Cara Menanam Cabe Merah dan Cabe Rawit

Diposting pada

Sahabat tani tentu sudah tidak asing lagi bukan dengan tanaman bercita rasa pedas satu ini. Apalagi kalau bukan tanaman cabe. Tanaman yang banyak disukai oleh masyarakat Indonesia ini sering dibudidayakan secara mandiri di rumah karena cara menanam cabe serta perawatan yang memang relatif mudah dilakukan.

Cara Menanam Cabe
Sumber : id.pinterest.com

Cara Menanam Cabe Merah yang Benar dan Cepat Berbuah

Tanaman cabe merah merupakan salah satu varietas cabe yang banyak disukai sebagai tambahan bumbu masakan. Cabe merah berukuran lebih panjang ketimbang cabe rawit. Cita rasa pedas inilah yang umumnya ada dalam cabe rawit. Berikut adalah langkah tepat untuk menanam cabe merah.

Memilih Benih Cabe Merah

Jenis cabe merah yang telah dikenal luas di masyarakat Indonesia ada dua yakni cabe merah keriting dan cabe merah besar. Sementara jika dilihat dari varietas yang tersedia bisa mencapai ratusan. Sahabat tani bisa memilih tanaman cabe baik dengan cara pembenihan mandiri ataupun membeli benih yang sudah tersedia di toko pertanian.

Apabila sahabat tani memilih jenis benih cabe hibrida, maka pilihlah yang berasal dari industri terpercaya. Sementara jika benih lokal dapat diperoleh dari cabe yang dijual di pasar dan dibenihkan sendiri di rumah.

Melakukan Penyemaian Serta Pembibitan

Cara menanam cabe merah berikutnya adalah melakukan penyemaian dan pembibitan. Untuk menyemai bibit cabe merah bisa dilakukan di polybag terlebih dulu. Keuntungan menyemai di polybag ketimbang ditabur sembarangan adalah agar bibit yang tumbuh dapat dimaksimalkan karena tidak bertumpuk.

Untuk media penyemaian bisa menggunakan campuran arang sekam, tanah dan pupuk kandang. Perbandingan campuran tersebut secara berurutan adalah 1:2:1. Jika tidak punya arang sekam bisa pula menggunakan tanah dan pupuk kandang saja dengan perbandingan 50:50. Bibit yang disemai jangan langsung terpapar sinar matahari dan air hujan.

Sebelum benih disemai di media tanam, biji direndam di dalam air hangat terlebih dulu selama 3 jam. Pilih hanya biji yang tenggelam saja, Benih yang dipilih dimasukkan ke dalam media semai sedalam 0,5 cm kemudian bagian atas ditutup kompos halus. Percikkan sedikit air ke media tanam. Lakukan penyiraman rutin pagi serta sore hari namun tidak perlu terlalu banyak, cukup sekedar membasahi saja.

Mengolah Tanah

Tanah yang baik untuk tanaman cabe merah adalah tanah dengan porositas baik dan gembur. Lahan dibajak terlebih dulu sedalam 20 hingga 40 cm. Sekitar tanah dibersihkan dari sisa akar tanaman dan kerikil. Bedengan dengan ukuran tinggi 30 hingga 40 cm dan lebar satu meter dibuat. Sementara jarak di antara satu bedengan dengan bedengan lainnya adalah 60 cm.

Pastikan saluran drainase air diatur sebaik mungkin agar tanaman tidak tergenang air. Untuk mengetahui apakah tanah yang ditanami asam atau tidak bisa dilihat dari jumlah ilalang yang tumbuh. Apabila jumlah ilalang yang tumbuh banyak, artinya tanah tersebut bisa jadi asam. Tanaman cabe tidak baik tumbuh di tanah asam karena mudah terserang hama.

Agar tidak terlalu asam, bisa diberikan kapur saat membuat bedengan. Berikan pula pupuk organik dari campuran pupuk kandang agar tanah menjadi subur. Untuk hasil lebih baik, bedengan bisa diberi tutup berupa mulsa plastik berwarna perak hitam.

Langkah Pemindahan Bibit Cabe ke Tanah

Cabe merah yang telah tumbuh daun muda di persemaian bisa dipindahkan ke bedengan. Usia benih cabe yang dipindahkan kira-kira 3 minggu atau biasanya telah memiliki jumlah 3 hingga 4 helai daun muda. Pemindahan bibit sebaiknya dilakukan pada pagi maupun sore hari agar tanaman tidak stress. Pindahkan bibit cabe beserta media tanam di polybag ke dalam lubang tanam.

Selanjutnya rawat tanaman cabe secara rutin agar cepat berbuah dengan panen yang lebat. Biasanya cabe mulai dapat dipanen apabila telah berusia 75 hingga 85 hari setelah dilakukan pemindahan tanaman.

Cara Menanam Cabe Rawit yang Benar dan Cepat Berbuah

Selain cabe merah, varietas cabe lainnya yang banyak dikenal oleh masyarakat adalah cabe rawit atau Capsicum frutescens. Tanaman ini sangat baik tumbuh di daerah khatulistiwa seperti Indonesia. Tanaman ini sangat efektif tumbuh di dataran rendah dengan suhu tidak terlalu dingin. Jenis cabe rawit yang banyak dikenal adalah cabe rawit hijau dan putih.

Untuk mendapatkan hasil tanaman cabe rawit terbaik, Sahabat tani bisa mengikuti panduan berikut ini.

Memilih Benih Cabe Rawit

Benih cabe rawit bisa dipilih jenis hibrida ataupun seleksi benih cabe mandiri. Apabila sahabat tani memilih untuk menyeleksi benih cabe sendiri, maka pilihlah cabe yang dipanen pada urutan keempat ataupun keenam karena biasanya kualitas biji lebih optimal. Pilih biji yang ada di bagian tengah cabe jika ingin dikembangkan.

Sebelum benih disemai di media tanam, biji direndam di dalam air bersih. Pilih hanya biji yang tenggelam saja karena berisi. Biji yang basah dijemur selama tiga hari sampai mengering. Sementara jika memilih hibrida, Anda bisa membeli benih yang sudah tersedia di toko pertanian. Apabila sahabat tani memilih jenis benih cabe hibrida, maka pilihlah yang berasal dari industri terpercaya.

Melakukan Penyemaian Serta Pembibitan

Menyemai bibit cabe rawit bisa dilakukan di polybag dengan ukuran 5 x 10 cm. Media penyemaian menggunakan campuran arang sekam, tanah dan kompos dengan perbandingan 1:1:1. Media tersebut diayak dulu dan pilih yang halus. Sebelum menanam benih cabe, bibit cabe direndam kembali dalam air hangat selama enam jam agar pertumbuhan terangsang.

Benih diambil dan dimasukkan ke dalam media semai sedalam 0,5 cm. Bagian atas ditutup kompos halus. Percikkan sedikit air ke media tanam. Sahabat tani bisa menutupi media tanam dengan kertas koran agar air tidak merusak benih.

Mengolah Tanah

Lahan yang digunakan harus dibajak terlebih dulu sedalam 40 cm. Untuk tanah yang asam bisa dinetralkan menggunakan dolomit. Bangun bedengan dengan ukuran tinggi 30 hingga 40 cm dan lebar 100 sampai 110 cm. Buat jarak antara satu bedengan dengan bedengan lainnya sebesar 60 cm.

Lubang untuk penanaman dibuat tidak sejajar dengan jarak antar lubang 60 cm. Cabe rawit yang telah tumbuh sejumlah 3 hingga 4 helai daun permanen di persemaian bisa dipindahkan ke bedengan. Pemindahan sebaiknya dilakukan pada pagi maupun sore hari agar tanaman tidak stress. Pindahkan bibit cabe beserta media tanam di polybag ke dalam lubang tanam.

Perawatan dan Panen

Cabe rawit cukup kebal terhadap serangan hama meski bukan berarti tidak bisa kena sama sekali. Hama yang biasa menyerang adalah lalat buah dan kepik. Selalu pantau pertumbuhan tanaman. Sahabat ani sudah bisa mulai panen pada bulan ketiga sejak penanaman.

Meski tanaman cabe tergolong mudah dikembangbiakkan di pot sekalipun, namun tanaman ini rentan terkena serangan hama. Oleh karena itu cara menanam cabe tentu tidak bisa dilakukan dengan sembarangan. Anda harus memperhatikan faktor penting seperti penerimaan paparan sinar matahari yang cukup serta suhu lingkungan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *