Hama Walang Sangit dan 5 Cara Mengatasinya

Diposting pada

Berbicara soal walang sangit atau yang juga disebut dengan hama walang, tentunya sudah sangat familiar bagi sahabat tani. Hama walang memiliki nama latin Leptocorisa Oratorius. Jenis walang ini sebenarnya adalah jenis serangga, namun karena keberadaannya yang dianggap sangat mengganggu dan merusak tanaman tertentu, maka jenis serangga ini pun dikategorikan sebagai hama dalam bentuk serangga.

walang sangit
Sumber : projectnoah

Jenis tanaman yang seringkali dirusak oleh hama serangga ini adalah padi. Serangan hama pada padi yang disebabkan oleh hama walang ini, biasanya terjadi pada saat padi memasuki fase pembungaan hingga matang susu. Hama jenis ini menyerang padi dengan jalan menghisap bulir dan juga cairan pada tangkai bunga padi. Hal ini menyebabkan bulir padi yang dihasilkan tidak sempurna.

Kehidupan Walang Sangit Sebagai Hama

Kualitas padi akan sangat menurun saat mengalami serangan walang sangit. Bahkan, hasil padi yang bagus bisa hilang antara kisaran 50% hingga 80%. Karena inilah, hama walang dianggap sebagai jenis hama yang tingkat bahayanya paling utama.

Layaknya jenis serangga yang lainnya, hama walang juga memiliki fase kehidupan beranak pinak yang anak pinaknya tersebut juga menjadi hama penyerang padi. Hama walang kecil, biasa disebut dengan nimfa. Nimfa ini adalah hasil dari telur hama walang yang sudah menetas, setelah mengalami stadia hingga 7 hari lamanya. Telur hama walang biasanya terletak pada daun padi bagian atas ujung.

Baca Juga :

Pada fase awal-awal, nimfa ini memiliki warna hijau, sehingga akan sangat sulit dibedakan pada bagian daun padi. Namun seiring berjalannya waktu, nimfa ini akan berubah warna menjadi warna kecoklatan. Tidak berhenti sampai di situ, nimfa hama walang ini akan mengalami pergantian kulitnya sampai 5 kali. Target serangan nimfa adalah bulir padi yang sedang dalam fase masak susu.

Nimfa ini saat siang hari tidak aktif menyerang padi. Ia akan bersembunyi di balik kanopi padi. Tidak hanya nimfa, walang sangit dewasa juga tidak aktif melakukan penyerangan pada saat siang hari. Namun, akan aktif menyerang pada pagi hari. Keduanya yakni nimfa dan hama walang dewasa, akan melakukan penyerangan utama secara sangat aktif, yakni pada sore hingga malam hari.

Penyerangan yang terjadi pada malam hari inilah yang menyebabkan banyak sahabat tani merasa resah dengan serangan hama walang, karena tidak dalam pengawasan. Hal ini karena untuk membasmi serangan tersebut, biasanya para petani menggunakan beberapa metode pembasmian hama.

Bagaimana Cara Mengatasi Serangan Hama Walang Sangit?

Seperti yang sudah dijelaskan secara sekilas di atas bahwa hama walang termasuk hama yang paling utama bahayanya. Serangan yang dilakukan pada beberapa tanaman seperti padi, akan mengurangi kualitas hasil tanaman itu sendiri. Alhasil, akan ada banyak tanaman yang tidak bisa mengeluarkan khasiat atau nutrisinya yang bermanfaat secara maksimal.

Lantas, bagaimana agar serangan hama walang ini bisa diatasi? Jika sahabat tani ingin tahu, berikut di bawah ini bisa Anda simak beberapa tips atau cara mengatasi serangan hama walang:

Sanitasi Lingkungan

Sanitasi lingkungan ini dilakukan dengan cara melakukan pembersihan secara menyeluruh, pada area penanaman padi dari gulma. Hal ini bisa dilakukan dengan melakukan pencabutan rerumputan yang menjadi inang hama atau bisa juga dengan memberikan obat khusus.

Sanitasi ini terbilang cukup ampuh, untuk diandalkan sebagai cara penekanan perkembang biakan hama walang. Jika sahabat tani ingin menggunakan cara ini, maka sebaiknya sahabat tani mulai mengaplikasikannya sejak awal fase penanaman padi hingga fase panen.

Kultur Teknis

Selain bisa menggunakan metode sanitasi lingkungan, Anda juga bisa menggunakan cara kultur teknis. Cara yang satu ini dilakukan dengan cara melakukan penanaman padi serempak, pada satu hamparan lahan tani yang luas.

Tidak hanya waktu awal penanamannya saja, fase pemberian pupuk juga harus dilakukan secara  serempak. Waktu selisih penanaman padi yang dianjurkan adalah kurang dari 2,5 bulan. Akan lebih baik lagi jika waktu penanaman lebih cepat. Hal ini bisa sahabat tani lakukan dengan melakukan kerjasama antar pemilik lahan padi. Dengan cara ini, populasi walang sangit akan semakin berkurang.

Pengendalian Biologi

Mengatasi serangan hama walang dengan cara yang satu ini, dilakukan dengan mengandalkan agen hayati. Agen hayati yang dipakai ini tak lain adalah jenis jamur dan parasitoid. Contoh agen hayati yang sudah seringkali digunakan untuk pembasmian hama walang ini adalah seperti jamur beauveria bassiana.

beauveria bassiana
Sumber : researchgate

Jamur jenis ini akan melakukan penyerangan pada hama walang dewasa maupun nimfa. Serangan yang dilakukan bertarget pada kulit walang yang menimbulkan infeksi pada kulit hama walang maupun Nimfa tersebut.

Infeksi inilah yang mampu membawa pada kematian hama walang dewasa dan nimfa. Saat ini, sahabat tani sudah bisa mendapatkan jenis jamur beauviria bassiana di berbagai kios yang menjual kebutuhan pertanian.

Perangkap

Menggunakan teknik perangkap ini juga terbilang cukup ampuh untuk bisa Anda coba. Perangkap yang akan digunakan adalah beberapa bebauan yang sangat disukai oleh serangga sejenis walang sangit. Beberapa contoh bebauan yang bisa Anda jadikan sebagai bahan perangkap adalah seperti keong mas, ikan, kotoran hewan, cuyu, rajungan, dan daging busuk.

Untuk menyiapkan perangkap ini, Anda bisa meletakkan sumber bebauan pada ujung kayu atau bisa juga sahabat tani masukkan pada bagian tempat bekas botol air mineral. Saat perangkap telah disiapkan, maka serangga hama walang akan tertarik dengan bau menyengat tersebut. Sahabat tani bisa secara langsung memusnahkan hama walang yang telah terkumpul tersebut. Untuk saran pemasangan perangkap.

Baca Juga :

Sahabat tani bisa mulai melakukannya sejak awal fase berbunga, hingga fase masak susu. Hal ini akan membuat teknik perangkap bekerja lebih efektif dan populasi hama walang bisa ditumpas dengan lebih maksimal.

Teknik Kimiawi

Jika sebelumnya telah dibahas terkait mengatasi hama walang dengan cara atau teknik biologi, maka kali ini sahabat tani juga harus tahu cara atau teknik penumpasan hama walang dengan menggunakan teknik kimiawi. Teknik yang satu ini mungkin sudah umum dikenal oleh masyarakat luas, yakni dengan mengandalkan cairan insektisida kimia.

Biasanya, para petani akan memilih menggunakan teknik kimia ini, jika kondisi hama penyerang adalah 6 ekor/m2. Cairan insektisida ini dimanfaatkan dengan cara disemprot pada tanaman. Waktu penyemprotan bisa dilakukan saat tanaman akan masuk pada fase berbunga dan pada saat usai memasuki fase masak susu.

Penyemprotan yang dilakukan sebaiknya dilakukan pada pagi hari dan sore, hingga malam hari. Pada waktu-waktu ini, serangga hama walang aktif menyerang tanaman. Beberapa contoh jenis insektisida yang bisa sahabat tani andalkan adalah seperti insert berbahan fipronil, metilkarb, MIPC, propoksur dan juga BPMC.

Sebaliknya beberapa jenis insektisida yang harus sahabat tani hindari adalah jenis karbofuran. Hal ini karena kandungannya yang bisa sangat berbahaya untuk manusia bahkan lingkungan. Beberapa teknik pengendalian hama jahat walang sangit tersebut bisa menjadi referensi bagi sahabat tani, yang memang belum secara umum mengenal beberapa teknik tersebut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *