Biogas! Definisi dan 4 Manfaatnya

Diposting pada

Saat ini, Biogas adalah sebuah opsi alternatif dalam mengolah limbah dari peternakan, yang sebelumnya dibiarkan begitu saja dan pada akhirnya menimbulkan masalah. Seperti pencemaran lingkungan, bau yang menyengat dan mengganggu kesehatan hewan itu sendiri. Apalagi saat musim hujan. Oleh karena itu, pengolahan menjadi biogas adalah alternatif untuk memecahkan masalah ini.

Biogas
Sumber : id.pinterest.com

Definisi Biogas Adalah

Pakar Handroko mendefinisikan bahwa biogas yaitu campuran dari beberapa gas dari sebuah proses fermentasi yang dilakukan oleh bakteri terhadap bahan organik tanpa hadirnya oksigen. Pengertian lainnya juga menyebutkan bahwa biogas merupakan sejenis gas yang dapat dibakar.

Aktivitas anaerobik di dalam digester inilah yang menjadi asal biogas. Juga beberapa bahan organik seperti limbah pertanian, ternak ataupun rumah tangga. Komposisinya adalah gas methan (CH4) dengan persentase 55-75%, gas lain dengan skala kecil dan karbondioksida (C02) sekitar 25-45%.

Gas methan sendiri merupakan komponen utama dalam biogas. Apabila digunakan sebagai bahan bakar, kualitasnya lumayan karena memiliki nilai kalor berkisar antara 4.800-6.700 kkal/m3. Bisa juga untuk keperluan penerangan, memasan bahkan menggerakkan mesin.

Mesir, China dan Roma kuno sudah lama menggunakan gas methan sebagai bahan bakar dan penghasil panas. Berdasarkan pertemuan pada tahun 1776 oleh Allessandro Volta. Sedangkan kemunculan alat biogas sendiri dimulai pada tahun 1900, setelah Jerman dan Perancis melakukan riset bahwa methan bisa dijadikan sebagai biogas.

Selama perang dunia II para petani di Eropa dan Inggris mulai membuat alat penghasil biogas skala kecil dan digunakan untuk menggerakkan traktor. Namun karena waktu itu harga BBM berubah menjadi murah, penggunaan biogas ini mulai ditinggalkan.  Contoh biogas sendiri adalah sebagai berikut.

  1. Gas metana pada kotoran sapi yang menghasilkan api
  2. Kotoran hewan untuk membuat pupuk
  3. Penggunaan biogas campuran antara BBC dan BBM
  4. Serta pembangkit listrik dari biogas

Manfaat Biogas

Banyak sekali cara kerja biogas yang bermanfaat bagi masyarakat. Terutama bagi mereka yang ingin berhemat dalam pengeluaran. Di antaranya adalah sebagai berikut.

  1. Pertanian

Pengolahan anaerob pada sisa makanan organik dan kotoran ternak ternyata mampu memberi manfaat bagi pertanian, yaitu seperti berikut.

  • Mengurangi kebutuhan akan pupuk komersil (karena bisa dibuat secara mandiri).
  • Turut andil dalam memberi dukungan pada produksi lokal pertanian.
  • Penjualan energi sebagai salah satu cara mitigasi risiko dan diversifikasi keuangan.
  1. Sektor Ekonomi

Biogas juga bermanfaat dalam sektor ekonomi hijau dan bisa dibilang andilnya cukup besar. Yaitu meliputi beberapa poin di bawah ini.

  • Menciptakan produk alternatif yang berguna juga sebagai pengganda ekonomi yang cukup signifikan.
  • Membangun ekonomi karena menghasilkan miliaran dolar dari investasi masyarakat yang ada di pedesaan.
  • Menciptakan lapangan kerja di bidang manufaktur, teknis dan konstruksi/ perdagangan.
  1. Bidang Energi

Disebut sebagai energi yang terbarukan. Biogas mempunyai beberapa karakteristik unik sehingga bisa melakukan berikut ini.

  • Sebagai bahan bakar transportasi, atau mengganti langsung gas alam yang berasal dari proses industri, komersial, kelembagaan dan fosil dalam pemanasan.
  • Sebagai injeksi jaringan gas alam yang mampu meningkatkan RNG, menghasilkan energi terbarukan melalui infrastruktur yang seadanya.
  • Mendukung bahkan meningkatkan kualitas daya dan infrastruktur lokal.
  • Mampu menghasilkan daya yang fleksibel dan bisa diandalkan.
  1. Lingkungan

Seperti yang sudah dijelaskan di awal, biogas juga sangat bermanfaat bagi lingkungan. Diantara manfaatnya adalah sebagai berikut.

  1. Mengalihkan aliran limbah energi dari TPA dan dijadikan bahan bakar.
  2. Memanfaatkan gas rumah kaca, metana yang efeknya jauh lebih buruk dari C02. Sehingga dampaknya bisa diminimalisasi.
  3. Menghilangkan senyawa yang menyebabkan bau.
  4. Sebagai pengontrol penggunaan pestisida, perkecambahan gulma dan masih banyak lagi yang lainnya.

Dan masih banyak lagi manfaat yang lainnya. Penggunaannya juga ramah lingkungan. Daripada membuang sisa makanan yang justru akan menimbulkan masalah apabila tidak diurai. Lebih baik diolah menjadi biogas.

Bahan Baku Biogas

Seperti yang telah dibahas sebelumnya, bahan baku biogas sangat melimpah dan bisa dengan mudah ditemukan. Terutama di daerah pemukiman dan sentra peternakan. Bisa juga dari pertanian tapi masing-masing memiliki nilai tersendiri. Baik secara ekonomis maupun kemampuannya dalam menghasilkan biogas.

Pertama, yaitu limbah peternakan seperti kotoran hewan kambing, ayam, kerbau, sapi dan yang lainnya. Jika dihitung, satu ekor sapi berbobot 00-500 kilogram mampu menghasilkan kotoran sebanyak 20-29 kilogram.

Kemudian limbah pertanian sisa panen. Seperti kelapa sawit, singkong, padi, gandum dan lainnya. Semuanya bisa dijadikan bahan baku. Sangat bermanfaat untuk kesuburan tanah. Nah, justru lebih mudah menemukannya apabila sahabat tani bertempat tinggal di pedesaan atau kawasan yang dekat dengan persawahan.

Ketiga limbah perairan. Seperti bekas tanaman eceng gondok, rumput laut, alga atau tanaman air lainnya. Semuanya memiliki karakteristik yang bagus untuk dijadikan biogas. Khususnya eceng gondok, karena sering menjadi gulma di daerah danau atau rawa.

Keeempat, sampah organik yang bisa dihasilkan oleh industri, pasar hingga rumah tangga. Untuk proses pembuatannya bisa diintegrasikan dengan produksi pupuk kompos. Sehingga Anda bisa mendapatkan dua keuntungan sekaligus. Bagaimana apakah tidak tertarik untuk mempelajari dan menerapkannya?

Kelima, limbah manusia yang masih belum dimanfaatkan. Tahukah Anda bahwa sebenarnya kotoran yang Anda keluarkan bisa menjadi bahan baku biogas loh. Bahkan kandungan C/N nya dinilai lebih rendah dari kotoran ternak. Sehingga lebih mudah untuk difermentasi dan menghasilkan biogas.

Sekarang Anda bisa memilih dari kelima bahan baku di atas, mana sih yang lebih tepat untuk dijadikan biogas? Pastinya tergantung mana yang paling sering sahabat tani temui. Namun pengecualian untuk perairan, sampah organik dan limbah pertanian, apabila ingin mengolahnya menjadi biogas maka harus dalam jumlah yang banyak.

Sedangkan untuk kotoran manusia atau hewan cukup dengan hitungan kilogram. Dengan perbandingan 30 kg kotoran sapi mampu menghasilkan 1.000 liter biogas per hari. Nah sudah bisa Anda manfaatkan untuk berbagai macam keperluan.

Terdiri atas tiga tahap yaitu sebagai berikut.

  1. Hidrolisis yang mana bakteri mulai memutus rantai panjang protein, lipda, karbohidrat komplek menjadi senyawa rantai pendek. Contohnya adalah polisakarida menjadi monosakarida. Protein menjadi asam amino atau peptida.
  1. Kemudian lanjut dengan pengasaman. Mengubah senyawa rantai pendek dari proses hidrolisis tadii menjadi asam asetat, karbon dioksida dan hidrogen. Bakteri anaerobik ini bertumbuh kemban pada keadaan asam. Karbon dan oksigen juga sangat diperlukan dan berperan penting agar gas metana bisa terbentuk.
  1. Metanogenik

Yaitu bakteri metanogenik mengubah senyawa molekul rendah dengan molekul tinggi. Terdapat kerjasama antara bakteri penghasil asam dan gas metana. Tanpa adanya proses ini, kondisi toksik bagi mikro organisme penghasil asam akan terjadi.

Intinya, biogas adalah sesuatu yang bisa dicoba sebagai alternatif bahan bakar. Sangat ramah lingkungan dan bermanfaat bagi beberapa sektor. Entah itu ekonomi, pertanian dan lainnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *