Berkebun Karet, Tanaman dengan Sejuta Manfaat

Diposting pada

Karet adalah salah satu bahan baku yang sering digunakan di dalam industri dan juga di kehidupan sehari-hari. Selain itu, karet menjadi salah satu dari banyak komoditas yang terkenal dan berasal dari Indonesia. Indonesia menjadi salah satu negara penghasil karet terbesar di seluruh dunia.  Di Indonesia sendiri, memiliki banyak perkebunan karet yang ditemukan di Sumatera, Kalimantan, dan juga Sulawesi.

perkebunan karet
Sumber : Rakyat borneo

Pohon karet sangat baik pertumbuhannya ketika ditanam di dalam wilayah dengan iklim tropis. Pohon karet dapat mencapai usia hingga 100 tahun dengan tinggi 30, sampai dengan 40 meter. Di dalam ulasan kali ini, kami akan menyampaikan manfaat pohon karet beserta dengan cara budidayanya.

Asal dan Habitat Pohon Karet

Meskipun banyak perkebunan karet ditemukan di Indonesia, Thailand, dan juga Malaysia, pohon karet sebenarnya berasal dari hutan Amazon yang terdapat di Brasil dan juga negara Amerika Selatan lainnya. Komoditas dari tanaman karet banyak dijumpai di Asia Tenggara. Penyebabnya karena Henry Wickham, penjelajah yang melakukan percobaan penanaman pohon karet secara berulang.

Menurut sejarah, pada tahun 1890-an pohon karet pertama ditanam di Kebun Raya Bogor, sebagai salah satu koleksi tanaman sebelum kemudian perkebunan karet pertama dibangun di Indonesia untuk membudidayakan pohon karet ini.

Seperti yang sudah kami sampaikan sebelumnya, pohon karet sering kali ditemukan di Asia Tenggara, karena pohon karet menyukai cuaca yang lembab dengan kandungan air sekitar 80% dan suhu di antara 23,5 hingga dengan 27,5 derajat celcius. Kondisi tersebut merupakan tanda dari daerah beriklim tropis.

Baca Juga :

Manfaat Pohon Karet

Pohon karet memiliki banyak kegunaan, mulai dari bidang industri hingga digunakan sebagai bahan obat – obatan. Biasanya, bagian pohon karet yang sering digunakan adalah getahnya. Namun, hal tersebut bukan berarti bahwa bagian lain dari pohon karet tidak memiliki manfaat. Berikut kami sampaikan manfaat dari pohon karet, di antaranya adalah:

Manfaat Pohon Karet di Bidang Industri

Bahan mentah berupa getah karet, seringkali digunakan dalam bidang industri untuk menghasilkan berbagai macam produk. Sebelum digunakan, getah pohon karet diproses melalui proses tertentu, sehingga menghasilkan bahan tertentu.

Bahan yang dihasilkan dari getah pohon karet dapat dimanfaatkan, baik sebagai bahan utama maupun sebagai bahan tambahan. Produk yang dihasilkan dari bahan karet, biasanya adalah bahan sintetis yang di antaranya adalah ban kendaraan, berbagai jenis perlengkapan olahraga, berbagai jenis perkakas, dan juga produk industri rumah tangga.

Manfaat Pohon Karet sebagai Bahan Obat-Obatan

Selain memanfaatkan getahnya, sahabat tani dapat menggunakan biji karet sebagai zat aditif, atau bahan tambahan pada campuran produk obat dan juga pada makanan. Hal ini disebabkan, biji karet mengandung banyak nutrisi seperti lemak, protein tiamin, tokoferol, akroten, dan juga asam nikotinat.

Manfaat Pohon Karet untuk Menjaga Kelestarian Lingkungan

Seperti jenis tumbuhan yang lain, pohon karet juga menghasilkan oksigen yang bermanfaat baik bagi manusia maupun organisme lainnya. Pohon karet juga sangat baik dalam mengurangi polusi udara, dengan cara menyerap karbon dioksida dari asap kendaraan. Kegunaan pohon karet ini dapat membantu mengurangi berbagai efek emisi rumah kaca.

Manfaat Pohon Karet di Bidang Industri Mebel

Kayu atau batang pohon karet bersifat bersih, awet, keras, dan juga mudah untuk dibentuk. Kayu karet sering digunakan untuk membuat produk mebel seperti kursi, meja, dan juga berbagai macam produk mebel lainnya.

Manfaat Pohon Karet untuk Meningkatkan Fungsi Sosial dan Ekonomi

Penanaman pohon karet atau pembuatan perkebunan karet memerlukan lahan tanam yang luas. Karena kebutuhan lahan yang luas itulah, pembuatan perkebunan biasanya dilakukan pada daerah yang masih kosong. Hal ini secara tidak langsung, akan mengingkatkan pemerataan penduduk dan meningkatkan fungsi sosial.

Perkebunan karet memerlukan banyak pemeliharaan dan juga perawatan. Secara natural, adanya perkebunan akan membuka lapangan pekerjaan dan dapat meningkatkan ekonomi masyarakat, khususnya untuk masyarakat sekitar perkebunan.

Cara Budidaya Pohon Karet

Seperti yang sudah kami sampaikan sebelumnya, pohon karet merupakan komoditas yang menjanjikan dan juga menguntungkan. Indonesia mengekspor karet ke beberapa negara di antaranya China, Jepang, Amerika, dan India. Untuk dapat membudidayakan pohon karet, ini adalah hal yang harus sahabat tani perhatikan:

Lokasi Perkebunan

Pohon karet senang dengan lingkungan beriklim tropis, dengan suhu antara 23,5 hingga dengan 27,5 derajat celcius dan. Selain itu, pohon karet juga senang dengan sinar matahari yang cukup, sekitar 6 hingga 8 jam setiap satu hari. Lingkungan perkebunan harus memiliki kelembaban yang tinggi, dengan angka sekitar 80% dan juga curat hujan per tahun di antara 1.600 hingga dengan 2.0000 mm.

Tanah yang digunakan untuk perkebunan karet harus subur, dan ditandai dengan banyaknya unsur hara yang terkandung di dalam tanah serta bukan jenis tanah yang bercadas. Tanah yang digunakan harus berada pada tingkat pH 5 hingga dengan 7 atau dalam keadaan asam.

Kualitas Bibit Pohon Karet

bibit karet
Sumber : agrofarm

Kualitas bibit yang baik, tentu saja dapat memengaruhi kualitas juga kuantitas dari hasil yang akan didapatkan dari budidaya pohon karet. Bibit karet yang berkualitas ditandai dengan karakteristik:

  1. Berasal dari tumbuhan induk dengan tingkat produksi yang baik dan juga tinggi.
  2. Pemulihan luka atau daya tegenerasi bibit cepat
  3. Bibit dapat tahan dari serangan hama.
  4. Sudah tumbuh tunas pada mata bekas okulasi.
  5. Pertumbuhan akar lateral bibit baik dan juga sehat.
  6. Tahapan Penanaman

Pada tahapan ini, sahabat tani lebih baik melakukannya di saat awal musim hujan. Pastikan bahwa jarak tanam jika menggunakan sistem monokultur adalah 3 x 7, sedangkan jika sahabat tani menggunakan sistem tumpeng sari, jarak tanam adalah 3 x 9 meter. Sebelum melakukan penanaman, berikan pupuk kandang dan diamkan selama 1 bulan untuk proses fermentasi.

Tahapan Pemeliharaan

Pemeliharaan terhadap pohon karet dapat dilakukan dengan cara penyiraman rutin, terutama pada 1 minggu setelah masa tanam. Pemantauan juga harus Anda lakukan dalam kurun waktu 1 minggu sekali. Hal itu untuk memisahkan bibit yang mati. Lakukan pemupukan dalam jagka 6 bulan sekali.

Baca Juga :

Tahap Penyadapan Karet

Setelah pohon karet berumur 5 hingga 7 tahun, sahabat tani dapat melakukan panen getah karet. Buka sadap pertama pada ketinggian 130 cm dan sadap kedua pada ketinggian 280 cm dari atas permukaan tanah.

Buat pembukaan dari bagian kiri atas dengan sudut 300 derajat ke arah kanan bawah. Untuk tebal irisan, kami anjurkan pada 1,5 hingga dengan 2 mm, sedangkan kedalaman irisan sekitar 1 sampai dengan 1,5 mm.

Pohon karet memiliki banyak manfaat, dimulai pada bidang industri sebagai bahan baku, beberapa macam produk sampai dengan bidang sosial dan ekonomi. Budidaya pohon karet akan memberikan banyak keuntungan untuk Anda. Coba untuk menanam pohon karet, dengan memerhatikan beberapa hal yang sudah kami sampaikan, dimulai dari tahapan persiapan hingga penyadapan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *