Informasi Seputar Kopi Luwak yang Belum Anda Tahu

Diposting pada
kopi luwak
Sumber : dayyamesin

Sebagai pecinta kopi, tentunya kopi luwak sudah tidak asing lagi. Kopi dengan harga yang super mahal ini banyak diminati karena cita rasa yang dimilikinya. Sesuai namanya, kopi ini berasal dari biji kopi yang dipanen dari kotoran luwak liar yang selanjutkan dibersihkan. Bagi yang sudah pernah mencicipinya tentu perbedaan rasa kopi ini sangat terasa dibanding kopi biasa pada umumnya.

Tekstur kopi lebih halus dibanding kopi lain. Ini diduga karena fermentasi dari perut luwak yang tidak sempurna. Di Indonesia, biji kopi ini menjadi komoditi ekspor dengan harga yang sangat tinggi. Bisa disebut kopi ini menjadi salah satu kopi termahal. Pasalnya memiliki nilai eksotis dan juga ketersediaan yang tidak banyak.

Sejarah Ditemukannya Kopi Luwak

Setidaknya ada 3 faktor yang menyebabkan kopi ini sangat mahal di pasaran. Pertama karena produksi biji kopi yang cukup memakan waktu, jumlah panen yang tidak sebanyak kopi pada umumnya, dan rasa kopi yang sangat berbeda dengan kopi lain. Sejarahnya, minuman ini ditemukan ketika Belanda menerapkan kebijakan tanam paksa di bumi Nusantara.

Saat itu masyarakat yang ingin minum kopi murni menemukan beberapa biji utuh. Biji tadi berada di kotoran seekor musang atau luwak. Setelah itu, masyarakat sekitar lalu mengolah biji kotoran tersebut, memanggang, dan kemudian menyeduhnya menjadi minuman. Rasa dari minuman tersebut ternyata sangat enak dan nikmati.

Baca Juga : 4 Jenis Kopi dan Cara Pembibitannya

Kenikmatan tersebut akhirnya didengar Belanda. Belanda kemudian menyuruh masyarakat untuk mengumpulkan biji kopi dan menjualnya dengan harga yang sangat tinggi di pasaran.

Proses hingga menjadi kopi luwak dimulai saat tanaman kopi sudah memasuki masa panen. Buah yang sudah siap panen mulai berubah menjadi agak kemerahan. Biasanya luwak mulai datang dan memakan kopi yang siap panen. Luwak sendiri mempunyai kebiasan untuk memilih kopi yang memiliki kualitas terbaik.

Jadi tidak heran jika hewan ini memakan buah kopi yang mempunyai biji bagus saja. Buah yang kemudian dimakan oleh luwak anehnya tetap utuh di bagian bijinya. Biji kopi tersebut terbuang bersama kotoran luwak. Nah, biji yang terbuang bersama kotoran tersebut dikumpulkan dan dibersihkan. Proses pencuciannya memakan waktu karena harus dicuci sebanyak 5 hingga 7 kali.

Pencuciannya dilakukan di air mengalir agar kebersihannya lebih terjaga. Setelah dibersihkan, biji kopi tersebut dipanggang. Prosesnya tidak main-main karena hanya dipanggang di medium roast saja, alasannya untuk mempertahankan rasa unik yang ada pada kopi.

Biji yang telah dipanggang akan dikemas atau dihancurkan untuk dijual dalam bentuk bubuk. Di pasaran, harga kopi ini bisa mencapai 1 juta per kg.

kopi luwak mentah
Sumber : baligatesofheaven

Perbedaan Kopi Biasa dan Kopi Luwak

Seperti yang telah disebutkan di awal, kopi luwak memiliki perbedaan yang sangat nyata untuk bisa sampai ke cangkir minuman. Karena proses yang berbeda, kandungan dan rasanya tentu tidak sama dengan kopi pada umumnya. Bagi yang penasaran, berikut perbedaan kopi hasil fermentasi luwak ini dan kopi biasa pada umumnya.

Dari tampilannya, tidak ada perbedaan yang mencolok dari minuman ini. Pasalnya warna yang dihasilkan sama dengan kopi pada umumnya. Jadi sahabat tani tidak akan bisa membedakan mana kopi hasil fermentasi luwak dan kopi biasa. Namun jika berbicara soal aroma dan rasa, tidak akan sama. Kopi dari fermentasi luwak mempunyai rasa yang halus dan tidak ada rasa getir sedikit pun.

Kopi ini terdapat sedikit rasa asam dari buah yang cukup menyegarkan. Rasa akhir dari kopi ini sangat bersih dan tidak meninggalkan rasa getir sedikit pun. Rasa buahnya juga terasa sangat unik karena dinilai menjadi buah berkualitas terbaik yang dipilih oleh luwak. Aromanya juga lebih harum dan kuat tanpa meninggalkan bau apek.

Baca Juga : Kopi Liberika, Kopi Sejuta Rasa yang Membuat Penikmatnya Terlena

Kandungan Zat yang Ada Didalamnya

Menurut penelitian yang dilakukan Universitas Hasanudin, tidak ada perbedaan signifikan antara kandungan zat dari kopi luwak dan kopi biasa pada umumnya. Hanya saja ada perbedaan dari kadar zat yang ada di dalamnya. Kandungan zat dari kopi sebagai berikut:

  1. Persentase kadar kafein yang dimiliki kopi robusta luwak adalah 1,77 persen dan luwak arabika adalah 1,74 persen. Sedangkan pada kopi robusta biasa cukup tinggi karena ada di angka 1,91% dan 1,85% untuk arabika biasa.
  2. Protein yang dikandung pada kopi juga cukup berbeda meskipun angkanya tidak terlalu besar. Protein yang terkandung pada luwak robusta adalah 16,23% dan luwak arabika di angka 14,84%. Hal ini berbeda dengan kandungan kopi robusta biasa yang 18,34% dan kopi arabika biasa di angka 16,72%.
  3. Kadar lemak yang tersimpan di kopi fermentasi luwak juga berbeda dengan kopi pada umumnya. Kadar lemak yang terkandung di luwak robusta adalah 18,45% sedangkan untuk luwak arabika di angka 19,76%. Hal tersebut cukup berbeda dengan kadar lemak pada kopi robusta biasa yang hanya 16,41% sedangkan kopi arabika biasa di angka 17,37%.

Singkatnya, kadar kafein dan juga protein yang ada di biji kopi hasil fermentasi luwak cukup rendah dibanding kopi biasa. Hal ini berbanding terbalik dengan kadar lemak di dalam kopi termahal ini yang cukup tinggi dibanding kopi umumnya.

Cara Membuat Kopi Luwak Manual

Ada proses tersendiri untuk membuat kopi termahal di dunia ini agar bisa seenak sekarang. Proses pembuatannya mulai dari pemilihan biji hingga proses pengemasan. Bagi sahabat tani yang penasaran bisa langsung simak ulasannya berikut:

Menentukan Biji Kopi yang Terbaik

Langkah pertama adalah menentukan biji kopi terbaik yang nantinya akan diolah. Ciri utama buah kopi yang akan dipilih untuk diolah adalah berwarna merah dan segar. Selanjutnya, buah tersebut direndam dan ditentukan mana saja buah yang siap untuk diproses.

Memberi Biji Kopi Pilihan kepada Luwak

Setelah dipilih, biji kopi akan diberikan kepada luwak untuk dikonsumsi. Luwak yang digunakan juga dipilih dengan baik. Biasanya luwak yang dipakai adalah luwak jenis binturong karena mempunyai penciuman yang sangat tajam.

Baca Juga : Mengenal Buah Kopi Cara Menanam dan Manfaatnya

Panen Biji Kopi Luwak

Tahap berikutnya adalah panen biji kopi yang sudah diberikan kepada luwak. Setelah diproduksi oleh luwak pilihan, biji kopi tersebut masih berupa kotoran luwak. Kotoran tersebut harus dibersihkan agar mengering atau bisa juga dicuci terlebih dahulu.

Memilih Biji Kopi Terbaik dan Proses Penggilingan

Setelah dikeringkan, hasil biji kopi tadi berupa gabah kopi. Gabah tersebut kemudian digiling dan dipilih agar terpisah antara biji kopi utuh dan yang pecah karena proses penggilingan. Proses ini dilakukan secara manual agar bisa menghasilkan biji kopi yang sudah siap dan lebih berkualitas.

Pengemasan

Terakhir adalah proses pengemasan bubuk kopi yang sudah digiling tersebut. pembubukannya bisa dilakukan dengan cara manual, yakni ditumbuk dengan lesung agar biji kopi bisa hancur. Berikutnya kopi dikemas dengan kemasan khusus dan siap untuk dijajakan di pasaran atau di ekspor ke negara tujuan.

Kopi luwak memang menjadi salah satu kopi termahal yang ada di dunia  Kopi ini bisa ditemukan di wilayah Indonesia sebagai produsen terbesar di dunia untuk jenis kopi ini. Daerah penghasil kopi hasil fermentasi luwak terbaik ada di Aceh, Lampung, Garut, Kintamani, Sidikalang, dan Toraja.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *