Cara untuk Melakukan Budidaya Bawang Merah

Diposting pada

Salah satu hasil panen yang menjanjikan dengan keuntungan yang besar adalah bawang merah. Bawang merah menjadi bahan masakan wajib untuk kebutuhan dapur di rumah. Sahabat tani, budidaya bawang merah dapat memberikan keuntungan karena seiring berjalannya waktu, harganya akan semakin membaik.

Peluang Usaha Budidaya Bawang Merah
Sumber : Jejaktani

Mempersiapkan Media Tanam

Bawang merah menjadi tanaman berumbi dengan ukuran kecil, sehingga membuatnya tidak akan menghabiskan banyak lahan ketika dibudidayakan. Bahkan Anda dapat menanamnya memakai sebuah media pot tanaman. Di bawah ini adalah penjelasan tentang bagaimana cara untuk memilih media tanam yang hendak digunakan untuk budidaya.

Memakai Pot

budidaya bawang merah di potPot dapat digunakan sebagai media tanam yang dijadikan sebagai alternatif ketika Anda mempunyai lahan yang terbatas. Berdasarkan pada bahan pembuatannya, pot mempunyai berbagai jenis yang dapat dipilih dan tentunya disesuaikan dengan budget dan lahan.

Contohnya adalah pot keramik, beton, plastik, kaleng bekas, hingga pot yang berasal dari tanah liat. Jika sahabat tani menginginkan pos dengan harga lebih ekonomis, polybag dapat dijadikan sebagai pilihan yang tepat.

Semua jenis media tanam di atas dapat digunakan untuk budidaya bawang merah. Perlu diperhatikan bahwa pot atau media tanam yang dipilih harus mempunyai lubang sirkulasi, tujuannya agar air dapat dibuang lubang tersebut. Selain hal itu, lubang itu pun berfungsi mencegah tingginya tingkat kelembaban yang dapat membuat bawang merah busuk di dalam tanah.

 Menanam di Tanah Secara Langsung

Apabila budidaya bawang merah dilakukan dalam partai besar, atau ditanam di ladang maka bisa menggunakan media tanah langsung. Sehingga, penggunaan media tanam pot tidak akan menjadi efektif lagi. Bawang merah sebelum ditanam harus dikondisikan terlebih dahulu, tujuannya adalah agar bawang merah sudah siap untuk ditanam.

Anda dapat membuat sebuah gundukan pada tanah dengan lebar kira-kira 1 meter dan tingginya sekitar 30 cm. Setelah itu, untuk mencegah penyakit pada bawang merah muncul bisa dilakukan dengan memberikan sebuah obat pertanian yang dasar.

Parit untuk menampung air juga perlu dibuat di antara gundukan tadi. Panjang gundukan untuk media tanam tidak ada aturan dan bisa disesuaikan.

Memilih Bibit untuk Budidaya Bawang Merah

Ketika memilih bibit untuk tujuan budidaya, sahabat tani tidak boleh melakukannya secara sembarangan. Setelah selesai menyiapkan media tanam, cara menanamnya tergantung pada kesiapan bibit. Bibit yang bisa Anda pilih di antaranya yaitu maja cipanas, banteng, timor, bima brebes, dan keling. Masa panen biasanya 60 hingga 70 hari.

benih bawang merah
Sumber : jejaktani

Sahabat tani dapat mendapatkan bibit bawang merah super dengan cara:

  1. Membelinya di Semua Toko Pertanian

Banyak toko pertanian yang menyediakan jenis bibit bawang merah dengan kualitas yang unggul. Biasanya yang disediakan ada dua macam bibit. Pertama adalah bawang merah dengan umbi yang berusia tua, dengan berbagai variasi jenis dan ukuran. Bibit yang kedua adalah dalam wujud biji.

  1. Mempersiapkan Bibit Sendiri

Anda bisa memperoleh bibit bawang merah unggulan dengan membuatnya sendiri. Perlu diperhatikan bahwa panen pada bawang merah harus dilakukan ketika usianya lebih tua dibandingkan dengan usia yang ideal, kira-kira dalam kurun waktu sekitar 80 hari. Selanjutnya bawang merah tersebut disimpan dalam waktu 2 hingga 3 bulan, lalu dapat dilakukan penyortiran.

Langkah di dalam Budidaya

Proses Menanam

Jarak Antar Bawang Merah

Apabila memilih pot, usahakan agar pot memiliki ukuran yang mencukupi, tidak terlalu kecil atau pun terlalu besar. Ukuran pot yang kecil dapat dipakai untuk menanam satu benih, dan pot yang berukuran besar tentunya dapat digunakan untuk sekaligus menanam beberapa benih. Jika memakai tanah, maka dapat disesuaikan dengan ukuran bibit. Dapat memakai jarak 15 x 15 cm atau 20 x 20.

Kondisi pada Tanah

Tanah yang subur dan gembur yang di dalamnya terdapat banyak cacing adalah tanah yang paling ideal untuk dipilih. Ketika menanam bawang merah pun perlu memperhatikan masalah kelembaban pada tanah. Sehingga kondisi tanah yang baru saja disiram sangat baik untuk melakukan penanaman.

Memilih Cuaca yang Tepat

Pemilihan cuaca pada awal menanam dilakukan dengan tujuan untuk pencegahan bibir terhindar dari udara yang kering, serta perjuangan kerasnya untuk melakukan fotosintesis.

Proses Perawatannya

  1. Menyiram, dilakukan secara teratur dan tepat waktu. Penyiraman terbaik pada awal penanaman adalah sebanyak dua kali di dalam satu hari. Disarankan untuk melakukannya pada pagi dan sore hari. Apabila umur tanaman lebih dari 10 hari, Anda dapat menyiraminya sekali di dalam sehari.
  2. Pupuk dasar digunakan ketika hendak melakukan penanaman. Pupuk dasar dapat berupa pupuk kompos dan pupuk kandang. Selanjutnya sahabat tani bisa melakukan pemberian pupuk susulan setelah bawang merah berusia setengah bulan lebih dengan menggunakan pupuk kombinasi.
  3. Penyiangan adalah proses agar bawang merang terhindar dari serangan gulma. Selain itu tujuannya yaitu tidak terjadi perebutan mineral antara tanah dengan bawang merah.
  4. Menangani hama pada tanaman. Ulat adalah jenis hama yang sering kali muncul dan mengganggu. Hama jenis ini mengakibatkan daun tanaman tidak utuh karena digigit oleh hama. Hama ini dapat dibasmi dengan proses secara manual, yaitu dengan membuang telur dan ulat memakai tangan. Obat semprot dipakai jika cara sebelumnya tidak dapat mengendalikannya.
  5. Mengatasi daun yang layu. Penyakit layu fusarium juga mengganggu seperti halnya hama ulat. Daun pada tanaman bawang merah bisa layu sebelum waktu panen tiba. Apabila dibiarkan, lama kelamaan hasil panen yang Anda peroleh dapat turun dengan drastis.

Hal ini disebabkan oleh jamur sehingga cara mengatasinya adalah dengan menggunakan fungisida. Dapat juga dengan melakukan pencabutan pada tanaman serta membuangnya jauh dari budidaya bawang merah.

Proses Memanen

Panen dalam budidaya bawang merah akan tiba dalam waktu 2 bulan mulai dari waktu tanamnya. Terdapat beberapa tanda pada bawang merah yang siap untuk dipanen, tanda tersebut yaitu:

  1. Bawang merah yang siap panen dan sudah tua ditandai dengan daunnya yang telah rebah. Jumlah daun bawang rebahan yang dipanen sebanyak 70% untuk bawang yang dikonsumsi. Apabila bawang merah akan dipakai pembibitan ulang, maka jumlah daun rebahan yaitu sebesar 90%.
  2. Syarat panen sudah dimiliki umbi. Ukuran umbi yang sesuai berdasarkan jenisnya akan diperoleh
  3. setelah melakukan cek secara acak pada umbi bawang.
  4. Usia yang dimiliki bawang merah. Panen bawang merah dilaksanakan ketika hari ke-60 hingga ke-70. Apabila usianya lebih dari itu maka bisa digunakan menjadi benih kembali.

Apabila hal-hal di atas sudah dilakukan, sahabat tani dapat melakukan panen pada budidaya bawang merah yang telah ditanam. Sebelum dijual di pasaran, bawang merah harus melewati tahap pengeringan terlebih dahulu. Apabila Anda sudah menguasai teori dasar, menanam bawang merah pun akan menjadi mudah. Sahabat tani harus tetap bekerja keras dan tenang agar hasil maksimal.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *