Cara Membuat Produk Olahan Ikan

Diposting pada

Salah satu sumber protein yang mudah didapat yaitu dengan mengonsumsi ikan. Namun sayangnya, tidak banyak orang yang mengonsumsi ikan. Seiring dengan perkembangan teknologi, sudah banyak produk olahan ikan yang beredar dan bervariatif, serta rasanya tidak kalah dibandingkan dengan daging ayam maupun sapi. Pengolahan ikan ternyata tidak sulit. Yuk, pelajari caranya di bawah ini.

Kandungan Gizi Ikan

produk olahan ikan

Seperti yang kita ketahui, ikan memiliki kandungan gizi yang tinggi. Omega 3 dan asam lemak omega 6 sudah menjadi gizi yang pasti ada dalam ikan. Ikan juga memiliki fungsi dalam tumbuh kembang otak. Ikan sarden contohnya, dalam 100 gr ikan sarden mengandung 31,174 gr omega 3. Untuk lebih jelas mengenai kandungan omega 3 pada minyak ikan, perhatikan tabel di bawah ini.

Jenis Minyak Ikan Kadar Omega 3
Bonito 8 – 12% DHA
Cod 10% EPA + DHA
Herring 14,5% EPA + DHA
Hiu 21% EPA + DHA
Salmon 21,5% EPA + DHA
Sarden 10 – 20% EPA
Tuna 5 – 6% EPA

DHA adalah asam dokosaheksaenoat yang memiliki fungsi untuk membantu pembentukan neuron pada otak supaya menjadi sempurna. Sehingga, fungsi mata dan perkembangan saraf menjadi lebih optimal. Sedangkan, EPA adalah asam eikosapentaetonat yang berfungsi dalam memurnikan darah untuk menurunkan kolesterol dan mengencerkan darah, sehingga tidak memberatkan kerja jantung.

Jenis-jenis Ikan

Ikan yang biasa kita konsumsi, biasanya berasal dari darat dan dari laut. Namun, ternyata ikan tidak hanya digolongkan dari tempat ia hidup saja, tetapi juga dari spesies dan cara pengolahannya. Tekstur dan kandungan gizi yang terkandung pada ikan pun berbeda-beda, tergantung di mana tempat ikan tersebut hidup. Ikan sendiri dapat kita kelompokan sebagai berikut:

Berdasarkan Habitat

Jika berdasarkan habitat, maka ikan dapat kita kelompok seperti:

  • Ikan Air Laut

Ikan air laut terbagi menjadi dua, yaitu ikan yang hidup dekat dengan permukaan laut. Contohnya, seperti ikan tongkol dan makarel. Ikan yang hidup di perairan yang dalam contohnya seperti ikan hiu dan kakap.

  • Ikan air tawar

Ikan air tawar adalah ikan yang biasa hidup di kolam, sungai, maupun rawa-rawa. Contohnya ikan lele, gurame, nila, dan mujair.

  • Ikan Migrasian

Ikan migrasian adalah ikan yang hidupnya bisa berpindah dari laut ke sungai untuk bertahan hidup. Contohnya, ikan salem yang bertelur dan berkembang di sungai, namun jika sudah besar, mereka akan pindah ke laut.

Berdasarkan Species

  • Ikan Agnatha

Ikan agnate adalah ikan yang tidak memiliki rahang, mulutnya berbentuk bulat. Contohnya adalah belut laut.

  • Ikan Osteichthyes

Ikan osteichthyes adalah ikan yang memiliki tulang keras dan memiliki rahang. Contohnya ikan tuna, ikan gurame, ikan sarden, dan lain-lain.

  • Ikan Chondrichthyes

Ikan chondrichthyes adalah ikan yang memiliki tulang rawan dan memiliki rahang. Contoh ikan jenis ini adalah ikan pari.

Cara Memilih Ikan

Banyak sekali pertanyaan mengenai cara memilih ikan yang segar. Ikan-ikan yang biasa ditemukan di pasar, biasanya ikan yang sudah mati yang didapat dari nelayan. Namun terkadang, jika ikan tidak terjual, para pedagang akan menjual ikan yang sama di kemudian hari. Untuk itu, silakan simak tabel di bawah ini mengenai cara memilih ikan yang segar.

Parameter Segar Tidak Segar
Mata Kornea jernih, mata cembung dan cerah. Kornea tertutup lendir atau darah, bola mata keruh.
Insang Merah cerah tidak berlendir, tidak berbau. Merah agak coklat, tebal, berbau.
Kulit Berlendir namun transparan, cerah. Pucat, banyak lendir yang lengket dan berbau.
Sisik Rapi, rapat, tidak mudah copot. Mudah lepas,tidak rapi atau banyak yang sudah lepas.
Aroma Tidak berbau busuk, bau laut atau bau kolam air. Berbau busuk.
Daging Elastis, padat, agak keras, jika dibelah daging masih menempel di tulang. Lunak, lembek, daging mudah terlepas dari tulang, warna daging tidak cerah.

Lalu, bagaimana cara agar ikan tetap segar dan dapat dikonsumsi pada waktu yang lama? Yaitu dengan cara mengolah ikan menjadi produk olahan ikan yang lebih tahan lama. Namun, jika sahabat tani menginkan ikan Anda tetap fresh dan layak dikonsumsi, berikut ini beberapa cara menyimpan ikan agar ikan awet dan tahan lama.

  1. Pendinginan

Cara ini adalah cara termudah dan paling sering kita temui. Dengan menyimpan ikan di bawah suhu 0o C, hal itu dapat menghambat perkembangan bakteri yang ada pada ikan.

  1. Pemanasan di Suhu Tinggi

Cara kedua adalah dengan cara memanaskan atau memasak ikan. Hal itu bertujuan supaya bakteri tidak berkembang dan mati. Cara yang biasa digunakan dalam pengawetan ikan metode ini adalah dengan pengasapan. Ikan diasap sehingga bakteri mati dan daging ikan lebih awet.

  1. Penjemuran

Cara selanjutnya adalah dengan dijemur. Dengan penjemuran, kadar air pada ikan akan berkurang, sehingga bakteri tidak dapat berkembang.

  1. Pengawetan Alami

Cara terakhir adalah dengan cara pengawetan menggunakan bahan baku alami, contohnya garam. Garam bersifat antibakteri, sehingga dapat mengurangi bakteri yang ada pada ikan. Namun, biasanya cara pengawetan menggunakan garam ini menggunakan metode lain, seperti penjemuran. Contoh yang menggunakan metode ini adalah ikan asin.

Cara Membuat Produk Olahan Ikan

Mungkin sahabat tani hanya mengetahui ikan dibuat bakso atau empek-empek saja. Namun, ternyata ada berbagai macam cara dalam membuat produk olahan ikan yang bergizi tinggi. Dengan adanya kemajuan teknologi dan penelitian, pengolahan ikan kini menghasilkan berbagai macam makanan yang menarik dan variatif. Berikut ini adalah resep pengolahan ikan yang bisa sahabat tani coba buat.

Bakso/Sosis Ikan

bakso ikan

Bahan

    • 250 gr daging ikan yang sudah digiling
    • 1 butir telur
    • 1 sendok teh gula pasir
    • 1 ½ sendok teh garam
    • 1 sendok teh merica bubuk
    • 3 sendok makan tepung sagu
    • 100 ml air es

Cara membuat

    1. Aduk rata daging ikan, air, telur, sampai halus,
    2. Masukan tepung sagu, garam, merica, dan gula lalu aduk hingga tercampur rata,
    3. Didihkan air, cetak adonan bulat-bulat, lalu masukan ke dalam air panas,
    4. Rebus bakso hingga semua mengapung di permukaan air, lalu tiriskan,
    5. Bakso ikan siap diolah menjadi makanan,
    6. Simpan bakso dalam freezer agar awet.

Mie Ikan

mie ikan

Bahan

    • 250 gr daging ikan tanpa tulang yang sudah digiling
    • 1 kg tepung terigu
    • 4 butir telur ayam
    • Minyak goreng secukupnya
    • Garam secukupnya

Cara membuat

    1. Campurkan terigu, garam, telur, minyak goreng, dan ikan giling sampai rata dan kalis,
    2. Setelah kalis, tutup adonan, lalu diamkan selama 30 menit,
    3. Kemudian cetak adonan dengan cetakan mie atau bisa juga digiling hingga tipis, lalu dipotong-potong memanjang menyerupai mie,
    4. Didihkan air, rebus mie ikan hingga matang, angkat dan tiriskan,
    5. Mie ikan sudah siap disajikan,
    6. Simpan mie ikan dalam freezer agar lebih tahan lama.

Produk olahan ikan menjadi berbagai jenis makanan akan menambah nilai jual bagi para nelayan dan produsen ikan. Pengolahan ikan juga menambah nilai lebih untuk para konsumen, terutama anak-anak yang sulit makan ikan. Dengan cara diolah, para konsumen tetap mendapatkan gizi dari ikan tanpa bosan dengan sajian masakan ikan yang lebih bervariatif, bahkan tidak lagi berbentuk ikan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *