Yuk Simak 2 Cara Budidaya Melon Lengkap

Diposting pada

Buah melon memang termasuk buah yang memiliki harga cukup tinggi. Banyak petani yang mencoba budidaya melon karena keuntungan yang menjanjikan. Varietasnya pun semakin beragam, mulai dari varietas lokal hingga varietas yang berasal dari luar negeri. Jika sahabat tani berencana menanam melon, sebelum itu mari simak penjelasan dan cara budidaya melon agar mendapatkan hasil maksimal.

Cara Budidaya Melon lahan

Budidaya Melon dengan Menggunakan Lahan Tanah

Keuntungan yang didapat saat panen budidaya melon memang sangat menjanjikan. Tak heran, banyak orang yang mencoba peruntungan dengan menanam melon. Cara menanam melon pun tidak terlalu sulit. Asalkan tanaman melon banyak terkena sinar matahari tanaman melon dapat sahabat tani tanam di manapun. Berikut ini penjelasan cara budidaya melon dengan lahan tanah.

  1. Persiapan Lahan

Langkah pertama dalam budidaya melon adalah menyiapkan lahan. Lahan yang baik untuk tanaman melon adalah yang memiliki kriteria sebagai berikut.

    • Lahan harus banyak terkena sinar matahari, dan sedikit terkena hujan.
    • Suhu yang ideal untuk menanam melon berkisar antara 24-30oC.
    • Tanaman melon akan tumbuh di daerah yang sejuk dan kering, dengan kondisi angin tidak bertiup terlalu kencang. Pemasangan rumah kaca dapat membantu mengatasi kondisi lahan yang memiliki angin kencang.
    • Tanah yang digunakan mengandung pasir dan gembur dengan pH antara 5-7.

Jika tanah yang sahabat tani pilih sudah termasuk dalam kriteria, langkah selanjutnya adalah menggemburkan tanah dan dicampurkan dengan pupuk kemudian didiamkan hingga 7 hari. Setelah 7 hari, buatlah gundukan, tutup dengan plastik sebanyak 2 lapis. Lapisan pertama berwarna hitam dan lapisan kedua berwarna perak. Lalu diamkan kembali selama 7 hari.

  1. Pembibitan

Dimulai dari memilih bibit melon yang bagus dengan cara merendam biji buah melon selama 2 jam. Jika ada bibit yang tenggelam, maka bibit tersebut adalah bibit yang bagus untuk ditanam. Pembibitan awal dilakukan dengan cara menanam biji melon ke dalam polibag yang berisi koran pada bagian bawah lalu tanah gembur yang sudah dicampur pupuk di bagian atas.

Siram bibit buah melon dengan sprayer hingga lembab dan berikan abu sekam di atas permukaan tanah. Penyemprotan dilakukan cukup dengan satu kali setiap hari hingga muncul kecambah dan tumbuh menjadi batang dan daun.

Bibit melon yang siap dipindah tanam biasanya berumur sekitar 10-14 hari dengan ditandai pertumbuhan 3-5 daun, batang kokoh, dan akar yang subur.

  1. Penanaman

Langkah selanjutnya adalah mulai menanam. Tanamlah bibit melon yang sudah bertunas dengan cara melubangi plastik mulsa, kemudian ambil bibit melon dari polibag lalu tanam bibit melon sedalam 5-10 cm dengan jarak antar tanaman antara 50-70 cm. Pemindahan bibit harus dilakukan dengan hati-hati agar akar dan batang melon tidak rusak.

  1. Perawatan

Perawatan tanaman melon memang susah-gampang. Penyiraman cukup sebanyak 1 kali dalam sehari dibarengi dengan penyulaman sulur melon. Sulur melon yang merambat dibuatkan pagar agar tidak merambat bebas, penyulaman sulur melon dilakukan dengan cara melingkarkan sulur dengan tiang yang sudah disiapkan secara hati-hati agar sulur tidak patah.

Jika tanaman melon sudah berbunga dan mulai membentuk buah, ikat batang yang akan berbuah dengan tiang. Hal ini bertujuan agar batang tanaman melon kuat menopang beratnya buah melon dan agar buah tidak jatuh dan menyentuh tanah, jika buah melon menyentuh tanah bisa mengakibatkan buah yang terbentuk tidak bulat dan menjadi busuk dan gagal panen.

  1. Panen

Buah melon yang sudah siap panen biasanya berusia 4 bulan sejak masa pembibitan. Buah melon yang sudah siap panen, akan memperlihatkan kulit melon yang berwarna hijau kekuningan dan memiliki serat-serat kasar.

Cara memanen melon dengan memotong tangkainya pada bagian kiri dan kanan sehingga membentuk huruf T. Dengan begitu melon tidak akan cepat mengering dan busuk.

Cara Budidaya Melon Hidroponik

Budidaya Melon dengan Hidroponik

Cara budidaya melon dengan hidroponik sebenarnya tidak terlalu jauh berbeda dengan cara budidaya ini dengan menggunakan lahan. Yang membedakan hanyalah media tanamnya yang diganti dengan air bernutrisi. Media tanam dengan cara hidroponik biasanya menggunakan cocopeat atau rockwool. Lebih lanjut berikut cara budidaya melon dengan media hidroponik.

  1. Mempersiapkan Tempat Tanaman

Hidroponik adalah cara menanam tanpa menggunakan tanah dan hanya menggunakan air yang bernutrisi untuk tumbuh. Agar tanaman melon dapat tumbuh secara maksimal, perhatikan area yang akan digunakan dalam menanam melon. Pembuatan rumah vinil sangat disarankan agar tanaman melon yang dibudidayakan tidak banyak terkena angin.

Untuk media tanam, Anda bisa menggunakan set perlengkapan hidroponik standar sistem NFT. Namun tidak disarankan membuat aliran air secara bertingkat-tingkat karena sulur melon akan dibuat merambat ke atas. Buatlah aliran air nutrisi hanya satu tingkat kira-kira tingginya 70-100 cm di atas tanah. Jangan terlalu tinggi agar mudah dalam perawatan.

Siapkan pula tiang rambatan agar sulur melon menjalar rapi. Tiang yang digunakan pun juga harus kokoh, agar bisa menopang beratnya buah melon. Pemberian tiang bisa diberikan di dekat lubang penanaman dan tegak ke atas atau bisa juga dengan membuat dua tiang di kiri dan kanan pada bagian atas tiang tersebut ditemukan, sehingga membentuk huruf A.

  1. Penyemaian Bibit

Proses semai bibit melon dilakukan setelah biji melon direndam dengan air hangat selama 2 jam untuk mengetahui benih yang berkualitas bagus. Setelah direndam, bibit kemudian diletakkan pada tissue atau koran basah dan dibiarkan selama 1-2 hari. Hal ini bertujuan agar bibit mudah berkecambah dan bisa dipindahkan ke media yang lebih besar.

Setelah bibit melon mulai berkecambah, bibit kemudian ditanam pada rockwool atau cocopeat dengan jarak antar benih 4-5 cm sedalam 1-2 cm. Taruh rockwool atau cocopeat pada wadah dengan sedikit air yang tergenang. Jangan terlalu banyak agar benih tidak busuk. Proses semai ini dilakukan hingga bibit melon berusia 2 minggu dan tumbuh 2-3 daun.

  1. Penanaman

Proses selanjutnya adalah penanaman bibit melon. Setelah bibit melon tumbuh 2-3 daun dan tinggi mencapai 5-7 cm, artinya bibit melon sudah siap dipindahkan. Siapkan lahan hidroponik NFT dengan kriteria air memiliki pH 6-7 dan konsentrasi nutrisi 2000 ppm. Pindahkan bibit pada pot-pot hidroponik yang sudah disiapkan secara hati-hati jangan sampai merusak akar.

  1. Perawatan

Perawatan dalam budidaya melon hidroponik hanya diperlukan dalam menjaga pH air tetap berada di kisaran 6-7 dan konsentrasi nutrisi 2000 ppm. Penggunaan AB mix khusus melon sangat disarankan agar mendapatkan hasil melon hidroponik yang maksimal. Sahabat tani harus rajin memangkas daun tua, daun rusak, dan cabang yang tidak diperlukan.

Jika sulur sudah mulai tumbuh, arahkan sulur agar mengikat di tiang penyangga dengan alur dari bawah ke atas. Penyulaman sulur dilakukan secara hati-hati agar sulur tidak patah. Perhatikan cabang yang berbunga, jika sudah ada tanda-tanda akan membentuk buah, ikat batang dengan tiang penyangga agar kuat menopang beratnya buah melon.

  1. Panen

Proses terakhir adalah memanen buah melon. Melon yang sudah siap panen biasanya berusia 4 bulan dari masa semai benih. Berat buah melon yang sudah siap panen berkisar 2,5-3,5 kg tergantung dari varietas buah melon yang Anda pilih. Potong tangkai buah melon hingga berbentuk huruf T agar buah tetap segar dan tidak mudah layu pada saat pengiriman ke pasar.

Budidaya melon memang susah-susah gampang, namun ini memiliki peluang usaha yang untungnya menjanjikan. Anda bisa mencoba budidaya ini sesuai dengan lahan yang Anda miliki. Namun jika sahabat tani tidak memiliki lahan luas, cobalah budidaya buah ini dengan sistem hidroponik yang bisa dilakukan di lahan yang terbatas. Selamat mencoba budidaya buah manis ini!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *