Cara Mengatasi Hama Belalang yang Menganggu Tanaman Anda

Diposting pada

Sahabat Tani, ada salah satu hama yang biasanya dianggap enteng karena keberadaannya dimana-mana, tetapi sebenarnya dapat mematikan. Hama tersebut adalah belalang. Tanaman yang diserang hama ini adalah yang biasanya Sahabat Tani tanam disawah seperti padi, jagung, dan juga sorgum. Hama yang satu ini tidak boleh diremehkan karena mampu membuat Anda gagal total.

Jenis belalang yang dibenci oleh para Sahabat Tani adalah belalang kembara. Hal ini karena perkembang biakannya sangat cepat yakni hingga 270 butir telur sekali bertelur. Hama ini akan menyerang bagian daun serta mengganggu fungsi fisiologis dari tanaman yang Anda tanam. Maka dari itu, Anda harus tahu cara mengatasinya agar tidak merugikan tanaman Anda.

Hama Belalang

Hama Belalang

Hama ini dapat merusak tanaman yang Anda tanam, bahkan mampu menyebabkan gagal panen total. Umumnya, gejala kerusakan dari tanaman yang terserang hama ini adalah gerekan yang terdapat pada daunnya sehingga terlihat tidak rapi.  Jika tidak diatasi, maka belalang akan merusak tanaman Anda secara total hingga mati.

Hama ini memiliki telur yang bermacam warna. Warnanya antara lain hijau kekuningan, putih, dan juga pada spektrum warna coklat yang beragam. Biasanya telur dari hama ini diletakkan dipermukaan tanah atau di daerah yang bergulma. Telur ini nantinya akan ditutupi oleh sekresi berbusa oleh induk belalang.

Jika Anda tidak ingin mengalami gagal panen, maka penting bagi Anda tidak meremehkan hama pengganggu yang satu ini. Bahkan, dikabarkan hama ini sempat membuat daerah di Eutophia menjadi kelaparan akibat gagal panen yang disebabkan oleh hama satu ini.

Cara Mengatasi Hama Belalang yang Harus Anda Ketahui

Ada banyak cara yang bisa Anda tempuh untuk mengatasi belalang pada tanaman Anda. Cara dibawah ini bisa berupa cara teknis ataupun memberikan berbagai macam pestisida alami. Cara untuk mengatasi hama ini sebagai berikut:

  1. Mengendalikan melalui kultur teknis

Anda pasti sudah tahu bahwa sekali bertelur, belalang ini mampu bertelur hingga ratusan. Maka untuk mencegah penyebarannya, Anda dapat melakukan hal yang satu ini. Kultur teknis dalam hal ini adalah membajak lahan yang ada. Dengan membajak tanah, tempat dimana telur ini berkembang biak akan terganggu.

Ketika tanah dibajak, maka telur yang ada akan terpapar sinar matahari. Ini akan membuat telur belalang mati. Selain itu, pembajakan tanah akan memungkinkan predator dari telur ini untuk memakannya. Contoh dari predator alaminya adalah semut dan larva kumbang.

  1. Membuat pestisida alami dari daun sirsak dan tembakau

Selain dengan cara kultur teknis, Anda juga bisa mengatasinya dengan membuat pestisida alami yang terbuat dari bahan utama daun sirsak dan tembakau. Ini sangat disarankan dibandingkan jika Anda menggunakan pestisida kimia yang mana berpotensi menganggu tanah dan juga menganggu tanaman Anda.

Pestisida alami bukan hanya ramah dalam segi lingkungan tetapi juga dari segi dompet. Hal ini dikarenakan Sahabat Tani bisa memperoleh bahannya dengan mudah tanpa harus ke toko pertanian atau toko bahan kimia untuk membeli pestisida. Bahan dan alat yang dibutuhkan untuk pestisida alami ini antara lain:

  • Sekitar 50 lembar daun sirsak
  • Satu kepal atau genggam daun tembakau
  • Kurang lebih 20 gram detergen bubuk merk apa saja
  • 20 liter air
  • Alat penyaring
  • Semprotan

Bahan-bahannya sangat mudah, bukan? Bahkan mungkin Anda hanya perlu membeli daun tembakaunya saja jika Anda sudah memiliki pohon sirsak dirumah Anda. Selanjutnya, setelah bahan terkumpul adalah langkah dalam pembuatan pestisida alami ini, yang antara lain adalah sebagai berikut:

  • Campurkan antara daun sirsak dan juga daun tembakau, kemudian tumbuklah hingga halus. Anda juga bisa menggunakan blender jika kesulitan dalam menumbuknya.
  • Setelah selesai ditumbuk, masukan hasilnya kedalam suatu wadah yang berisi air yang telah disiapkan.
  • Campurkan dengan deterjen sembari Anda mengaduknya hingga merata. Pastikan bahwa seluruh bahan telah tercampur dengan sempurna.
  • Setelah selesai, diamkan dan endapkan pestisida alami tadi selama satu malam. Jangan lupa untuk menutup wadahnya.
  • Lakukan penyaringan terhadap cairan pestisida yang telah diendapkan tersebut. Pisahkan antara ampasnya dengan cairannya.
  • Encerkan larutan yang ada dengan menambahkan beberapa liter air. Kemudian lakukan penyemprotan kepada bagian tanaman yang diserang oleh belalang.

Jika Anda menggunakan pestisida alami ini, maka sebaiknya Anda melakukannya dengan sesegera mungkin. Hal ini untuk menghindari belalang sudah tumbuh dewasa dan memiliki sayap sehingga mampu terbang untuk menghindari terkena semprotan dari pestisida ini.

  1. Semprotan pepaya

Buah Pepaya

Mungkin Anda sedikit kaget dan heran, mungkinkah buah lezat dan murah ini mampu mengusir hama yang menjadi kejengkelan para Sahabat Tani? Jawabannya adalah bisa. Bahkan, biasanya banyak petani yang menanam pepaya disekitar pekarangannya atau sawahnya karena memang tanaman ini mudah ditanam di daerah tropis.

Alat dan bahan untuk membuat semprotan pepaya yang merupakan pestisida alami ini sangat mudah didapatkan, antara lain:

  • Satu buah pepaya
  • Air
  • Satu sendok sabun
  • Blender atau penghalus
  • Alat penyaring
  • Alat penyemprot

Setelah alat dan bahannya sudah tersedia, kini Anda masuk kelangkah yang selanjutnya. Langkah selanjutnya dalam membuat semprotan pepaya ini antara lain adalah:

  • Lumatankan satu buah pepaya dengan air sekitar 1 liter. Jika Anda ingin lebih mudah, Anda bisa menggunakan blender atau alat penghalus untuk melumatkannya.
  • Setelah jadi, maka diamkan larutan pepaya tadi selama kurang lebih satu jam.
  • Setelah satu jam terlewati, langkah selanjutnya adalah Anda bisa menyaring larutan tadi dengan alat penyaring sehingga terpisah antara cairan pepaya dengan ampasnya.
  • Cairan pepaya tadi kemudian tambahkanlah satu sendok sabun. Anda bisa menggunakan sabun cair ataupun sabun deterjen dalam hal ini. Aduklah hingga seluruh bagian menjadi rata.
  • Selesai! kini ramuan Anda telah siap digunakan.

Setelah selesai, Anda  bisa memindahkan ramuan tadi kedalam alat penyemprotan. Anda bisa menyemportkannya di seluruh tanaman yang diserang oleh hama yang satu ini. Anda bisa melakukannya secara berkala tanpa harus takut efek sampingnya karena ini tergolong pestisida alami.

Alasan Mengapa Sebaiknya Menggunakan Cara Alami seperti Cara Diatas

Mungkin Anda bertanya-tanya, mengapa Kita harus bersusah payah dalam membuat berbagai ramuan diatas dibandingkan dengan cara membeli pestisida kimia? Ada beberapa alasan antara lain:

  • Penggunaan pestisida alami tidak akan mengganggu kultur jaringan tanah
  • Tidak akan mengganggu kesehatan tanaman
  • Tidak membuat belalang menjadi resistan seperti ketika diberikan pestisida kimia secara terus menerus
  • Pestisida alami lebih ramah lingkungan

Dengan berbagai manfaat diatas, maka tentu menggunakan cara alami melalui pestisida alami lebih disarankan. Meskipun caranya agak sedikit merepotkan, tetapi dalam segi biaya pun tetap hemat, kok.

Kini Anda sudah mengetahui bagaimana cara mengatasi hama belalang yang kerap menganggu tanaman Anda di sawah. Memang, ketika Kita menanam apapun sebenarnya selalu ada potensi hama yang mengganggu. Meskipun demikian, bukan berarti Anda harus putus asa. Anda bisa tetap mengatasinya dengan cara cara diatas.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *