Cara Membuat Pupuk Bokashi

Diposting pada

Mendengar kata bokashi, tentunya hal ini identik dengan bahasa Jepang. Bokashi sendiri merupakan bahasa Jepang yang merupakan sebuah metode baru dalam pengolahan atau pembuatan pupuk. Hasil pupuknya dinamakan pupuk bokashi. Cara membuat pupuk bokashi ini tak lain dengan memanfaatkan bahan-bahan organik.

Meskipun kata bokashi ini berasal dari bahasa Jepang, namun masyarakat Indonesia memiliki arti sendiri untuk kata bokashi ini. kata ini menjadi sebuah kepanjangan yang tak lain adalah Bahan Organik Kaya Akan Sumber Kehidupan. Kemunculan ide pembuatan pupuk bokashi ini, tak lain adalah karena semakin berkurangnya atau semakin langkanya pupuk anorganik yang dijual di pasaran.

Pupuk Bokashi
cybex.pertanian.go.id

Bahan Pembuatan Pupuk Bokashi

Tak dapat dipungkiri bahwa saat ini, penggunaan pupuk organik dalam dunia pertanian menjadi hal yang lebih diminati dibandingkan menggunakan pupuk anorganik. Apalagi saat ini keberadaan pupuk anorganik juga semakin langka. Lantas, hal inilah yang menjadi faktor mengapa petani harus pandai dalam mengolah pupuk organic, sehingga bisa optimal digunakan. Salah satunya adalah dengan bokashi.

Untuk membuat pupuk organik atau bokashi, maka diperlukan beberapa bahan dasar yang harus terlebih dulu Anda siapkan. Apa saja itu? Di bawah ini adalah beberapa poin penjelasan beberapa bahan yang harus sahabat tani siapkan. Di antaranya adalah:

  1. Kotoran hewan/pupuk kandang
  2. Jerami
  3. Rumput
  4. Pupuk hijau atau limbah sayuran
  5. Sekam atau serbuk gergaji
  6. Dedak
  7. Molase atau tetes tebu
  8. Effective Microorganisme

Semua bahan-bahan di atas akan menjadi sumber pembuatan pupuk bokashi. Jika salah satu dari bahan tersebut tidak ada, maka pembuatan pupuk menjadi kurang optimal.

Baca Juga : Apa itu Cocopeat? Manfaat dan Kegunaannya

Tahapan Pembuatan Bokashi

Setelah mengetahui dan menyiapkan semua bahan-bahan pembuatan pupuk khusus bokashi tersebut, maka selanjutnya sahabat tani perlu tahu bagaimana tahapan-tahapan dalam pembuatan pupuk organik yang satu ini. Langsung saja berikut di bawah ini adalah cara membuat pupuk bokashi:

  1. Menyiapkan Effective Microorganisme

Bahan effective microorganisme di sini difungsikan sebagai pembantu percepatan proses fermentasi bahan-bahan organik yang sebelumnya telah disiapkan. Pada proses ini, Anda harus mencampurkan EM4 atau effective microorganisme dengan air dan gula atau molase.

  1. Tahapan Mencampur Bahan Utama

Bahan utama bokashi yang harus dicampur di sini tak lain terdiri dari pupuk kandang, jerami, dedak, dan sekam. Namun, sahabat tani bisa meniadakan jerami jika memang Anda ingin menggunakan pupuk kandang. Beberapa bahan utama ini kemudian dicampur dan diaduk menjadi satu.

  1. Proses Campur EM4 dengan Bahan Utama

Setelah Anda mencampur dan mengaduk bahan utama menjadi satu, maka tahapan selanjutnya adalah menyiram bahan campuran tersebut dengan larutan EM4 yang sebelumnya telah disiapkan. Pada proses pencampuran ini, bisa Anda lakukan secara perlahan-lahan hingga kandungan air menjadi berkisar 30% sampai 40%.

Bagi sahabat tani yang belum tahu bagaimana menakar kandungan air hingga sudah menjadi adonan yang pas, maka Anda bisa mencoba menggenggam adonan campuran bahan tersebut. Jika saat digenggam bahan tidak meneteskan air dan bisa mekar saat bahan dilepaskan dari genggaman, maka itu artinya takaran dan adukan sudah pas.

  1. Tahapan Penyimpanan Adonan Bahan Bokashi

Setelah adonan bahan bokashi telah tercampur secara sempurna dengan kandungan air yang berkisar 30% hingga 40%, maka tahapan selanjutnya yang perlu Anda lakukan adalah menyimpan bahan tersebut dengan meletakkan pada sebuah wadah yang kemudian diletakkan pada tempat yang tinggi seperti atap.

Namun, jika sahabat tani ingin meletakkannya di atas lantai, maka setidaknya Anda harus menyiapkan tumpukan-tumpukan tersebut untuk menopang penyimpanan bahan hingga tingginya kurang lebih berkisar 1,5 meter.

Baca Juga : Teknik Membuat Arang Sekam yang Mudah dan Praktis

  1. Mengontrol Adonan Bokashi

Saat melalui tahapan penyimpanan, bukan berarti Anda bebas dari tugas pengawasan. Justru, setidaknya Anda harus mengontrol adonan bahan bokashi minimal sekali dalam sehari. Hal ini mengingat suhu bahan bokashi harus diawasi dengan baik. Suhu yang disarankan adalah kisaran 40 sampai 50 derajat celcius.

Hal yang harus sahabat tani lakukan adalah mengecek apakah suhu masih dalam standar normal 40 hingga 50 derajat celcius atau bahkan melebihi suhu standar tersebut. Jika suhu sudah melebihi batasan, maka Anda harus membalikan adonan bahan dari di atas menjadi di bawah dan sebaliknya. Lakukan hal ini hingga suhu bokashi kembali normal sesuai dengan standarnya.

  1. Tahapan Bokashi Siap Pakai

Adonan bokashi yang siap untuk dipakai memiliki ciri tekstur yang gembur, warnanya yang menghitam, tidak bersuhu panas dan tidak memiliki bau. Ciri tersebut menandakan bahwa pupuk bokashi sudah siap untuk digunakan.

Perlu sahabat tani ketahui bahwa lamanya bokashi untuk siap dipakai adalah bergantung pada tipe bahan dasar yang digunakan. Secara umum, memang ada beberapa perbedaan penggunaan bahan dasar untuk membuat bokashi.

Pupuk bokashi 3
Sumber : Paktani

Apa Unggulnya Menggunakan Pupuk Bokashi?

Seperti yang sekilas dijelaskan pada paragraf awal bahwa saat ini semakin banyak petani yang lebih memilih untuk menggunakan pupuk organik dibandingkan dengan pupuk anorganik. Hal ini tentu memiliki beberapa alasan. Beberapa alasan ini menjadi keunggulan pupuk organik itu sendiri, sehingga menjadi pilihan banyak petani. Lantas tahukah Anda apa keunggulan bokashi sebagai pupuk organik?

Setiap jenis pupuk yang digunakan petani pasti memiliki fungsi untuk menumbuhkembangkan pertaniannya. Namun, kadar kebagusan pupuk ini tentunya berbeda-beda, tergantung pada bahan yang digunakan. Baik itu pupuk anorganik maupun pupuk organik, keduanya memiliki keunggulan masing-masing. Tidak terkecuali dengan pupuk bokashi yang juga memiliki keunggulan. Apa itu?

Berikut di bawah ini adalah beberapa keunggulannya:

  1. Hara yang Tinggi

Bahan-bahan yang digunakan adalah organic, maka bokashi dipercaya memiliki kandungan hara yang cukup tinggi. Sahabat tani tentu tahu bahwa kandungan hara yang tinggi bisa mempercepat masa pertumbuhan dan perkembangan tumbuhan. Energi yang berkurang dari tumbuhan tersebut juga dapat ditekan dengan baik kadar hilangnya.

  1. Pembuatan yang Singkat

Beberapa bokashi memang umumnya hanya memerlukan waktu berkisar satu minggu hingga dua minggu untuk kemudian bisa digunakan sebagai pupuk. Namun, hal ini kembali lagi pada bahan utama yang digunakan dalam pembuatan bokashi.

  1. Aman Digunakan untuk Tanaman

Pupuk organik jenis bokashi memiliki ciri khas tidak berbau. Hal ini menjadi kelebihan tersendiri bagi bokashi sebagai salah satu jenis pupuk organik. Selain tidak memiliki bau busuk, pupuk yang satu ini juga sangat aman digunakan, karena tidak mengandung hama maupun penyakit yang dapat membahayakan tumbuhan itu sendiri.

Baca Juga : Yuk Simak Manfaat Daur Ulang Sampah

  1. Memiliki Bahan Pendukung Berkualitas yang Mudah Ditemukan

Selain memiliki bahan utama, dalam pembuatan bokashi juga terdapat beberapa bahan pendukung lainnya. Hal yang dapat menjadikan hasil bokashi menjadi lebih berkualitas yang tak lain adalah larutan gula atau molase dan juga EM4. Bahan-bahan ini dipercaya dapat memberikan efek yang sangat bagus pada bokashi ketika digunakan sebagai pupuk nantinya.

Sahabat tani yang ingin memulai percobaan pembuatan pupuk bokashi, namun masih belum yakin pasti caranya, Anda bisa membaca beberapa penjelasan tentang cara pembuatan pupuk bokashi di atas. Selamat mencoba. Semoga bermanfaat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *