Cara Menanam Bambu Air dan Tips Perawatannya agar Tumbuh Indah nan Lebat

Diposting pada

Bambu air atau rough horsetail memiliki nama latin Equisetum Hymele L. Tidak sesuai dengan namanya, tanaman hias ini termasuk ke dalam klasifikasi tanaman paku. Tanaman ini banyak ditemukan di daerah Eropa, Asia Utara, dan Amerika Utara. Sekarang ini, tanaman ini banyak diminati karena keindahan dan manfaatnya.

bambu air

Manfaat Bambu Air

  1. Sebagai Tanaman Hias

Bambu air memang unik dan indah bentuknya, sehingga saat ini hits dijadikan tanaman hias untuk di dalam maupun pekarangan rumah, khususnya di rumah bergaya minimalis. Budidaya tanaman ini pun semakin diminati karena kemampuannya memperindah rumah tersebut.

  1. Sebagai Pembersih Kolam

Bagi penggemar nuansa minimalis modern yang elegan, tanaman bambu air sangat cocok dijadikan tanaman hias di kolam untuk rumah minimalis. Tanaman ini memiliki fungsi sebagai pembersih, di samping fungsinya sebagai tanaman hias. Tentunya, selain memberikan kesan estetik, tanaman ini juga bermanfaat untuk sanitasi kolam minimalis yang tak kalah penting.

Ciri-Ciri Tanaman Bambu Air

Sekilas, tanaman hias ini memang mirip seperti tanaman bambu dalam ukuran kecil. Sebelum mulai menanam tanaman ini, simaklah ciri-cirinya di bawah ini:

  1. Bentuknya lebih mini/kecil dibandingkan dengan tanaman bambu yang lain.
  2. Tinggi maksimalnya hanya 3 meter.
  3. Warna bunganya hijau segar, berdiameter kecil, dan sangat menawan.
  4. Terdapat cincin berwarna kecoklatan yang akan terbentuk di rongga batang bambu.

Cara Menanam Bambu Air

Berikut uraian mengenai cara menanam bambu air berdasarkan media tanam yang digunakan.

cara menanam bambu air

  1. Penanaman Menggunakan Media Tanah

Cara menanam tanaman ini pada dasarnya bisa memilih dari dua media tanam. Berikut langkah-langkah penanamannya apabila menggunakan media tanah:

  • Memilih Bibit

Langkah pertama, sahabat tani harus memilih indukan yang berkualitas dan terlihat subur. Cirinya adalah batang berwarna hijau, aromanya bagus dan segar, serta bibit yang tampak sehat.

  • Persiapan Tanah dan Pot

Tanaman ini ditanam menggunakan tanah sebagai media tanamnya, maka Anda harus menyiapkan pot dan tanah yang dicampur dengan pupuk kompos, agar mengandung nutrisi yang cukup.

  • Menggunakan Tanah Berlumpur

Anda sebaiknya menggunakan tanah berlumpur, karena pada dasarnya habitat tanaman ini ada di daerah perairan, sehingga ia sangat menyukai perairan. Anda bisa menggunakan media lumpur sawah agar lebih efisien, karena tekstur tanahnya yang sudah berair.

  • Memasukkan Media Tanam ke Pot

Media tanam yang telah dipersiapkan kemudian dimasukkan ke dalam pot atau polybag yang sebelumnya sudah diberi lubang-lubang kecil untuk sirkulasi udara. Pemilihan ukuran pot atau polybag harus disesuaikan dengan ukuran bibit tanaman.

  • Menanam Bibit

Setelah media tanam dan wadah telah dipersiapkan, maka langkah selanjutnya adalah menancapkan beberapa bibit tanaman dengan jarak kurang lebih 3 cm.

  • Pemberian Air

Supaya tanaman yang ditanam di dalam media tanah/lumpur ini tidak mengalami kekeringan, pemberian air pun harus dilakukan dengan teratur agar tanaman bisa tumbuh dengan baik.

  1. Penanaman dengan Media Air

Menanam tanaman bambu air tidak hanya bisa menggunakan media tanah, melainkan juga dengan media air, sehingga Anda bisa memilih di antara keduanya. Simak langkah-langkahnya berikut ini:

  1. Jika sahabat tani menggunakan air sebagai media tanam, maka siapkanlah wadah berupa pot yang tidak terdapat lubang-lubang di bawahnya. Diameter pot pun harus disesuaikan, yaitu harus lebih besar dari ukuran bibit tanaman;
  2. Masukkanlah beberapa batu kerikil dan koral ke dalam pot, agar tanaman ini dapat berdiri kokoh di dalam wadah pot. Bibit ditancapkan di bagian tengah, kemudian batu dan koral akan menyangga batangnya;
  3. Kemudian masukkan media tanam berupa air dengan ketinggian volume 2 sampai 3 cm di atas koral dan batu kerikil.
  1. Tata Cara Perawatan Tanaman Bambu Air

Memahami cara perawatan tanaman ini juga penting dilakukan, selain cara penanamannya seperti di atas. Berikut cara perawatan tanaman ini berdasarkan media tanam yang digunakan :

Perawatan Bambu Air yang Menggunakan Media Tanah

Hal terpenting yang harus Anda perhatikan ketika menggunakan tanah sebagai media tanam adalah memastikan agar media tanam tidak mengalami kekeringan. Karena pada dasarnya tanaman ini memiliki habitat asli tanah berair. Lakukanlah penyiraman sesering  mungkin, agar lumpur atau tanah sebagai media tanamnya tetap terjaga kelembabannya.

Lakukanlah pemangkasan apabila sudah terlihat beberapa batang bambu yang mulai mengering. Salah satu tanda batang tanaman telah mengering dan mati adalah warnanya yang kecoklatan dan terlihat menjalar di bagian batang tanaman.

Pertumbuhan tunas baru akan terhambat apabila batang tanaman yang telah mengering tidak dipangkas. Tunas baru pun akan muncul setelah batang dipangkas/dibuang. Selain itu, jika batang yang telah mengering tidak dipangkas, hal itu bisa menurunkan keindahan  tanaman ini.

Lakukanlah split tanaman atau pemisahan tanaman yang akan tumbuh memenuhi pot atau wadah tanaman. Hal tersebut dilakukan agar tidak mengganggu dan menghambat pertumbuhan di dalam pot. Tunas-tunas baru pun harus segera dipindahkan ke tempat lain.

Lakukan pemupukan secara teratur, hal tersebut dilakukan agar kesuburan tanaman dapat bertambah. Pemupukan harus dilakukan secara pas dan tidak berlebihan, lakukanlah secara bertahap agar nutrisi tanaman tercukupi sehingga bisa tumbuh dengan baik.

Perawatan Bambu Air di Media Air

Hal yang harus sahabat tani lakukan adalah melakukan pergantian media tanam air secara berkala, yaitu setiap satu minggu sekali secara teratur. Hal ini dilakukan agar tanaman tidak membusuk karena air yang kotor.

Kotoran yang masuk ke dalam wadah pun dibersihkan selama melakukan pergantian media air tersebut, kebersihan tempat tanaman yang menggunakan air sebagai medianya sangat perlu diperhatikan.

Tips Menanam Bunga Bambu Air

Tahukah Anda? Tidak hanya soal penanamannya saja, menanam tanaman hias juga dibutuhkan kesabaran. Simak tips berikut ini agar bambu air yang ditanam tumbuh lebat dan  indah sesuai yang diharapkan.

Pada dasarnya, tanaman ini akan lebih tumbuh lebat apabila ditanam secara berkelompok. Walaupun demikian, sebaiknya sahabat tani tidak menanamnya secara bergerombol dalam satu pot terlalu banyak. Hal tersebut bisa menyebabkan terhambatnya pertumbuhan tanaman karena terlalu sesak.

Tingkat fotosintesis tanaman ini cukup tinggi, maka sebaiknya tanamlah tanaman ini di tempat yang terkena sinar matahari yang cukup, agar dapat tumbuh dengan subur secara maksimal. Agar pertumbuhan dan perkembangannya tidak menjadi terhambat, letakkanlah di tempat yang mendapat cahaya matahari langsung.

Lakukanlah kontrol media tanam secara berkala. Terutama apabila Anda memilih menanam di media tanah. Pemberian air harus diperhatikan dengan baik, karena tanaman ini akan langsung mengering jika media tanamnya tidak basah, sehingga akan menghambat pertumbuhan. Jadi usahakan agar sahabat tani selalu menjaga kadar air pada tanaman ini ya!

Bambu air memang sangat indah dan elegan untuk dijadikan tanaman hias di pekarangan rumah. Cara menanam dan merawatnya pun tidak terlalu sulit, tertarik mulai menanamnya untuk lebih mempercantik rumah?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *