.
  8. Kemudian, sahabat tani hanya perlu mengeringkan arang sekam yang sudah melalui proses pembakaran tersebut.
  9. Setelah kering, masukkan ke dalam karung dan simpan di tempat yang kering.
  1. Menggunakan Wajan

Membuat Arang Sekam dengan wajan

Agak berbeda dari teknik pertama yang menggunakan alat pembakaran seperti cerobong asap, untuk membuat arang sekam dengan teknik yang kedua ini, alat-alat yang dibutuhkan lebih sederhana, sebab jumlah sekam padi yang bisa dijadikan arang sekam dengan cara ini juga lebih sedikit.

  1. Langkah pertama yang perlu dilakukan adalah mempersiapkan alat dan bahannya, meliputi wajan/kuali bekas, korek api, kayu bakar/sampah kering, alat untuk mengaduk, sekam padi dan air.
  2. Setelah semua alat dan bahan sudah siap, sahabat tani perlu mencari lokasi, untuk mulai proses pembakaran. Pastikan lokasi yang sahabat tani pilih itu berukuran agak luas dan jauh dari perumahan atau jalanan yang dilalui banyak kendaraan. Hal tersebut perlu dilakukan, sebab asap dari pembakaran sekam padi ini lumayan tebal.
  3. Kemudian, sahabat tani perlu membuat tungku pembakaran, Anda bisa membuatnya dengan tumpukan batu bata.
  4. Setelah itu, taruh kayu bakar atau bisa juga sampah kering yang berfungsi untuk bahan bakar.
  5. Selanjutnya, pasang wajan atau kuali bekas, namun jika sahabat tani tidak memiliki dua alat tersebut, Anda bisa menggunakan seng sebagai wadah sekam padi yang akan dibakar
  6. Kemudian, taruh sekam padi yang sebelumnya telah dijemur hingga kering ke dalam wajan. Kondisi sekam padi yang sudah kering tersebut akan membuat proses pembakaran menjadi lebih cepat.
  7. Setelah itu, aduk sekam dalam wajan hingga semua sekam padi tersebut berubah warnanya menjadi kehitaman.
  8. Lalu, tunggu sekitar 5-10 menit hingga arang sekam menghitam sempurna secara merata, kemudian siram dengan air, agar arang sekam menjadi dingin. Lalu, pindahkan arang sekam yang sudah jadi itu ke wadah penyimpanan.

Manfaat Arang Sekam

Arang sekam memiliki banyak manfaat, khususnya di bidang pertanian sebab dapat meningkatkan porositas tanah. Jika porositas tanah meningkat, maka tanah akan menjadi lebih gembur dan dapat pula membuat tanah lebih menyerap air. Tanah yang gembur tentu akan menjadi media yang bagus untuk tumbuh kembang tanaman.

Selain itu, arang sekam juga mengandung banyak unsur hara yang diperlukan oleh tanaman, mulai dari nitrogen, fosfor, kalium, kalsium, dan juga magnesium. Bukan hanya itu saja, arang sekam juga kaya dengan kandungan karbon.

Menurut sejumlah penelitian, arang sekam juga mampu menekan jumlah mikroba yang sifatnya patogen serta logam berbahaya lainnya. Oleh sebab itu, arang sekam juga bisa digunakan sebagai campuran pembuat kompos. Sedangkan di perkotaan arang sekam banyak dimanfaatkan sebagai media untuk menanam berbagai tanaman hias.

Berbagai manfaat dari arang sekam itu bisa sahabat tani dapatkan dengan cara yang mudah, sebab untuk membuat arang sekam memang tidaklah sesulit yang dibayangkan, bukan? Daripada sekam padi hanya dijadikan sebagai limbah, sahabat tani bisa mengubah limbah tersebut menjadi suatu hal yang sangat bermanfaat, khususnya untuk tumbuh kembang tanaman.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *