Langkah Budidaya Jamur Merang Untuk Pemula

Diposting pada

Jamur merang merupakan salah satu bahan makanan yang terbukti khasiatnya untuk kesehatan. Selain padat gizi, nilai jual jamur merang juga tinggi. Hal itulah yang membuat budidaya jamur merang begitu diminati. Banyak pemula yang berusaha untuk membuka usaha dalam bidang pembudidayaan jamur merang.

Pangsa pasar jamur merang juga tinggi, bukan hanya di pasar domestik tetapi juga di pasar luar negeri. Jamur yang berwarna kecoklatan ini bisa diolah menjadi banyak makanan, terutama sebagai isian di dalam sop. Untuk mencukupi permintaan pasar ini, pembudidayaan jamur merang pun mulai digalakan.

Budidaya Jamur Merang
Sumber : id.pinterest.com

Tahapan Budidaya Jamur Merang

Persiapan Bibit

Jika Sahabat Tani adalah pemula dalam usaha ini maka lebih baik jika memakai benih jamur merang jenis F3. Benih ini adalah benih yang sudah siap dibudidayakan. Nantinya benih F3 ini akan dinokulasi dalam kumbung sebagai media tanamnya. Nantinya bibit F3 akan berkembang menjadi jamur merang F4 yang sudah siap panen.

Anda tidak perlu mengembangkan sendiri benih F3. Ada banyak produsen bibit di pasaran yang memasarkan benih F3 sehingga Anda bisa mendapatkannya dengan mudah. Namun jika nanti Anda sudah menjadi petani jamur merang skala besar, Anda bisa mengembangkan bibit mulai dari F1, F2 hingga F3.

Menyiapkan Media Tanam

Sesuai namanya, media tanam yang digunakan untuk budidaya jamur merang adalah merang atau tumpukan jerami. Maka dari itu jamur merang menjadi salah satu jamur yang mudah dikembangkan di Indonesia karena wilayah Indonesia yang agraris. Hal ini memudahkan mendapatkan merang.

Sebagai alternatif, Anda bisa menggunakan sisa tanaman jagung, serbuk gergaji kayu maupun limbah kapas sebagai media tanam untuk jamur merang.

Sebagai contoh komposisi yang ideal untuk media tanam, Anda bisa menggunakan perpaduan jerami dan kapas masing-masing 50%, Kemudian dicampur dengan kapur pertanian yang berkadar 2% dari berat kombinasi tersebut. Selanjutnya campur kombinasi tersebut dengan bekatul sebanyak 10% dan juga urea sebanyak 1%.

Kombinasi media tanam yang ideal lainnya adalah perpaduan antara merang dengan sari pati gilingan batang aren atau yang biasa disebut dengan onggok. Tiga  tahap proses fermentasi media tanam jamur merang yaitu sebagai berikut.

Tahap Pertama

Basahi merang dengan air kemudian hamparkan di atas lantai atau tanah basah. Ukuran yang dianjurkan adalah per 2×3 meter. Untuk ketinggian susunan merang dari permukaan tanah adalah sekitar 30 cm.

Jika Anda menggunakan komposisi perpaduan onggok dan merang, maka onggok bisa ditebarkan ke atas merang yang kemudian ditutup kembali dengan merang setinggi 30 cm. Lapisan terakhir adalah taburan onggok.

Lapis susunan yang sesuai adalah yang memiliki ketinggian 1,5 meter. Jika susunan sudah mencapai ukuran yang tepat, maka siram dengan air. Setelahnya bungkus tumpukan media tanam tersebut dengan mulsa atau plastik hitam.

Tahap Kedua

Anda dapat membongkar timbunan merang dan onggok yang sudah dibungkus dengan mulsa tersebut setelah 3 hari. Nantinya bagian atas dari timbunan tersebut di balik sehingga posisinya ada di bawah. Sedangkan nantinya yang bagian yang sebelumnya ada di pinggir dibalik menjadi di tengah.

Setelah sudah dibalik, sahabat tani bisa menyiram kembali timbunan tersebut dan membungkusnya lagi dengan mulsa seperti sebelumnya. Lalu tunggu hingga 3 hari.

Tahap Ketiga

Pada tahap ini, Anda akan melakukan penambahan bekatul dan kapur pertanian atau yang biasa disebut dolomit. Komposisi dari bekatul adalah sebanyak 10 kg dan dolomit sebanyak 7,5 kg. Cara pencampurannya adalah menebarkan campuran bekatul dan dolomit pada timbunan merang dan onggok yang sudah dibongkar dan disusun setinggi 30 cm.

Jadi dalam tiap lapis media tanam diberikan campuran bekatul dan dolomit hingga tumpukan media tanam setinggi 1,5 m. Siram kembali tumpukan media dengan air dan tutup rapat dengan mulsa. Diamkan kembali selama 3 hari.

Nantinya media tanam yang sudah diolah hingga tiga tahap ini dibongkar kembali dan dipindahkan ke dalam rak yang terdapat di dalam kumbung atau rumah khusus budidaya jamur.

Rumah Budidaya Jamur Merang

Atap rumah kumbung harus terbuat dari genteng maupun asbes. Untuk bagian rangka, Anda bisa membangunnya dari bahan bambu, demikian pula dengan dinding kumbung. Setelahnya, guna menjaga kelembaban, kumbung harus dibungkus dengan plastik. Untuk bagian lantai haruslah yang masih dari tanah. Atau bisa pula lantai semen, namun harus senantiasa lembab.

Ventilasi pada kumbung harus memadai agar sirkulasi udara terjaga. Salah satunya adalah pembuatan jendela atau lubang udara yang terbuat dari bambu yang dibungkus plastik. Jendela ini ditempatkan di atas kumbung. Model bukaan jendela adalah yang dinaikkan dan diturunkan.

Pintu harus tepat berada di tengah agar sesuai dengan lorong tengah kumbung. Nantinya pada bagian kanan dan kiri lorong tersebut terdapat rak berukuran 1×4 meter yang akan ditempati media tanam jamur merang. Rak ini dibuat bertingkat sebanyak 5 tingkatan.

Jadi nantinya akan terdapat 10 rak pada tiap kumbung. Dalam tiap rak akan disusun media tanam dengan ketinggian masing-masing sekitar 15 – 20 cm.

Sterilisasi harus diterapkan sebelum inokulasi bibit. Proses sterilisasi dilakukan dengan menutup kumbung rapat-rapat kemudian mengalirinya dengan uap panas. Uap ini didapatkan dari pembangkit uap yang diletakkan di dalam kumbung.

Proses sterilisasi berjalan selama 2 – 4 jam. Proses bisa lebih cepat atau lebih lambat, tergantung dari kecepatan suhu kumbung hingga mencapai 700 derajat celcius. Setelahnya Anda perlu mendiamkan kumbung hingga seharian. Hal ini bertujuan agar suhu kumbung menjadi 320 – 350 derajat celcius.

Penanaman Bibit

Proses selanjutnya dari budidaya jamur merang adalah penanaman bibit. Anda bisa melakukannya dengan menebarkan langsung bibit ke media tanam yang sudah disiapkan di atas rak. Dalam satu rak, Anda membutuhkan sekitar 10 hingga 14 botol benih berisikan kira-kira 200 cc.

Aturan ini berlaku jika media tanam yang ada di atas rak memiliki ketebalan 15-20 cm dan panjangnya 3-5 meter. Lebar rak berisi media tanam tersebut juga haruslah selebar 1 m. Selama proses penanaman bibit, maka kumbung tidak boleh dibuka. Anda harus menutupnya serapat mungkin hingga 3-4 hari lamanya.

Tujuan dari penutupan kumbung ini adalah untuk percepatan tumbuh kembang miselium. Setelah miselium tumbuh, Anda masih membutuhkan waktu 4-8 hari inkubasi guna menunggu miselium berubah menjadi primordial jamur.

Selama periode inkubasi, suhu di dalam kumbung harus dijaga di kisaran 320-350 derajat celcius. Kelembabannya juga harus diatur di angka 65%. Untuk pencahayaan, cukup gunakan lampu TL 60 watt.

Ketika miselia jamur sudah muncul, lakukan proses pengabutan menggunakan uap air. Hal ini agar kondisi kumbung tetap lembab. Pengabutan juga dilakukan guna menjaga media tanam agar tidak kering.

Panen

Proses yang paling ditunggu oleh sahabat tani tentunya adalah proses panen. Setelah menunggu sekitar 8-10 hari sejak penanaman bibit, jamur merang sudah siap dipanen. Kondisi jamur merang yang sudah bisa dipanen terlihat pada stadia telur ketika tudung tubuh buah belum terbuka.

Pemanenan harus dilakukan secara teliti sebab tidak semua jamur bisa dipanen sekaligus. Anda harus hati-hati agar tidak membuat jamur yang belum siap panen menjadi rusak. Anda tidak perlu cemas, proses panen jamur yang belum matang sempurna bisa dilakukan kembali setelah 5 hari masa pemanenan pertama.

Budidaya jamur merang membutuhkan ketelatenan. Salah satunya adalah dengan pemantauan kelembaban di dalam kumbung dan media tanam. Jika semua proses dilakukan dengan tepat, diharapkan kegagalan bisa ditekan dan hasil panen memuaskan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *