8 Langkah Budidaya Ikan Air Payau bagi Pemula

Diposting pada

Selain budidaya ikan air tawar, banyak pula jenis ikan yang bisa dibudidayakan dalam air payau yaitu perairan yang terbentuk dari perpaduan antara air tawar dengan air asin laut. Hal tersebut membuat perkembangan budidaya ikan air payau menjadi semakin pesat, apalagi potensi keuntungan yang bisa didapatkan juga cukup besar.

Sahabat tani, pembudidayaan ikan air payau itu tidak begitu sulit untuk dilakukan, namun Anda perlu mengikuti panduan beternak ikan air payau yang tepat. Oleh sebab itu, berikut akan diulas secara lengkap, seputar panduan membudidayakan ikan di air payau, mulai dari macam-macam ikan yang bisa dibudidayakan dalam air payau, hingga langkah demi langkah proses pembudidayaan ikan di air payau.

Ikan air payau
Sumber : Tokopedia.com

Jenis-Jenis Ikan yang Bisa Dibudidayakan di Air Payau

Sebelum membahas mengenai cara membudidayakan ikan dalam air payau, Anda sebaiknya perlu mengetahui jenis ikan apa saja yang bisa dibudidayakan dalam air payau. Setidaknya ada 8 jenis ikan air payau yang bisa dibudidayakan di antaranya seperti berikut ini.

  1. Ikan Kerapu
  2. Ikan Bandeng
  3. Ikan Kakap Putih
  4. Ikan Bawal
  5. Ikan Patin
  6. Ikan Nila
  7. Ikan Mujair
  8. Sidat

Dari jenis-jenis ikan tersebut, bisa dilihat bahwa salah satu faktor yang membuat potensi keuntungan budidaya ikan air payau sangat besar, disebabkan karena harga jual dari ikan-ikan tersebut memang terbilang tinggi.

Baca Juga : 5 Langkah Ternak Lele dengan Kolam Bioflok

8 Langkah Membudidayakan Ikan Air Payau

  1. Memilih Lokasi Kolam Ikan Air Payau

Jika sahabat tani ingin membudidayakan jenis ikan air payau, maka sebaiknya pilih lokasi pembuatan kolam ikan yang dekat dengan sumber air payau, misalnya saja di dekat pantai. Hal tersebut bertujuan agar Anda bisa lebih mudah saat akan mengisi kolam ikan dengan air payau. Namun, satu hal penting yang perlu diperhatikan adalah Anda harus mampu memahami karakter ikan yang akan dibudidayakan.

Memahami karakter ikan yang akan dibudidayakan itu akan membuat Anda bisa tepat menentukan kadar air payau yang dibutuhkan oleh ikan. Perlu diketahui, bahwa tingkat keasinan yang dibutuhkan oleh jenis-jenis ikan air payau itu berbeda-beda, contohnya seperti ikan nila, mujair dan patin membutuhkan kadar garam (tingkat keasinan) yang lebih sedikit dibanding jenis ikan air payau seperti bandeng dan kerapu.

Budidaya Ikan Nila
Sumber : Jejak Tani
  1. Membuat Kolam Ikan Air Payau

Ada beberapa jenis kolam ikan air payau yang bisa digunakan untuk proses pembudidayaan ikan dalam air payau, yaitu kolam keramba, kolam tanah, kolam terpal, kolam semen dan kolam plastik. Oleh sebab itu, sahabat tani bisa memilih menggunakan jenis kolam ikan yang sesuai dengan keinginan dan tentunya modal sahabat tani dalam proses pembuatan kolam ikan tersebut.

Sementara itu, untuk ukurannya bisa dibuat dengan ukuran berapapun, namun kedalaman kolam minimal antara 1-1,5 meter sebab jika terlalu dangkal, maka bisa membatasi ruang gerak ikan dan plankton. Sehingga, membuat mereka menjadi sulit untuk berkembang. Selain itu, pastikan pula bahwa jumlah dari benih yang akan ditebarkan ke dalam kolam tersebut juga harus sesuai dengan luas kolam tersebut.

Bukan hanya itu saja, Anda juga perlu memberikan lubang by pass berlapis kelambu agar memudahkan proses pembuangan kelebihan air kolam, khususnya saat musim hujan. Selain itu, sahabat tani juga perlu membuat saluran pembuangan, sehingga dapat memudahkan proses pengeringan kolam.

  1. Mempersiapkan Air Kolam

Setelah Anda selesai membuat kolam, maka lanjutkan dengan mengisi kolam ikan tersebut dengan air payau hingga 15 cm. Setelah itu, diamkan kolam selama beberapa hari, agar air di dalam kolam mengandung banyak mikroorganisme berupa plankton yang dapat menjadi makanan alami dari ikan yang akan Anda tempatkan di kolam tersebut.

Agar kolam air payau yang sahabat tani buat itu semakin banyak dipenuhi mikroorganisme yang bersifat ‘menyuburkan’ air, maka sahabat tani bisa melakukan beberapa cara di bawah ini:

    • Siram kolam dengan larutan EM4 dan gula yang sudah didiamkan minimal selama 24 jam, dengan dosis 1 L pada kolam ikan yang berukuran 3x10x1,5 meter.
    • Anda juga perlu menyiramkan pupuk organik cair dengan ukuran 1 L pada kolam ikan yang berukuran 9x10x1,5 meter.
    • Taburkan pula pupuk NPK ke dalam kolam secara merata.

Setelah melakukan tiga trik tersebut, Anda perlu mendiamkan kolam air payau tersebut selama minimal 7 air, hingga warna air kolam berubah menjadi hijau jernih. Warna hijau yang jernih itu berarti menandakan bahwa kolam tersebut sudah berisi banyak plankton dan ganggang hijau. Selanjutnya, isi kolam hingga kedalaman airnya mencapai 1,5 meter.

Baca Juga : Panduan Budidaya Ikan Kerapu Lengkap Hingga Bisa Panen Besar

  1. Menebarkan Bibit Ikan ke Kolam Air Payau

Proses pembibitan ikan air payau sebenarnya bisa dilakukan sendiri, namun jika sahabat tani masih termasuk peternak pemula, maka untuk lebih mudah dan praktis, sebaiknya Anda membeli bibit ikan air payau yang sudah terjamin kualitasnya. Setelah bibit siap, pastikan bahwa jumlah bibit yang akan ditebarkan ke dalam kolam sesuai dengan ukuran dari kolam ikan yang telah sahabat tani buat itu.

Misalnya, pada ikan nila, jumlah bibit yang bisa ditebarkan ke dalam kolam adalah 400 benih per m2, sementara itu, jika ikan air payau yang akan dibudidayakan itu rata-rata ukurannya lebih besar, contohnya seperti ikan patin, maka jumlah bibit yang ditebarkan pun harus lebih sedikit. Sebelum ditebarkan ke dalam kolam, sebaiknya wadah kantong bibit tersebut dibiarkan terapung di kolam.

Membiarkan wadah kantong bibit ikan terapung di kolam, bertujuan untuk menyamakan suhu air dalam kantong bibit dengan suhu air kolam.  Baru setelah itu, buka kantong secara perlahan agar bibit ikan bisa langsung masuk ke dalam kolam dengan sendirinya. Tunggu selama 24 jam, kemudian Anda bisa memberi pakan bibit-bibit ikan yang sudah ada di dalam kolam.

  1. Memberi Pakan Ikan

Budidaya ikan air payau yang dilakukan di dalam kolam keramba dengan memanfaatkan sumber air yang langsung berasal dari muara sungai, maka biasanya di dalam kolam tersebut sudah cukup banyak mengandung pakan alami berupa plankton. Namun, walau sudah banyak pakan alami, Anda tetap perlu memberikan pakan, sehingga proses pertumbuhan dan perkembangan ikan menjadi lebih pesat.

Dosis untuk memberikan pakan ikan disesuaikan dengan usia dan berat badan ikan. Pada bulan pertama, dosisnya sebesar 5% dari berat badan ikan dan proses pemberian pakan dilakukan setiap hari. Sementara itu, pada bulan kedua, dosisnya sebesar 4% dari berat badan ikan setiap harinya. Sedangkan pada bulan keempat, kurangi lagi dosisnya menjadi 3% dari berat badan ikan.

  1. Jaga Kestabilan Kondisi dan Kedalaman Air

Selain pemberian pakan yang dilakukan dengan rutin, sahabat tani juga perlu untuk selalu menjaga kestabilan kondisi dan kedalaman air kolam. Lakukan penggantian air tiap 3-4 minggu sekali, sebab air kolam sudah mengalami perubahan pH atau bisa pula karena kadar garam sudah berkurang karena air hujan.

Bukan hanya itu saja, fungsi pergantian air yang dilakukan secara rutin itu bisa pula mencegah serangan hama dan penyakit pada ikan yang ada di kolam tersebut. Sahabat tani juga bisa lebih menjaga daya tahan tubuh ikan dengan memberikan probiotik serta vitamin.

  1. Panen Ikan

Masa pembudidayaan ikan air payau itu lebih singkat, jika dibanding masa pembudidayaan ikan air tawar. Oleh sebab itu, sahabat tani bisa lebih cepat mendapatkan untung dari usaha budidaya ikan air payau.

Hanya dalam waktu 4 bulan saja, ikan air payau yang ada di kolam ikan sudah mencapai berat 0,5 kg. Agar proses panen ikan bisa berlangsung lebih cepat, Anda bisa menguras kolam atau dapat pula menggunakan jaring kantong jeruk.

Baca Juga : Cara Budidaya Sidat yang Mudah, Cepat Panen

  1. Perawatan Kolam Pasca Panen Ikan

Pasca panen, kolam tidak boleh langsung diisi dengan bibit ikan, sebab dikhawatirkan masih banyak terdapat bakteri patogen yang bisa menyebabkan bibit penyakit dalam kolam tersebut. Cuci bersih terlebih dahulu kolam ikan serta keringkan kolam selama 7-10 hari. Selanjutnya, semprotkan disinfektan agar seluruh bakteri patogen mati. Baru setelah itu, isi kembali kolam dengan air untuk proses pembudidayaan ikan air payau berikutnya.

Jenis ikan air payau yang beraneka ragam dan cukup mudah untuk dibudidayakan itu membuat banyak orang semakin tertarik untuk memulai proses budidaya ikan air payau. Ditambah lagi dengan prospek keuntungan yang cukup menggiurkan, sebab berbagai jenis ikan air payau itu memiliki nilai jual dan permintaan pasar yang tinggi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *