4 Jenis Kopi dan Cara Pembibitannya

Diposting pada

Dewasa ini, kafe dan kedai kopi dapat dengan mudah sahabat tani temukan dimana-mana. Kedai kopi saat ini menjadi bidang bisnis yang menjanjikan, terlepas dari banyaknya jenis dan macam kedai kopi. Meningkatnya kebutuhan akan kopi ini, tentu saja bisa dipenuhi dengan banyaknya perkebunan kopi yang terdapat di Indonesia.

Jenis kopi

Setelah Brasil, Kolombia dan juga Vietnam, Indonesia merupakan negara produsen kopi terbanyak keempat di seluruh dunia. Kopi juga menyumbang devisa yang besar, bisa dibandingkan dengan karet, minyak sawit dan kakao atau cokelat. Ada banyak jenis kopi yang diproduksi dari Indonesia misalnya Gayo, Kintamani, Toraja, Jawa, dan Bajawa.

Jenis Kopi yang Diproduksi di Indonesia

Kopi Gayo

Masyarakat Aceh sangat terbiasa dengan kopi, karena di Aceh tradisi minum kopi sudah menjadi tradisi yang sangat kental. Tradisi minum kopi ini tidak terbatas oleh usia maupun kalangan. Hal ini juga didukung dengan banyaknya budidaya tanaman kopi atau perkebunan kopi di daerah Aceh.

Kopi gayo merupakan salah satu dari beberapa jenis kopi terbaik yang diproduksi di Indonesia. Kopi ini berasal dari Aceh, tepatnya di dataran tinggi Gayo daerah Aceh Tengah. Kopi gayo sempat mendapatkan penghargaan pada tahun 2010 dari Organization of Fair Trade, karena cita rasa dan juga aroma yang tidak terlalu pahit dan juga tidak terlalu kuat.

Jika dibandingkan dengan beberapa jenis kopi lain yang di produksi di Indonesia, kopi gayo memiliki varietas kopi terbaik seperti Gayo 1, Gayo 2, dan P-88. Kementrian Pertanian pun telah mengakui bahwa ketiga varietas tersebut adalah varietas kopi terbaik di Indonesia. Selain itu, kopi gayo juga ditanam menggunakan metode pengolahan basah dan organik.

Kopi Toraja

Jenis kopi yang dibudidayakan di Pegunungan Sasean di Tana Toraja ini sudah dikenal oleh para pencinta kopi internasional. Kopi jenis ini memiliki rasa fruity dan juga tidak terlalu pahit. Aroma yang dihasilkan oleh jenis kopi ini khas mirip seperti rempah. hal ini disebabkan karena tanaman kopi ditanam dekat dan berdampingan dengan tanaman rempah.

Kopi Kintamani

Jenis kopi ini dinamakan kopi kintamani karena ditanam dan dibudidayakan pada perkebunan kopi yang terdapat di kawasan Kintamani, di lereng Gunung Batur, Bali. Perkebunan ini didirikan di atas tanah vulkanik gunung berapi yang berarti tanah subur. Selain itu, di sekitar perkebunan ini juga dapat ditemukan buah-buahan, khususnya buah jeruk.

Dekatnya jarak antara tanaman kopi dan tanaman jeruk ini, membuat kopi kintamani memiliki cita rasa yang cenderung fruity dan juga memiliki aroma buah jeruk. Cita rasa dan aroma inilah yang dapat membedakan kopi kintamani dengan jenis kopi yang lainnya.

Kopi Java

Kopi jenis ini memiliki beberapa varian. Kopi java atau kopi jawa jenis robusta kebanyakan dibudiyakan di Pulau Jawa bagian Timur, sedangkan untuk kopi jawa arabika dibudidayakan di Pulau Jawa Tengah. Kopi jawa memiliki aroma yang mirip seperti teh, tingkat keasaman yang sedang dan juga tekstur kopi yang agak kental.

Baca Juga :

Lokasi yang Tepat untuk Menanam Tanaman Kopi

KopiTanaman kopi merupakan salah satu jenis tanaman yang cocok untuk tumbuh di daerah dengan iklim tropis Udara di sana memiliki kelembaban yang tinggi dan juga ada paparan sinar matahari secara langsung. Tanaman kopi lebih cocok untuk ditanam pada tanah ketinggian 60 sampai dengan 800 meter di atas permukaan laut.

Sebenarnya, tanaman kopi bisa tumbuh dan juga berbuah di tanah dengan ketinggian di bawah 60 meter di atas permukaan laut, namun rasa dan juga ukuran dari biji asli tanaman kopi tersebut akan memiliki perbedaan dengan rasa dan ukuran biji tanaman hasil tanam.

Meskipun tanaman kopi memerlukan sinar matahari secara langsung, namun paparan sinar matahari secara langsung yang disiangi lebih dari 6 jam, akan berdampak buruk terhadap pertumbuhan tanaman kopi. Hal itu karena, jika Anda ingin membuat perkebunan kopi, Anda harus menanam pohon peneduh sebagai penghalang cahaya, misalnya pohon sengon atau lamtoro karena daunnya tidak terlalu rimbun.

Sahabat tani dapat menanam kopi saat pohon peneduh sudah tumbuh tinggi dan bisa melindungi lahan. Tanam tumbuhan kopi dari paparan cahaya matahari secara langsung. Jarak tanam antar tanaman kopi yang baik adalah minimal 2 meter, dari satu lubang tanam ke lubang tanam yang lainnya.

Lahan tanam yang digunakan pada perkebunan kopi harus kaya akan unsur hara. Hal ini dapat dibantu dengan pemberian pupuk yang dapat berupa pupuk organik atau pupuk kandang pada tanah tanam. Campuran antara pupuk kompos dan pupuk kandang dengan perbandingan 1:1 atau 1:2 adalah pilihan pupuk terbaik, jika dibandingkan dengan pilihan lainnya.

Cara Pembibitan Tanaman Kopi

Pembibitan tanaman kopi dapat melalui 2 cara, yaitu pembibitan secara generatif dan juga pembibitan vegetatif cangkok. Pada metode pembibitan generatif, pembibitan dilakukan melalui biji kopi, sedangkan untuk metode pembibitan melalui cara vegetatif, sahabat tani perlu batang tanaman kopi yang dalam keadaan sehat dan berbuah lebat.

Masing-masing cara baik vegetatif maupun generatif memiliki kelebihan dan kekurangannya tersendiri, untuk kelebihan dan kekurangan pembibitan secara generatif di antaranya:

  • Kelebihan
  1. Tanaman kopi yang nantinya akan tumbuh lebih tahan terhadap penyakit.
  2. Akar dan batang pada tanaman kopi yang nantinya akan tumbuh lebih kuat.
  3. Produktifitas tanaman akan menjadi tinggi dan ada kemungkinan untuk melebihi induknya.
  • Kekurangan
  1. Waktu pembibitan dan waktu tanaman berbuah akan lebih lama.
  2. Pembibitan generatif memiliki peluang akan risiko tanaman mati pada usia yang masih muda.

Baca Juga :

Sementara, untuk kelebihan dan kekurangan pembibitan melalui proses vegetasi cangkok yaitu:

  • Kelebihan
  1. Waktu pembibitan dan waktu tanaman menghasilkan buah akan menjadi lebih cepat.
  2. Tanaman tidak memiliki peluang akan risiko mati pada usia yang masih muda.
  • Kekurangan
  1. Tanaman kopi yang nantinya akan tumbuh kurang tahan terhadap penyakit yang menyerang.
  2. Akar dan juga batang pada tanaman kopi kurang kuat, jika dibandingkan dengan tanaman kopi yang didapatkan melalui pembibitan generatif.
  3. Produktifitas tanaman kopi tidak akan bisa melampaui atau melebihi dari produktifitas induknya

Dari kelebihan dan juga kekurangan cara pembibitan tanaman kopi yang sudah kami jelaskan, sahabat tani dapat memilih dan menentukan sendiri cara pembibitan yang akan digunakan. Cara pembibitan apapun yang sahabat tani gunakan saat bibit sudah siap, maka bibit tersebut bisa langsung ditanam ke dalam lubang tanam yang sudah disediakan.

Tanaman kopi menjadi komoditas yang menjanjikan, ditambah lagi karena menjamurnya kafe dan kedai kopi. Ada berbagai macam jenis tanaman kopi yang bisa sahabat tani temui di Indonesia. Sahabat tani bahkan dapat menanam dan membudidayakannya sendiri. Jika sahabat tani ingin menanam tanaman kopi sendiri, jangan lupa tentang hal-hal yang sebelumnya sudah kami sampaikan ya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *