Cara Menanam Pare yang Mudah Hanya di Dalam Pot

Walau memiliki rasa yang pahit, namun banyak orang gemar mengonsumsi pare. Mengolah pare menjadi suatu hidangan yang lezat itu mudah, namun ternyata cara menanam pare juga tidak kalah mudahnya, bahkan hanya dengan menggunakan media tanam di dalam pot saja, sahabat tani sudah bisa membudidayakan sayuran yang memiliki banyak khasiat untuk kesehatan tubuh.

Cara Menanam Pare
Gambar : Pare

Baca Juga : 5 Langkah Mudah Budidaya Timun

Cara Mudah Menanam Pare di Dalam Pot

Membudidayakan pare itu sebenarnya tidak terlalu sulit, Anda bahkan tidak perlu lahan yang luas untuk bisa menanam pare. Hanya dengan menggunakan lahan berupa pot saja, Anda sudah bisa menanam pare dengan hasil yang memuaskan. Lalu, bagaimana cara menanam pare di dalam pot dan alat serta bahan apa saja yang diperlukan? Untuk lebih jelasnya, simak saja ulasan lengkapnya di bawah ini.

  1. Langkah pertama yang perlu dilakukan adalah mempersiapkan alat dan bahan yang diperlukan, diantaranya seperti pare yang sudah matang, cetok, media tanam, pot berukuran sedang, air, kawat, bambu dan tali.
  2. Setelah itu, belah pare yang sudah matang (ciri pare yang sudah matang adalah kulitnya berwarna hijau kekuningan) menjadi dua bagian.
  3. Kemudian, ambil biji pare yang telah berwarna kemerahan.
  4. Lalu, sahabat tani perlu mempersiapkan media tanam. Jika sahabat tani tidak mau membeli media tanam yang sudah jadi, maka sahabat tani bisa membuatnya sendiri dengan cara mencampurkan tanah dengan pupuk kompos secara merata. Perbandingan antara tanah dan kompos adalah 3:1.
  5. Selanjutnya, masukkan media tanam yang telah sahabat tani buat tadi ke dalam pot. Ukuran pot yang bisa digunakan setidaknya berukuran sedang.
  6. Kemudian, sahabat tani perlu membuat lubang di media tanam tersebut setidaknya 3-5 cm yang berfungsi sebagai lubang tanam biji pare.
  7. Langkah berikutnya tentu saja sahabat tani perlu memasukkan biji pare ke dalam lubang tanam yang sudah Anda buat tadi, lalu tutup lagi dengan media tanam. Namun perlu sahabat tani ketahui, saat menutup lubang tersebut, media tanam tidak perlu terlalu dipadatkan.
  8. Setelah itu, siram dengan air secukupnya, dan letakkan pot tersebut di tempat yang cukup terkena sinar matahari, namun bukan sinar matahari secara langsung hingga membuat pot terlalu panas.
  9. Kemudian, biarkan pot berisi media tanam dan biji pare itu tanpa menyiramnya selama seminggu. Setelah seminggu, sahabat tani perlu melakukan penyiraman secukupnya.
  10. Selain itu, sahabat tani juga perlu lebih rajin memeriksa kondisi media tanam dalam pot tersebut. Jika terlihat kering, maka segera siram dengan air. Namun, saat tanaman sudah terlihat bagian batangnya, maka pastikan saat melakukan penyiraman, Anda harus melakukannya secara hati-hati, agar batang tanaman pare yang kondisinya masih sangat lunak itu tidak rusak.
  11. Kemudian, pada saat tanaman pare sudah tumbuh dengan tinggi sekitar 15 cm, maka sahabat tani perlu melakukan penyiraman setiap hari. Perlu diketahui, tanaman pare itu suka dengan kondisi lembab, sehingga sahabat tani perlu sering menyiraminya.
  12. Lalu, pada saat tanaman pare semakin besar, dengan tinggi batang yang mencapai 25 cm, sahabat tani perlu mempersiapkan sandaran yang berfungsi untuk menopang perambatan dari tanaman pare. Sahabat tani bisa membuat sandarannya dari kayu, kawat dan tali.
  13. Setelah tiga bulan, tanaman pare akan mulai berbunga dalam rentang waktu sekitar 1-2 minggu, kemudian tanaman pare akan mulai berbuah.
  14. Saat sudah berbuah, satu hal lagi yang perlu sahabat tani ketahui adalah tanaman pare juga akan lebih rentan terhadap serangan hama dan penyakit. Umumnya, hama yang sering menyerang tanaman pare berupa ulat, kumbang, lalat buah, siput dan kepik. Hama tersebut dapat menyebabkan beragam penyakit, seperti embun tepung, layu daun, layu batang dan antraktosa.
  15. Pada periode inilah, maka Anda perlu memanfaatkan pestisida agar bisa membasmi hama, namun pastikan pestisida yang sahabat tani gunakan itu adalah pestisida organik. Hal tersebut akan membuat pare yang Anda tanam itu tidak terkontaminasi bahan kimia berbahaya.
  16. Saat buah pare belum terlalu matang dan warnanya masih hijau, maka sahabat tani bisa mulai untuk memanennya. Buah pare yang belum terlalu matang itu lebih disukai untuk dijadikan sebagai bahan

Masakan, sebab memiliki tekstur yang renyah. Setelah panen pertama, biasanya dalam jangka waktu 3 bulan, sahabat tani sudah bisa melakukan proses pemanenan kedua.

Baca Juga : Peluang Usaha Budidaya Seledri yang Menjanjikan

Manfaat Pare untuk Kesehatan

Mengetahui cara menanam pare, kurang lengkap rasanya jika sahabat tani belum mengetahui apa saja manfaat pare, selain untuk dijadikan sebagai bahan masakan. Manfaat pare untuk kesehatan itu bermacam-macam, termasuk membantu proses pencegahan dan penyembuhan dari beberapa penyakit. Adapun khasiat dan manfaat pare untuk kesehatan di antaranya seperti berikut ini:

  1. Menyehatkan Sistem Pencernaan Manusia

Salah satu manfaat pare untuk kesehatan sangat bisa dirasakan oleh sistem pencernaan manusia. Rasa pahit pare dapat merangsang sekresi lendir, sehingga terjadi keseimbangan asam di dalam lambung yang akan membuat sahabat tani terhindar dari masalah kenaikan asam lambung. Selain itu, pare juga bisa membantu untuk melancarkan buang air besar. Hal tersebut disebabkan karena pare kaya akan serat, sehingga akan bisa mencegah sembelit.

  1. Menjaga Keseimbangan Kadar Gula Darah

Pare adalah salah satu jenis sayuran yang perlu dikonsumsi oleh penderita diabetes, sebab pare bisa membantu menjaga kadar gula darah agar tetap seimbang. Selain itu, ada pula beberapa jenis hormon, misal hormon endokrin yang juga dapat dijaga kadarnya agar tetap seimbang. Bukan hanya itu saja, berdasarkan sejumlah penelitian, pare juga dapat membantu menyembuhkan batu ginjal.

  1. Membantu Menghilangkan Jerawat

Selain untuk kesehatan, pare juga bisa dijadikan sebagai obat alami untuk menghilangkan jerawat. Jika sahabat tani mengonsumsi pare secara rutin, maka mulai dari jerawat, noda hingga infeksi kulit lama-kelamaan akan sembuh. Selain itu, pare juga dapat membantu mengobati beragam penyakit kulit yang disebabkan karena kelainan darah, misal seperti bisul, psoriasis, kurap dan gatal-gatal.

Pare yang kaya akan radikal bebas juga bisa bermanfaat sebagai anti penuaan dini. Oleh sebab itu, selain dijadikan sebagai sayuran, sahabat tani sebaiknya setiap hari minum jus pare yang dicampur dengan air perasan jeruk lemon saat perut masih dalam kondisi kosong.

  1. Membantu Proses Pengobatan Pasien Kanker

Pare dapat mengatasi peradangan dan menghambat pertumbuhan sel kanker. Oleh sebab itu, biasanya pasien kanker yang sedang dalam pengobatan, disarankan untuk lebih sering mengonsumsi pare. Salah satu senyawa yang terkandung dalam pare, yaitu triterpenoid tipe cucurbitane yang berfungsi sebagai zat antikanker.

Baca Juga : 7 Langkah Cara Menanam Kencur yang Mudah dengan Hasil Berlimpah

  1. Membantu Mengatasi Masalah Pernapasan

Pare juga bermanfaat untuk membantu mengatasi berbagai masalah pernapasan, di antaranya seperti asma, bronkitis dan juga rhinitis. Apalagi pare, juga memiliki kemampuan antihistamin, antiinflamasi, dan juga antivirus yang semakin membuat pare termasuk jenis sayuran yang sangat bermanfaat untuk kesehatan sistem pernafasan manusia.

Cara menanam pare tanpa perlu lahan luas sesuai dengan penjelasan di atas, diharapkan bisa membuat sahabat tani lebih mudah untuk memanfaatkan pare dalam berbagai jenis masakan yang Anda konsumsi sehari-hari. Menerapkan cara bercocok tanam pare dalam pot, bisa membuat pekarangan rumah sahabat tani terlihat lebih asri dan indah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *