Cara Menanam Tanaman Jahe dan Manfaatnya untuk Kesehatan

Diposting pada

Tanaman jahe adalah sebuah rempah-rempah, sekaligus ramuan yang memiliki banyak khasiat untuk kesehatan manusia. Namun, bisakah seseorang menanam jahe di rumah? Jawabannya adalah ya! Sahabat tani bisa menanam tumbuhan ini di kebun rumah.

Cara untuk menanam jahe cukup mudah untuk dilakukan. Tanaman herbal ini juga banyak dicari sebagai ramuan penambah imunitas dan sebagai anti inflamasi. Penasaran bagaimana cara menanam jahe dan apa saja manfaat yang dihasilkan dari rempah-rempah khas Indonesia satu ini?

Tanaman Jahe
jejaktani.com

Cara Menanam Jahe

Bagaimana sih cara untuk menanam jahe di kebun atau halaman rumah? Di bawah ini terdapat panduan untuk sahabat tani menanam jahe dan cara untuk memanennya:

Belilah Jahe dengan Akarnya

Menanam jahe dimulai dengan mencari beberapa jahe untuk ditanam di kebun. Sahabat tani dapat menemukan jahe di pasar atau membelinya secara online. Namun, akan lebih baik lagi jika Anda membeli akar jahe langsung dari bagian produksi untuk menanam jahe.

Pilihlah jahe yang sehat dan montok dengan panjang sekitar 4-10 cm, atau setidaknya sekitar dua jari manis. Jika memungkinkan, cari akar jahe yang ujungnya berwarna kehijauan. Tanaman ini membutuhkan waktu 10 bulan untuk matang.

Pilih Tempat untuk Menanam Jahe

Selanjutnya, sahabat tani harus memilih tempat untuk menanam jahe. Akar jahe cepat tumbuh di tanah yang kaya dan gembur. Jika Anda menanam jahe di tanah, sebaiknya tambahkan banyak kompos atau pupuk busuk ke tempat yang dipilih.

Jika Anda tinggal di daerah dataran  tinggi, Anda dapat menumbuhkan jahe di tanah. Jika Anda tinggal di daerah dataran rendah, Anda harus menanam akar jahe dalam pot, dan apabila sahabat tani akhirnya menanam jahe dalam sebuah wadah, gunakan tanah dalam pot.

Baca Juga : Jahe Merah, 4 Manfaat dan Cara Budi Dayanya

Mulailah untuk Menanam Jahe

Tanamlah akar jahe sahabat tani di awal musim hujan, dengan mematahkan atau memotong ruas jahe. Pastikan bagian ruas jahe memiliki panjang setidaknya 3 cm, karena setidaknya ada salah satu tunas di atasnya.

Untuk membantu mencegah busuk pada jahe, biarkan potongan-potongannya mengering selama satu atau dua hari di tempat yang hangat dan kering, sebelum meletakkannya di tanah. Tanam bagian jahe di parit yang dangkal. Sahabat tani tidak boleh menanam bagian akar jahe lebih dalam dari 2 cm.

Sirami dengan Rutin

Setelah akar jahe ditanam, sirami secara menyeluruh. Dalam satu atau dua minggu, mungkin sahabat tani akan melihat daun tanaman jahe muncul. Setelah daun muncul, sirami dengan air, tetapi ketika sahabat tani menyirami tanaman akar jahe, sirami dengan dalam.

Daun tanaman jahe akan tumbuh setinggi 120 cm dan tanaman ini akan rentan rusak akibat angin. Jika sahabat tani tinggal di daerah yang tidak akan mendung jahe bertahan selama musim hujan, bawalah jahe ke dalam rumah.

Jahe Siap Dipanen Apabila Sudah Bertumbuh

Apabila  tanaman jahe tumbuh dengan baik dan siap dipanen, sahabat tani perlu mengangkat jahe dengan lembut dan pelan-pelan dari tanah. Jika sahabat tani ingin terus menumbuhkan akar jahe, putuskan bagian dari akar jahe yang memiliki dedaunan, kemudian tanam kembali dengan hati-hati.

Adapun sisa akar jahe dapat digunakan sebagai hasil panen sahabat tani berikutnya. Potong dedaunan dan cuci jahe hingga bersih. Akar jahe dapat dipecah menjadi potongan-potongan kecil, agar jahe lebih mudah digunakan.

Cara menanam jahe merah
Sumber : Media Indonesia

Tips Menanam Jahe

Jahe mengandung sifat antibiotik dan anti inflamasi. Banyak orang menyukai jahe karena khasiatnya yang terbukti mampu menenangkan perut yang sakit. Nah, supaya sahabat tani lebih berhasil dalam menanam jahe, perhatikan tips di bawah ini untuk bisa menuai hasil yang lebih memuaskan:

Jangan Terlalu Banyak Berikan Cahaya

Sebagian besar tanaman jahe tumbuh subur dalam cahaya yang tidak langsung, karena tanaman ini sangat bagus pertumbuhannya di hutan hujan. Jahe yang tumbuh di bawah sinar matahari penuh dan langsung akan mengalami kecoklatan pada pinggiran daunnya.

Tanah Harus Memiliki pH Netral

Jahe harus tumbuh di tanah yang kaya secara organik, lembab, dan memiliki pH hampir netral hingga sedikit asam.

Jangan Terlalu Sering Menyiram

Melakukan penyiraman 3 kali dalam seminggu sangat disarankan, daripada sahabat tani menyiramnya setiap hari. Tujuan penyiraman 3 kali seminggu adalah agar tanah tidak terlalu basah oleh air.

Perhatikan Suhu dan Kelembaban

Jahe sangat bagus ditanam di tanah dengan kelembaban tinggi. Jika tanah terlalu kering, maka jahe akan berhenti berkembang, bahkan bisa mati. Sebagai tanaman tropis, tanaman jahe lebih suka suhu di atas 10 derajat celcius.

Pupuk

Berilah pupuk kompos pada jahe satu sekop setiap dua minggu sekali, ketika musim kemarau. Saat musim hujan, sahabat tani dapat menggunakan pupuk kompos setiap satu kali sebulan.

Baca Juga : Cara Membuat Permen Jahe dan Manfaat Memakannya

Manfaat Jahe untuk Kesehatan

Di dunia modern, banyak orang tidak mengonsumsi makanan yang seimbang dan mendapatkan nutrisi yang cukup. Jahe adalah salah satu makanan yang memiliki beberapa manfaat kesehatan. Lalu sebenarnya, apa sih manfaat jahe untuk kesehatan manusia itu sendiri?

  1. Menurunkan Risiko Kanker

Sifat melindungi sel dari jahe dapat menurunkan risiko jangka panjang kanker. Rempah-rempah ini dapat mengurangi aktivitas yang menyebabkan perubahan DNA, kematian sel, dan proliferasi sel kanker.

  1. Membantu Penurunan Berat Badan

Beberapa penelitian kecil mengatakan, asupan jahe ketika dikombinasikan dengan ekstrak tanaman lain bisa memberikan manfaat dalam penurunan berat badan.

  1. Mengobati Masalah Pernapasan

Jahe dapat membantu meringankan flu dan pilek. Cobalah untuk meminum secangkir jahe jika sahabat tani memiliki gejala pernapasan terkait dengan alergi atau flu.

  1. Meredakan Sakit Menstruasi

Nah, untuk manfaat satu ini, dikhususkan untuk semua wanita yang menderita kram menstruasi. Cobalah untuk memasukkan handuk ke air jahe panas, dan oleskan pelan-pelan ke perut. Cara ini dapat membantu menghilangkan rasa sakit saat menstruasi.

  1. Mengurangi Risiko Diabetes

Para ilmuwan telah mengaitkan beberapa senyawa aktif dalam jahe dengan peningkatan insulin dan metabolisme, sehingga tanaman ini bagus untuk mengurangi risiko penyakit diabetes.

  1. Meningkatkan Sirkulasi Darah

Minum wedang jahe juga dapat menghangatkan tubuh dan membuat darah memompa lebih baik. Ya, jahe sangat bagus untuk meningkatkan sirkulasi darah.

  1. Membantu Mengelola Kadar Gula Darah

Penelitian menunjukkan bahwa jahe dapat membantu menjaga kadar glukosa darah, sehingga bagus untuk penurunan berat badan dan penambahan berat badan. Minum jahe juga membantu sahabat tani tetap fokus menjalani aktifitas harian.

  1. Mengurangi Peradangan Rematik

Jahe memiliki sifat anti inflamasi yang kuat, sehingga dapat membantu meringankan sejumlah kondisi dan penyakit berbasis peradangan, termasuk radang sendi atau rematik.

Banyak sekali bukan manfaat yang dihasilkan dari tanaman jahe? Sahabat tani masih ragu untuk menanam rempah-rempah menyehatkan ini di kebun atau halaman rumah? Dengan berbagai manfaat yang dimilikinya, menjual jahe bisa menjadi bisnis yang tepat untuk sahabat tani.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *