Ikan Cupang dengan Beragam cara Membudidayakannya

Diposting pada

Sahabat tani, siapa sih yang tidak tahu akan ikan yang sangat populer dengan keagresifannya ini. Ikan cupang adalah spesies ikan hias yang memiliki corak dan bentuk yang indah. Dengan fakta seperti itu, tidak mengherankan banyak sekali petani ikan yang tertarik untuk mencoba peruntungan dalam budidaya ikan cupang.Budidaya Ikan cupang

Banyak orang yang mengira bahwa membudidayakan ikan yang satu ini cukup susah. Bagaimana tidak, ikan cupang sendiri tidak dapat digabungkan dengan ikan cupang yang lainnya. Jangan khawatir karena pada artikel ini, sahabat tani akan mendapatkan jawaban tentang bagaimana pembudidayaannya.

Sekilas Info Tentang Spesies Ikan Cupang

Sebelum melakukan budidaya, penting bagi sahabat tani untuk mengerti medan perang terlebih dahulu. Dalam hal ini, sahabat tani harus memahami betul tentang spesies ikan cupang itu sendiri. Ikan yang satu ini adalah spesies ikan yang dapat ditemukan banyak di daerah Asia Tenggara. Ikan ini memiliki nama latin B. Spledens.

Ikan yang cantik ini sebenarnya memiliki tiga kategori yang terkenal, yakni hias, aduan, dan juga liar. Ketiga kategori itulah yang banyak menjadi favorite orang-orang di Indonesia. Ikan yang terkenal akan keagresifannya dalam menjaga wilayahnya ini tergolong ikan yang mampu hidup dalam jangka waktu yang lama.

Selain keindahannya, orang-orang gemar memelihara ikan yang satu ini dikarenakan mudahnya dalam perawatan serta berumur panjang. Ikan cupang dapat hidup dengan baik meskipun ditempatkan pada suatu wadah dengan jumlah air yang sedikit dan tanpa aerator.

Langkah dan Cara Budidaya Ikan Cupang yang Mudah

Setelah mengetahui tentang jenis ikan dan juga informasi mendasar tentang ikan cupang, kini saatnya membahas tahapan dalam pembudidayaannya. Setidaknya ada tiga langkah yang mendasar yakni seperti pemilihan indukan cupang, pemijahan, dan juga perawatan. Penjelasan per langkahnya akan dijelaskan sebagai berikut.

  1. Pemilihan Indukan

indukan ikan cupangTahapan pertama yang harus sahabat tani lakukan adalah memilih indukan. Ini adalah langkah utama untuk membudidayakan cupang. Sama seperti ketika membudidayakan apapun, usahakan memilih indukan yang berasal dari bibit unggul, sehat, berkualitas, dan juga tampak aktif.

Setelah memilih indukan dari ikan cupang, sahabat tani harus memisahkan antara indukan cupang jantan dan juga betina. Bagaimana cara untuk membedakan antara keduanya? Sangat mudah, antara lain sebagai berikut.

  1. Dari sisi pergerakannya, jantan lebih lincah sedangkan betina sebaliknya, agak sedikit lamban.
  2. Dari bentuk ekor dan siripnya, jantan memiliki ekor yang mengembang serta lebar. Untuk yang betina, sirip dan ekornya lebih pendek.
  3. Dari sisi ukuran tubuh cupang, cupang jantan berukuran lebih besar sedangkan yang betina lebih kecil
  4. Dari segi warna, cupang jantan memiliki warna yang lebih cerah dibandingkan dengan indukan betina

Perlu sahabat tani ingat, sebelum melakukan pemisahan antara jantan dan betina, sahabat tani harus memastikan satu hal terlebih dahulu. Pastikan bahwa indukan yang sahabat tani pilih sudah dalam fase siap kawin atau matang gonad istilahnya. Bagaimana ciri dari indukan cupang yang sudah siap kawin atau menjadi indukan? cirinya yakni seperti berikut ini.

  1. Dari segi usia, cupang jantan berusia setidaknya 4-8 bulan dan yang betina 3-4 bulan
  2. Dari segi bentuk badan, cupang jantan berbentuk panjang sedangkan betina cenderung membulat
  3. Dari segi pergerakan badan atau keaktifan, cupang jantan sudah sangat aktif dan cupang betina agak sedikit lambat
  1. Tahap Pemijahan Ikan Cupang

Tahap selanjutnya yang harus sahabat tani lakukan adalah melakukan tahap pemijahan. Ini dilakukan dengan cara menyediakan wadah atau baskom dengan volume 8000cm3. Wadah tersebut diperuntukkan cupang jantan. Sedangkan untuk cupang betina, sediakan gelas plastik untuk pemijahannya.

Setiap satu kali perkawinan antara cupang jantan dan betina, akan dihasilkan mencapai 1000 telur cupang. Kemudian, telur-telur tersebut akan menetas dalam waktu 1 hari atau 24 jam. Perlu sahabat tani ketahui, meskipun cupang dapat bertelur sangat banyak, tingkat keberhasilan anak cupang untuk bertahan hidup cukup kecil.

Perkawinan tersebut biasanya hanya ada 30-50 ekor anak cupang yang berhasil untuk bertahan hidup. Tetapi sahabat tani tidak perlu khawatir karena indukan jantan yang sahabat tani pilih dapat melakukan kawin hingga delapan kali dengan jarak waktu yang cukup singkat, yakni 2 hingga 3 minggu.

Berbeda dengan betina, sebaiknya indukan betina hanya dikawinkan satu kali saja. Hal ini dikarenakan, mengawinkan betina lebih dari sekali akan meningkatkan jumlah cupang betina yang lahir. Langkah pemijahan jika dituliskan secara sistematis yakni sebagai berikut.

  1. Isilah wadah tempat memijah dengan air bersih hingga 15 cm.
  2. Tambahkan tumbuhan untuk tempat ikan bertelur. Sahabat tani bisa menggunakan berbagai macam tumbuhan air.
  3. Masukan ikan jantan pada tempat tersebut dan diamkan setidaknya satu hari satu malam. Nantinya ikan jantan akan membuat gelembung udara untuk tempat telur cupang yang telah dibuahi.
  4. Letakkan cupang betina di tempat terpisah yang masih terlihat dari jangkauan ikan cupang jantan. Ini fungsinya untuk memancing cupang jantan membuat gelembung udara.
  5. Masukan indukan betina ke tempat pemijahan. Biasanya, proses kawin antara cupang berlangsung jam 7 hingga 10 pagi atau jam 4 hingga 6 sore.
  6. Ketika proses pembuahan sudah terjadi, maka pisahkan kembali antara jantan dan betina. Sahabat tani bisa mengangkat betina dari tempat tersebut karena yang melakukan proses selanjutnya adalah tanggung jawab cupang jantan.
  7. Biarkan burayak atau telur yang berusia 1 hari berada disana tanpa diberi makan hingga 3 hari kedepan. Tidak perlu khawatir karena burayak mendapatkan nutrisi dari dalam telurnya.
  8. Kemudian, setelah tiga hari berilah anak cupang kutu air untuk pakannya. Jangan memberi makan berlebihan karena bisa mengotori air.
  9. Angkat induk jantan ketika ikan cupang sudah berusia 2 minggu. Pada tahap ini, sahabat tani bisa memindahkan buratak ke tempat yang lebih besar dan lebar.
  10. Pisahkan ikan cupang setelah berusia satu setengah bulan. Sahabat tani dapat meletakkannya di berbagai tempat untuk melakukan pembesaran cupang hingga menjadi cupang dewasa.
  1. Perawatan Cupang

Telah disinggung di awal bahwa perawatan cupang ini tergolong gampang. Meskipun sahabat tani bisa membuat cupang sahabat tani bertahan hidup tanpa aerator, akan lebih baik jika Sahabat tani memasangnya. Jangan biarkan cupang jantan utamanya cupang aduan berada dalam satu wadah.

Cupang aduan bisa sahabat tani letakkan pada toples kecil supaya tidak menyerang antara cupang yang satu dengan yang lainnya. Jika sahabat tani ingin cupang aduan sahabat tani semakin agresif, simpanlah cupang tersebut pada tempat yang gelap.

Meskipun sudah memisahkan cupang satu dengan yang lain, jangan meletakkan secara berdekatan. Hal ini untuk menghindarkan cupang menabrakan dirinya seolah sedang berkelahi dengan cupang yang lainnya.

Selain itu, jangan lupa untuk tetap mengganti air dalam waktu yang berkala. Jika air sudah dirasa keruh, sebaiknya sahabat tani segera menggantinya supaya cupang yang sahabat tani budidayakan tetap sehat.

Ternyata, budidaya ikan cupang tidak sesusah yang dibayangkan. Memang, dalam membudidayakannya terdapat beberapa treatment khusus. Meskipun demikian, setelah melakukan step stepnya dengan benar, maka budidaya yang sahabat tani lakukan akan mengalami keberhasilan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *