Jahe Merah, 4 Manfaat dan Cara Budi Dayanya

Diposting pada

Sahabat tani pasti sering mendengar dan mengenal jahe. Jahe adalah salah satu jenis rempah yang terkenal karena memiliki banyak manfaat bagi kesehatan, yang sudah dibuktikan secara ilmiah. Jenis jahe yang biasanya dikenal oleh masyarakat secara umum adalah jahe putih yang sering digunakan sebagai bahan makanan. Namun, tahukah Anda bahwa jahe memiliki jenis lain?

Jenis lain dari jahe adalah jahe merah. Jenis jahe ini sering kali digunakan untuk campuran pada minuman. Perbedaan antara kedua jenis jahe ini adalah jahe merah memiliki rasa pedas yang lebih kuat dibandingkan dengan jahe putih. Pada ulasan kali ini, kami akan menyampaikan kepada sahabat tani tentang manfaat dan juga tips yang bisa sahabat tani lakukan, jika ingin membudidayakan rempah ini.

Jahe Merah
Jahe Merah

Manfaat Jahe Merah

Pada umumnya, semua jenis jahe memiliki kandungan yang sama, yaitu senyawa gingerol, senyawa shogaol, senyawa oleoresin, senyawa zingeron, fenolat, vitamin A, vitamin B1 dan B3, vitamin C, zat besi, kalsium, dan juga fosfor. Meskipun secara kandungan sama, jahe merah memiliki kandungan senyawa gingerol yang lebih tinggi, jika dibandingkan dengan jahe putih. Manfaat jenis jahe ini di antaranya adalah:

  1. Meredakan Peradangan pada Saluran Pencernaan

Kandungan zat zingeron yang terdapat di dalam jenis jahe ini dapat menghambat produksi enzim yang memicu inflamasi atau peradangan pada pencernaan. Selain meredakan inflamasi, jahe juga mengandung enzim lipase dan protease yaitu enzim pencernaan yang digunakan untuk mencerna lemak dan juga protein.

Kandungan senyawa gingerol di dalam jahe dapat bermanfaat untuk memperkuat otot yang terdapat di dalam organ usus. Jahe juga sebagai pembantu ekskresi atau pengeluaran gas yang ada di dalam usus sahabat tani.

  1. Mencegah Penggumpalan Darah yang Berujung pada Penyakit Kardiovaskular

Senyawa gingerol yang terdapat di dalam jahe dapat bermanfaat sebagai antikoagulan atau senyawa penghambat penggumpalan, sehingga dapat mencegah terjadinya penggumpalan pada darah yang akan berakibat pada tersumbatnya pembuluh darah. Penggumpalan juga menjadi penyebab utama penyakit kardiovaskular, seperti serangan jantung atau stroke.

  1. Membantu Meringankan Kram pada Perut

Jika sahabat tani menderita penyakit asam lambung tinggi, Anda dapat mengonsumsi jenis jahe ini untuk dapat membantu meredakan atau meringankan rasa sakit dan kram yang dihasilkan dari kontraksi lambung.  Selain untuk membantu meredakan atau sebagai analgesik, kandungan fenol pada jenis jahe ini dapat meredakan iritasi pada lambung.

  1. Membantu Menetralkan Tubuh dari Sel Radikal Bebas

Kandungan antioksidan yang terdapat di dalam jahe dapat membantu untuk menetralkan tubuh dari sel-sel radikal bebas. Radikal bebas ini akan berdampak pada kerusakan sel-sel yang terdapat di dalam tubuh. Radikal bebas sendiri dapat dihasilkan dari paparan sinar matahari, ozon, radiasi, asap rokok dan kendaraan, bahkan dapat juga dihasilkan dari makanan yang sahabat tani konsumsi.

Baca Juga : Cara Membuat Permen Jahe

Cara Budidaya Jahe Merah

Cara menanam jahe merahSeperti yang sudah kami sampaikan, jenis jahe ini memiliki manfaat yang banyak terhadap tubuh. Maka dari itu, tentu saja menanam jenis jahe ini dapat sahabat tani pertimbangkan, karena tingginya prospek dari tanaman ini.  Berikut kami sampaikan cara budidaya jahe merah:

Pastikan untuk Menyiapkan Media Tanam

Untuk dapat membudidayakan jenis jahe ini, media tanam yang bisa sahabat tani gunakan adalah tanah yang sudah digemburkan, polybag, atau Anda juga bisa menggunakan karung bekas. Pemilihan penggunaan media tanam ini tergantung ketersediaan lahan dan juga keinginan Anda.

Baik menggunakan lahan perkebunan atau juga polybag, sahabat tani dapat menggunakan rasio 1:1 antara tanah dan pupuk kandang. Misalnya, pada lahan perkebunan seluas 5 meter digunakan pupuk kandang sebanyak 5 kg. diamkan dulu tanah yang sudah ditaburkan pupuk tersebut selama kurang lebih seminggu, agar proses fermentasi dapat terjadi dan tanah gembur sudah siap digunakan.

Pilih Bibit Jahe Unggul

Untuk mendapatkan jahe dengan kualitas tinggi, tentu saja sahabat tani harus memiliki bibit yang unggul untuk dibudidayakan. Bibit jahe yang berupa rimpang memiliki beberapa ciri yang dapat menandai kualitas bibit tersebut, di antaranya adalah:

  1. Rimpang sebagai bibit tanaman jahe masih dalam kondisi segar dan tidak keriput.
  2. Ukuran bibit atau rimpang besar.
  3. Rimpang utuh dan sehat, dapat ditandai dari tidak adanya bekas parasit maupun hama pada rimpang.

Jika sahabat tani sudah memastikan bahwa bibit yang Anda gunakan adalah bibit unggul, letakkan bibit atau rimpang jahe tersebut di dalam ruangan dengan suhu sejuk, kemudian siram rimpang tersebut dengan air. Diamkan rimpang beberapa waktu, sehingga muncul tunas.

Jika sahabat tani menemukan bibit yang busuk, pastikan untuk pisahkan bibit busuk tersebut, sehingga bibit lain tidak akan tertular. Selanjutnya, sahabat tani bisa langsung menanam bibit atau rimpang yang bertunas.

Baca Juga : Cara Menanam Tanaman Jahe dan Manfaatnya untuk Kesehatan

Tanam Bibit pada Media Tanam

Bibit atau rimpang yang sudah bertunas, langsung dapat sahabat tani tanam pada media tanam yang berupa tanah gembur yang sudah difermentasi selama seminggu. Sebaiknya, sahabat tani menanam bibit pada saat musim hujan berlalu atau pada saat memasuki musim kemarau, karena jika curah hujan tinggi, bibit akan lebih rentan mengalami kebusukan.

Jika sahabat tani menanam dengan menggunakan media tanam polybag, tutup lubang tanam dengan tanah, namun jangan terlalu rapat menutup bibit pada bagian tunas, sehingga tunas tersebut bisa tumbuh dengan lebih leluasa.

Dalam waktu kurang lebih 2 minggu, tunas akan tumbuh. Setelah tunas tumbuh, taburkan furadan atau antijamur yang berfungsi untuk mencegah tumbuhnya jamur sebagai parasit pada tanaman. Jika setelah 2 minggu, tunas tidak tumbuh ke permukaan, periksa kembali bibit karena ini adalah tanda bahwa terjadi pembusukan pada bibit, sehingga Anda harus mengganti dengan bibit baru.

Lakukan Pemeliharaan pada Tanaman dengan Rutin

Pemeliharaan yang dilakukan terhadap tanaman jahe adalah melakukan penyiraman setiap hari, pemupukan yang dilakukan selama satu bulan sekali, dan juga penyiangan gulma yang dilakukan satu kali dalam 2 hingga 3 minggu.

Lakukan penyiraman dengan cara menyemprot menggunakan alat spray dan perhatikan volume air, sehingga tidak terlalu banyak. Seperti yang sudah kami jelaskan sebelumnya, banyaknya volume air akan menyebabkan pembusukan pada bibit. Usia atau masa tanam tanaman jahe adalah selama 3 bulan.

Cara Melakukan Proses Panen Jahe

Pada tahapan terakhir ini, sahabat tani dapat melakukannya, saat tanaman jahe sudah memasuki usia 3 hingga dengan 4 bulan. Cara yang dapat Anda lakukan adalah melakukan penggemburan tanah sebelum melakukan proses panen, sehingga proses panen yang dilakukan dengan pencabutan tanaman akan lebih mudah.

Setelah melakukan pencabutan tanaman, potong bagian batang kemudian bersihkan umbinya dari sisa – sisa tanah yang terukur dan pastikan untuk melakukan pemisahan pada umbi dengan kondisi yang sehat dengan yang kurang sehat.

Seperti yang sudah kami sampaikan sebelumnya, jahe merah merupakan tanaman yang memiliki banyak manfaat, sehingga menghasilkan prospek yang tinggi. Sahabat tani dapat mempertimbangkan untuk membudidayakan tanaman ini, baik untuk mengonsumsi pribadi maupun untuk dipasarkan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *