Panduan Lengkap Cara Budidaya Porang untuk Usaha Pemula

Diposting pada

Belakangan ini, budidaya porang banyak dibicarakan dan dilirik sebagai salah satu peluang usaha yang menguntungkan dan menjanjikan. Porang merupakan salah satu jenis tanaman herbal yang dimanfaatkan bagian umbinya. Karena tanaman ini mengandung zat glukomanan, porang banyak dimanfaatkan di bidang kesehatan dan industri.

budidaya porang
Sumber : Trubus

Tanaman ini banyak tumbuh di hutan tropis dan bisa tumbuh hingga ketinggian tanaman mencapai 1,5 meter. Untuk mengenal lebih jauh mengenai porang dan cara budidayanya, sahabat tani harus menyimak ulasan berikut ini.

Mengenal Tanaman Porang

Sebelum memasuki cara budidaya porang, sahabat Tani harus mengenal terlebih dahulu mengenai tanaman porang dan karakteristiknya. Secara fisik, porang memiliki batang tunggal alias tidak bercabang dengan corak belang-belang berwarna hijau dan putih. Tanaman ini juga hanya bisa hidup dan tumbuh di bawah pohon penyangga, seperti pohon jati.

Tanaman porang ini banyak dimanfaatkan sebagai bahan pembuatan jelly dan lem. Belakangan ini, tanaman ini banyak diekspor ke negara Jepang sebagai bahan baku industri. Tidak mengherankan, jika banyak orang yang mulai tertarik usaha budidaya ini, karena tingginya permintaan pasar, baik lokal maupun mancanegara.

Cara Mudah dan Lengkap Budidaya Porang

Untuk memulai suatu usaha budidaya, Sahabat Tani harus mengerti bagaimana cara membudidayakan dan mengembangkannya agar menghasilkan keuntungan yang menjanjikan. Berikut ini adalah cara budidaya porang untuk Anda yang berminat memulai peluang usaha ini.

buah porang
Sumber : Tirto

Pahami Syarat Hidup Porang

Anda harus menyiapkan lokasi dan media tanamnya terlebih dahulu, untuk menghasilkan tanaman porang secara maksimal. Anda bisa menyiapkan tanah yang subur dan gembur, agar tanaman porang dapat tumbuh dengan optimal. Usahakan media tanam tidak digenangi air untuk mencegah kebusukan tanaman.

Setelah itu, periksa kadar pH tanah dengan tingkat keasaman sekitar pH 6–7. Seperti yang sudah dijelaskan di awal, tanaman ini bisa hidup dengan pohon penyangga. Oleh karena itu, Anda bisa menyiapkan pepohonan penyangga sebagai naungan dengan tingkat kerapatan minimal 40%, agar porang bisa tumbuh dan berkembang dengan baik.

Porang dapat tumbuh dengan baik pada ketinggian 0 hingga 700 meter di atas permukaan laut. Namun, untuk ketinggian ideal, agar tanaman ini bisa tumbuh dengan baik, yaitu kisaran 100 sampai 600 meter di atas permukaan laut.

Baca Juga :

Pahami Teknik Budidaya Porang

Tanaman porang dapat dikembangbiakkan secara vegetatif atau generatif, yaitu dengan bintil atau katak atau biji atau buah. Katak merupakan bintil tanaman porang yang berwarna coklat kehitaman, yang biasanya tumbuh pada tangkai daun atau pangkal batang. Pada satu kilogram katak, biasanya berisi 100 butir bintil. Bintil ini dikumpulkan dan disimpan untuk kemudian ditanam pada lahan.

Budidaya tanaman porang juga bisa melalui biji atau buah yang dihasilkan dari bunga. Bunga porang biasanya akan muncul setiap kurun waktu 4 tahun. Setiap satu tongkol bisa menghasilkan ratusan biji sekitar 250 butir. Butiran biji porang disemai terlebih dahulu, untuk digunakan sebagai bibit tanaman baru.

Sebagai salah satu tanaman yang dimanfaatkan bagian umbinya, porang juga bisa dikembangbiakkan melalui umbi. Untuk bibit porang dengan ukuran umbi yang kecil, dapat dilakukan dengan cara mengurangi kerapatan dengan memotong umbinya. Hasil pengurangan umbi inilah yang bisa digunakan sebagai bibit porang untuk menghasilkan tanaman baru.

Untuk ukuran umbi porang yang besar, Anda bisa memotongnya menjadi bagian kecil-kecil atau sesuai keinginan Anda. Selanjutnya, umbi besar yang sudah dibagi menjadi beberapa bagian ini, ditanam pada lahan yang sudah sahabat tani siapkan.

Persiapkan Lahan untuk Budidaya

Lahan dengan pepohonan yang menaungi tanaman porang merupakan lokasi yang tepat untuk budidaya porang. Namun, sahabat tani juga bisa membudidayakan tanaman ini di lahan terbuka dengan bantuan paranet. Paranet berfungsi untuk mengurangi intensitas sinar matahari yang diterima oleh tanaman porang. Berikut ini adalah cara menyiapkan lahan budidaya tanaman porang yang tepat.

  1. Lakukan pembersihan lahan terlebih dahulu dari tanaman pengganggu atau gulma yang bisa mengganggu pertumbuhan tanaman porang.
  2. Apabila lahan budidaya yang Anda siapkan seluas 4 hektar yang dijadikan 1 blok, Anda bisa membuat jalan sebagai jarak atau batas dan sebagai ruang gerak Anda dengan lebar 2 meter.
  3. Pasang ajir atau potongan kayu dengan jarak 100 cm x 100 cm, baik untuk bibit yang menggunakan katak atau umbi.
  4. Apabila Anda menggunakan katak sebagai bibit. Anda bisa mencangkul tanah untuk membuat jalur dengan lebar 0,5 m.
  5. Apabila Anda menggunakan umbi sebagai bibit, Anda bisa membuat lubang tanam dengan ukuran 20 x 20 x 20 cm.
  6. Untuk pemberian pupuk dasar sebelum melakukan penanaman, Anda bisa menggunakan pupuk bokashi sebanyak 500 gram, untuk tiap lubang yang sudah dicampur dengan top soil dan bibit umbi. Untuk bibit katak, pemberian pupuk bokashi bisa dicampurkan dengan tanah yang berada di sekitar potongan kayu atau ajir.

Penanaman Porang

Penanaman porang sangat baik dilakukan pada musim penghujan, yaitu sekitar bulan November hingga Desember. Untuk tahapan penanaman porang adalah sebagai berikut.

  1. Masukkan bibit yang sudah Anda pilih ke dalam lubang tanam. Masukkan bibit dengan bakal tunas menghadap ke atas atau ke arah datangnya sinar matahari.
  2. Beri jarak sekitar 1 x 1 meter untuk tiap lubang tanam agar bibit porang dapat tumbuh dengan baik.
  3. Setelah bibit dimasukkan ke lubang tanam, tutup lubang tanam menggunakan tanah dengan ketebalan 3 cm.

Perawatan dan Pemeliharaan Porang

Proses perawatan dan pemeliharaan tanaman porang akan memengaruhi hasil yang Anda peroleh nantinya, baik dari segi kuantitas maupun kualitas. Cara perawatan tanaman ini juga terbilang mudah. Anda juga bisa memberikan pupuk secara rutin dan berkala, agar tanaman porang dapat tumbuh subur dan optimal.

Tidak hanya pemberian pupuk saja, Anda juga bisa melakukan penyiangan gulma secara teratur, setidaknya setiap sebulan sekali. Gulma yang tumbuh di sekitar tanaman porang akan mengganggu pertumbuhan porang, karena tanaman pengganggu ini akan merebut asupan air dan zat hara yang dibutuhkan tanaman porang.

Selain gulma, Anda juga harus melakukan pengendalian dan pemberantasan hama. Hama yang biasa menyerang pertumbuhan porang yaitu belalang, nematoda, ulat umbi araechnes, dan ulat makassar orketti. Ada pula beberapa penyakit yang bisa menyerang tanaman porang, seperti layu daun yang disebabkan jamur Sclerotium sp, Cercospora sp, atau Rhizoctonia sp dan busuk batang semu.

Untuk mengendalikan hama nematoda jenis heterodera, Anda bisa menggunakan Carbofuran. Untuk mengendalikan hama, Anda bisa menggunakan Basudin dan Thiodan, sedangkan untuk mengendalikan penyakit yang menyerang tanaman porang, Anda bisa menggunakan fungisida Benlate dan Ridomil.

Baca Juga :

Pemanenan Porang

Porang bisa dipanen saat usianya mencapai 2 tahun dengan berat umbi besar lebih dari 1 kilogram. Untuk umbi yang berukuran kecil, Anda bisa meninggalkannya dan membiarkan hingga tahun depan. Tanaman porang yang siap panen dapat ditandai dengan daunnya yang sudah kering dan jatuh ke tanah.

Tiap satu hektar bisa menghasilkan 40.000 tanaman dan tiap 1 tanaman porang dapat menghasilkan umbi sekitar 2 kilogram. Setelah proses pemanenan, Anda bisa membersihkan umbi dari akar dan tanah yang menempel. Potong umbi porang dan jemur di bawah terik matahari. Perhatikan saat melakukan pemotongan umbi porang, karena proses ini bisa memengaruhi kualitas yang dihasilkan.

Cara budidaya porang di atas, bisa sahabat tani jadikan acuan untuk menjalankan usaha budidaya tanaman ini. Meski waktu yang dibutuhkan untuk budidaya tanaman ini cukup lama, namun apabila Anda melakukannya dengan sabar dan telaten, maka hasil yang diperoleh akan maksimal dengan keuntungan yang menggiurkan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *