Manfaat dan Keunggulan Menggunakan Pupuk TSP

Pupuk TSP merupakan salah satu jenis pupuk yang dijual di pasaran dan banyak digunakan oleh petani. Tidak jauh beda dengan pupuk lain karena fungsinya untuk meningkatkan pertumbuhan dan kualitas tanaman. Pupuk ini terdiri dari dua jenis yaitu pupuk organik yang cara pengolahannya memanfaatkan limbah disekitar lingkungan, serta pupuk anorganik atau pupuk yang diproduksi oleh pabrik.

Tentunya harga pupuk organik jauh lebih terjangkau, bahkan sahabat tani dapat membuatnya sendiri. Anda bisa memanfaatkan berbagai jenis limbah rumah tangga yang bisa didaur ulang untuk membuat pupuk organik. Pupuk ini juga memiliki banyak sekali keunggulan, salah satunya yaitu dapat digunakan untuk berbagai jenis tanaman.

Pupuk TSP
Sumber : sites.google.com

Pengertian Pupuk TSP

TSP merupakan kepanjangan dari triple super phosphate yang artinya yaitu media penyuburan dengan tujuan untuk memperbaiki lahan pertanian seperti sawah, ladang, perkebunan maupun sektor lainnya agar lebih baik. TSP mengandung komponen nutrien anorganik yang berfungsi untuk meningkatkan dan memperbaiki lahan tanah dari unsur hara yang ada.

TSP yaitu salah satu jenis pupuk dengan kandungan hara fosfor yang cukup tinggi dan banyak digunakan oleh masyarakat secara luas. Sahabat tani bisa dengan mudah mendapatkan pupuk ini di toko yang menjual pupuk atau toko perlengkapan pertanian.

Baca Juga :

Kandungan Nutrisi, Sifat dan Karakteristik Pupuk TSP

TSP yaitu jenis pupuk dengan kandungan nutrien organik yang dimanfaatkan oleh petani untuk memperbaiki unsur hara tanah lahan pertanian. Kandungan nutrisi yang ada di dalamnya yaitu zat fosfor kurang lebih 44-56% dan berbentuk P205. Maka tidak heran jika pupuk ini sering dimanfaatkan petani sebagai sumber fosfor untuk meningkatkan pertumbuhan tanaman.

Ada beberapa sifat dan karakteristik dari pupuk jenis TSP yang wajib sahabat tani ketahui:

  1. Pupuk ini berbentuk butiran atau granul yang berwarna abu-abu dan bebas debu, sehingga mudah disebarkan pada lahan pertanian. Pupuk fosfor pada umumnya bereaksi lebih lambat, tidak mudah larut dalam air dan tidak higroskopis.
  2. Dapat digunakan sebagai pupuk utama maupun pupuk susulan.
  3. Pupuk ini paling banyak dimanfaatkan petani karena berbagai keunggulannya, terutama untuk jenis tanaman yang semusim.
  4. Sumber fosfor utama tanaman untuk meningkatkan masa pertumbuhan.
  5. Memiliki kandungan senyawa yang hampir seluruhnya bisa larut dalam air dan diserap oleh tanaman.
  6. Tidak bersifat higroskopis, sehingga dapat disimpan dalam waktu yang lama dengan catatan harus disimpan dalam tempat yang tertutup rapat dan dalam suhu normal.

Manfaat Pupuk TSP

Semua jenis pupuk yang dijual dipasaran, masing-masing tentunya memiliki kelebihan dan kekurangan. Untuk lebih jelasnya, simak beberapa manfaat dari pupuk jenis TSP bagi tanaman dan lahan pertanian berikut ini:

  1. Mampu membentuk asam nukleat.
  2. Meningkatkan kualitas buah sehingga memiliki bobot lebih berat.
  3. Mampu memicu pembentukan biji lebih cepat dan sekaligus menghasilkan buah yang berkualitas.
  4. Menjaga kesuburan tanah dan meningkatkan ketahanan tumbuhan dari kekeringan.
  5. Mampu merangsang perkembangan akar dan penyerapan nutrisi menjadi lebih cepat.
  6. Memiliki peranan penting dalam proses respirasi dan fotosintesis.
  7. Masa panen menjadi lebih cepat.
  8. Mampu meningkatkan proses pemasakan buah.
  9. Meningkatkan pertumbuhan ranting dan batang tanaman sehingga menjadi lebih kuat.
  10. Proses pembentukan bunga dan buah menjadi semakin cepat.
  11. Meningkatkan percepatan proses pembentukan klorofil dalam pemasakan buah.
  12. Unsur hara fosfor yang terdapat pada pupuk jenis TSP memiliki peran penting dalam meningkatkan hasil panen yang lebih produktif.
  13. Pengangkutan hasil metabolisme tumbuhan mengalami percepatan.
Pupuk TSP
Sumber : 99

Kelebihan dan Kekurangan Pupuk TSP

Sama halnya dengan pupuk anorganik lainnya, jenis pupuk jenis TSP memiliki banyak sekali kelebihan dan juga terdapat beberapa kelemahan. Oleh karena itulah, TSP sangat populer dan banyak digunakan masyarakat untuk meningkatkan kualitas dalam budidaya pertanian. Sahabat tani harus mengetahui beberapa kelebihannya yaitu sebagai berikut:

  • Memiliki kandungan P paling tinggi di antara jenis pupuk kering lainnya yang tidak memiliki kandungan nitrogen. Keuntungan sahabat tani menggunakan pupuk ini karena memiliki kandungan P hingga 90% yang bersifat water soluble atau mudah larut di dalam air, sehingga pupuk ini bisa dengan mudah diserap oleh tanaman.
  • Ketika ditebar di permukaan tanah yang lembab, maka butirannya akan mudah meluruh. Campuran TSP bersama tanah akan bersifat asam. Karena TSP mengandung kurang lebih 15% CA yang mampu memberikan cadangan unsur hara pada tumbuhan.

Meskipun manfaatnya cukup banyak, pupuk jenis TSP juga memiliki dampak negatif yang akan ditimbulkan, diantaranya adalah:

  • Hara fosfor yang terbawa ke perairan akan memicu tumbuhnya tumbuhan alga atau ganggang biru secara berlebihan.
  • Tumbuhnya tumbuhan alga dalam jumlah yang berlebihan akan mengganggu keseimbangan ekosistem di perairan.

Baca Juga :

Cara Menggunakan Pupuk TSP yang Tepat

Penggunaan TSP untuk jenis tanaman seperti kelapa sawit cukup dengan menaburkan di area tumbuhan atau piringan. Selain itu, ada cara lainnya yaitu dengan membenamkan pupuk di dalam tanah dengan takaran sesuai dengan dosis yang dianjurkan. Namun untuk cara ini ada aturan antara jarak tanaman dan area pupuk kurang lebih yaitu 25 cm.

Pada proses pemupukan biasanya menggunakan alat takaran sehingga dosis yang diberikan tetap terjaga kestabilannya. Jika tidak, maka akan terjadi penyimpangan yang akhirnya tidak memberikan efek positif pada tanaman. Anjuran menggunakan pupuk jenis TSP yaitu dua kali dalam setahun, misalnya saja saat sahabat tani memberikan pada awal musim hujan dan diakhiri pada musim hujan pula.

Penggunaan TSP untuk jenis tanaman seperti kelapa sawit, jagung, padi atau tanaman lainnya dapat ditebarkan secara langsung atau membenamkan di dalam tanah sekitar piringan sesuai dengan dosis yang dianjurkan.

Selain itu, sahabat tani juga harus memperhatikan jarak antara tanaman dan pemberian pupuk yaitu kurang lebih 25 cm. Pada saat memberikan pupuk harus menggunakan alat  takaran yang tepat. Hal itu bertujuan untuk menjaga agar dosisnya tetap terjaga dengan baik.

Untuk jenis tanaman padi, maka sahabat tani dapat memberikan pupuk minimal satu kali dalam seminggu. Jika diberikan terlalu banyak dan melebihi dosis justru akan merusak bahkan mematikan tanaman karena dosis yang berlebihan akan membuat tanaman menjadi terlalu panas.

Baca Juga : Teknik Membuat Arang Sekam yang Mudah dan Praktis

Langkah Pengelolaannya

Agar dapat mengurangi kehilangan unsur hara yang disebabkan dari faktor eksternal, maka penggunaan pupuk TSP harus diatur sesuai dengan dosis penggunaan. Penggunaan yang berlebihan, maka akan menyebabkan sejumlah hara P mengalir begitu saja ke sungai, kolam, atau penampungan air yang lainnya.

Hal itu dapat mengakibatkan munculnya alga atau tanaman ganggang yang berlebihan dan dapat mengganggu keseimbangan pada ekosistem lokal. Dengan adanya kebutuhan unsur hara untuk berbagai jenis tanaman, pupuk jenis TSP sangat direkomendasikan untuk mengelola lahan pertanian.

Hampir seluruh tanaman budidaya pertanian membutuhkan unsur hara P dengan dosis yang berbeda antara jenis tanaman yang satu dengan tanaman lainnya. Hal tersebut karena ada beberapa hal yang memengaruhinya. Dengan membaca manfaat dan kegunaan pupuk TSP, maka sahabat tani dapat menggunakan pupuk ini sebagai solusi terbaik untuk budidaya pertanian Anda.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *