5 Hama Tanaman Padi dan Cara Pengendaliannya

Diposting pada

Padi merupakan salah satu jenis tanaman bahan pangan pokok dan banyak ditanam oleh petani di Indonesia. Dalam bercocok tanam padi maka tidak akan terlepas dari ancaman serangan penyakit dan hama. Ada banyak jenis hama tanaman padi yang menyebabkan petani mengalami gagal panen. Oleh sebab itu, sahabat tani harus mengetahui cara yang efektif untuk membasmi hama tersebut.

Dengan mengetahui jenis-jenis hama tanaman yang sering merusak padi maka akan lebih mudah bagi Anda untuk mengatasinya. Apabila hama tanaman bisa dikendalikan dengan cara yang cepat dan tepat, maka budidaya tanaman padi akan menghasilkan panen yang berkualitas.

Hama Tanaman Padi
Sumber : sites.google.com

Hama Tanaman Padi Menyebabkan Gagal Panen

Dalam melakukan budidaya tanaman padi, masalah yang sering muncul yaitu ancaman hama yang menyerang tanaman. Jika hal itu tidak segera dikendalikan, maka ancaman gagal panen pun sudah pasti akan dialami. Untuk itu para petani harus mengidentifikasi jenis hama yang menyerang tanaman, sehingga dapat melakukan pengendalian secara cepat.

Penyakit dan hama tanaman sangat mengganggu pertumbuhan dan perkembangan tanaman padi menjadi tidak maksimal. Hama yang merupakan hewan mampu menyerang tanaman dan menyebabkan tanaman tidak mampu tumbuh secara optimal.

Sedangkan penyakit pada tanaman padi biasanya disebabkan mikroorganisme berupa bakteri, virus maupun jamur. Ada berbagai jenis hama dan penyakit yang sering menyerang tanaman padi dan harus mendapat perhatian khusus.

Masalah penyakit tanaman dan hama harus segera ditanggapi agar tidak merugikan para petani. Jika tidak segera dikendalikan, maka dapat menyebabkan gagal panen karena penyakit dan hama tanaman ini bisa berkembang dengan sangat cepat.

Jenis-jenis Hama Tanaman Padi yang Sering Menyerang dan Cara Mengatasinya

Dengan mengetahui jenis-jenis penyakit dan hama pada tanaman padi berikut ini, maka akan memudahkan sahabat tani dalam melakukan pengendalian.

Hama Tikus

Tikus merupakan salah satu jenis hama yang sangat merugikan petani. Hal itu disebabkan karena hewan pengerat ini memiliki tingkat mobilitas yang cukup tinggi dan berkembang biak dengan sangat cepat. Hama tikus biasanya menyerang tanaman padi pada malam hari, kemudian yang menjadi target utamanya yaitu biji dan batang padi.

Karena tikus memiliki gigi yang tajam, maka sangat mudah untuk memakan batang tanaman dan biji-bijian. Hewan ini biasanya akan membuat lubang di dekat tanaman sebagai tempat tinggalnya dan akan bersembunyi di antara semak-semak tanaman jika terancam.

Ada beberapa cara untuk mengendalikan hama tikus, di antaranya adalah:

  • Menutup bagian lubang-lubang di sekitar tanaman yang biasanya digunakan tikus sebagai tempat persembunyian. Selain itu, sahabat tani bisa menangkap tikus untuk mengurangi hewan tersebut berkembang biak.
  • Menggunakan ular yang sudah dijinakkan untuk memangsa tikus dan mengusirnya.
  • Cara yang terakhir yaitu menggunakan obat pembasmi atau umpan beracun. Akan tetapi jika sahabat tani ingin menggunakan cara ini harus sangat berhati-hati.

Ulat

Ulat merupakan hama tanaman padi yang sering muncul selain tikus. Ulat merusak tanaman padi dengan memakan bagian batang dan daun. Ada beberapa cara untuk mengatasi hama ulat, diantaranya adalah:

  • Sahabat tani harus mengecek bagian bawah daun tanaman padi, jika terdapat telur kupu yang berwarna putih maka harus segera membasminya.
  • Menggunakan tempat persemaian air agar hama ulat bisa naik ke atas daun dan mudah untuk membasminya.
  • Jika cara di atas kurang efektif, langkah terakhir yang dapat sahabat tani terapkan yaitu dengan menggunakan pestisida.

Walang Sangit

Selain tikus dan ulat, walang sangit juga termasuk hama tanaman padi yang sangat meresahkan petani. Cara mengendalikan hama walang sakit yaitu:

  • Menjaga sawah agar bersih dari rumput liar.
  • Menggunakan predator lain seperti laba-laba.
  • Sahabat tani bisa melakukan penangkapan walang sangit secara manual.
  • Membasmi walang sangit dengan insektisida.

Wereng

Hama wereng merusak tanaman padi pada bagian batang beserta daunnya. Jika tidak segera diatasi maka tumbuhan padi akan menjadi mati. Cara mengatasi hama wereng yaitu sebagai berikut:

  • Untuk memutus siklus perkembangbiakan hama wereng, maka dapat melakukan pola tanam secara bersamaan.
  • Memanfaatkan predator lain seperti laba-laba atau kumbang.
  • Menyemprotkan insektisida, namun langkah ini harus dilakukan dengan sangat efisien agar kondisi lingkungan bisa tetap terjaga dengan baik.

Burung

Burung juga merupakan hama tanaman padi yang sangat merugikan sehingga harus diwaspadai.  Burung tersebut akan memakan langsung benih padi yang sudah mulai menguning, jika tidak segera diatasi maka bisa menyebabkan gagal panen.

 Cara pengendaliannya yaitu dengan melakukan pengusiran, sahabat tani bisa membuat tali-tali menggunakan tali rafia yang digantungi dengan plastik atau kaleng untuk menghasilkan suara agar bisa digunakan untuk mengusir burung. Selain itu, sahabat tani juga bisa memanfaatkan jaring-jaring untuk menutupi tanaman padi yang sudah mulai fase berisi.

 Penyakit Tanaman Padi

Selain hama tanaman padi, terdapat beberapa jenis penyakit yang sering tumbuh pada tanaman tersebut. Penyakit yang sering mengganggu dan merusak tanaman padi, di antaranya adalah:

 Penyakit HDB (Hawar Daun Bakteri)

Penyebab utama penyakit HDB yaitu bakteri jenis oryzae atau campestris pv. Penyakit HDB datangnya tidak menentu, bisa pada saat musim kemarau maupun musim hujan. Hal itu juga terjadi baik di dataran tinggi maupun dataran rendah.

 Kerugian akibat penyakit ini bisa mencapai hingga 60%. Kerusakan yang paling beresiko jika penyakit ini menyerang tanaman padi yang masih muda akan menyebabkan tanaman menjadi mati. Jika kondisinya sudah parah, maka tanaman padi akan terlihat lebih kering seperti terbakar. Cara pengendaliannya yaitu sebagai berikut:

  • Membuat jarak tanam yang tidak terlalu rapat.
  • Melakukan pengairan sawah secara teratur atau intermitten.
  • Memberikan pupuk sesuai dosis yang kebutuhan. Jenis pupuk yang cocok digunakan yaitu pupuk N dan pupuk K.
  • Jika keparahan penyakit sudah mencapai 15-20%, sahabat tani dianjurkan menggunakan bakterisida untuk mengatasinya.

Batang busuk

Batang yang busuk disebabkan karena mengalami infeksi dan menyebabkan tumbuhan padi menjadi mudah rebah. Gejala awalnya ditandai dengan adanya bercak berwarna kehitaman yang bentuknya tidak teratur pada bagian pelepah daun, kemudian kondisi tersebut akan berangsur membesar.

Cara pengendaliannya yaitu dengan pengeringan petakan lahan dan biarkan kondisi tanah sampai retak sebelum dialiri kembali. Selain itu, setelah masa panen maka tanggul-tunggul harus didekomposisi atau dibakar.

Penyakit Tungro

Penyakit padi yang terakhir dan sangat merusak tanaman yaitu penyakit tungro. Penyakit ini jika tidak segera diatasi akan sangat beresiko dan menyebabkan hasil panen. Virus tungro dapat dibawa wereng yang kemudian menginfeksi tanaman padi. Karena disebabkan oleh virus, maka cara pengendaliannya harus menggunakan bakterisida namun tetap harus disesuaikan dengan dosis.

Dengan mengetahui jenis-jenis hama tanaman padi dan penyakit tanaman, maka sahabat tani dapat melakukan pengendalian dengan lebih cepat dengan cara yang benar. Sehingga, masalah hama dan penyakit tanaman bisa segera diatasi dan tidak menyebabkan gagal panen yang mampu menimbulkan kerugian yang besar.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *