Cara Budidaya Sidat yang Mudah, Cepat Panen dan Menghasilkan Keuntungan Berlimpah

Diposting pada

Sidat merupakan jenis ikan dengan permintaan pasar ekspor yang besar, oleh sebab itu potensi keuntungan yang bisa didapatkan juga sangat berlimpah. Hal itulah yang menyebabkan banyak orang tertarik untuk mencari tahu cara budidaya sidat yang mudah, sehingga bisa lebih cepat dipanen dan kemudian bisa segera diekspor, khususnya ke negara Jepang.

Sidat memang salah satu makanan favorit di Jepang, namun ketersediaan sidat di Jepang terbatas, sehingga pintu impor sidat dibuka secara besar-besaran. Selain untuk diekspor, permintaan pasar sidat di dalam negeri pun cukup besar, apalagi dengan semakin menjamurnya restoran Jepang di Indonesia. Itulah yang menyebabkan harga jual sidat sangat tinggi hingga mencapai Rp 600.000 per kg.

Cara budidaya sidat

4 Faktor Penting yang Perlu Diperhatikan Sebelum Membudidayakan Sidat

Sebelum membahas tentang cara budidaya sidat, sebaiknya sahabat tani perlu mengetahui beberapa faktor penting dalam pembudidayaan sidat, di antaranya seperti berikut ini:

  1. Suhu Kolam

Kolam untuk membudidayakan sidat sebaiknya ditempatkan di lokasi yang agak teduh, dengan suhu air kolam yang berkisar antara 28-30 derajat celcius. Perlu diketahui bahwa suhu kolam cukup besar pengaruhnya terhadap tingkat kematian sidat. Oleh sebab itu, suhu kolam sebaiknya diatur secara merata, agar sidat tidak bergerombol di salah satu sisi kolam.

Jika suhu air kolam tidak sesuai, maka akan berpengaruh pada tingkat nafsu makan sidat dan menyebabkan sidat lebih mudah terserang penyakit. Cara terbaik agar suhu air kolam tetap stabil dan merata, maka sahabat tani bisa memanfaatkan tanaman eceng gondok untuk menetralkan suhu dan alas kolam yang terbuat dari sekam padi, sebab bisa berfungsi sebagai isolator ketika suhu udara dingin.

  1. Tingkat pH Air

Sidat dapat berkembang dengan baik dalam air yang memiliki tingkat pH antara 7-8. Cara paling mudah untuk mengukur pH air dengan menggunakan kertas lakmus.  Sahabat tani hanya perlu memasukkan kertas lakmus ke dalam air, kemudian diamkan beberapa menit dan cermati perubahan warna dari kertas lakmus tersebut.

Jika berubah menjadi warna merah, maka hal itu menandakan bahwa kadar pH air terlalu asam, namun jika kertas lakmus berubah menjadi hijau, itu artinya kadar pH air terlalu basa. Sedangkan, jika warna kertas lakmus berubah menjadi kuning, maka hal itu menunjukkan kadar pH air netral, kondisi kadar pH yang netral itulah yang baik untuk dijadikan sebagai tempat tumbuh kembang sidat.

  1. Kandungan Oksigen

Proses sidat untuk menyerap makanan akan lebih baik saat oksigen dalam air kolam tersebut cukup banyak di kisaran 1-2,5 ppm. Jika kandungan oksigen dalam air kolam kurang, maka kolam akan menimbulkan aroma bau yang tidak sedap. Kandungan oksigen dalam air itu dipengaruhi beberapa faktor, di antaranya seperti suhu, tekanan air dan kemurnian air.

  1. Kebutuhan Nutrisi

Untuk bisa mendapatkan hasil panen sidat yang maksimal, maka sahabat tani perlu memerhatikan faktor kebutuhan nutrisi yang diperlukan oleh sidat. Umumnya, komposisi nutrisi yang dibutuhkan sidat adalah lemak, protein, mineral, karbohidrat dan vitamin. Oleh sebab itu, biasanya 50%-70% biaya dalam proses pembudidayaan sidat akan berfokus pada pakan dan nutrisi.

Cara Budidaya sidat

Cara Budidaya Sidat

  1. Mempersiapkan Kolam

Langkah pertama yang perlu dilakukan dalam proses budidaya sidat adalah mempersiapkan kolam yang akan menjadi tempat tumbuh kembang sidat. Ada dua jenis kolam untuk budidaya sidat, yaitu kolam yang terbuat dari beton dan kolam terpal.

Kolam beton yang tepat untuk digunakan sebagai tempat pembudidayaan sidat, umumnya berukuran 2x2x0,8 meter dan isi air, dengan ketinggian 0,4 meter serta debit airnya sekitar 15 liter/menit. Sedangkan, kolam terpal terbuat dari kerangka besi atau kayu dan alas yang terbuat dari sekam padi atau karpet. Selanjutnya, baru sahabat tani pasang terpal dan ikat terpal pada kerangka kolam.

Baik kolam beton dan kolam terpal memiliki keunggulan dan kekurangan. Kolam beton unggul dari sisi kepraktisan dalam pembuatan. Namun, kolam terpal akan membuat suhu air kolam menjadi lebih stabil serta proses panen juga akan lebih mudah, jika sidat dibudidayakan di kolam terpal.

  1. Menebarkan Benih

Sebelum ditebarkan ke dalam kolam, terlebih dahulu benih sidat harus diadaptasi dengan cara memasukkan plastik berisi benih sidat ke dalam kolam, lalu diamkan beberapa menit. kemudian, buka plastik agar benih sidat bisa keluar sendiri secara perlahan-lahan. Waktu untuk menebarkan benih sebaiknya dilakukan saat pagi hari, sebab suhu air kolam masih rendah agar benih sidat terhindar dari depresi.

Proses adaptasi benih sidat itu sebaiknya secepat mungkin dilakukan ketika benih sudah sampai di tangan Anda. Hal tersebut bertujuan agar benih sidat dapat lebih mudah beradaptasi dalam kolam, sekaligus memudahkan benih sidat untuk mengonsumsi pakan buatan. Jangan lupa pula untuk melakukan pengamatan terhadap kebersihan kolam secara rutin.

  1. Proses Membesarkan Sidat

Proses pembesaran sidat hingga mencapai bobot yang siap untuk dipanen membutuhkan waktu sekitar 7-8 bulan. Namun, proses untuk membesarkan sidat itu membutuhkan beberapa faktor yang perlu sahabat tani perhatikan, di antaranya seperti:

  • Memberi Pakan Teratur

Ada dua jenis pakan sidat yaitu pelet dan pakan campuran. Umumnya, pakan campuran terdiri dari campuran pakan udang, psp, indofeed, vitamin c dan cmc. Perbandingan pakan campuran tersebut 10%:45%:45%. Waktu pemberian makan perlu dilakukan sebanyak 2 kali setiap harinya, yaitu 40% pada pukul 10 pagi dan 60% pada pukul 8 malam.

  • Mengamati Bobot Mingguan secara Rutin

Cara paling mudah untuk mengamati bobot mingguan dari sidat adalah dengan mengambil 5% sidat untuk sampel agar bisa diamati bobotnya.

  • Mengendalikan Hama dan Penyakit

Sahabat tani juga perlu untuk melakukan pengendalian hama dan penyakit dengan cara rajin membersihkan kolam dan beri sidat pakan tambahan dalam bentuk probiotik.

  • Proses Panen Sidat

Sidat yang siap panen adalah sidat yang bobotnya antara 180-200 gram per ekor, bobot tersebut membuat sidat sudah siap dijual di pasaran lokal. Untuk memanen sidat, ada beberapa tahapan yang perlu dilakukan, yaitu:

  1. Sehari sebelum proses panen dilakukan, sidat tidak perlu diberi pakan. Namun, di hari sidat akan dipanen, sahabat tani bisa terlebih dahulu memberikan pakan, sebab cara tersebut akan memudahkan Anda untuk menangkap sidat yang sedang berebut makanan dengan menggunakan jaring.
  2. Lalu sahabat tani juga bisa mengeringkan kolam sekaligus menggiring ke arah bak penampungan.
  3. Selanjutnya, pisahkan sidat sesuai dengan ukurannya, sebab pertumbuhan sidat ada yang cepat dan ada pula yang lambat.
  4. Setelah itu, letakkan sidat pada bak berisi air yang dangkal dan juga telah dilengkapi dengan aerator

Cara budidaya sidat itu sebenarnya cukup mudah, hanya saja sahabat tani perlu keuletan dan kesabaran. Namun, peluang usaha budidaya sidat ini terbilang memiliki prospek yang cerah, sebab harga jualnya yang masih sangat tinggi, sehingga tentunya semua jerih payah yang Anda lakukan pada saat proses pembudidayaan sidat tersebut akan bisa terbayar lunas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *