8 Jenis Hama Tanaman Yang Perlu Sahabat Ketahui

Diposting pada

Sahabat tani pasti kesal apabila tanaman yang sahabat tani tanam menjadi rusak, maupun gagal bertumbuh karena hama yang menyerang tanaman. Selain itu, hama juga tidak baik untuk lingkungan dan kesehatan manusia. Oleh sebab itu, sahabat tani harus mengetahui apa saja jenis hama tanaman yang harus segera dibasmi di lingkungan Anda.

Jenis Hama Tanaman
Sumber : www.cnnindonesia.com

Delapan Jenis Hama Tanaman

Tikus

Pengusir Tikus

Jenis hama tanaman yang satu ini sebagian besar tinggal di rumah-rumah penduduk yang lingkungannya kurang bersih. Ada juga tikus sawah yang selalu membuat para petani gagal panen. Kebanyakan yang membuat petani rugi adalah tikus. Tikus sangat menyukai biji-bijian dan batang tanaman. Gigi tajamnya dapat memakan batang atau biji yang terdapat di suatu tanaman.

Tikus biasanya bersembunyi di lubang tanggul irigasi, persawahan, pekarangan rumah, dan di semak-semak. Pergerakan tikus sangatlah cepat, tikus sangat cepat beradaptasi terhadap lingkungannya. Perkembangbiakkan dari tikus juga sangatlah cepat. Sehingga, tikus menjadi salah satu hama yang paling banyak di lingkungan manusia.

Baca Juga : 5 Bahan Pengusir Tikus

Ulat Hama

Ulat ini biasanya sering menyerang tanaman hias milik Anda. Jenis hama yang wajib diwaspadai adalah jenis ulat hama Spodoptera sp. Jenis hama ini sering menyerang di bagian daun dan Noctuidae yang biasanya selalu menggerogoti batang suatu tanaman.

Ulat merupakan larva dari hewan kupu-kupu. Berbeda dengan ulat kupu-kupu akan membantu penyerbukan terhadap tanaman Anda, ulat justru merusak tanaman anda. Khususnya tanaman yang memiliki daun seperti tanaman sayuran tanaman lainnya dan juga buah-buahan. Fisik dari ulat ini ada yang berambut dan juga yang tidak berambut.

Ulat yang tidak berambut mempunyai kulit yang cukup tipis. Ulat jenis ini akan bersembunyi dari sinar matahari, karena kulitnya tidak kuat terhadap terik matahari. Tempat persembunyian ulat biasanya di rumput-rumput dan di dalam buah. Berbeda dengan ulat yang berambut, ulat ini mempunyai perlindungan diri dari matahari karena rambutnya yang tebal.

Walang Sangit

Walang sangit

Meloncat dan terbang dari suatu tumbuhan ke tumbuhan lainnya, merupakan cara bagi walang sangit untuk menyerang tumbuhan sahabat tani. Walang berkembangbiak dengan cara bertelur. Telur yang ia hasilkan bisa mencapai lebih dari 200 butir telur. Biasanya, telur-telur tersebut diletakkan di ujung atas daun suatu tanaman.

Tanaman yang paling disukai walang sangit adalah tanaman padi. Walang sangit akan memenuhi kebutuhan makanannya, dengan cara menyerang tanaman padi serta menghisap suatu cairan yang terdapat di tangkai bunga dan bulir padi. Hisapannya itu menyebabkan pemasakan bulir yang ada pada padi menjadi tidak sempurna.

Hasil tanaman padi jadi tidak berkualitas sama sekali, akibat serangan dari walang sangit tersebut. Walang sangit bisa beraktivitas menghisap bulir padi selama 24 jam. Tetapi, walang sangit tidak akan menghisap padi apabila padi sudah berada di dalam tahap pembungaan.

Wereng

Jenis hama tanaman wereng, biasanya menyerang bagian daun dan batang yang ada pada tumbuhan. Serangan ini menyebabkan tumbuhan yang sahabat tani tanam menjadi mati. Wereng juga dapat menyebarkan virus berbahaya pada suatu tanaman. Virus berbahaya ini bisa menyebabkan tanaman Anda terkena infeksi tungro.

Penularan virus tungro ini terjadi jika wereng tersebut menghisap tumbuhan yang sudah terinfeksi virus, lalu berpindah ke tumbuhan yang sehat. Virus tersebut bisa juga menyebabkan tanaman sahabat tani menjadi kerdil. Hama wereng akan muncul apabila:

  1. Pola tanaman yang anda tanam tidak merata.
  2. Cara penggunaan varietas tanaman, khususnya padi selalu sama pada saat musim tanam.
  3. Jarak tanam yang tidak beraturan.
  4. Penggunaan pestisida yang tidak sesuai aturan

Keempat hal ini wajib sahabat tani perhatikan, hal ini untuk mencegah terjadinya kerusakan pada tanaman sahabat tani.

Kutu Daun

Kutu Daun

Kutu yang cukup berbahaya bagi tanaman ini adalah jenis kutu putih dan juga kutu perisai. Kutu putih merupakan hama tanaman yang biasanya menyerang tanaman hias. Tanaman ini biasanya berada di dataran rendah. Kutu putih biasanya menghisap getah yang ada pada tanaman. Habitat dari kutu putih ini berada di bawah dedaunan, terkadang ada juga yang hidup di atas daun.

Hama ini sering menyerang tanaman seperti buah-buahan jeruk, apel dan lain sebagainya. Jika dibiarkan, pergerakan hama jenis kutu ini akan membuat tanaman Anda mati secara pelan-pelan. Kutu juga menghasilkan zat lengket atau sekresi yang bisa menumbuhkan jamur jelaga. Jamur ini dapat membuat kemampuan tanaman Anda dalam hal menyerap cahaya dari matahari menjadi berkurang.

Pergerakkan kutu ini sangat cepat, karena memiliki kemampuan terbang, sehingga bisa memudahkan dirinya untuk bergerak dari tanaman yang satu ke tanaman lainnya. Keturunan yang dihasilkan hama kutu ini adalah keturunan betina. Satu betina bisa menghasilkan 200 hingga 600 telur kutu.

Belalang

Hama belalang sangatlah berbahaya bagi tanaman, karena bisa membuat tanaman yang sahabat tani panen akan gagal total. Contoh yang terjadi di Ethiopia, karena hama belalang yang melahap habis pertanian yang ditanam untuk pangan semua orang, akibatnya satu juta orang lebih di Ethiopia mengalami kelaparan karena gagal panen.

Tanaman yang sangat disukai belalang biasanya berupa padi, sorgum, rumput, dan juga jagung. Sedangkan tanaman seperti kedelai, kacang hijau, ubi kayu, tomat, kacang panjang, tanaman kapas, dan ubi jalar sama sekali tidak disukai oleh belalang ini.

Belalang yang paling ditakuti oleh para petani, biasanya belalang jenis kembara. Belalang kembara dapat menghasilkan 270 butir telur dan biasanya diletakkan di dalam tanah. Belalang kembara akan menyerang dengan cara memakan daun yang ada pada tanaman, sehingga luas permukaan daun menjadi berkurang dan mengganggu fungsi fisiologis dari tanaman.

Cacing Liang

Cacing Liang

Cacing liang biasanya menggeliat di bagian dalam tanah dan menyerang bagian akar suatu tanaman. Tanaman sahabat tani akan menjadi kerdil atau mengalami pertumbuhan yang lambat. Bahkan, bisa mati sebelum tanaman Anda mekar atau berbuah. Cacing liang akan menghisap cairan yang terdapat di akar tanaman Anda. Alhasil, unsur hara yang terdapat di tanaman sahabat tani berkurang.

Tungau

Tungau Tanaman

Tungau termasuk jenis kutu kecil yang sering menyerang rumah-rumah sahabat tani, termasuk juga tumbuhan yang sedang sahabat tani tanam. Daun yang ada pada tanaman Anda akan timbul bercak-bercak, karena serangan tungau ini. Apabila daun tanaman Anda mengalami perubahan warna, seperti warna kuning dan gugur secara tiba-tiba, bisa dikatakan hama tungau inilah yang menjadi penyebabnya.

Perkembangbiakkan tungau sangat cepat, mereka mampu menetas dalam waktu 3-4 hari. Tungau betina bisa menghasilkan 20 butir per hari, dengan masa hidup 2-4 minggu bagi tungau dewasa. Inilah yang membuat tungau menghasilkan ratusan telur setiap minggu. Biasanya, tungau cepat berkembang biak pada saat tanaman sahabat tani dalam posisi kering.

Untuk membasmi jenis hama tanaman di atas diperlukan cara yang berbeda-beda, tergantung jenis hamanya. Sahabat tani harus memberi perhatian khusus terhadap permasalahan tanaman, supaya tanaman sahabat tani dapat bertumbuh atau menghasilkan buah dan bunga yang baik nantinya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *