Info Penting Bagi Pecinta Budidaya Ikan Hias

Ikan Hias Koi
Sumber : Jejaktani

Budidaya Ikan Hias – Saat ini banyak sekali penyuka ikan hias, hal itu bisa menjadi peluang bisnis yang menjanjikan. Sahabat tani bisa mengambil peluang ini untuk melakukan budidaya ikan hias. Mungkin banyak di antara Anda sekalian yang beranggapan bahwa budidaya satu ini lebih susah daripada budidaya ikan yang biasanya dikonsumsi. Benarkah demikian? Anda akan menemukan caranya di artikel ini.

Jenis – Jenis Budidaya Ikan Hias ( Jenis Ikan)

Ada banyak sekali ikan hias yang umumnya bisa dibudidayakan oleh sahabat tani. Bahkan, lebih dari 400 jenis ikan hias air tawar di Indonesia, hampir 90% dibudidayakan oleh banyak Petani Ikan. Tetapi, ada beberapa jenis ikan hias yang populer dibudidayakan, mengingat karena potensi pasar yang tinggi. Beberapa ikan tersebut adalah:

  1. Ikan koi
  2. Ikan arwana
  3. Ikan louhan
  4. Ikan cupang
  5. Ikan guppy
  6. Ikan koki
  7. Ikan discus
  8. Dan lain sebagainya

Ikan-ikan hias di atas memiliki peminat pasar yang cukup tinggi. Selain itu, pembudidayaannya juga tergolong tidak terlalu sulit, sehingga wajar jika sahabat tani banyak yang membudidayakan berbagai jenis ikan hias di atas.

Baca Juga :

Budidaya Ikan cupang
Sumber : Suka Ikan

Cara Budidaya Ikan Hias yang Harus Anda Ketahui

Membudidayakan ikan hias sebenarnya lebih mudah jika dibandingkan dengan membudidayakan ikan yang dikonsumsi. Hal ini disebabkan budidaya ikan hias tidak perlu wadah yang terlalu besar, seperti kolam untuk membudidayakannya. Secara sistematis, tahapan dan cara budi daya ini antara lain:

  1. Menyiapkan Wadah untuk Pemeliharaan Ikan Hias

Budidaya ikan hias umumnya tidak membutuhkan kolam sebesar ikan yang dikonsumsi. Anda bisa menggunakan akuarium, bak fiberglass, bak berukuran kecil yang terbuat dari semen, dan lain sebagainya. Anda bisa menggunakan wadah apapun, asalkan wadah tersebut mencukupi dan tidak menyebabkan air bocor.

Ikan hias sendiri ada yang harus dibudidayakan dengan sistem air yang mengalir, dan ada yang tidak. Wadah di sini sendiri juga memiliki banyak fungsi, mulai dari pemijahan, penetasan telur, larva, pendederan, pembesaran, dan lain sebagainya.

Perlu Anda ketahui bahwa membudidayakan ikan harus menyesuaikan dengan wadah dan jenis ikan yang akan Anda budidayakan. Hal ini disebabkan, umumnya setiap jenis ikan hias memiliki karakteristik masing-masing.

  1. Menyiapkan Pakan Ikan Hias

Anda harus menyiapkan pakan juga untuk ikan hias Anda. Secara jenis, pakan sendiri jenisnya adalah jenis pakan ikan alami dan juga buatan. Yang alami sendiri biasanya adalah dari hewan berukuran kecil atau renik-renik, serangga, kodok, kutu air, dan  lain sebagainya. Sedangkan pakan buatan sendiri umumnya adalah pakan yang diproduksi perusahaan penyedia pakan ikan hias.

Anda bisa menyesuaikan pakan dengan umur dan juga jenis ikan hias. Umumnya, ikan-ikan kecil membutuhkan pakan alami sebelum bisa mengkonsumsi pakan buatan. Baru setelah anakan ikan mulai besar, makanannya bisa beragam.

  1. Menentukan Calon Indukan Ikan Hias

Untuk membudidayakan ikan hias, tentu tahapan menentukan indukan ikan hias tidak dapat dilewati. Anda harus memilih calon indukan ikan hias yang merupakan bibit unggul. Hal ini dilakukan, agar nantinya indukan tersebut menghasilkan anakan yang berkualitas juga.

Umumnya, ciri indukan yang sehat adalah yang bentuk tubuhnya tidak ada cacat sama sekali, geraknya cenderung gesit, warnanya gelap atau cerah tetapi terlihat sehat, dan lain sebagainya. Selain itu, Anda harus memisahkan antara indukan jantan dan indukan betina terlebih dahulu sebelum proses pemijahan. Dengan begitu, Anda harus paham betul perbedaan antara keduanya supaya tidak salah.

  1. Pemijahan Ikan Hias

Tahap selanjutnya yang akan Anda lewati ketika melakukan budidaya ikan hias adalah proses pemijahan. Pemijahan ikan hias dibagi menjadi dua, yakni internal dan eksternal. Hal ini disebabkan karena ikan hias sendiri ada yang berkembangbiak secara bertelur dan juga beranak.

Umumnya, saat melakukan proses pemijahan harus dilakukan dengan berbagai tahapan. Tahapan umum yang dilakukan adalah pemisahan indukan jantan dan betina, pemberian makan untuk merangsang hormon, menyiapkan wadah untuk pemijahan, dan lain sebagainya.

  1. Penetasan Telur Ikan Hias

Setelah proses pemijahan selesai, kini tahap penetasan telur ikan hias. Biasanya, durasi dari pemijahan hingga telur menetas antara ikan yang satu dan lainnya berbeda. Tetapi secara umum, telur ikan hias akan menetas dalam waktu kurang lebih satu hari atau 24 jam. Proses penetasan ikan sendiri bisa di akuarium, corong, hampa, dan lain sebagainya.

Penetasan telur dapat dilakukan dengan cara memisahkan induk dan juga dengan cara tetap dibiarkan dengan induknya. Inilah mengapa pentingnya mengenal tentang ikan hias yang akan Anda budidayakan, hal itu untuk memahami bagaimana cara yang tepat untuk penetasan telur ikan hias tersebut.

  1. Perawatan Larva dari Sejak Lahir hingga Seminggu

Setelah telur-telur menetas, maka anakan ikan hias tersebut disebut burayak atau larva. Umumnya, larva ini akan ditempatkan di berbagai wadah seperti bak plastik, fiberglass, kolam bak, dan lain sebagainya.

Umumnya, dari waktu mulai menetas hingga berusia beberapa hari, anakan ikan hias yang berupa larva tidak perlu diberikan makan. Hal ini disebabkan larva tersebut telah mendapatkan makanan dari bekas penetasan telur tersebut. Ketika sudah berusia satu minggu, baru Anda bisa memberikannya makanan. Anda bisa memberi makanan seperti infusoria, kutu air, dan lain sebagainya.

Baca Juga :

  1. Pembesaran Larva

Ketika larva sudah berusia seminggu lebih atau pada saat ukurannya mulai membesar, maka pakan yang diberikan pun sudah berbeda. Umumnya, makanan yang diberikan antara lain ikan kecil, pellet, jentik nyamuk, kutu air, dan lain sebagainya. Anda bisa menyesuaikan pakan dengan tempat pembesaran ikan, karena ditakutkan akan membuat kualitas air menjadi turun.

Sebaiknya, Anda tidak meletakkan ikan dengan jumlah besar pada tempat yang terbatas. Hal ini akan menyebabkan pertumbuhan ikan hias yang Anda miliki menjadi terbatasi atau terhambat. Anda bisa memisahkan antara ikan hias yang ukurannya besar atau kecil, agar pertumbuhannya lebih baik. Setelah semakin besar, Anda bisa memisahkan antara anakan jantan dan juga betina.

  1. Waspadai Hama dan Penyakit Ikan Hias

Jika ingin budidaya Ikan Hias Anda berhasil, maka Anda tidak boleh meremehkan hal yang satu ini. Umumnya, jenis yang menyerang ikan hias dapat berupa parasit dan non parasit. Contoh penyakit karena adanya parasit adalah cacing, jamur, bakteri, protozoa, dan lain sebagainya yang menyerang organ-organ ikan itu sendiri.

Sedangkan, penyakit yang bukan dari parasit adalah penyakit yang berasal dari eksternal ikan atau lingkungan. Maka dari itu, Anda harus senantiasa menjaga kebersihan air dan juga wadah tempat budidaya, agar ikan terhindar dari penyakit. Jangan pula memberi makanan yang berlebihan atau sembarangan kepada ikan hias Anda.

Setelah membaca tahapan budidaya ikan hias di atas, pasti Anda setuju bahwa membudidayakan jenis ikan yang satu ini tidak sesulit yang dibayangkan. Kunci bagi sahabat tani yang ingin membudidayakan ikan dengan berhasil, yakni memahami prosedur perawatan dengan ketelatenan. Apakah Anda tertarik membudidayakan jenis ikan hias? Ikan hias apa yang ingin Anda budidayakan?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *