Lebah Madu Simak Panduan Budidaya Ternaknya

Budidaya hewan ternak menjadi salah satu usaha/bisnis yang sedang banyak dipilih oleh para pengusaha. Hal ini karena permintaan hewan memang terbilang tinggi. Salah satu jenis binatang ternak yang bisa Anda pilih sebagai salah satu usaha/bisnis terkini adalah, ternak lebah madu. Selain itu, madu juga sudah menjadi komoditas yang paling banyak dicari dan dikonsumsi oleh masyarakat Indonesia.

Ada banyak jenis lebah yang bisa diternakan, seperti misalnya lebah lokal, lebah hutan dan juga lebah unggul. Lebah unggul menjadi lebah yang paling banyak dipilih untuk diternakkan oleh masyarakat luas. Lebah ini terbilang lebih produktif, dan juga lebih jinak dibanding jenis lebah lainnya. Bahkan racun pada sengatnya pun bisa dijadikan obat.

Budidaya Lebah Madu
Sumber : Ardiyansyah

Keunggulan Pada Budidaya Ternak Lebah Madu

Ada beberapa kelebihan dan keunggulan pada budidaya lebah ini. Pertama, usaha ternak ini tidak membutuhkan pakan yang bisa menguras biaya dalam hal pemeliharaan dan perawatannya. Lebah akan mencari makannya sendiri, sehingga Sahabat Tani tak perlu direpotkan dengan memberi mereka makan.

Kelebihan yang kedua yaitu, tidak perlu melakukan proses perkawinan antara lebah jantan dan lebah betina mempunyai proses memang disengaja oleh pelaku usaha ternak. Lebah tersebut juga akan kawin sendiri, secara alamiah. Sehingga hal itu juga akan memudahkan para pelaku usaha ternak lebah.

Kelebihan berikutnya yaitu harga jual dari madu yang dihasilkan cukup besar, yaitu sekitar Rp 80.000-Rp 90.000 per kilogram. Sedangkan hasil panen dari ternak lebah ini bisa mencapai 1 kwintal atau setara dengan 100 kg madu. Maka nilai jualnya setiap masa panen bisa mencapai 9 juta rupiah per satu kali masa panen.

Itulah sebabnya budidaya ternak lebah madu ini dianggap sebagai peluang usaha yang sangat menjanjikan, karena keuntungannya yang cukup melimpah.

Siklus Kehidupan Lebah Madu

Ada beberapa hal yang harus Anda perhatikan, sebelum mulai ternak/budidaya yaitu mengetahui bagaimana siklus kehidupan dari lebah-lebah tersebut. Lebah jenis madu ini merupakan jenis hewan yang hidupnya berkelompok. Dalam kelompok tersebut, terdapat tiga jenis lebah yaitu ratu lebah, pekerja dan lebah jantan.

Berikut ulasannya dari masing-masing lebah.

Ratu Lebah

Ratu Lebah
Sumber : Konsultasi Peternakan

Ratu lebah adalah pemimpin koloni dalam kelompok lebah yang merupakan lebah betina. Anda bisa melihatnya pada ukuran tubuhnya yang lebih besar, dari lebah lainnya. Tugas ratu lebah ini adalah berkembang biak, sehingga ia akan terus menghasilkan telur yang baru untuk setiap generasi berikutnya.

Pekerja Lebah

Lebah pekerja
Sumber : Budidaya

Perkawainan antara ratu lebah dan lebah jantan, akan menghasilkan lebah anakan tetapi lebih sering disebut dengan pekerja lebah. Dalam satu koloni lebah ini, terdapat sekitar 30.000-60.000 pekerja lebah. Dibanding dengan ratu lebah dan lebah jantan, ukuran pekerja lebah ini lebih kecil.

Tugasnya yaitu untuk membangun sarang lebah yang menjadi tempat bertelur bagi ratu lebah. Mereka juga akan mengumpulkan berbagai jenis makanan seperti tepung sari, air dan nectar. Selain itu, pekerja lebah juga akan memberi makan ratu lebah dan lebah jantan, menjaga sarang mereka dari serangan musuh, serta membersihkan tempat tinggal atau sarang mereka.

Lebah Jantan

Lebah Jantan
Sumber : Coffee Break

Ukuran lebah jantan biasanya lebih besar dari pekerja lebah, tetapi tidak lebih besar dari ukuran tubuh ratu lebah. Jumlahnya dalam satu koloni lebah hanya sekitar beberapa ratus ekor saja. Tugas lebah jantan yaitu mengawini ratu lebah supaya jumlah koloni mereka semakin bertambah.

Sehingga siklus pada lebah madu ini mencakup ratu lebah yang mempunyai puluhan ribu pekerja lebah dan ratusan lebah jantan, yang dimana mereka hidup bersama membentuk suatu koloni lebah. Ratusan lebah jantan ini akan berebut untuk mengawini satu ratu lebah. Prosesnya bisa dilihat dari ratu lebah yang terbang tinggi, lalu dikejar oleh para lebah jantan.

Bagi lebah jantan yang berhasil mengejar ratu lebah akan langsung mengawini dan melakukan proses pembuahan. Namun setelah proses pembuahan itu selesai, lebah jantan akan langsung mati. Setelah itu, ratu lebah akan bertelur dan meninggalkan telur-telur itu di dalam sarang. Telur pun berkembang menjadi larva lalu menetas untuk berubah menjadi lebah, dalam waktu 43 hari saja.

Cara Budidaya Ternak Lebah Madu

Persiapkan Perlengkapan

Langkah pertama yang harus dilakukan dalam budidaya ternak lebah madu ini adalah menyiapkan perlengkapan yang berupa sebuah kotak kayu. Dalam kotak tersebut terdapat beberapa bingkai kayu yang akan dijadikan tempat untuk menyimpan sarang madu.

Perlengkapan lainnya yang harus Sahabat Tani siapkan, di antaranya sebagai berikut.

  1. Kotak yang terbuat dari papan kayu mahoni/suren dengan tebal sekitar 3 cm.
  2. Alat untuk mengasap lebah-lebah tersebut, agar mereka lebih jinak dan agresif saat masa panen tiba.
  3. Pakaian pelindung yang cukup tebal disertai dengan masker dan pelindung wajah serta penutup kepala.
  4. Sarung tangan, alat penyekat untuk memisahkan ratu lebah dengan lebah lainnya.
  5. Sapu sikat dan juga tempat makan yang ditaruh di dalam kotak kayu.
  6. Bingkai kayu yang digunakan untuk sarang madu. Pastikan kembali bahwa ratu lebah tak akan keluar dari bingkai tersebut.
  7. Tanam tanaman bunga di area sekitar budidaya ternak lebah tersebut, yang nantinya bunga tersebut akan menjadi sumber makanan para lebah yaitu bagian nectarnya.

Membuat Rumah untuk Lebah

Bentuk rumah lebah adalah kotak yang memiliki lebar sekitar 25 cm dengan panjang sekitar 30-40 cm. Isi kotak dengan bingkai kayu. Sebaiknya pilih kayu berbahan jati yang kuat juga kokoh.

Memilih Bibit Lebah Berkualitas

Sahabat tani bisa mendapatkan bibit lebah berkualitas pada para petani lebah yang sudah berpengalaman, karena biasanya mereka sudah menyiapkan bibit-bibit unggul. Bibit lebah ini meliputi semua bagian pada lebah, yaitu ratu lebah, pekerja lebah dan lebah jantan.

Setelah sahabat tani memperoleh bibit, bibit tadi dimasukkan ke dalam kotak/rumah lebah. Di dalam sarang/rumah lebah tersebut biasanya sudah tersedia olesan royal jelly yang menjadi makanan pertama mereka.

Memelihara Lebah

Walaupun tak perlu memberi makan dan mengawinkan secara berkala, Anda tetap harus memelihara lebah tersebut dengan baik. Misalnya dengan membersihkan rumah lebah secara rutun agar tak dimakan rayap. Setelah itu, potong rumput liar yang tumbuh di sekitar rumah lebah dan pastikan tanaman bunga yang ada cukup untuk persediaan makanan para lebah.

Proses Panen Tiba

Ketika panen lebah tiba, proses pengasapan pun dilakukan ke seluruh area rumah lalu ambil sarang madunya. Pastikan kembali bahwa sahabat tani sudah menggunakan pakaian, masker, dan alat pelindung wajah serta kepala supaya tidak disengat oleh lebah tersebut. Pada saat proses pengasapan, lebah akan menjauh sehingga Anda bisa mengambil madunya.

Hasil panen madu yang bisa dijual bisa berupa apa saja, misalnya royal jelly, cairan madu, sarang madu atau honey comb.

Cara-cara di atas sebenarnya mudah saja, selama dilakukan dengan tepat maka Anda akan memperoleh hasil yang mencengangkan pada usaha ternak lebah madu tersebut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *